Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis kebutuhan modal kerja Aprilini, Ranieta; Deviyanti, Dwi Risma; Setiawati, Ledy
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 3 No. 2 (2018): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v3i2.2666

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui berapa besar kebutuhan modal kerja yang diperlukan PT Astra International Tbk di tahun 2018. Kecepatan perputaran kas dan bank untuk tahun 2016 adalah 6,41 kali, dengan rata-rata kas dan bank sebesar Rp28.229.500.000, lama perputaran kas dan bank adalah 57 hari. Kecepatan perputaran piutang untuk tahun 2016 adalah 1,03 kali, dengan rata-rata piutang sebesar Rp18.361.000.000, lama perputaran piutang adalah 354,3 hari. Kecepatan perputaran persediaan untuk tahun 2016 adalah 31 kali, dengan rata-rata persediaan Rp18.054.000.000, lama perputaran persediaan adalah 11,7 hari. Berdasarkan dari hasil penelitian Kebutuhan Modal Kerja yang diperlukan PT Astra International Tbk untuk tahun 2018 sebesar Rp2.316.190.697 dimana modal kerja yang tersedia dalam perusahaan sebesar Rp110.403.000.000. Dari hasil analisis PT Astra International Tbk untuk tahun 2016 masih ada mengalami kekurangan modal kerja sebesar Rp108.086.809.303
Analisis belanja daerah pada pemerintah kota samarinda Aisah, Siti; Deviyanti, Dwi Risma; Kusumawardani, Anisa
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 3 No. 4 (2018): November
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v3i4.3371

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah pemerintah kota samarinda telah menggunakan APBD secara ekonomis, efisien, dan efektif (value for money). Periode 2010 – 2016 dilihat dari varians belanja, pertumbuhan Belanja, keserasian Belanja, efisiensi belanja dan belanja daerah terhadap PDRB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja anggaran pemerintah Kota Samarinda secara umum dikatakan baik. Hal ini dapat dilihat dari (a) Varians Belanja dengan rata – rata 78,62 %, (b) Pertumbuhan Belanja dengan rata – rata 17,82%, (c) Belanja Per fungsi terealisasi 100%, Belanja Operasi dengan rata - rata 66,22%, Belanja Modal dengan rata - rata 33,73%, Belanja Langsung dengan rata – rata 61,47% dan Belanja Tidak langsung dengan rata rata 38,53%, Efisiensi Belanja Daerah menunjukkan rata – rata dibawah 100% yaitu 78,62%, dan Belanja Terhadap PDRB dengan rata rata 197,061%. 
Analisis kewajiban pemerintah kota samarinda tahun anggaran 2011-2016 Ulfatin, Puji; Deviyanti, Dwi Risma; Lahaya, Ibnu Abni
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 3 No. 4 (2018): November
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v3i4.3372

