Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Penerapan Lubang Resapan Biopori Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan di Desa Darmaji Arben Virgota; Baiq Farista; Rina Kurnianingsih; Baiq Mira Permata Sari; Ismira Anestia Iskandar
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.007 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i2.816

Abstract

Darmaji Village is one of the villages on the island of Lombok which has potential in the field of food and the environment. The main problem in the environmental sector is the presence of standing water in residential areas during the rainy season and the low level of waste utilization. Efforts to overcome this are the application of bio pure infiltration holes that can act as water absorption media, increase groundwater reserves, and compost media in Darmaji village. The method of implementation is by making several pilot locations and socialization through brochures and leaflets. The results of this activity made many residents interested in applying biopori in their homes. So it is hoped that in the future it can overcome environmental problems and support tourism activities on the island of Lombok in Darmaji Village.
Diversifikasi Pengolahan Kacang Lokal Lombok Menjadi Pangan Fungsional Di Desa Ubung Lombok Tengah Rina Kurnianingsih; Kurniasih Sukenti; Sukiman; Nur Indah Julisaniah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.55 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i4.1104

Abstract

hanya sebagai tanaman tumpangsari. Penanaman belum dilakukan dalam skala luas, namun untuk tumpangsari, produksi kacang komak bisa mencapai 1,5 ton per hektar. Keistimewaan dari kacang komak adalah mengandung antioksidan 10 kali lipat dari asam askorbat, bersifat hipo‐kolesterol dan hipoglikemik. Kacang komak mempunyai kadar protein cukup tinggi dan komposisi asam amino yang baik sehingga berpotensi untuk mengatasi kekurangan protein. Namun saat ini, pengolahan kacang-kacangan menjadi pangan fungsional sebagai sumber protein alternatif dan produk yang bernilai ekonomi tinggi masih sangat kurang. Permasalahan lainnya yang terjadi di masyarakat (mitra) adalah masih ditemukannya status stunting dan gizi buruk. Salah satu penyebab terjadinya stunting dan gizi buruk adalah kurangnya pengetahuan masyarakat dan sosial ekonomi masyarakat. Selain itu, meningkatnya jumlah pengangguran pada kondisi pandemi saat ini juga menjadi masalah yang terjadi pada mitra. Solusi yang ditawarkan pada program pengabdian ini adalah penyuluhan tentang kandungan nilai gizi dari kacang-kacangan, pelatihan pengolahan kacang lokal Lombok menjadi pangan fungsional sebagai sumber protein alternatif dan dapat menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, serta penyuluhan tentang pengemasan produk pangan. Tahap pelaksaaan kegiatan pengabdian dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan praktek pembuatan produk pangan fungsional berbasis kacang lokal. Kegiatan dilakukan di aula Kantor Desa Ubung. Sesi penyuluhan atau penyampaian materi tentang jenis kacang lokal Lombok, kandungan nutrisi, pangan fungsiona, dan pengemasan produk dan sesi praktek membuat produk pangan fungsional yaitu tempe komak, nugget tempe komak dan sari kacang merah. Antusiasme peserta pada kegiatan praktek sangat tinggi, ini dilihat dari keaktifan peserta dan pertanyaan yang diajukan kepada tim pengabdian. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh peserta diantaranya terkait dengan masa simpan tempe komak, kualitas tempe komak (aroma, rasa) dan peluang usaha untuk mengembangkan tempe komak. Berdasarkan hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta tentang pengolahan kacang lokal menjadi pangan fungsional yang bernilai gizi tinggi. Kata Kunci: kacang lokal, pelatihan, pangan fungsional
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA MENJADI MOL KOMPOS DAN BARANG KERAJINAN TANGAN Sri Puji Astuti; Rina Kurnianingsih; Mursal Ghazali; Evy Aryanty; Tri Mulyaningsih
Jurnal Abdi Insani Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Abdi Insani Universitas Mataram
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan di Desa Marong Jamaq (Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat yang merupakan daerah pinggiran sungai Jangkoq. Kegiatan ini bertuiuan untuk menumbuhkan kemampuan dan meningkatkan keterampilan warga Desa Marong Jamaq dalam mengelola sampah rumah tangga untuk membuat starter MOL (Mikro Organisme Lokal) kompos melalui penerapan teknologi fermentasi dengan memanfaatkan bahan-bahan dapur sebagai stimulator alami, pembuatan tas kerajian tangan dari sampah plastik. Kegiatan diiaksanakan pada bulan Oktober 2017 di rumah salah satu warga desa dan diikuti oleh 32 orang peserta yang terdiri dari para ibu rumah tangga dan buruh wanita pengangkut pasir desa Marong Jamaq. Kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan Forum Group Discussion. Materi yang disampaikan tentang pentingnya lingkungan berih, proses pembuatan MOL kompos dari sampah rumah tangga, kelebihan MOL buah, pemanfaatan bahan bahan dapur sebagai stimulator, proses pembuatan MOL dari sampah kuliah buah, proses pembuatan tas kerajinan tangan dari sampah piastik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses pembuatan starter MOL kompos dari sampah kulit buah dan proses pembuatan tas keraiinantangan dari sampah plastik. Peserta memberikan respon yang positif terhadap kegiatan ini. Hai ini diketahui dari bnnyaknya pertanyaan yang muncul, antusiame peserta dalam menjawab setiap pertanyaan dari tim pengabdian, dan keinginan untuk segera menerapkan metode yang di sampaikan, permintaan untuk menindaklaniuti kegiatan ini melalui suatu kerjasama.
Exploration in utilization of Lablab purpureus (L.) Sweet in Central Lombok Regency as a support in food security based on local germplasm management and conservation Kurniasih Sukenti; Nur Indah Julisaniah; Sukiman Sukiman; Rina Kurnianingsih
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 3 (2022): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i3.4145

