Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penguatan Posbakum dan Pemulihan Kesehatan Berbasis Komunitas Pascabencana Banjir di Nagari Katapiang Kabupaten Padang Pariaman. Ali Arben; Septa Nelli; Mona Yolanda; Miasiratni; Widya Yosefa; Robby Yunianto Utama MS; Doni Eka Putra
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 5 No. 01 (2026): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v5i01.215

Abstract

Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan rehabilitasi fisik, tetapi juga pemulihan akses masyarakat terhadap perlindungan hak dan layanan kesehatan dasar. Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman merupakan wilayah yang memiliki kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan banjir bandang. Pascabencana, masyarakat menghadapi berbagai persoalan dalam memperoleh perlindungan hukum, akses layanan publik, bantuan sosial, serta layanan kesehatan dasar. Meskipun telah dibentuk Pos Bantuan Hukum (Posbakum) di tingkat nagari, fungsi Posbakum masih bersifat administratif dan belum didukung secara optimal oleh prosedur operasional serta kapasitas pengelola. Pada sisi lain, layanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu juga memerlukan penguatan, khususnya dalam edukasi kesehatan pascabencana, pemantauan kelompok rentan, dan mekanisme rujukan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas perangkat nagari dan kader Posyandu melalui pendekatan layanan hukum dan kesehatan berbasis komunitas yang terintegrasi. Program meliputi pelatihan paralegal dasar, penyusunan dan penerapan standar operasional prosedur Posbakum, penyediaan perangkat layanan hukum, pelatihan kesehatan pascabencana bagi kader Posyandu, edukasi hak kesehatan, serta penguatan mekanisme rujukan. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, diskusi berbasis kasus, simulasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi pre-post. Model layanan terintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap perlindungan hukum dan layanan kesehatan dasar sekaligus mendukung pemulihan sosial masyarakat terdampak bencana secara berkelanjutan. Kata kunci: bantuan hukum berbasis komunitas; Posbakum; Posyandu; pemulihan pascabencana; pemberdayaan masyarakat
Pemulihan Pascabencana Berbasis Komunitas: Integrasi Psychological First Aid dan Pendampingan Legal Aset di Nagari Katapiang Suci Rahma Nio; Nurmina; Ali Arben
PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi Vol. 5 No. 01 (2026): PUSAKO : Jurnal Pengabdian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/pusako.v5i01.219

Abstract

Pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik, tetapi juga dengan ketahanan psikososial masyarakat serta pemulihan akses terhadap identitas dan dokumen legal aset. Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, merupakan wilayah yang mengalami bencana banjir dan banjir bandang yang berdampak pada kerusakan rumah dan lahan pertanian, pengungsian berkepanjangan, serta terganggunya akses masyarakat terhadap layanan dasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat ketahanan psikososial melalui Psychological First Aid (PFA) berbasis kader serta mendukung pemulihan legal aset melalui pendampingan berbasis komunitas. Program menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, pelatihan dan alih pengetahuan, penerapan teknologi sosial, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Pelatihan PFA mencakup reaksi psikologis pascabencana, prinsip Look–Listen–Link, komunikasi empatik, batasan peran kader, teknik menenangkan diri, dan mekanisme rujukan. Komponen legal aset mencakup hak masyarakat pascabencana, prosedur pemulihan dokumen, konsultasi, dan pendampingan administratif. Hasil pelaksanaan dalam laporan kemajuan menunjukkan skor post-test lebih tinggi dibandingkan pre-test dan peserta mampu mempraktikkan teknik dasar PFA melalui simulasi. Program juga menghasilkan modul PFA, buku saku, instrumen evaluasi, SOP, alur layanan, dan model pendampingan pemulihan legal aset berbasis komunitas. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penguatan kapasitas kader dan penyediaan perangkat layanan yang dapat digunakan kembali menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan dukungan psikososial serta pemulihan administratif dan legal masyarakat pascabencana di tingkat nagari.