Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BUAH JERUK HASIL FERMENTASI TERHADAP HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss.) Elistianti, Nyemas; Susana, Rini; Rohayeti, Yeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 2 No. 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2488

Abstract

Limbah buah jeruk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan konsentrasi optimal pupuk organik cair yang berasal dari limbah buah jeruk hasil fermentasi terhadap hasil tanaman bayam merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian selama enam minggu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari enam taraf perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah buah jeruk hasil fermentasi. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali dan lima tanaman sampel. Konsentrasi perlakuan (k) terdiri dari k1 = 1 ml /liter air, k2 = 3 ml /liter air, k3 = 5 ml /liter air, k4 = 7 ml /liter air, k5 = 9 ml /liter air dan k6= 11 ml /liter air. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah buah jeruk hasil fermentasi pada konsentrasi 1 ml/liter air, 3 ml/liter air, 5 ml/liter air, 7 ml/liter air, 9 ml/liter air dan11 ml/liter air menghasilkan pertumbuhan yang sama pada semua variabel penelitian yaitu jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan penggunaan pupuk organik cair limbah buah jeruk dengan kandungan C/N rasio yang masih tinggi yaitu 60,18 % menyebabkan unsur hara tidak dapat diserap tanaman bayam merah untuk pertumbuhan tanaman bayam merah. Kata Kunci : Bayam merah, gambut, pupuk organik cair limbah buah jeruk
RESPON TANAMAN SAWI KERITING TERHADAP PEMBERIAN BOKASI PAKIS MERAH PADA TANAH ALLUVIAL alex, susanto; Sulistyowati, Henny; rohayeti, yeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7284

Abstract

RESPON TANAMAN SAWI KERITING TERHADAP PEMBERIAN BOKASI PAKIS MERAH PADA TANAH ALLUVIAL Susanto Alex1) Henny Sulistyowati2) dan Yeti Rohayeti2) 1)Mahasiswa,2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan tanah dan bokasi pakis merah yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting pada tanah alluvial. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari lima taraf perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan dalam penelitian ini adalah p0 = tanpa pemberian bokasi pakis merah, p1 = 1:1 setara dengan 3 kg tanah alluvial : 3 kg bokasi pakis merah/polybag, p2 = 2:1 setara dengan 4 kg tanah alluvial : 2 kg bokasi pakis merah/polybag, p3 = 3:1 setara dengan 4,5 kg tanah alluvial : 1,5 kg bokasi pakis merah/polybag, p4 = 4:1 setara dengan 4,8 kg tanah alluvial : 1,2 kg bokasi pakis merah/ polybag. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar tanaman, volume akar dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi pakis merah menghasilkan pengaruh nyata terhadap jumlah daun akhir penelitian dan berat segar tanaman sawi keriting, sedangkan terhadap volume akar dan luas daun memberikan pengaruh tidak nyata. Pemberian bokasi pakis merah dengan perbandingan 2 : 1 setara dengan 4 kg tanah alluvial dan 2 kg bokasi pakis merah/polybag merupakan perbandingan yang terbaik pada variabel jumlah daun akhir penelitian dan berat segar tanaman. Kata kunci : Bokashi pakis merah, sawi keriting, tanah alluvial. CURLY MUSTARD RESPONSEN AGAINT GRANTING BOKASI OF RED FERN ON ALLUVIAL SOIL Susanto Alex1) Henny Sulistyowati2) and Yeti Rohayeti2) 1)Student, 2)Lacturer of Agriculture Department Tanjungpura University. ABSTRAK This research aim to get the comparison soil and bokasi of red fern which the best growth and yield of collards curly in alluvial soil. This research use Completely Randomized Design ( CRD ) that consist of five extent treatment that is repeated five time, every repetitions consist of three plant sampe. The treament in question is p0 = without granting red fern bokasi, p1 = 1:1 equivalent to 3 kg alluvial soil : 3 kg bokasi of red fern/polibag, p2 = 2:1 equivalent to 4 kg alluvial soil : 2 kg bokasi of red fern/polibag, p3 = 3:1 equivalent to 4,5 kg alluvial soil : 2,5 kg bokasi of red fern/polibag, p4 = 4:1 equivalent to 4,8 kg alluvial soil : 1,2 kg bokasi of red fern/polibag. Variable of the observation in this research is the number of leaves, fresh plant weight, roots volume and leaf area. Result of research show that granting bokasi of red fern provide real effect on the number of leaves the end of research and the weight of fresh curly mustard, whereas against roots volume and leaf area give no effect unreal. The granting of bokasi of red fern by comparison 2:1 equivalent to 4 kg alluvial soil and 2 kg bokasi of red fern/polibag constitute comparison the best on the variabel of leaves numbers at the end of research and weight of fresh plant. Keyword : alluvial soil, bokasi of red fern, curly mustard.
PENGARUH PEMBERIAN BUSUKAN IKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH PADA TANAH ALUVIAL Desiani, Emakulata; Patriani, -; Rohayeti, Yeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan dosis busukan ikan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah pada tanah aluvial. Penelitian menggunakan metode eksprimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari satu faktor perlakuan dan lima taraf perlakuan dengan lima ulangan dan lima tanaman sampel. Perlakuan dalam penelitian ini adalah pemberian busukan ikan, dengan dosis 7% bahan (227 g busukan ikan/polybag), 9% bahan organik (447 g busukan ikan/polybag), 11% bahan organik (667 g busukan ikan/polybag), 13% bahan (887 g busukan ikan/polybag) dan 15% bahan organik (1.107 g busukan ikan/polybag).Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, klorofil daun, berat kering, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan volume akar. Pemberian bahan organik busukan ikan dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai merah pada tanah aluvial. Pemberian bahan organik sebesar 13% (887 g busukan ikan/polybag) memberikan hasil tertinggi pada tinggi tanaman, klorofil daun, berat kering tanaman dan volume akar cabai merah. Pemberian bahan organik sebesar 11% (667 g busukan ikan/polybag) menghasilkan umur berbunga tercepat.
PENGARUH KONSENTRASI BIOURINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH PADA TANAH ALUVIAL Pertiwi, Suciaty; Listiawati, Agustina; Rohayeti, Yeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12389