Abstract

Komak (generally assumed and known as Lablab purpureus (L.) Sweet) is one of the important food commodities in Fabaceae family, especially for people on Lombok Island, West Nusa Tenggara. Komak bean is also one of the common plants which is widely grown on Lombok Island in general. The objects of this research are to explore the various uses on some morphological variants of komak plant in Central Lombok Regency as one of komak production area on Lombok Island, including its potency of development strategies. This descriptive exploratory research was conducted in Central Lombok Regency as one of the important areas for komak population, supported by interviews, participatory observation and documentation. Snowball sampling method was applied in informant selection. Data were analyzed based on the calculation of Reported Use (RU) and Index of Cultural Significance (ICS). As the results, there are about 10 (ten) utilizations of komak plant reported by the community: as food, yard plants, land boundaries, economic plants, natural fertilizers, ecological functions (soil cover/erosion prevention), animal feed, seasonal indicators, ritual, and socio-cultural functions. Dissemination of information about processing technology and utilization of komak plant are still needed in order to support the optimalization of the management and utilization of this commodity as one of potential legumes that has a strategic role in realizing national food security.
Study of Habitat Characteristic and Ethnobotanical Aspects of Komak Beans (Fabaceae) in North Lombok Regency Yayat Maulidan; Sukiman Sukiman; Kurniasih Sukenti; Nur Indah Julisaniah; Rina Kurnianingsih
Jurnal Biologi Tropis Vol. 22 No. 4 (2022): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v22i4.4377

