Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Evaluasi Edukasi Personal Dalam Pemahaman, HBA1c dan Kualitas Hidup Pasien DM Tipe 2 di Sidoarjo Khurin In Wahyuni; Martina Kurnia Rohmah; Herni Setyawati
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9720

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit degeneratif tertinggi ke-enam di dunia, dimana prevalensi diabetes semakin meningkat sejalan dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung konsumtif dan minim aktifitas fisik. Diabetes Mellitus ditandai dengan kenaikan gula darah karena kelainan insulin, resistensi insulin atau bisa juga keduanya. Salah satu upaya untuk penanganan dan pencegahan timbulnya peningkatan DM tipe 2 adalah dengan pemberian edukasi menggunakan media booklet. Edukasi merupakan penyampaian pesan kesehatan kepada kelompok atau individu dengan tujuan memperoleh pemahaman dan peningkatan kualitas hidup yang ditandai dengan penurunan HBA1c yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemahaman, kualitas hidup dan perbedaan kadar gula darah sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan media booklet terhadap pasien DM tipe 2 di Sidoarjo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Random Control Trial Design. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juni sampai Oktober 2020 dengan sampel 60 pasien. Pengukuran pemahaman menggunakan kuesioner DKQ Quessioner, perubahan perilaku menggunakan kuesioner DQOL sedangkan penetapan kadar HBA1c dengan alat tes gula darah. Hasil analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan uji Mann Whitney dimana terdapat perbedaan yang signifikan antara, pemahaman, kualitas hidup serta kadar gula darah HBA1c sebelum dan sesudah edukasi.  Pada hasil uji Spearman’Rank’s kelompok intervensi diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,586 dengan signifikansi 0,001 untuk pemahaman dengan HBA1c, hasil pemahaman dengan kualitas hidup diperoleh korelasi dengan nilai 0,552 dan p= 0,002. Pada uji korelasi antara HBA1c dengan kualitas hidup diperoleh nilai -0,434, sedangkan signifikansi diperoleh p=0,017, Hal ini menunjukan hubungan antara variable didapat korelasi sedang. Berdasarkan penelitian ini maka dapat disimpulan bahwa terdapat efektivitas edukasi terhadap pemahaman, A1c dan kualitas hidup. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Edukasi, Pemahaman, Kualitas Hidup, Kadar HBA1C, Kualitas Hidup  Diabetes Mellitus (DM) is one of the sixth highest degenerative diseases in the world, the prevalence of diabetes is increasing in line with changes in people's lifestyles that tend to be consuming and minimal physical activity. DM is characterized by an increase in blood sugar due to insulin disorders, insulin resistance or both. One of the efforts to handle and prevent an increase in type 2 diabetes is trough education using booklet media. Education is the delivery of health messages to groups or individuals to gain understanding and improve the quality of life, marked by a better decrease in HBA1c. This study used a Random Control Trial Design. This study aims to determine the understanding, quality of life and differences in blood sugar levels before and after giving education with booklet media to type 2 DM patients in Sidoarjo. This study was conducted from June-October 2020 with a sample of 60 patients. Measurement of understanding using the DKQ Quessioner questionnaire, behavior change using the DQOL questionnaire while HBA1c levels using a blood sugar test kit. The results of quantitative analysis were carried out using the Wilcoxon Signed Rank Test and the Mann Whitney test, from these results there were significant differences between, understanding, quality of life and blood sugar levels of HBA1c before and after education. While the results of the Spearman 'Ranks test for the intervention group obtained a correlation coefficient of -0.586 with a significance of 0.001 for understanding with HBA1c, the results of understanding with quality of life obtained a correlation with a value of 0.552 and p = 0.002. In the correlation test between HBA1c and quality of life, the value -0.434, while the significance was p = 0.017, and this shows the relationship between variables obtained moderate correlation. From this research, there is educational effectiveness on understanding, A1c and quality of life.
Socio-Demografi Dalam Pengendalian HBA1C Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Sidoarjo Khurin In Wahyuni; Martina Kurnia Rohmah Rohmah; Herni Setyawati
Jurnal Pharmascience Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i2.9506

