Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Workshop Flebotomi: Peningkatan Keterampilan Pengambilan Darah Siswa Sekolah Dian Harapan Daan Mogot  Maroloan Aruan; Diana Intan Gabriella Lusiana; Tandry Meriyanti; Icha Paulina Simbolon; Maleakhi Samuel Mardiyono; Tiara Maasi; Ermi Maria Lukwaka
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/60zb7615

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan siswa sekolah menengah untuk mengenal prosedur medis dasar sebelum memilih jurusan kuliah di bidang kesehatan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis teknik flebotomi (pengambilan darah vena dan kapiler) kepada siswa dan guru di SMA Sekolah Dian Harapan (SDH) Daan Mogot. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktikum langsung (hands-on) menggunakan alat peraga manekin tangan flebotomi yang melibatkan 32 peserta. Evaluasi efektivitas pelatihan dilakukan melalui instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dimana rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 65,97% pada pre-test menjadi 93,31% pada post-test. Analisis statistik menggunakan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,003, dan perhitungan Normalized Gain Score (N-Gain) sebesar 0,71 yang masuk dalam kategori efektivitas tinggi. Peningkatan pemahaman tertinggi terlihat pada aspek teknis prosedural seperti sudut penusukan dan posisi bevel jarum. Disimpulkan bahwa workshop dengan metode simulasi manekin ini merupakan sarana yang efektif dan aman untuk menumbuhkan minat serta meningkatkan kompetensi dasar medis siswa tanpa risiko mencederai pasien nyata.
Efektivitas Edukasi Berbasis Sekolah dengan Demonstrasi Pemeriksaan NS1 terhadap Peningkatan Literasi Kesehatan Demam Berdarah Dengue pada Siswa SMK Siere Cendikia Tangerang Maroloan Aruan; Tandry Meriyantia; Chrisantya Vinna Tahalele; Hulda Baba; Virginia Ludji; Resky Sanda; Freddy Agamonanza
LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LOSARI DIGITAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53860/losari.v8i1.579

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health issue in Banten Province. Low knowledge among adolescents increases transmission risks in schools and households. This community service aims to improve DHF knowledge among students at SMK Kesehatan Siere Cendikia Tangerang through school-based health education. The methods included interactive lectures, discussions, and NS1 antigen testing demonstrations for 38 students on May 31, 2024. Evaluation results showed a significant 28% increase in average knowledge, rising from 53% in the pre-test to 81% in the post-test. The most notable improvement occurred in understanding clinical phases and preventive measures. This activity effectively enhanced students' health literacy. Combining education with laboratory demonstrations potentially fosters preventive behavior and empowers students as agents of change in community DHF control.
Development and Validation of a Specific PCR Primer for the Detection of the Meca Gene in MRSA Yohanna Natasya Sihombing; Anastasia Aprilia Bramita; Glorya Natalie Dwi Ananda; Kristina Stefiani Simorangkir; Tommy Yogia; Maroloan Aruan; Gabriella Gita Febriana
Journal of Community Health Provision Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Community Health Provision
Publisher : PSPP JOURNALS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55885/jchp.v6i3.1004

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a major pathogen responsible for nosocomial infections with high prevalence in Indonesia. The mecA gene encodes beta-lactam antibiotic resistance, making its specific molecular detection crucial for rapid diagnosis and infection control. This study aimed to develop and validate specific PCR primers for detecting the mecA gene in MRSA as a marker of antibiotic resistance. Laboratory experimental research was conducted at the UPH Advanced Biology Laboratory in November 2025 using certified pure MRSA isolates. DNA extraction was performed with the QIAamp DNA Mini Kit and quantified using a spectrophotometer. Primer design was carried out in silico using NCBI PrimerBLAST and BioEdit, followed by conventional PCR optimization with varying annealing temperatures. Amplification results were validated through agarose gel electrophoresis, with qualitative assessment based on DNA band intensity and sharpness. The mecA primer successfully amplified an 818-bp fragment at an optimal annealing temperature of 55.5°C, producing a single, sharp band without smearing. The negative control (S. aureus) showed no amplification, confirming primer specificity. Despite low DNA concentrations (4.5–7.6 ng/μL), amplification was consistently successful, indicating that this method is capable of reliably detecting the target gene at low DNA levels. This validated method provides an accurate molecular diagnostic tool for rapid identification of resistant pathogens. It supports epidemiological surveillance, nosocomial infection control, and early detection programs within the Indonesian healthcare system. By enabling precise detection of mecA-mediated resistance, the approach strengthens laboratory capacity for monitoring MRSA and contributes to improved public health strategies.
Deteksi Genetik Sars-Cov-2 di Swab Lingkungan Asrama Mahasiswa Fakultas Keperawatan Maroloan Aruan; Pangeran Andareas; Juandy Jo
Journal of Health Educational Science And Technology Vol. 6 No. 2 (2023): J-HESTECH (Journal Of Health Educational Science And Technology)
Publisher : Faculty of Health Sciences , Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/htc.v6i2.6682

Abstract

Pemerintah telah menerapkan serangkaian langkah khusus untuk mengendalikan penyebaran virus SARS-CoV-2 di tempat kerja dan lingkungan sosial. Proses pengendalian ini sangat penting, karena ketidakmampuan untuk menemukan carriers/ pembawa sebelum menunjukkan dan tanpa gejala, dapat mengganggu efektivitas proses pengendalian. Penularan SARS-CoV-2 dari pasien bergejala dan tanpa gejala terjadi melalui droplet yang dikeluarkan saat batuk atau bersin tanpa menutup mulut atau hidung. Namun, hal ini tentu tidak menutup kemungkinan terjadinya infeksi melalui kontak sentuhan pada permukaan benda dan lingkungan. Hipotesis fomite ini dianalisis dengan menguji sampel swab lingkungan menggunakan metode PCR kuantitatif Reverse Transcription (RT-qPCR). Dalam penelitian ini, deteksi genetik yang dilakukan di 13 titik di asrama mahasiswa Universitas Pelita Harapan selama bulan November 2021, enam sampel dinyatakan positif, ditunjukkan dengan Cycle threshold (Ct) RT-qPCR yaitu di lantai 15: lift luar kancing (Ct= 36,69), kancing mesin cuci (Ct=37,24), gagang pintu kamar (Ct=36,79), gagang lemari es (Ct=36,6); di lantai 16: tombol lift luar (Ct=37,47) dan pegangan kursi tunggu lift (Ct=37,84).