Abstract

Komak bean is one type of local beans that are quite widely cultivated. Komak beans have various important ingredients so that it can become alternative food stuffs and produce a variety of food products. North Lombok Regency is one of the komak bean cultivation center in West Nusa Tenggara. Information regarding the use and condition of the komak bean’s habitat in North Lombok Regency is not much known. Based on this, research is needed to be done related to the use and characteristics of komak bean habitats. This study aims to determine the diversity of komak bean, variety of utilization, habitat characteristics, and local wisdom in komak bean conservation. The methods used are field observations, interviews and measurements of environmental factors. Respondents were selected by purposive sampling and snowball sampling with semi-structured interview. In this study, the types of komak beans was found consisted of Lablab purpureus ssp. purpureus, Lablab purpureus var. lignosus, Lablab purpureus var. typicus, and Phaseolus lunatus. The variety of uses of komak beans in North Lombok Regency are as food ingredients, animal feed, a component of gifts in traditions, land barriers, and shade. Cultural Significance Index (CSI) value show P. lunatus as the most important type with value of 32 or almost used in all varieties of utilization. Komak beans grow at soil temperature ranges from 26℃-33℃, soil moisture 20-80%, 25℃-36℃ air temperature, air moisture 34-92%, and soil pH is range 4-8. The dominant texture of the soil are sandy clay and silty clay. Various traditional ways that are applied by the public to preserve komak seeds, namely mixing with rough salt, betel chalk and coconut oil, turmeric powder, and crushed seeds of Schleichera oleosa.
Pendampingan Penerapan Teknologi Bondre Di Desa Buwun Mas Kecamatan Sekotong Lombok Barat Ghazali, Mursal; Kurnianingsih, Rina; Nikmatullah, Aluh; Nurhayati, Nurhayati; Murdiah
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9455

Abstract

Desa Buwun Mas merupakan salah satu desa yang terdapat didaerah pesisir Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Kegiatan budidaya rumput laut di Desa Buwun Mas Sesungguhnya telah dilakukan sejak puluhan tahun lalu, namun beberapa tahun belakangan kegiatan budidaya mengalami kemunduran. Faktor utama penyebab kemunduran kegiatan budidaya ini ialah adanya perubahan iklim global. Berdasarkan kenyataan tersebut maka, tim pengabdian menawarkan solusi untuk membangkitkan kembali kegiatan budiaya melalui penerapan teknologi bondre sebagai teknologi budidaya sepanjang tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Ipteks Bagi Masyarakat ini ialah metode partsipatif dengan melibatkan semua anggota kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi perubahan pemahaman masyarakat menjadi lebih baik tentang teknologi bondre yang diterapkan. Selain itu, masyarakat secara mandiri sudah dapat menentukan waktu yang tepat untuk menerapkan teknologi bondre berdasarkan karakteristik lokasi budidaya untuk mendukung keberlanjutan produksi rumput laut.
Ethnobotanical Study of Komak Plants in East Lombok Regency Handayani, Agustia Fitri; sukiman, sukiman; Julisaniah, Nur Indah; Kurnianingsih, Rina; Sukenti, Kurniasih
Samota Journal of Biological Sciences Vol 3 No 1 (2024): Samota Journal of Biological Sciences
Publisher : University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjbios.v3i1.3337

Abstract

Indonesia is a country that has a high level of diversity, with fertile soil so various types of plants can grow well, such as beans. One of the Leguminosae that has the potential to be cultivated as a vegetable, protein source and animal feed is the komak plant. East Lombok Regency is part of West Nusa Tenggara Province which has a number of areas that produce komak plants which are quite high, but information on their utilization is still limited. This study aims to determine the diversity of species and morphology of the komak plant, utilization, and cultivation of the komak plant based on local knowledge of the people in East Lombok Regency. The research was conducted in several sub-districts in East Lombok Regency from August 2021 to June 2022. This research used the Purposive sampling and Snowball sampling with semi-structured interviews. The results of this study found 3 species of komak plants namely Lablab purpureus (L) Sweet (which consists of 3 variants Lablab purpureus subsp. purpureus, Lablab purpureus var. typicus and Lablab purpureus var. lignosus), Phaseolus lunatus L. and Canavalia ensiformis (L.) DC. Various uses of komak as food, animal feed, land border, shade, hair fertilizer and traditional events. Lablab purpureus subsp. purpureus is the most important type of komak with an ICS value of 27 which is used in almost all types of utilization. Community knowledge in East Lombok Regency in cultivating komak plants is quite good starting from seed preparation, planting process, maintenance and harvesting of komak plants.
KARAKTER MORFOLOGI KOMAK KACI (Phaseolus lunatus (L.)) DI PULAU LOMBOK Indriana Manik Kaswari; Julisaniah, Nur Indah; Sukiman; Kurniasih Sukenti; Rina Kurnianingsih; Nur Indah Julisaniah
Samota Journal of Biological Sciences Vol 3 No 2 (2024): Samota Journal of Biological Sciences
Publisher : University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjbios.v3i2.5829