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolit yang disebabkan oleh kurangnya insulin atau insulin yang resisten. Penurunan 1 persen HbA1c menurunkan 30-40% risiko komplikasi, Faktor-faktor ini mungkin berbeda dari satu populasi kepada orang lain berdasarkan Jenis kelamin, Lama menderita, Umur, Tingkat pendidikan, dan Riwayat DM, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan socio demografi terhadap pengendalian HbA1c di Sidoarjo. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan instrument kuesioner dan HbA1c kit, hasil didapatkan bahwa Jenis Kelamin, lama menderita, umur, tingkat pendidikan dan riwayat DM tidak memiliki hubungan dengan pengendalian HbA1c (P>0,05) namun edukasi dan pengecekan HbA1c memiliki hasil signifikan terkait pengontrolan HbA1c (P<0.05).Kata Kunci: HbA1c, Socio Demografi, DM Tipe 2, Kontrol Glikemik, Pengendalian Gula DarahDiabetes Mrllitus is a metabolic disease caused by a lack of insulin or insulin resistance. Reduction of 1 % HbA1c could reduces 30-40% risk of complications. These factors may differ from one population to another based on gender, long-suffering, ages, level of education and historical of the disease, therefore this research aims to assess the relationship between the socio demographic and HBA1C control in Sidoarjo. The study used an observational analytic method with a cross sectional approach with a questionnaire instrument and HbA1c kit, the results showed that gender, long-suffering , ages, level of education and historical of the disease did not have a relationship with HbA1c control (P> 0.05) but education and HbA1c checking had significant results regarding HbA1c control (P <0.05).
Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada Wanita Hamil dan Bayi: Sebuah Tinjauan Literatur Martina Kurnia Rohmah; Arif Rahman Nurdianto
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 7 No. 1A (2020): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.205 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v7i1A.476

Abstract

LATAR BELAKANG: Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan gangguan saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 dan telah menjadi pandemi di seluruh dunia. COVID-19 telah menjangkit seluruh penduduk dunia tidak terkecuali wanita hamil. Kerentanan wanita hamil terhadap infeksi menjadi latar belakang perlunya studi tentang pengaruh COVID-19 baik pada ibu, janin, maupun bayi yang dilahirkan. TUJUAN: Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus COVID-19 pada ibu hamil, potensi transmisi vertikal, ada tidaknya asam nukleat SARS-CoV-2 pada ASI, pengaruh COVID-19 pada perkembangan janin, serta pengobatan ibu hamil dengan COVID-19. METODE: Studi ini mengulas dan membandingkan sumber dari artikel penelitian, laporan kasus, dan review dari jurnal internasional bereputasi. HASIL: Sebagian besar kasus COVID-19 yang ditemukan pada wanita hamil adalah tergolong kasus ringan, adanya transmisi vertikal yang rendah dibuktikan dari hasil tes sampel ibu dan bayi, minimnya kasus spontaneous abortus, kelahiran bayi prematur, kematian bayi, serta gangguan perkembangan. ASI dari ibu hamil positif COVID-19 juga cukup aman diberikan pada bayi dikarenakan kasus positif asam nukleat SARS-CoV-2 sangat minim ditemukan. KESIMPULAN: Berdasarkan studi yang komprehensif, COVID-19 pada ibu hamil sejauh ini masih cukup terkendali. Namun demikian perlu adanya tes yang menyeluruh sebab setiap individu memiliki kondisi yang berbeda satu dengan lainnya. Kata Kunci: COVID-19, janin, kehamilan, SARS-CoV-2, transmisi BACKGROUND: Corona Virus 2019 (COVID-19) is an acute respiratory tract caused by the SARS-CoV-2 virus and has become a pandemic worldwide. COVID-19 has gathered the entire world population including pregnant women. The vulnerability of pregnant women to infections is become the background was to know the effect of COVID-19 both on the mother, fetus, and baby born. OBJECTIVE: This study aims to determine the description of COVID-19 cases in pregnant women, the potential for vertical transmission, the presence or absence of nucleic acid SARS-CoV-2 in breast milk, the effect of COVID-19 on fetal development, and the treatment of pregnant women with COVID-19. METHOD: This study attempts to review and compare sources from research articles, case reports, and reviews from reputable international journals. RESULT: Most cases of COVID-19 found in pregnant women are classified as mild cases, the presence of low vertical transmission is evidenced from the results of mother and baby sample tests, the lack of cases of spontaneous abortion, premature baby births, infant deaths, and developmental disorders. Breastfeeding from COVID-19 positive pregnant women is also quite safe given to infants because positive cases of SARS-CoV-2 nucleic acid are very low. CONCLUSION: Based on a comprehensive study, COVID-19 in pregnant women so far is still quite under control. However, there needs to be a thorough test because each individual has different conditions from one another. Keywords: COVID-19, fetus, pregnancy, SARS-CoV-2, transmission
STUDI IN SILICO POTENSI SENYAWA ALLIIN BAWANG PUTIH (Allium sativum) SEBAGAI INHIBITOR DPP-4 PADA DIABETES MELLITUS Martina Kurnia Rohmah
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v4i1.873