Abstract

Pupuk biourine adalah hasil fermentasi urine sapi dan rempah-rempah dengan melibatkan peran mikroorganisme. Pupuk biourine selain berfungsi untuk penyubur tanaman, rempah-rempah yang terkandung dalam pupuk biourine juga sekaligus sebagai pestisida alami untuk tanaman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi biourine terhadap pertumbuhan dan hasil cabai merah pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada Tanggal 02 Februari 2015 sampai dengan 11 Mei 2015 di Jln. Arteri Supadio, Gang. Wonodadi 2, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari enam taraf perlakuan dan empat ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari empat tanaman sampel. Perlakuan dalam penelitian adalah pemberian biourine dengan konsentrasi: 2 cc/liter, 3 cc/liter, 4 cc/liter, 5 cc/liter, 6 cc/liter dan 7 cc/liter. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), berat kering tanaman (gram), waktu berbunga (hari), jumlah buah per tanaman (buah) dan berat buah per tanaman (gram). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biourine dapat meningkatkan pertumbuhan cabai merah pada tanah alluvial. Pemberian biourine dengan konsentrasi 4 cc/liter merupakan konsentrasi terbaik terhadap pertumbuhan cabai merah pada tanah alluvial.
PRODUCTION PERFORMANCES OF DUROC PIG IN FAJAR SEMESTA INDAH INC. SINGKAWANG WEST KALIMANTAN NIKO, DOMI; TOHARDI, AHMAD; ROHAYETI, YETI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.30638