Abstract

Phaseolus lunatus merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia, termasuk di Pulau Lombok. P. lunatus memiliki berbagai nama lokal seperti komak kaci, komak pait, komak kedit, kratok, bure, dan roay. Keragaman nama lokal tersebut menunjukkan bahwa P. lunatus memiliki sebaran yang luas dan dikenal luas oleh masyarakat. Namun, selain dikenal dengan sebarannya yang luas, P. lunatus juga memiliki keragaman morfologi. Oleh karena itu, dilakukan pengamatan morfologi untuk mengetahui karakteristik salah satu varietas P. lunatus yang ada di Pulau Lombok. Karakter yang diamati adalah morfologi tanaman dan habitatnya, sehingga dapat diketahui lokasi P. lunatus yang dapat tumbuh dengan baik pada kondisi tersebut dan mudah dibudidayakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan pengamatan dan membuat herbarium. Karakteristik morfologi yang diperoleh yaitu memiliki biji berwarna kuning dengan pola coklat kemerahan, bunga racemosa inflorescence, tipe buah kacang-kacangan, batang berbelit-belit, dan bentuk daun lonjong. Kondisi tempat pengambilan sampel memiliki suhu tanah 28ºC, suhu udara 41ºC, dan pH tanah 6,4.
PENGARUH ASAM HUMAT SEBAGAI PELENGKAP PUPUK PADA TANAMAN JAGUNG TERHADAP EFISIENSI PEMUPUKAN DI LAHAN KERING KEC. BAYAN KAB. LOMBOK UTARA NTB (THE INFLUENCE OF HUMIC ACID AS FERTILIZER SUPPLEMENT ON MAIZE PLANT TO FERTILIZING EFFICIENCY IN UNIRRIGATED LAN Hermanto, Dhoni; Tri Dharmayani, Ni Komang; Kurnianingsih, Rina; Kamali, Siti Raudhatul
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 2 (2012): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study of the influence of humic acid as fertilizer supplement on maize plant to fertilizing efficiency in unirrigated land of Kec. Bayan Kab. Lombok Utara NTB was conducted. Agricultural land of Kec. Bayan has the physical properties of sandy texture, loose structure and reddish brown with neutral acidity (pH 6.97 at a depth of 0-20 cm and a pH of 6.8 at a depth of 21-40 cm). In addition, it has low nutrient level of soil (Corganic, N, P, K) at depths 0-20 cm and 21-40 cm respectively are 0.912% and 1.150%; 0.064% and 0.074%; 0.001% and 0.005 %; 0.290% and 0.310%. Application of humic acid as fertilizers supplement improved the availability of major and micronutrients and enhanced their uptake. The highest availability and uptake of N, P and K was found in addition of humic acid @ 20 kg ha-1 along with 100% recommended dose of fertilizers. Application of humic acid in soil showed increasing of plant growth (plant height, weight and nutritional value of corn). Fertilized N, P and K without humic acid was provided of fertilizing efficiency below 50 %. The most efficient dose for humic acid fertilizer is 20 kg ha-1 along with 150 kg ha-1 of urea, 200 kg ha-1 of SP36 and 50 kg ha-1 of KCl.