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolisme glukosa yang dicirikan dengan gangguan sekresi dan resistensi insulin. Jalur pengobatan DM baru pada sistem increatin dengan penghambatan terhadap DPP-4 telah dikembangkan dan terbukti efektif untuk meningkatkan sekresi insulin, menjaga integritas sel β-pankreas, memperlambat pengosongan lambung dan meningkatkan lipogenesis tanpa menyebabkan efek samping sistemik. Bawang putih (Allium sativum) diketahui memiliki aktivitas antidiabetes di antaranya meningkatkan sekresi insulin dan menurunkan level glukosa plasma, memiliki aktivitas insulinotropik dibandingkan dengan hypoglikemik. Namun demikian mekanisme molekuler dari aktivitas ini belum banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa Alliin pada bawang putih (Allium sativum) sebagai inhibitor DPP-4 secara in silico menggunakan metode docking server. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, senyawa Alliin terbukti dapat berikatan kuat dengan DPP-4 dengan interaksi permukaan sebesar 120.032. Ikatan Alliin dan DPP-4 sangat stabil dibuktikan dengan energi ikatan bebas yang kecil (-0.59 kcal/mol). Alliin juga terbukti memiliki aktivitas penghambatan pada DPP-4 inhibitor dibuktikan nilai konstanta inhibisi (Ki) yaitu 792.92 mM. Hal ini didukung oleh adanya kesamaan struktur antara ikatan rangkap O (=O) dan NH2 antara alliin dengan saxagliptin. Penelitian ini membuktikan bahwa senyawa Alliin dapat berikatan dengan DPP-4 dan mampu memberikan efek penghambatan.
STUDI IN SILICO KOMPLEKS LIGAND-RESEPTOR EUGENOL DAUN BASIL (Ocimum basilicum L.) DENGAN RESEPTOR HER2 PADA NON-SMALL CELL LUNG CANCER (NSCLC) DENGAN KONTROL GEFITINIB Martina Kurnia Rohmah
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 3 No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v3i2.894

Abstract

Non-Small Cell Lung Cancer (NSCLC) merupakan jenis kanker paru dengan prevalensi 85% dari total penyakit paru. Senyawa 4-(methylnitrosamino)-1-(3pyridyl)-1-butanone (NNK) pada rokok dapat mengaktifkan transduksi sinyal Akt dan meningkatkan kemampuan proliferasi dan siklus sel pada kanker ini. Her2 merupakan salah satu reseptor yang aktif mentransduksi sinyal Akt. Her2 mengalami overekspresi dan meningkatkan sinyal pertumbuhan pada NSCLC. Her2 banyak digunakan sebagai salah satu target terapi antikanker. Melalui penghambatan reseptor Her2 diharapkan dapat menurunkan proliferasi dan siklus sel NSCLC. Gefitinib merupakan salah satu obat yang banyak digunakan pada NSCLC dengan aktivitas menghambat reseptor Her2 dan tyrosine kinase. Namun saat ini, NSCLC dengan mutasi pada onkogen K-ras dilaporkan memiliki potensi untuk resisten terhadap gefitinib. Eugenol dari daun basil memiliki kemampuan menurunkan proliferasi sel NSCLC, namun mekanisme molekularnya belum banyak diketahui. Melalui studi in silico ini kami bertujuan untuk mempelajari ada tidaknya interaksi antara kompleks ligand reseptor eugenol ekstrak daun basil dengan reseptor Her2. Hasil studi in silico dengan docking diketahui bahwa eugenol dapat berikatan kuat dengan reseptor Her-2 melalui interaksi permukaan sebesar 411.564 dan besar energi ikatan bebas yang kecil yaitu -4.16 kcal/mol serta memiliki aktivitas penghambatan terhadap reseptor Her-2 yang mengalami overespresi pada NSCLC dengan nilai Ki (konstanta inhibisi) sebesar 895.67 µM.
Uji Aktivitas Antiplatelet, Antikoagulan, dan Trombolitik Alkaloid Total Daun Pepaya (Carica papaya L.) secara in Vitro Martina Kurnia Rohmah; Djelang Zainuddin Fickri
Jurnal Sains Farmasi & Klinis Vol 7, No 2 (2020): J Sains Farm Klin 7(2), Agustus 2020
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.427 KB) | DOI: 10.25077/jsfk.7.2.115-125.2020

