Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Community Empowerment

Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Wanita “Upaya Mencegah Gangguan Kesehatan Reproduksi” di Desa Sokorini Kecamatan Muntilan Rohmayanti, Rohmayanti
Community Empowerment Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.876 KB)

Abstract

Masa reproduksi pada wanita akan menyebabkan berbagai perubahan fungsi tubuh karena pengaruh hormonal. Seiring pertambahan usia wanita akan mengalami penurunan fungsi tubuh, beresiko mengalami gangguan organ reproduksi dan mengalami menopause. Perubahan tersebut harus diketahui oleh wanita supaya dapat diantisipasi terhadap adanya gangguan kesehatan reproduksi yang ditimbulkan. Penyuluhan kesehatan reproduksi dengan penyuluhan metode diskusi dengan media audio visual merupakan salah satu cara meningkatkan pengetahuan wanita yang dapat membantu mereka dalam menghadapi permasalahan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia diatas 20 tahun tentang kesehatan reproduksi wanita terutama mengenai pencegahan berbagai gangguan kesehatan reproduksi pada wanita. Metode yang dilakukan adalah menggunakan metode diskusi dan media audio visual, dengan lama waktu 90 menit dan dengan peserta sebanyak 38 wanita yang berusia antara 20-56 tahun yang telah menikah yang berasal dari Desa Sokorini, Muntilan. Hasil pretes menggunakan pertanyaan terbuka kepada 10 peserta menunjukkan pengetahuan awal yang kurang dimana seluruhnya mengatakan belum paham bagaimana menjaga organ reproduksinya, sedangkan hasil postest mengalami perubahan pengetahuan yang signifikan, dimana peserta memiliki pengetahuan baik terbukti dari kemampuan peserta mmenjawab pertanyaan yang langsung diajukan pada peserta dengan jawaban yang benar. Kesimpulan: bahwa kegiatan penyuluhan kesehatan dengan metode diskusi dan media audio visual dapat meningkatkan pengetahuan wanita tentang kesehatan reproduksinya
Implementasi Kluster Kesehatan dengan Pembentukan Kader Pendukung ASI dalam Upaya Mewujudkan Desa Layak Anak di Desa Menayu Rohmayanti, Rohmayanti; Wardani, Septi; Purwati, Purwati; Japar, Muhammad; Fajarwati, Evi; Wahyuni, Indah Dwi; Arliandari, Anggita; Milat, Karima
Community Empowerment Vol 5 No 3 (2020): Special Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.851 KB) | DOI: 10.31603/ce.4126

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Muntilan baru mencapai 11,7%, yang masih jauh dari target nasional 80%. Untuk mengatasi masalah tersebut dibentuklah Kader Pendukung ASI yang terdiri dari kader kesehatan yang sudah terbentuk sebelumnya sehingga mampu menjadi penggerak dan memotivasi ASI eksklusif dalam upaya untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif untuk mendukung terciptanya generasi yang berkualitas dalam mendukung terwujudnya Desa Layak Anak. Metode pelaksanaan dengan pemberdayaan masyarakat partisipatif melalui model Participatory Rural Apraissal (PRA) berupa pendekatan dalam proses pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan berupa sosialisasi kegiatan pada seluruh unsur stakeholder yang terkait, pembentukan struktur Kader Pendukung ASI, pelatihan manajemen laktasi secara daring maupun luring terbatas, pendampingan kader praktek keterampilan konseling laktasi, praktek manajemen laktasi di kegiatan PKK desa setempat, selanjutnya dilakukan pendampingan kader pendukung ASI door to door, evaluasi atau monitoring kegiatan melalui post test dan demonstrasi ketrampilan sebagai bentuk evaluasi. Hasil kegiatan ini berupa terbentuknya struktur organisasi Kader Pendukung ASI dengan SK dari Kepala Desa, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam manajemen laktasi hasil uji pre post test di uji dengan nilai p= 0,00 (< 0,05) menunjukkan bahwa pengetahuan peserta signifikan meningkat. Hasil redemonstrasi menunjukkan bahwa kader kompeten dalam praktek ketrampilan manajemen laktasi dengan rerata nilai 91,5 dalam rentang 100.
Pembentukan Kader Posbindu PTM Tingkatkan Skill Kader dan Partisipasi Warga Sebagai Upaya Mengatasi Penyakit Tidak Menular di Desa Rambeanak, Magelang Rohmayanti, Rohmayanti; Istutik, Dwi; Islamiyah, Islamiyah; Rahmawati, Rafika; Septiandani, Zunna
Community Empowerment Vol 6 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.041 KB) | DOI: 10.31603/ce.4221

Abstract

Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) belum terbentuk di Desa Rambeanak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan dan mengendalikan penyakit tersebut adalah pemberdayaan kader kesehatan desa, melalui Posbindu PTM. Tujuan dari kegiatan ini adalah menginisiasi pembentukan Posbindu PTM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader sehingga dapat meningkatkan partisipasi warga memeriksakan kesehatannya. Strategi yang digunakan adalah dengan sosialisasi, pelatihan, pendampingan kegiatan serta monitoring evaluasi kegiatan. Metode pelaksanaan dengan pemberdayaan masyarakat partisipatif, model Participatory Rural Apraissal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Desa Rambeanak selama kurun waktu 2 bulan melalui kerja sama dengan Puskesmas Mungkid. Hasil kegiatan ini berupa terbentuknya pengurus Posbindu PTM yang disahkan melalui SK Kepala Desa pada 15 orang kader dari 3 dusun, pelatihan pada kader Posbindu tentang penyakit tidak menular dan pencegahannya, manajemen Posbindu PTM, terapi akupresur pada PTM, pelatihan penggunaan alat pemeriksaan kesehatan, dan simulasi 5 meja Posbindu PTM. Setelah itu dilakukan pendampingan pelaksanaan Posbindu PTM sebanyak 3 kali di Dusun Ponggok, Dusun Rambeanak 5 dan Dusun Jambean. Hasil evaluasi berupa peningkatan pengetahuan dari pre-test pada nilai cukup 67% menjadi 0%, nilai baik dari 33% menjadi 53%, sedangkan nilai sangat baik dari 0% menjadi 47%. Pada kegiatan pendampingan, seluruh kader sudah terampil menggunakan alat pemeriksaan kesehatan dan melakukan wawancara dan konseling. Partisipasi warga juga tinggi, tiap kegiatan warga yang memeriksakan diri sekitar 30 orang. Dengan demikian, pembentukan kader Posbindu PTM dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta meningkatkan partisipasi warga dalam pemeriksaan kesehatannya.