Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pawiyatan

Studi Komparasi Antara Sikap Kepemimpinan Dengan Sikap Kedisiplinan Siswa Smk Penerbangan Kartika Aqasa Bhakti Semarang Handayani, Dwi Asih Kumala; Redjeki, Sri; Rimayati, Elfi
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.061 KB)

Abstract

Sikap kedisiplinan penting dan harus dimiliki oleh setiap siswa. Disiplin membantu siswa dalam proses pembentukan sikap, prilaku dan akan mengantar seorang siswa sukses dalam belajar dan ketika bekerja nanti. Disiplin dapat terjadi karena dorongan kesadaran diri, dengan kesadaran yang datang dari diri sendiri ini sikap kedisiplinan akan lebih baik. Tujuan kegiatan; mengetahui bagaimana mengembangkan sikap kepemimpinan dan sikap disiplin pada pengurus organisasi sekolah. Mengetahui peran organisasi sekolah dalam membentuk sikap kepemimpinan dan sikap disiplin. Metode Pengabdian pada Masyarakat diselenggarakan dengan metode ceramah atau penyuluhan interaktif, metode pelatihan atau permainan/simulasi, dan test. Hasil uji analisis bahwa responden telah memiliki sikap kepemimpinan yang cukup tinggi, dan juga telah memiliki sikap kedisiplinan yang cukup baik. Pretest dan posttest yang dilakukan, membuktikan bahwa pelatihan yang diberikan meningkatkan perolehan nilai sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan siswa. Dan hasil paired samples t-test membuktikan bahwa sikap kepemimpinan tidak mempengaruhi terhadap sikap kedisiplinan siswa. Peningkatan nilai pada masing-masing variable adalah hasil dari pelatihan. Sikap kepemimpinan memiliki nilai yang lebih tinggi. Simpulan: Organisasi Sekolah dalam membentuk sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan memiliki peran yang sangat baik. Pengembangan sikap kepemimpinan dan sikap kedisiplinan pada pengurus organisasi sekolah dapat dilakukan melalui pelatihan-pelatihan, serta kegiatan lain yang menunjang sikap kepemimpinan dan kedisiplinan. Kata Kunci: Sikap kepemimpinan, sikap kedisiplinan, SMK
Urgensi Counselling Skills Pada Intervensi Konseling di Sekolah Rimayati, elfi
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.852 KB)

Abstract

Banyaknya permasalahan siswa di sekolah utamanya menyangkut pemilihan jurusan, orientasi karir dan orientasi studi lanjut menjadikan peran konselor atau guru BK semakin penting. Kesalahan dalam memilih jurusan misalnya akan berdampak buruk bagi perjalanan hidup siswa selanjutnya. Dalam Lampiran IV Permendikbud no 81.A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, ditegaskan mengenai aspek peminatan siswa, baik peminatan yang berhubungan dengan pilihan jurusan, orientasi karir maupun studi lanjut. Pada nomor VIII lampiran ini menegaskan tentang Konsep dan Strategi layanan Bimbingan dan Konseling, berisi tentang : konsep layanan Bimbingan dan Konseling, komponen layanan Bimbingan dan Konseling serta Strategi layanan Bimbingan dan Konseling. Implementasi kurikulum 2013 tentang Bimbingan dan Konseling mengharuskan konselor memiliki counselling skills yang memadai. Pemakaian ketrampilan konseling oleh konselor dapat dibagi menjadi lima tujuan yang berbeda, yaitu: tujuan supportive listening, tujuan mengelola situasi bermasalah, tujuan problem menejemen, tujuan mengubah ketrampilanketrampilan buruk yang menciptakan masalah serta tujuan mewujudkan perubahan falsafah hidup. Adapun ketrampilan menurut Richard Nelson-Jones (2012:15-25) yang bisa dijadikan ujung tombak dalam membantu menyelesaikan masalah siswa adalah: 1. Menciptakan Ketrampilan komunikasi dan Perasaan dan menciptakan ketrampilan pikiran