Abstract

Daun pepaya memiliki kandungan beberapa senyawa alkaloid (karpain, pseudokarpain, dehydrokarpain I, dehydrokarpain II, dan emetin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiplatelet, antikoagulan, dan trombolitik alkaloid total daun pepaya secara in vitro. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan: kontrol negatif, kontrol positif, alkaloid total daun pepaya (konsentrasi 0.5, 1.0, dan 2.0 mg/mL) dengan parameter persentasi inhibisi agregasi, persentase inhibisi koagulasi dari nilai Clotting Time (CT), Prothrombine Time (PT), dan Activated Parsial Thromboplastine Time  (APTT), dan daya fibrinolitik. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persentase inhibisi agregasi alkaloid total dibanding kontrol negative, namun tidak berbeda dengan kontrol positif (clopidogrel). Pada uji antikoagulan, alkaloid total daun pepaya secara signifikan dapat memperpanjang CT, PT, dan APTT yang berbeda signifikan dengan kontrol negatif, namun tidak berbeda dengan kontrol positif (heparin). Hasil uji trombolitik menunjukkan bahwa alkaloid total daun pepaya dapat meningkatkan persentase trombolitik yang berbeda dengan kontrol negatif, namun tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (nattokinase).
Pengaruh Variasi Jumlah Tembakan Nanosecond Pulsed Electric Fields (Nspefs) Terhadap Ekspresi Gen Socs3 pada Sel Kanker Serviks Hela S3 Martina Kurnia Rohmah
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 1 No. 2 September 2017: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.156 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v1i2.1702

Abstract

AbstrakNanosecond Pulsed Electric Fields (NsPEFs) merupakan teknologi bioelektrik yang berkembang dari teknologi elektroporasi. NsPEFs diberikan dengan intensitas tinggi namun dalam waktu yang sangat singkat yaitu 1 - 300 nanosekon. NsPEFs terbukti memiliki sejumlah efek biologis dan telah banyak dikembangkan dalam berbagai terapi salah satunya pada terapi kanker. Pada kanker serviks, protein HPV dapat menekan sejumlah ekspresi supresor tumor salah satunya yaitu gen Socs3. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jumlah tembakan NsPEFs pada ekspresi gen Socs3. Sel HeLa S3 dikultur pada medium α-MEM dengan serum FBS 10%. Sebesar 20 kV/cm dalam durasi 80 ns NsPEFs dipapar pada suspensi sel dalam 4 mm cuvette. Gelombang NsPEFs dideteksi oleh probe bervoltase tinggi pada Oscilloscope. NsPEFs diberikan pada 0, 5, 10, 20, 30, 40, 0, dan 60 kali tembakan. Analisis ekspresi gen dilakukan dengan dua metode yaitu kuantitatif menggunakan Real time PCR dan kualitatif dengan RT-PCR. Data kuantitatif dianalisis secara statistik menggunakan Kolmogorf-Smirnov, Anova dan HSD Tukey (p<0.05). Hasil studi ini membuktikan bahwa paparan NsPEFs berpengaruh secara signifikan pada ekspresi gen Socs3 (p=0.000). Jumlah tembakan optimal 20 dan 30 kali dapat meningkatkan ekspresi gen Socs3 berturut-turut sebanyak = 2.779 dan = 3.105 kali. Ekspresi gen Socs3 akan menurun pada tembakan di atas 30 tembakan. Kata Kunci: NsPEFs, tembakan, ekspresi, Socs3 AbstractNanosecond Pulsed Electric Fields (NsPEFs) is bioelectric that was developed by electroporation technology. NsPEFs use high intensity in short time exposure (1 – 300 nanosecond). NsPEFs have biological effect and was developed in cancer therapy. In cervical cancer, viral protein of HPV depresses some tumor suppressors like Socs3 gene. This research aims to investigate the effect of short variation in Socs3 gene expression. HeLa S3 cells were cultured in α-MEM with FBS 10%. NsPEFs as much as 20 kV/cm and 80 nano seconds was exposure over HeLa S3 cell in 4 mm cuvette. Wave of NsPEFs was detected by high voltage probe in oscilloscope. NsPEFs was exposure at 0 (control), 5, 10, 20, 30, 40, 50, and 60 shots. Socs3 gene expression was analyzed using real time PCR and RT-PCR. Quantitative data was analyzed by Kolmogorov-Smirnov, Anova, and HSD Tuker (p<0.05). This research show that NsPEFs is significantly increase Socs3 gene expression (p=0.000). The optimal shot 20 and 30 shots increase Socs3 gene expression subsequently = 2.779 and = 3.105 times. This expression decrease in higher than 30 shots of NsPEFs exposure. Keywords: NsPEFs, shot, expression, Socs3
Uji Aktivitas Antiplatelet dan Trombolitik Perasan Daging Buah Nanas (Ananas comosus L.) Secara In Vitro Martina Kurnia Rohmah; Djelang Zainuddin Fickria; Herni Setyawatia
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 3, No 2 (2022): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v3i2.8330

