Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : PAWIYATAN

ARAH BARU PEMBELAJARAN BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER MENUJU PROFESIONALISASI KONSELOR SEKOLAH (SEBUAH KAJIAN AKADEMIK) Rimayati, Elfi
PAWIYATAN Vol 21, No 2 (2014)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berbasis pendidikan karakter sudah lama didengungkan baik oleh pemerintah ataupun pakar pendidikan. Bagi lembaga Pendidikan Tinggi Program Studi Bimbingan dan Konseling yang mengorientasikan lulusannya menjadi pendidik di bidang Bimbingan dan Konseling, pembelajaran berbasis pendidikan karakter mendesak untuk dijadikan gerakan bersama. Mengingat konselor Sekolah atau sering disebut dengan istilah guru BK adalah sosok penting yang memiliki peran cukup signifikan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan potensi siswa. Meski demikian, asumsi : “Guru BK identik dengen Polisi Sekolah” belum juga hilang. Hal ini dikarenakan masih banyak guru BK yang belum dapat memerankan dirinya sebagai “sahabat siswa” dalam membantu menyelesaikan permasalahan mereka. Dominasi prilaku yang tidak bersahabat seperti menghukum, menginvestigasi, menyalahkan dan menghakimi sering disebut sebagai sumber lahirnya istilah polisi sekolah. Melalui pembelajaran yang berbasis pada pendidikan karakter diharapkan akan memberi kontribusi positif bagi lahirnya guru-guru BK yang profesional.Kata Kunci: Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Konselor Sekolah
MEMADUKAN OTAK DAN HATI DALAM BIMBINGAN BELAJAR ISLAMI Rimayati, Elfi
PAWIYATAN Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : PAWIYATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir di semua lembaga pendidikan di Indonesia, kecerdasan intelektual (Intelectual Quotient/ IQ) masih mendominasi ukuran kecerdasan seseorang bahkan menjadi penentu kelulusan peserta didik. Tuntutan terhadap aspek kecerdasan  intelektual ini disinyalir menjadi pemicu rendahnya moralitas peserta didik lantaran kecerdasan-kecerdasan lain seperti kkecerdasan emosi (Emotional Quotient/EQ), kecerdasan spiritual (Spiritual  Quostient/SQ), kecerdasan sosial (Social Quostient/SsQ), dan kecerdasan personal (Personal Quostient/ PQ) yang bermuara di dalam hati masih terabaikan. Dari perspektif  Bimbingan dan Konseling, hal ini terjadi lantaran bidang bimbingan belajar yang bertugas mengembangkan potensi kecerdasan peserta didik masih berkutat pada teratasinya masalah-masalah akademik, sedang akhlak mulia yang seharusnya membingkai kecerdasan akademik belum digarap maksimal. Bimbingan dan Konseling dalam spektrumnya yang lebih luas  bertujuan memandirikan peserta didik hingga ia bisa hidup bahagia.  Untuk bisa hidup bahagia kecerdasan akademik saja tentu tak menjamin. Kecerdasan-kecerdasan lain seperti EQ, SQ, SsQ dan PQ mutlak diperlukan. Sebagai agama yang sempurna Islam menawarkan solusi bagi terbentuknya multi kecerdasan tersebut melalui Bimbingan Belajar yang berwawasan Islami. Kata kunci: Bimbingan Belajar, IQ, EQ, SQ, SsQ, dan PQ