Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Teras Jurnal

Merancang Pemodelan Gerusan Lokal pada Pilar Jembatan Menggunakan Metode HEC-18 Berbasis Python Herison, Ahmad; Ahsan, Fathan Naufal; Romdania, Yuda; Zakaria, Ahmad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1276

Abstract

Abstrak   Gerusan lokal mengancam kestabilan pilar jembatan saat banjir, sementara perhitungan manual metode HEC-18 lambat dan rentan kesalahan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan arus sungai deras. Penelitian bertujuan mengembangkan model perhitungan gerusan berbasis metode HEC-18 untuk mendukung analisis yang lebih cepat dan akurat. Metode ini diterapkan dalam pengembangan aplikasi berbasis Python yang dilengkapi dengan visualisasi 2D dan potongan, sehingga mempermudah analisis dampak gerusan terhadap jembatan secara lebih intuitif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak hanya mempercepat proses perhitungan dibandingkan metode manual, tetapi juga secara signifikan mengurangi potensi kesalahan manusia serta memberikan solusi yang lebih efektif dan akurat dalam menjaga keberlanjutan jembatan. Kesimpulnya adalah penelitian ini berhasil mengembangkan model perhitungan gerusan berbasis metode HEC-18 dalam bentuk aplikasi untuk mendukung analisis yang lebih cepat dan akurat.   Kata kunci: simulasi numerik, pemodelan hidraulika, keamanan jembatan, analisis aliran sungai, analisis fondasi jembatan.     Abstract   Local scour threatens the stability of bridge piers during floods, while manual calculation using the HEC-18 method is slow and prone to errors, especially in areas with high rainfall and strong river currents. This research aims to develop a scour calculation model based on the HEC-18 method to support faster and more accurate analysis. This method is implemented in a Python-based application equipped with 2D and cross-sectional visualizations, making it easier to analyze the impact of scour on bridges more intuitively. The results show that this application not only accelerates the calculation process compared to the manual method but also significantly reduces the potential for human error and provides a more effective and accurate solution in maintaining bridge sustainability. The conclusion is that this research successfully develops a scour calculation model based on the HEC-18 method in the form of an application to support faster and more accurate analysis.   Keywords: numerical simulation, hydraulic modeling, bridge safety, river flow analysis, bridge foundation analysis.
Analisis Perbandingan Metode Penentuan NFR Berbasis Data Empiris dan Pengukuran Aktual untuk Optimasi Jaringan Irigasi widarsono, eko; Romdania, Yuda; Purwadi, Ofik; Zakaria, Ahmad; Herison, Ahmad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1301

Abstract

Debit saluran Way Gemol III Kanan adalah 0,056 m3/det dengan luas layanan 28 Ha dan koefisien efisiensi saluran primer 0,65, sehingga apabila dilakukan analisis secara empiris, maka didapat NFR sebesar 1,33 L/detik/ha. Analisis NFR empiris sudah sering dilakukan, tetapi belum pernah dilakukan perbandingan dengan pengukuran aktual yang dapat merepresentasikan kondisi langsung lapangan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan metode empiris dengan pengukuran aktual dalam mempengaruhi efisiensi desain dan distribusi jaringan irigasi Way Gemol. Metode yang diterapkan menggunakan metode empiris FAO (Penman) dan pengukuran aktual yang dilakukan selama 6 hari pada lahan demplot dengan cara pemberian air intermittent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka NFR metode empiris FAO (Penman) didapat sebesar 11,49 mm/hari atau 1,33 L/det/Ha dan angka NFR metode pengukuran aktual sebesar 14,83 mm/hari atau 1,72 L/det/Ha. Jika dibandingkan, terlihat bahwa adanya perbedaan angka NFR dari kedua metode yang menunjukkan bahwa NFR aktual lebih besar 0,39 L/det/Ha daripada NFR empiris. Perbedaan angka NFR metode empiris dan metode aktual dipengaruhi beberapa faktor penyebab antara lain: jenis tanah, data hidroklimatologi yang tidak representatif, serta waktu dan durasi penelitian yang singkat. Kesimpulan adalah, jika hasil pengukuran aktual menunjukkan angka NFR lebih tinggi dibandingkan metode empiris, maka penggunaan nilai tertinggi dari keduanya menjadi pendekatan konservatif yang lebih aman dan rasional dalam mendesain saluran irigasi.
Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air di Kabupaten Tulang Bawang Barat adama, riri arinda; Zakaria, Ahmad; Taufik P, Ofik; W, Endro; Romdania, Yuda
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1141

Abstract

Abstrak Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki luas 127.619 Ha dengan memiliki 9 Kecamatan di mana kebutuhan air di setiap tahunnya semakin meningkat. Penelitian ini menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air domestic dan non domestic Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk 20 tahun mendatang dimulai dari tahun 2024 hingga tahun proyeksi 2044. Metode penelitian menggunakan Analisa ketersediaan air, kebutuhan air, dan daya dukung air. Hasil Analisa yang dilakukan mendapatkan ketersediaan air bersih di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 4.217.642.254.194 L/tahun dengan total kebutuhan air domestik dan non domestik sebesar 18.134.612.550 L/tahun dengan daya dukung air sebesar 4.199.507.641.647 L/tahun dengan status surplus, proyeksi daya dukung air untuk 20 tahun mendatang didapatkan kebutuhan air setiap tahun meningkat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang mengalami pertumbuhan tiap tahunnya dan pembangunan di berbagai bidang dengan total sampai tahun 2044 sebesar 498.563.452.800 L/tahun dengan status surplus, oleh karena itu Kabupaten Tulang Bawang Barat perlu melakukan reboisasi dan penghijauan pada area pemukiman, membangun waduk di area yang berpotensial mengalami kekeringan dan memelihara rehabilitasi konservasi tanah dan air. Kata kunci:  Ketersediaan air, kebutuhan air, daya dukung air, neraca air, Kabupaten Tulang Bawang Barat Abstract West Tulang Bawang Regency is one of the regencies in Lampung Province which has an area of 127,619 Ha with 9 sub-districts where the need for water increases every year. This study analyzes the availability and demand for domestic and non-domestic water in West Tulang Bawang Regency for the next 20 years starting from 2024 to the projection year 2044. The research method uses analysis of water availability, water demand, and water carrying capacity. The results of the analysis obtained the availability of clean water in West Tulang Bawang Regency amounting to 4,217,642,254,194 L/year with a total domestic and non-domestic water demand of 18,134,612,550 L/year with a water carrying capacity of 4,199,507,641. 647 L/year with surplus status, the projection of water carrying capacity for the next 20 years obtained water demand increases every year due to population growth which experiences growth every year and development in various fields with a total until 2044 of 498,563,452,800 L/year with surplus status. Therefore, West Tulang Bawang Regency needs to reforest and reforest in residential areas, build reservoirs in areas that have the potential to experience drought and maintain soil and water conservation rehabilitation. Key words:  Water availability, water demand, water carrying capacity, water balance, West Tulang Bawang District