Abstract

ABSTRAKPenyakit aterotrombosis merupakan salah satu penyebab serangan jantung dan stroke yang bersumber dari adanya sumbatan berupa thrombus pada pembuluh dari arteri. Penyebab munculnya thrombus dapat diakibatkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor genetik, kondisi mikrovaskular darah, serta gangguan hemostasis yang menyebabkan hiperkoagulasi. Buah nanas merupakan salah satu bahan alam yang secara empiris dipercaya dapat mengencerkan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiplatelet dan trombolitik buah nanas secara in vitro. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental dengan kontrol negatif menggunakan placebo, kontrol positif menggunakan obat (aspirin dan nattokinase), serta variasi konsentrasi perasan daging buah nanas 25%, 50% dan 100%. Berdasarkan One Way Anova diketahui terdapat perbedaan yang bermakna antara aktivitas antiplatelet dan trombolitik dari 5 perlakuan (p=0,000). Berdasarkan analisis regresi diketahui bahwa perasan daging buah nanas berpengaruh signifikan sebagai antiplatelet dan trombolitik (p=0,000). Sebagai antiplatelet, perasan buah nanas 25%, 50% dan 100% mampu menghambat agregasi platelet sebesar 1,06%. 1,23% dan 1,53%. Sebagai trombolitik, perasan buah nanas dengan konsentrasi 25%, 50% dan 100% mampu melisiskan bekuan sebesar 34,41%, 42,02%, dan 51,27%. Kata kunci : Nanas; Hemostasis; Thrombus; Antiplatelet; Trombolitik.ABSTRACTAtherothrombosis is one of the causes of heart attacks and strokes which comes from a blockage in the form of a thrombus in the vessel from the artery. The cause of the appearance of a thrombus can be caused by various factors including genetic factors, blood microvascular conditions, and hemostatic disorders that cause hypercoagulation. Pineapple fruit is one of the natural ingredients which is empirically believed to thin the blood. This study aims to determine the in vitro antiplatelet and thrombolytic activity of pineapple. The research conducted was an experimental study with negative control using placebo, positive control using drugs (aspirin and nattokinase), and variations in the concentration of pineapple flesh juice of 25%, 50% and 100%. Based on One Way Anova, it was found that there were significant differences between the antiplatelet and thrombolytic activities of 5 treatments (p = 0.000). Based on the regression analysis, it was found that pineapple pulp had a significant effect as an antiplatelet and thrombolytic (p = 0.000). As an anti-platelet agent, pineapple flesh juice 25%, 50%, and 100% were able to inhibit platelet aggregation by 1.06%. 1.23% and 1.53%. As a thrombolytic, pineapple flesh juice of 25%, 50%, and 100% were able to lyse clots of 34.41%, 42.02%, and 51.27%. Keywords : Pineapple; Hemostasis; Thrombus; Antiplatelet; Thrombolytic. 
Pengenalan dan Pendampingan Pencegahan Covid 19 Melalui Telemedicine Aplikasi Berbasis Android E-Health Khurin In Wahyuni; Martina Kurnia Rohmah; Valentino Krismonico Caesarius; Andre Giovano; Nur Novia Dayanti; Achmadita Prameswari; Antoni Setiawan; Etik Wijayanti; Fodeni Yolinda; Liya Fitroh Nurlaila; Siti Lutfiyah Muf’idah Rizki; Mila Ayu Puji Lestari; Nurul Maulidatus Sholichah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat Universitas Ma Chung 2020: Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat (SENAM) 2020
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.933 KB)