Abstract

Kewajiban sering disebut juga hutang dalam pengertian sederhana dapat diartikan sebagai kewajiban keuangan yang harus dibayar oleh pemerintah/perusahaan untuk membiayai berbagai macam kebutuhan yang diperlukan oleh pemerintah misalnya untuk membangun sarana dan prasarana publik dan lain lain. Barang dan jasa yang diperoleh pemerintah merupakan transaksi yang dapat menimbulkan kewajiban untuk membayar kepada pemerintah pusat atau kepada pihak lain, untuk menentukan suatu transaksi sebagai hutang atau bukan sangat tergantung pada kemampuan  untuk menafsirkan  transaksi atau kejadian yang menimbulkannya. Dua karakteristik yang penting dalam hutang adalah kewajiban tersebut sudah ada pada saat itu dan harus merupakan transaksi masa lalu, serta timbulnya hutang tergantung pada terjadinya suatu transaksi atau kejadiaan yang bersifat eksternal, seperti timbulnya kecelakaan yang menimbulkan kewajiban untuk mengganti  suatu kerusakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi neraca keuangan dan menganalisis kewajiban pemerintah kota yang meliputi analisis pertumbuhan utang, rasio utang perkapita, rasio utang terhadap ekuitas dana, rasio utang terhadap pajak daerah, rasio utang terhadap pendapatan asli daerah, rasio utang terhadap total pendapatan asli daerah. Dari hasil penelitian diatas Analisis neraca pada kewajiban daerah, Pemerintah Kota Samarinda bias dikatakan kurang  baik dalam pengelolaan keuangannya untuk mengatasi utang yang dimiliki. Dimana terlihat dari hasil pencapaian dari perhitungan – perhitungan baik dari pertumbuhan utang, rasio-rasio utang perkapita, terhadap ekuitas dana, pendapatan asli daerah, pendapatan pajak daerah dan total pendapatan daerah terbilang baik berarti kinerja keuangan pemerintah Kota Samarinda cukup baik dalam mengatasi utang yang dimilikinya. Hanya saja pendapatan pajak daerah belum mampu melunasi utang yang dimiliki pemerintah daerah dari tahun 2011 sampai dengan tahun 2016. Untuk pendapatan asli daerah sebenarnya menglami hal yang sama tetapi hanya terjadi ditahun  2012 artinya pemerintah Kota Samarinda semenjak saat itu sudah fokus untuk meningkatkan pendapatan asli daerah.
Analisis kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah go public pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di bursa efek indonesia Marsandy, Chandra; Deviyanti, Dwi Risma; Setiawati, Ledy
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 3 No. 4 (2018): November
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v3i4.3400

Abstract

Kinerja keuangan adalah prestasi kerja suatu perusahaan dalam mengendalikan posisi keuangan perusahaan. Kinerja keuangan dapat dinilai dengan beberapa alat analisis, salah satunya dengan analisis rasio keuangan. Rasio keuangan yang sehat akan menarik penanam modal untuk ikut berinvestasi. Dengan mengubah perusahaan menjadi perusahaan go public diharapkan kinerja keuangan perusahaan akan mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya modal dari pihak investor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah go public dilihat dari beberapa rasio keuangan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2006-2016 yang terdiri dari 41 perusahaan. Teknik pengambilan sampel adalah metode purposive sampling yang menghasilkan sampel sebanyak 14 perusahaan. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji t sampel berpasangan untuk data yang terdistribusi secara normal dan wilcoxon signed ranks test untuk data yang terdistribusi secara tidak normal. Variabel penelitian yang diteliti adalah kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah go public dengan indikator-indikator: 1) Rasio Likuiditas (Current Ratio), 2) Rasio Solvabilitas (Debt to Equity Ratio), 3) Rasio Profitabilitas (Net Profit Margin), 4) Rasio Aktivitas (Total Assets Turnover). Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Terdapat perbedaan yang tidak signifikan antara kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public jika dilihat dari rasio likuiditas, (2) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public jika dilihat dari rasio solvabilitas, (3) Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public jika dilihat dari rasio profitabilitas, (4) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan sebelum dan sesudah go public jika dilihat dari rasio aktivitas. 
ANALISIS NON PERFORMING LOAN DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO PADA PT BANK PERKREDITAN RAKYAT BEPEDE KUTAI SEJAHTERA KAB. KUTAI KARTANEGARA PERIODE TAHUN 2014 – 2016 Pramelia, Eka; Deviyanti, Dwi Risma; Sari, Dhina Mustika
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 4 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v4i1.3514

Abstract

The purpose of this research is to know how of rural bank  BePeDe Kutai Sejahtera health in kutai kartanegara district be observed from non performing loan and loan to deposit ratio period 2014 to 2016. The research methods used in this research is to using non statistical analysis of quantitative data, by using banking financial ratio that is Non Performinga Loans Ratio and Loan to Deposit Ratio in 2014 to 2016, the ratio is calculated as a percentage by comparing the total non performing loans (substandard creadit,boubtfull credit and loss creadit) to total loans, and Loan to Deposit Ratio is calculated as a percentage by comparing the ratio of total loans to Third Party Funds (DPK) collected by the Bank. This ratio will show the level of ability of the Bank in channeling the funds coming from the community (in the form of: Current Account, Savings, Time Deposit, Time Deposit Certificate and Other Immediate Liabilities) in the form of Credit. Based on the results of the study can be concluded that the quality of NPL in 2014 to 2016 healthy because it is below the maximum threshold of 5% who have been dieting to form Bank Indonesia. For the quality of LDR 2014 to 2016 healthy because it is below the maximum limit of 94.75% despite being below the maximum limit but the maximum limit set by the PT BPR BePeDe Kutai Sejahtera. Some of the challenges and errors that have not been applied to SOP (Standard Operating Procedure) and have not yet had other standard rules and management are too numerous to provide credit for employees without any strong analysis. Keywords :  Analisis Credit, Non Performing Loan (NPL), Loan To Deposit Ratio (LDR), Bank Health Level.
Analisis efektivitas dan akuntabilitas dana bantuan operasional kesehatan Ratdo, Deri Asti; Deviyanti, Dwi Risma; Musviyanti, Musviyanti
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 4 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v4i1.3541

