Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : MEDIAN

Tingkat Kerentanan Banjir Kota Sorong Papua Barat Syaiful Maliki Arief; Rima Herlina Siburian; Wahyudi Wahyudi
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.637 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i2.456

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu kota di Provinsi Papua Barat yang sering menghadapi masalah banjir.  Namun seberapa luas daerah yang rentan terhadap kondisi ini, belum ada data mengenai hal tersebut. Untuk itu penelitian ini   dilakukan untuk mengetahui sebaran tingkat kerentanan bencana banjir di kota Sorong. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  menggunakan  analisis  dan  sebaran  pola  tingkat  kerentanan  banjirdengan teknik analisa  data  menggunakan  overlay, scoring, dan layout berdasarkan software Arc View 10.5. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa tingkat kerentanan  banjir di Kota Sorong diklasifikasikan  dalam  4  tingkat  kerentanan  banjir  yang meliputi  sangat  rentan,  rentan,  kurang  rentan,  dan  tidak  rentan.  Seluas 4, 53 % wilayah kota Sorong  tergolong sangat rentan terhadap banjir, rentan banjir seluas 33,65 %   yang  kurang rentan sebasar 42.11 % dan  daerah tidak rentan sebesar 19,71 %. Wilayah yang harus diwaspadai  karena rentan dan sangat rentan banjir adalah seluas 38,18  %   meliputi  Distrik Sorong Timur, Manoy, Sorong, Sorong Kota dan Sorong Barat. Daerah tersebut adalah pusat pemerintahan dan termasuk daerah padat pemukiman penduduk. 
Potensi Flindersia pimenteliana F Muel Di Kabupaten Manokwari Selatan Falen Baransano; Rima Herlina Siburian; Rusdi Angrianto
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 1 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.424 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i1.457

Abstract

Flindersia pimelentiana merupakan salah satu jenis endemik Papua yang saat ini telah masuk dalam status konservasi Endangered (terancam punah) berdasarkan data IUCN. Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai potensi tanaman ini di alam, sehingga langkah penyelamatan jenis inipun dapat direncanakan. Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  menggunakan  metode deskriptif dengan teknik survey serta observasi lapang dengan menganalisis vegetasi pada lokasi penelitian untuk mengetahui jumlah individu F. pimentilliana serta nilai kerapatan, frekuensi, dominansi dan INP (Indeks Nilai Penting).Hasil penelitian  menunjukkan bahwa vegetasi berkayu yang tumbuh bersama F. pimentilliana di hutan Bembab Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan mulai dari fase semai sampai fase pohon ditemukan 223 jenis (spesies) yang merupakan bagian dari 45 famili. Namun potensi Flindersia pimelentiana yang ditemukan sangat sedikit, dimana untuk tingkat semai hanya ditemukan 5 individu, Pancang 2 individu, tiang 1 individu dan pohon 3 individu. Untuk itu perlu dilakukan perlindungan dan pengayaan jenis ini agar tidak punah.
Profil Pertumbuhan Baringtonia asiatica pada teluk Wosidori Kabupaten Manokwari Delis Mundoni; Rima Herlina Siburian
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 3 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.223 KB) | DOI: 10.33506/md.v11i3.631

Abstract

 Baringtonia asiatica merupakan salah satu tumbuhan mangrove yang hidup didaerah pesisir pantai.  Tumbuhan ini memiliki nilai manfaat baik sebagai tanaman obat dan juga bioekologi. B. asiatica juga ditemukan di Teluk Wosidori, namun bagaimana profil pertumbuhan tanamn tersebut, perlu dilakukan penelitian ini sebagai data awal bagi pengembangan jenis ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan teknik survey. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah profil penyebaran B.asiatica.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tempat tumbuh B.asiatica pada Teluk Wosidori sudah sangat mengkhawatirkan karena menurunnya luasan hutan yang ada, yang disebabkan oleh alih fungsi lahan, serta aktifitas manusia. Hal ini nampak juga pada data potensi pohon yang ditemukan paling banyak 9 pohon pada daerah Sowi 4. Sedangkan pola penyebaran tumbuhan B.asiatica lebih mengelompok.
Potensi Ekowisata Hutan Mangrove Klawalu Kota Sorong Papua Barat Lusye Naa; Charly B. Wanggai; Rima Herlina Siburian
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.95 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i2.924