Abstract

Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat sulit untuk seluruh penduduk di dunia, sebuah wabah yang menyebabkan pandemi untuk dunia kembali terlahir setelah terakhir kali tahun 1920 yaitu Flu Spanyol. World Health Organization menyatakan dalam laman resmi mereka bahwa tahun 2020 telah terlahir virus baru yang diberi nama Corona Virus dengan nama penyakit Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang hingga 29 Juli 2020 telah menginfeksi 216 negara di dunia dengan kasus kumulatif 16.874.095 jiwa dan kasus kematian hingga 662.085 jiwa. STIKes Rumah Sakit Anwar Medika yang merupakan instansi pendidikan yang bergerak dibidang kesehatan akan melaksanakan kuliah kerja nyata pada tanggal 29 Juli – 21 Agustus 2020 di Desa Barengkrajan, Krian, Kab. Sidoarjo. Dalam KKN ini program kerja yaitu dilakukan sosialisasi Aplikasi E-Health dan Edukasi Preventif Penyebaran Covid-19. Metode : Metode yang digunakan KKN STIKes Rumah Sakit Anwar Medika dalam KKN di Desa Barengkrajan diantaranya tahap pra kegiatan, tahap persiapan kegiatan, tahap pelaksanaan kegiatan, tahap pasca kegiatan. Mulai dari pembuatan aplikasi, sosialisasi dan pendampingan. Hasil : Masyarakat yang mengikuti penyuluhan serta pendampingan dalam penggunaan aplikasi E-Health mulai memahami pencegahan dan pentingnya perubahan perilaku, masyarakat juga mengetahui cara memanfaatkan media sosial dalam mencari berita dengan baik dan benar.
Effect of Sappan Wood Ethanol Extract in CRP Level and Phagocytic Index Between Group of Mice Infected with S. aureus and E. coli Rohmah, Martina Kurnia; Hisbiyah, A'yunil; Octivani, Amellya; Anwari, Farida
FITOFARMAKA: JURNAL ILMIAH FARMASI Vol 14, No 1 (2024): FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v14i1.10040

Abstract

S.aureusand E.coli are pathogenic bacterial that cause many infectious disease in the world. Immunomodulator is needed to prepare the immune system to be able against the infection. Some parameters usually used to assess the immunomodulatory activity such as C-Reactive Protein (CRP) and phagocytic index. This study aims to investigate the difference effect of sappan1wood extract  in CRP level and phagocytic index between group mice infected with S. aureus and E. coli.  Two treatment groups of mice were prepared for S. aureus and E. coli test. Each group subjected to 7 treatments i.e. (1) Normal mice1(CMC-Na 1 %- Merck® 217277), 1(2) Negative Control (bacterial infection + CMC-Na 1 %),11(3) Positive Control (bacterial infection + Imboost force®1treatment, PT SOHO Industri Pharmasi), (4) Bacterial infection and EESW treatment 25 mg/kg BW, (5) 50 mg/kg BW, (6) 100 mg/kg BW, and (7) 200 mg/kg BW. Mice blood was taken to detect the CRP and phagocytic index after treatment. The T test showed that there was a significant difference between CRP levels (p0.05) and phagocytic index (p0.05) of S. aureus and E. coli group. EESW 200 mg/kg BW reduced CRP level to 11 mg/dL (S. aureus) and 6 mg/dL in (E. coli). EESW 200 mg/kg BW increased phagocytosis to 1.54 folds (S. aureus) and 4.62 folds (E. coli). Sappan wood ethanol extract effect to CRP level and phagocytic index1in mice group infected with E. coli is better than S. aureus1infection group.