Abstract

Penelitian ini dibimbing oleh dosen Ibu Dwi Risma Deviyanti dan Ibu Musviyanti. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektifitas dan akuntabilitas BOK Bantuan Operasional Kesehatan di Puskesmas Long Hubung Mahakam Ulu dengan menggunakan analisis komparatif. Penelitian ini menggunakan data laporan pertanggung-jawaban penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan 2015 - 2016 dari Puskesmas Long Hubung, kemudian dibandingkan dengan peraturan Kemenkes PMK RI No.11 2015 Juknis BOK. Hasil dari pencapaian efektivitas tahun 2015 sangat bagus dengan pencapaian sebesar 80,63% meskipun demikian pencapaian tahun 2016 berbeda dari tahun sebelumnya pencapaian sebesar 50.63% pencapaian ini menunjukan tidak efektiv karena tidak sesuai atas Juknis BOK penggunaan dana managemen dan kegiatan kesehatan lainnya lebih besar dari program prioritas MDGs, pencapaian akuntabilitas tahun 2015 sebesar 63.63% dan 51.15% di tahun 2016 ada beberapa laporan  pertanggung-jawaban yang tidak digunakan buku kas tunai tahun 201, buku kas umum dan surat pertanggung-jawaban belanja pada tahun 2016, serta surat setoran pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai, secara keseluruhan laporan pertanggung-jawaban yang telah dibuat sesuai dengan Juknis BOK
Analisis kinerja keuangan pemerintah daerah kabupaten dan kota di kalimantan timur Handayani, Nurul Sukma; Deviyanti, Dwi Risma; Syakura, Muhammad Abadan
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 4 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v4i1.3724

Abstract

Kinerja pemerintah daerah dalam mengelola keuangan tercermin dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang menggambarkan kemampuan Pemerintah Daerah dalam membiayai kegiatan pelaksanaan tugas pembangunan, serta pemerataan dan keadilan dengan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh masing-masing daerah. Perumusan masalah penelitian ini adalah : Bagaimana Kinerja Keuangan di Kabupaten dan Kota Kalimantan Timur tahun anggaran 2015 dan 2016, bila diukur dengan Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas, Rasio Efisiensi, dan Rasio Keserasian. Penelitian ini bersifat Deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan : (1) Tingkat kemandirian keuangan 7 Kabupaten dan 3 Kota pada tahun 2015 dan 2016 memiliki rata-rata rendah sekali, (2) Tingkat Efektivitas 7 Kabupaten dan 3 Kota pada tahun 2015 dan 2016 menunjukkan rata-rata sangat efektif, (3) Tingkat Efisiensi 7 Kabupaten dan 3 Kota pada tahun 2015 dan 2016 memiliki rata-rata tidak efisien, (4) Rata-rata tingkat keserasian belanja daerah untuk 7 kabupaten dan 3 Kota adalah Belanja Rutin lebih prioritas dari pada Belanja Pembangunan.
Analisis pendapatan dan belanja serta pembiayaan daerah pada pemerintah kota samarinda tahun anggaran 2014-2016 Saputra, Reksy; Deviyanti, Dwi Risma; Musviyanti, Musviyanti
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 4 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v4i1.3873

