Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENGGUNAAN ASAM LAKTAT SEBAGAI FEED ADITIF TERHADAP AKTIVITAS SGPT & SGOT AYAM SENTUL Prihambodo, Tri Rachmanto; Hartoyo, Bambang; Rimbawanto, Efka Aris
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.754 KB) | DOI: 10.20884/1.angon.2022.4.3.p291-296

Abstract

Background. The large number of species spread across Indonesia cannot be separated from the domestication process which helps improve and maintain livestock species by humans to maintain food needs for animals such as the domestication of the Sentul chicken. Poor feed efficiency for Sentul chickens has caused Sentul chickens to depend on antibiotics and has been banned since 2018. Lactic acid is believed to be an alternative to antibiotics and has been studied for a long time. The liver is an organ that can represent the state of the chicken if lactic acid is identified as a hazardous substance through the content of SGPT and SGOT. This study aims to evaluate the use of lactic acid as an acidifier in sentul chickens found in the liver seen from the content of SGOT and SGPT. Materials and Methods. There were 60 Sentul chickens used in this study which measured the content of SGOT and SGPT. Results. The addition of lactic acid significantly (p>0.05) did not have a negative effect on the liver in both SGOT and SGPT at administration levels up to 2% (v/g). SGOT and SGPT in the negative control were 232.9 and 39.68 mmol/L while the addition of lactic acid was still in a range that was not too far away, namely for SGOT in the range of 234.6-281.2 mmol/L and SGPT 35.15-56.96 mmol/L. Conclusion. The use of lactic acid in Sentul chicken feed does not cause liver damage which can be seen in SGOT and SGPT levels.
ISOLASI DAN EKSTRAKSI DAUN Indigofera zollingeriana SEBAGAI KONSENTRAT TEPUNG DAUN BERDASARKAN TITIK ISOELEKTRIK, ASAM AMINO DAN ZAT ANTINUTRISI Prasetyo, Anugrah Eko; Rimbawanto, Efka Aris; Hartoyo, Bambang
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 1 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2023.5.1.p68-77