Abstract

Starting a pig farming business, breeders have difficulty in determiningwhat kind of breed they want to farm because of the lack of conception andinformation about production performances of pig farming; thus, productionperformances tests are required. The results of production performances tests canbe a conception and information for pig breeder who wants to establish a farmingbusiness. The known production performances can be used as a means to increaselivestock productivity. Production performances that considerably determineprofit in pig farming business are litter size, birth mortality, birth weight, preweaning mortality, and weaning weight. The method used in this research issurvey method, the data used secondary data (company"™s recording data) andprimary data (field data) from Duroc sows totaling 30 pigs in Fajar SemestaIndah Inc. Singkawang West Kalimantan. The results of the research show thatDuroc pig"™s production performances are as follows: litter size 8,37 ±3,34 pigs,birth mortality 1,07 ±1,17 pigs or 12,75 % birth weight 1,47 ±0,25 kg, pre-weaningmortality 0,97 ±1,50 pigs or 15,26 % and weaning weight 6,63 ±1,63 kg.Keywords: Pig, Duroc, performances, production
PENGGUNAAN LUMPUR SAWIT KERING DAN DAUN PAKIS MERAH (Stenochlaena palustris.Bedd) TERHADAP KUALITAS FISIK DAN UJI KIMIAWI PELET KELINCI Isna, Isna; Rohayeti, Yeti; Setiawan, Duta
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kandungan nutrisi pelet lumpur sawit kering dan daun pakis merah untuk pakan kelinci. Variabel yang diamati adalah kualitas fisik yaitu berat jenis bahan pakan pelet, kerapatan bahan, kerapatan pemadatan tumpukan dan kerapatan pelet serts uji kualitas kimiawi pelet yaitu kandungan protein kasar, lemak kasar, serak kasar dan energi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lumpur sawit kering dan daun pakis merah berpengaruh nyata terhadap berat jenis bahan pakan dengan nilai 0,52g/cm3-0,77g/cm3, kerapatan bahan 0,18g/cm3-0,21g/cm3, kerapatan pemadatan tumpukan 0,20g/cm3-0,24g/cm3, protein kasar 10,54% -13,55% lemak kasar 3,88% -6,15% dan serat kasar 5,80%-7,86%. Penggunaan lumpur sawit kering dan daun pakis merah berpengaruh tidak nyata terhadap kerapatan pelet dengan nilai 0,85g/cm3-1,01g/cm3 dan energi 369,80 kalori - 376,95 kalori. Berdasarkan hasil uji kimiawi, penggunaan lumpur sawit kering dan daun pakis merah menjadi pelet dapat diberikan pada kelinci dewasa. Kata kunci : Daun pakis merah, kimiawi pelet, kualitas fisik pelet dan lumpur sawit kering.
MORFOMETRY OF GOATS (Capra aegagrus) IN RASAU JAYA III VILLAGE, RASAU JAYA DISTRICT KUBU RAYA DISTRICT, PROVINCE KALIMANTAN BARAT Guntur, Muhammad; Tohardi, Ahmad; Rohayeti, Yeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36313

Abstract

This study aims to determine the morphometry of the Goat Goat which is maintained intensively in Rasau Jaya III Village, Rasau Jaya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province. The variables observed were chest circumference, chest width, chest depth, shoulder height, hip height, body length and body weight. The results showed that adult male breast circumference was 74.53 ± 6.99 cm and adult female was 72.36 ± 6.43 cm. adult male chest width 20.93 ± 4.54 cm and adult female 19.71 ± 6.94 cm, in adult male chest 30.73 ± 3.67 cm and adult female 28.93 ± 6.17 cm, shoulder height adult males 60.47 ± 3.70 cm and adult females 66.43 ± 5.37 cm, adult male hip height 63.33 ± 4.02 cm and adult females 64.79 ± 6.61 cm, adult male body length 67 , 27 ± 5.28 cm and adult female 76.07 ± 6.73 cm, adult male body weight 30.06 ± 4.50 kg and adult female 27.8 ± 10.0 kg. Based on the results of the morphometry research of Kacang Goat in Rasau Jaya III Village is higher than the Decree of the Minister of Agriculture, 2012. Keywords: Goat Nut, chest circumference, chest width, chest height, shoulder height, hip height, body length and body weight
Kualitas Silase Daun Kattek (Derris trifoliata Lour) yang Diberi Dedak Padi dengan Tingkat Berbeda Humairah, Ade; Rohayeti, Yeti; Setiawan, Duta
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 11 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50410

Abstract

ABSTRAKKattek (Derris trifoliata Lour) merupakan tumbuhan leguminosa pemanjat/perambat berkayu. Potensi daun kattek yang sangat banyak dapat digunakan sebagai pakan alternatif ternak ruminansia dengan cara dibuat silase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas silase daun kattek yang diberi dedak padi dengan tingkat berbeda. Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan lima ulangan sehingga terdapat 25 perlakuan. Masing-masing perlakuan menggunakan daun kattek sebanyak 2 kg dengan penambahan dedak padi dengan tingkat yang berbeda. Perlakuan dalam penelitian terdiri dari 1) P0: tanpa dedak padi ( kontrol); 2) P1: dedak padi (8%); 3) P2: dedak padi (10%); 4) P3: dedak padi (12%); 5) P4: dedak padi (14%). Hasil penelitian menunjukan penambahan dedak padi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (p<0,01) terhadap pH, protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan kadar air, memberikan pengaruh yang nyata (p<0,05) terhadap aroma dan berpengaruh tidak nyata terhadap warna. Penambahan dedak padi 14 % memberikan hasil yang baik terhadap pH, protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan kadar air serta mampu mempertahankan nilai nutrisi silase daun kattek.Kata kunci: Daun kattek, dedak padi, silase