Abstract

Menggunakan analisis rasio akan sangat membantu dalam menilai pencapaian prospek manajemen masa lalu dan masa depan di masa depan. Rasio yang digunakan dapat memberikan indikasi apakah Pemerintah telah berhasil meningkatkan pertumbuhan pendapatan secara positif atau negatif, menggambarkan kemampuan Pemerintah dalam kegiatan tata kelola Dana sendiri, ketergantungan anggaran Pemerintah dalam menjalankan transfer, Pemerintah kontribusi dalam realisasi pendapatan daerah dan tingkat pencapaian kegiatan Pemerintah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penelusuran data sekunder dengan literatur dan manual. Data yang digunakan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode wawancara dan metode dokumentasi. Berdasarkan hasil perhitungan rasio hasil Pemerintah menunjukkan Pemerintah Kota Samarinda mengalami penurunan pertumbuhan pendapatan, interval pengalaman dikatakan kurang karena PAD rendah dibandingkan transfer Pemerintah Pusat, pengalaman ketergantungan keuangan sangat tinggi, tingkat pengalaman peran Pemerintah Pusat yang lebih dominan, kurang efektif tingkat rasio periode efektif 2014-2016. Pada analisis rasio pertumbuhan pengeluaran mengalami penurunan anggaran belanja, dengan menggunakan analisis rasio pengeluaran langsung dan tidak langsung pada Pemerintah Kota Samarinda menunjukkan hasil bahwa Pemerintah telah berhasil mengalokasikan anggaran yang ada baik. Pada rasio efisiensi pemerintah cukup efisien dalam menekan anggaran Pemerintah. Kemudian pada analisis rasio pertumbuhan menunjukkan hasil SiLPA positif. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi perusahaan untuk mengambil keputusan dalam menyusun anggaran tahun depan.
Analisis du pont system dalam mengukur kinerja keuangan pada perusahaan pt. sadariah di samarinda Simboon, Srirahayu Ningsih; Mintarti, Sri; Deviyanti, Dwi Risma
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 4 No. 1 (2019): April
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v4i1.4081

Abstract

PT. Sadariah adalah perusahaan yang menjualan dan menyewakan alat berat. umumnya, unsur perusahaan PT. Sadariah mengetahui laba yang diharapkan akan terjadi dalam setiap periode diwaktu kemudian, tetapi untuk saat ini elemen perusahaan belum mengetahui perkembangan laba atas investasi.
Penilaian Kinerja Keuangan Badan Layanan Umum Daerah RSUD I.A Moeis Kota Samarinda Trisnawati, Andi Fitah Ayu; Deviyanti, Dwi Risma; Sari, Dhina Mustika
Jurnal Ilmu Akuntansi Mulawarman (JIAM) Vol. 4 No. 2 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jiam.v4i2.4561