Abstract

Salah satu bahan pakan dengan sumber protein tinggi adalah bungkil kedelai. Namun, saat ini bahan pakan tersebut masih di impor dari luar negeri, yang menyebabkan bungkil kedelai memiliki harga yang relatif tinggi dan jumlahnya terbatas. Pengurangan ketergantungan akan bahan pakan bungkil kedelai dilakukan dengan mengeksplorasi bahan pakan lokal dengan keteenrsediaan jumlah yang memadai dan memiliki kandungan nutrient yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui titik isoelektrik, kandungan asam amino total dan kandungan zat antinutrisi tanin yang tepat pada pembuatan konsentrat protein daun Indigofera zollingeriana hasil dari ekstrasi dan isolasi protein. Tahapan ekstrasi dilakukan 2 tahap, NaOH 0,05 N pH 8 pada ekstrasi tahap pertama dan buffer asetat pH 4 pada tahap kedua. Penentuan isoelektrik, menurut menggunakan metode Yatno (2009) modifikasi high-performance liquid chromatography (HPLC) untuk kandungan asam amino total. Analisis protein kasar, menurut AOAC (2005) digunakan metode kjedhal, dan metode butanol-HCl digunakan pada uji kandungan zat antinutrisi tanin. Penelitian ini menghasilkan titik isoelektrik konsentrat protein pada daun Indigofera zollingeriana tercapai pada NaOH 0,05 N pH 8 pada ekstraksi pertama dan buffer fosfat pH 8 pada ekstraksi kedua menghasilkan endapan 0,108 g/ gramBKdaun dengan kandungan protein kasar sebesar 65,98% (lebih tinggi dari bungkil kedelai) serta kandungan asam amino yang lebih lengkap dari bungkil kedelai dan tidak memiliki kandungan tanin.
PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL PADA PEMBERIAN PAKAN YANG SAMA TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN SERAT KASAR Sakti, Raditya Ziqri Kasnaya; Rimbawanto, Efka Aris; Hartoyo, Bambang
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Pengaruh Bangsa Sapi Lokal pada Pemberian Pakan yang Sama Terhadap Kecernaan Protein dan Serat Kasar” dilakukan dengan bertujuan mengkaji pengaruh bangsa sapi lokal terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pada kondisi pakan dan lingkungan yang sama. Penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 ekor sapi lokal jantan yang terdiri dari sapi Bali Flores (R1), Madura Flores (R2), Peranakan Ongol (R3), dan sapi Madura (R4) masing-masing 4 ekor dan keempat jenis bangsa sapi tersebut sebagai perlakuan. Jerami padi diberikan secara adlibitum dan konsentrat diberikan sebanyak 2 kali sehari dengan imbangan 70:30. Peubah yang diukur yaitu kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa bangsa sapi berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan serat kasar (P<0,01), namun tidak berpengaruh pada kecernaan protein kasar (P>0,05). Rataan kecernaan serat kasar bangsa sapi lokal R1: 73.18 ± 5.5%, R2: 51.64 ± 11.09%, R3 : 40.68 ± 14.78%, dan R4 : 56.46 ± 6.2% (P<0,01), sedangkan rataan kecernaan protein kasar bangsa sapi lokal R1 : 67.38 ± 10.7%, R2 : 80.39 ± 3,01%, R3 : 75.33 ± 6.2%, R4 : 70.37 ± 1.4% (P>0,05). Uji lanjut menggunakan uji DMRT menunjukkan bangsa sapi bali flores memiliki presentase nilai kecernaan serat kasar tertinggi diantara bangsa sapi lokal lainya yaitu sebesar (73.18%) yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan sapi Madura Flores (51,64%), sapi Peranakan Onggole (40,68%) dan sapi Madura (56,46%).
PENGARUH PENAMBAHAN CAIRAN FERMENTATION BROTH DALAM PAKAN DOMBA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING (KBK) DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK (KBO) SECARA IN VITRO Mukholifah, Dwi Rahayu; Rimbawanto, Efka Aris; Bata, Muhamad
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh Penambahan Cairan Fermentation Broth dalam Pakan Domba terhadap Kecernaan Bahan Kering (KBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KBO) secara In Vitro” dilakukan dengan tujuan mengetahui interaksi antara jerami padi dan cairan fermentation broth, mengetahui pengaruh penggunaan jerami padi dan jerami padi amoniasi dan mengetahui pengaruh penggunaan cairan fermentation broth dalam meningkatkan KBK dan KBO secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan pola faktorial 2x3 dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah ransum JP (jerami padi 30% + konsentrat 70%) dan JPA (jerami padi amoniasi 30% + konsentrat 70%) sebagai faktor utama dan faktor kedua dosis fermentation broth 0, 150, dan 300 µL dan sebagai kelompok adalah sumber inokulum (cairan rumen). Materi yang digunakan yaitu jerami padi, jerami padi amoniasi, konsentrat, cairan fermentation broth, dan bahan kimia untuk percobaan in vitro. Percobaan in vitro berdasarkan metode dua tahap (Tilley and Terry, 1963). Peubah respon yang diamati meliputi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ (Tukey HSD). Hasil menunjukkan bahwa interaksi penambahan cairan fermentation broth dan jenis jerami padi tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Penggunaan jerami padi amoniasi mampu meningkatkan KBK dan KBO secara signifikan (P<0,01) dibanding jerami padi dan penggunaan cairan fermentation broth pada dosis (0, 150, 300 µL) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Rata-rata KBK dan KBO untuk perlakuan jerami padi dengan dosis fermentation broth yang berbeda adalah berkisar 38,91 - 39,20% dan 48,46-48,72% sedangkan untuk perlakuan jerami padi amoniasi adalah berkisar 39,69-39,90% dan 49,97-50,43%.