Abstract

Klawalu merupakan salah satu daerah di Kota Sorong yang memiliki potensi mangrove yang masih terjaga secara alami. Sejalan dengan pengembangan pembangunan maka ekowisata merupakan alternatif yang perlu dipertimbangkan dalam menjaga ekosistim kawasan dengan tetap meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi ekowisata hutan mangrove Klawalu Kota Sorong. Metode yang digunakan adalah metode deskritif dengan teknik observasi lapangan dan wawancara berpedoman pada analisis ADO-ODTWA Dirjen PHKA Tahun 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kriteria obyek dan daya tarik kawasan memiliki nilai tertinggi dengan total skor 960. Hal ini menunjukkan bahwa kawasan ekowisata mangrove Klawalu memiliki tingkat keunikan yang didukung oleh floran dan fauna penyusunannya dengan aksesisibilitas serta sarana dan prasarana penunjang serta ketersediaan air bersih yang dapat digunakan sebagai daerah pengembangan ekowisata yang sangat baik. Dari unsurur penilaian yang dilakukan baik terhadap aksesibilitas, kondisi lingkungan sekitar kawasan, maupun ketersediaan air bersih menunjukkan bahwa kawasan ini siap untuk menjadi destinasi wisata yang dapat dikembangkan.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Lingkungan Di Kelurahan Amban Kabupaten Manokwari Agustina A Tanati; Rima Herlina Siburian; Agustinus A Murdjoko
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (645.398 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i3.1099

Abstract

Pengelolaan lingkungan pada kelurahan Amban merupakan suatu hal yang menarik karena kawasan ini merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Kabupaten Manokwari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat terhadap pengelolan lingkungan pada kawasan ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan metode deskriptif dengan pembagian kasus atas enam kategori penilaian, dan didukung oleh data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat yang berada pada kelurahan Amban sangat setuju terhadap pola perencanaan pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan serta penegakan hukum yang dilakukan pada wilayah ini. Data ini diperoleh dari tiga wilayah yang tersebar pada wilayah Kelurahan Amban Manokwari.   
Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Publik pada Kawasan Perkotaan Bintuni di Wilayah Distrik Manimeri Jendro Edy Wibowo; Wahyudi Wahyudi; Rima Herlina Siburian
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.207 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i3.1100

Abstract

Meskipun merupakan daerah otonomi baru, ketersediaan ruang terbuka hijau di pusat pemerintahan Teuk BintunimemenuhikriteriaPeraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 05 tahun 2008. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersedian ruang terbuka hijau saat ini dan menperkirakan kebutuhan untuk sepuluh tahun kedepan dengan  pendekatan jumlah penduduk. Metode survey lapangan, pemetaan menggunakan Citra Satelit Resolusi Sangat Tinggi dan Citra lansat serta  softawar GIS digunakan untuk menganalisis data digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan ruang terbuka hijau publik pada kawasan perkotaan diwilayah distrik Manimeri terdiri dari hutan kota (22,12 ha) sudah terpenuhi, jalur hijau jalan (17,94 ha), lapangan olahraga (4,56 ha), median jalan (0,914 ha), sempadan sungai (155,15 ha), taman kelurahan (0,21 ha) dan taman pemakaman umum (1,77 ha).  Kebutuhan ruang terbuka hijau publik berdasarkan pendekatan jumlah penduduk sepuluh tanun kedepan bagi Taman rukun tetangga 0,95 ha, Taman rukun warga 0,48 ha, Taman kelurahan/kampung 0,29 Ha. Taman kecamatan/distrik 0,1902 ha dan Taman kota 0,2853 ha.  Pemenuhan kriteria RTH publik berdasarlan Permen PU No 05 Tahun 2008, untuk jenis RTH hutan kota secara umum terpenuhi, jenis RTH jalur hijau jalan seluruhnya terpenuhi, jenis RTH median jalan secara umum tidak terpenuhi, jenis RTH sempadan sungai seluruhnya terpenuhi, jenis RTH taman kelurahan secara umum tidak terpenuhi dan jenis RTH taman pemakaman umum secara umum tidak terpenuhi.
Climate Village Adaptation in Sindang Jaya Village and South Manokwari Waroser Rony Gerits; Rudi A Maturbongs; Rima Herlina Siburian
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.777 KB) | DOI: 10.33506/md.v13i2.1245

Abstract

The purpose of writing is to compare the implementation of climate village program adaptation activities in Sindang Jaya and Waroser villages, South Manokwari Regency. This study uses a descriptive method with multiple regression analysis to determine the factors that most influence the implementation of adaptation activities in these two adjacent villages. This study indicates that in Kampung Sindang Jaya and Kampung Waroser, there are several adaptation activities, including drought, flood, and landslide control, actions to increase food security, and disease control activities. The age variable is a value that partially negatively affects climate change adaptation activities in Sindang Village. In contrast, for Waroser Village, age, education, and information media variables significantly affect people's attitudes towards climate change adaptation activities.
Phenology of Cinnamomum cullilawan Rima Herlina Siburian
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.47 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i1.1667