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penilaian kinerja keuangan RSUD I.A Moeis pada tahun 2017 karena masih ditemukan beberapa kasus mengenai kinerja rumah sakit yang telah berstatus BLU/D tidak menunjukkan kenaikan kinerja keuangan maupun non keuangan sejak tahun 2015. Alat analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif, yaitu analisis yang datanya dapat dihitung untuk penafsiran kuantitatif yang meliputi pengukuran kinerja yang menggunakan rasio keuangan dan kepatuhan pengelolaan keuangan BLU berdasarkan dari rumus yang sudah ditetapkan oleh Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-36/PB/2016 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Badan Layanan Umum Bidang Layanan Kesehatan. Dari hasil perhitungan penilaian kinerja keuangan BLUD menunjukkan RSUD I.A Moeis mendapatkan nilai 47% yang berarti bahwa tata kelola RSUD I.A Moeis kurang baik, hal ini disebabkan SOP yang ada di RSUD I.A Moeis belum ditetapkan dalam perwali dan merupakan point terbanyak yang membuat skor penilaian menjadi kurang baik. Jika pada tahun selanjutnya SOP masih belum perwali dan masih adanya keterlambatan dalam jadwal penyusunan maka RSUD I.A Moeis yang berstatus BLUD tidak akan menunjukkan kenaikan penilain kinerja keuangan dan hasil penilaian akan tetap dinilai memiliki tata kelola yang kurang baik atau bahkan akan menjadi tidak baik
Co-Authors Abdul Gafur Abdul Gafur Achmad, Nur Laila Agnes Suciwulandari Agus Iwan Kesuma Anak Agung Rai Dwiutama Andi Dian Angraini Andi Fitah Ayu Trisnawati Andreas Korsini Sulistio Anggraini Nuryanti Anggraini Nuryanti Angraini, Andi Dian Anisa Abubakar Lahjie Anisa Kusumawardani Annisa Abubakar Lahjie Annisa Kusumawardani Aprilini, Ranieta Arinudin Arinudin ARISKA RATU SUPRABA Aulia Effendi Aurelia Kristina Sari Beby Natalya Cecilia Amalia Sandra Rumajar Chandra Marsandy Cornelius Rantelangi Dea Stefannie Dea Stefannie Deddy Syaputra Deri Asti Ratdo Desy Ary Sandy Dewi Puspita Dewi Puspita Dhina Mustika Sari Dhina Mustika Sari Dominggus Paliling Durrotul Maghfiroh Dwi Alfallah Shaladin Hernandi Eka Pramelia Evi Oktaviani Exzmay Ragil Abadi Fachry Abda El Rahman Fenia Santoso Ferdiansyah, Irfan Ferry Diyanti Ferry Diyanti Ferry Diyanti Ferry Diyanti Fibriyani Nur Khairin Fitri Handayani Sabri Fitria, Yunita Handayani, Nurul Sukma Hariman Bone Ibnu Abni Lahaya Imamul Khair Indah Shafirah Pratama Indra Suyoto Kurniawan Indriyanto, Teguh Yuli Irfan Ferdiansyah Jumainah Jumainah Junstanley Elroy Khadijah Zhafarina Khadijah Zhafarina Kristin, Sri Utari Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kusumawardani, Annisa Lahjie, Anisa Abubakar Ledy Setiawati Lery Palario Marsandy, Chandra Maulani, Nur Aulia Maulidnda, Dian Fathania Mochamad Brian Muzaky Mochlis Dwi Riyanto Muhammad Abadan Syakura Muhammad Abadan Syakura MUHAMMAD SUBHAN Muhammad Subhan Muhammad Subhan Muhammad Yahya Musviyanti Musviyanti Nani Suanti Natalya, Beby Nidia Amanta Sari Nika Wuryani Nur Aulia Maulani Nur Laila Achmad Nurita Affan Nurul Sukma Handayani Pramelia, Eka Pratama, Geraldie Aditya Puji Ulfatin Raden Priyo Utomo Rande Samben Rande Samben Ranieta Aprilini Ratdo, Deri Asti Rehmang, Siti Arafah Reksy Saputra Rika Parispri Rina Parispri Rita Damayanti Riyanto, Mochlis Dwi Rizky Awdilla Rusdiah Iskandar Salmah Pattisahusiwa Saputra, Reksy Saputro, Firman Dwi Sari, Aurelia Kristina Sari, Wulan I R Satria Febriansyah Selvia Natalia Sidabalok, Eva Lisnawati Sidabalok, Eva Lisnawati Simboon, Srirahayu Ningsih Siti Aisah Siti Aisah Siti Arafah Rehmang Sofiatul Umaro Sri Mintarti Sri Mintarti Sri Nor Wulandari Sri Utari Kristin Srirahayu Ningsih Simboon Suanti, Nani Suciwulandari, Agnes Sudana, Tri Haris Sudirman, Sitti Rahmah Sulistio, Andreas Korsini Syamsiar, Syamsiar Syaputra, Deddy Syifa Azzahra Hafidz Titis Pravesti Elita Bunga Tomi Andrian Tri Haris Sudana Triani, Novianti Trisnawati, Andi Fitah Ayu Ulfatin, Puji Umaro, Sofiatul Vivi Yanti Wahyunengsi T Winda Darmayanti Wulan Iyhig Ratna Sari Yahya, Muh. Ibnu Yanti, Vivi Yolanda Bulo Yoremia Lestari Br. Ginting Yoremia Lestari Ginting Yudi Hartono Yunita Fitria Zaki Fakhroni