Abstract

Abstract Cinnamomum cullilawan is one type of forest plants that is included in the type of aromatic plants. The purpose of this study was to determine the flowering development process as a basic  information for the development and the breeding of this plant. The method used in this research was a descriptive method. The results of the observations indicated that the process of flowering C. cullilawan can be grouped into three major parts: the stage of initiation, budding and flowering, where each stage requires different formation times. At the initiation stage, since the emergence of generative shoots on the armpit until the formation of panicles takes two months. Furthermore, the stage of the appearance of buds at the ends of panicles and the formation of reproduction of flowers required two months period. After that the flowers will break slightly and then the petals will turn black and fall in the second week, after the flower process has blossomed.
Biomasa Karbon Below Ground Paraserianthes Falcataria (L.) Nielsen pada Lahan Agroforestri Tradisional di Distrik Aimas, Sorong Ohorella, Syarif; Siburian, Rima H; Febriadi, Ihsan
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 16 No. 3 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v16i3.4176

Abstract

Forests as part of the environment have a big role in maintaining ecosystem stability. One of them is as a carbon store. Vegetation in forests can prevent the release of carbon into the atmosphere through the process of photosynthesis where vegetation absorbs CO2 then breaks it down and stores it in the form of biomass. This is what makes it important for forest friends to study their ability to store biomass and carbon specifically on Agroforestry land as one of the site level forest management units. The aim of this research is to develop an allometric equation model to estimate the value of carbon biomass stored in bellow ground specifically for stands on traditional agroforestry land. The method used is a destructive sampling by selecting sample trees purposively and selecting three samples. trees with different diameters at breast height (dbh) but the same age representing stands on agroforestry land in Aimas District, Sorong Regency. biomass and carbon measurements were carried out through laboratory tests. The total below ground biomass content of the 19 of Paraserianthes falcataria stands obtained was 0.369 tons/ha. The below ground carbon content of sengon stands on 2.8 hectares of agroforestry land is 0.184 tonnes C/ha.
Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Obat Tradisional Oleh Masyarakat Kampung Momiwaren, Papua Barat Siburian, Rima Herlina; Angrianto, Rusdy
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 16 No. 1 (2024): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v16i1.3209

Abstract

Momiwaren Village is one of the villages close to the Momiwaren Protected Forest Area. In line with regional development and technological advances, knowledge of the use of plants as medicinal ingredients is starting to disappear. For this reason, it is necessary to conduct research on how many types of plants are still used by the community as medicinal ingredients. The method used in this research is a survey method with interview techniques. The results of this research show that the people of Momiwaren Village still use plants as medicinal ingredients. There are 30 species from 22 families used by the community. If we look at the conservation status of the plants used, the types of plants used are still included in the naturally available (LC/DD) category, but there is one type of plant that is threatened with extinction and requires further silvicultural action so that this plant can be cultivated and not extinct from nature.
Co-Authors A. Fadli Agus Muji Santoso Agus Syahrani Agus Syahrani Agustina A Tanati Agustinus A Murdjoko Alce Noya Alia Bihrajihant Raya Alia Bihrajihant Raya Anang Wahid M.Diah Anggraeni Dyah S Anggraeni Dyah Sulistiowati Angrianto, Rusdy Arief, Syaiful Maliki Arifin Dwi Saputro Arwam, Hendrik Bachtiar, Willy Bambang Nugroho Baransano, Falen Charly B. Wanggai d R. Sari Daniel Y. Seseray Darma, Darma Delis Mundoni Diana Prameswari Dwi Nurhayati, Dwi Enderia Wabia Endria Sada Erdy Santoso Evi Rinata Falen Baransano Ferawati Runtuboi Finda Meyditia Finda Meyditia Gerits, Rony Hendri Hendri Hendy Setiawan Hendy Setiawan Herlina, Lien Imam Wahyudi Indrawan, Imam Wahyudi Irnanda Aiko Fifi Djuuna ISKANDAR ZULKARNAEN SIREGAR Ismayanti, Clara Iyai, Deny Anjelus Jendro Edy Wibowo Jonni Marwa Komalasari Komalasari Lusye Naa M. S. Amir Maker, Ursula Maturbongs, Rudi A. Mei Trirbo Moeljono, Soetjipto Mundoni, Delis Murdjoko, Agustinus A Naa, Lusye Nanang Wahyudin Nanang Wahyudin Novita Panambe Noviyanti Noviyanti, Noviyanti Orisu, Lily Pardede, Akim Manaor Hara Peday, Hans Philipus Maran Ronny Lesmana Rony Gerits Rosita Dewi Rusdi Angrianto, Rusdi S., Marlina Saragih, Desni T. R. Sinon, Iriwi Sudjatno, Djoko Syaiful Maliki Arief Syarif Ohorella Tanati, Agustina A Tapilatu, Julia Rosemary Tapilatu, Maryrose E. Tulalesy, Quin Ulfah Juniarti Siregar Valentin Paisei Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wahyudi Wanggai, Charly B. Wanggai, Marthenci I. Wibowo, Jendro Edy Widayati, Isti Willy Bachtiar Yahya F Wally Yanuar Dwi Prastyo Yehezkiel, Boby Yenusi, Kaleb Yonathan Kalua’ Payung Allo Yuli Triestini Yulian Atkana Zainal Zainal