Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Surveilans WSSV Pada Carrier Dan Perairan Di Pesisir Anyer Dan Carita, Banten Yudha, Indra Gumay; Maulana, Zahri; Indriasih, Indriasih; Maharani, Henni Wijanti; Kusuma, Anma Hari
Journal of Tropical Marine Science Vol 7 No 1 (2024): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v7i1.5179

Abstract

Wilayah pesisir Anyer dan Carita lebih dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten, namun di kawasan tersebut juga terdapat panti benih (hatchery) dan tambak udang udang vaname. Keberadaan tambak udang tersebut dapat menurunkan kualitas air dan menjadi sumber penyebaran penyakit udang, seperti white spot syndrome virus (WSSV) yang dapat menularkan ke panti benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan white spot syndrome virus (WSSV) pada lingkungan perairan dan carrier yang terdapat di perairan sekitar tambak udang di wilayah pesisir Anyer dan Carita. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2022 yang berlokasi di perairan sekitar tambak udang wilayah pesisir Anyer dan Carita, Provinsi Banten dengan menggunakan metode deteksi real time-polymerase chain reaction (RT-PCR). Hasil penelitian menunjukkan 4 sampel terdeteksi WSSV dari 70 sampel yang terambil dengan nilai Ct 36,67(1), 35,99(2), 21,14(3) dan 35,61(4). Sampel yang terdeteksi WSSV berlokasi di stasiun 2 dan stasiun 5. Sampel positif ini terdeteksi pada perairan (air laut) dan carrier (teritip dan kelomang).
Struktur Komunitas Mangrove di Desa Sungai Nibung Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung Kusuma, Anma Hari
JURNAL ENGGANO Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.8.2.135-146

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan khas yang hidup di pesisir tropis yang dipengaruhi oleh pasang surut dan mampu beradaptasi dengan salinitas. Mangrove banyak sekali memiliki fungsi ekologi dan ekonomi. Desa Sungai Nibung merupakan salah satu desa yang memiliki potensi mangrove. Saat ini keberadaan kawasan mangrove di lokasi tersebut sebagian besar telah mengalami alih fungsi untuk keperluan pertambakan dan penebangan liar. Penelitian ini bertujuan mengkaji struktur dan sebaran mangrove berdasarkan karakteristik lingkungan di Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2022. Lokasi penelitian di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Komposisi mangrove di Desa Sungai Nibung memiliki kategori pertumbuhan mangrove yang lengkap mulai dari pohon, anakan, dan semai. Kompisisi vegetasi mangrove yang ditemukan di Desa Sungai Nibung sebanyak 5 (lima) jenis, yaitu jenis Avicennia marina, Avicennia officinalis, Exoecaria agallocha, Bruguiera cylindrica dan Rhizophora apiculata. Kenaekaragaman jenis mangrove di lokasi penelitian ini cukup tergolong tinggi dengan kondisi fisika-kimia perairan yang medukung untuk pertumbuhan mangrove. Kata kunci : Desa Sungai Nibung, Parameter Fisika-Kimia, Vegetasi Mangrove
Produksi Serasah Mangrove Avicenia alba di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung Kusuma, Anma Hari
Akuatiklestari Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v6i2.5195

Abstract

Mangrove merupakan tumbuhan tingkat tinggi yang hidup di pesisir tropis yang mampu beradaptasi terhadap salinitas dan dipengaruhi oleh pasang surut. Keberadaan mangrove dengan produksi serasahnya setelah mengalami dekomposisi merupakan salah satu sumber unsur hara bagi perairan sekitarnya. Serasah mangrove merupakan sumber bahan organik di perairan. Desa Sungai Nibung merupakan salah satu desa yang memliki ekosistem mangrove yang masih alami. Penelitian mengenai serasah mangrove untuk jenis Avicennia alba masih jarang dilakukan. Penelitian mengenai produksi serasah mangrove penting dilakukan agar dapat menganalisis produksi serasah mangrove di Desa Sungai Nibung. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Agustus 2022. Lokasi penelitian di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung. Pengambilan data mangrove dilakukan menggunakan metode transect kuadrat. Pengambilan contoh mangrove dilakukan dengan menganalisis jumlah serasah dari daun, ranting, bunga dan buah. Produktivitas serasah mangrove sebanding dengan umur, kerapatan mangrove dan fluktuasi curah hujan. Semakin tinggi umur dan kerapatan tajuk dan curah hujan maka semakin besar produksi serasah mangrove. Produksi serasah untuk jenis daun lebih besar dibandingkan jenis ranting dan bunga/buah karena dauh lebih cepat untuk regenerasi.
PENINJAUAN KAWASAN TERUMBU KARANG DAN INFRASTRUKTUR DI PULAU KELAGIAN BESAR SEBAGAI PENUNJANG EKOWISATA BAHARI Azzahra, Ardhita Rahma; Herison, Ahmad; Kusuma, Anma Hari; Romdania, Yuda
Jurnal Industri Parawisata Vol 7, No 2 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i2.2279

Abstract

Potensi wisata yang ada di setiap daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan, salah satunya Pulau Kelagian Besar yang letaknya berdekatan dengan Pulau Pahawang mempunyai terumbu karang yang potensial untuk kegiatan ekowisata. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji lebih lanjut kesesuaian serta daya dukung kawasan wisata tersebut yang disertai pula dengan peninjauan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan analisis Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung Kawasan peninjauan infrastruktur menggunakan parameter 3A sebagai acuan untuk merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung. Dari hasil analisis diperoleh kesesuaian wisata snorkeling dan diving pada stasiun 3 adalah 2,265 dan 2,475 . Luas area pemanfaatan pada stasiun ini seluas 2,71 ha untuk kegiatan snorkeling dan 11,3 ha untuk diving. peninjuan menemukan bahwa keadaan infrastruktur pendukung yang ada di pulau sudah cukup baik, meski demikian pengembangan lanjutan masih perlu dilakukan. Kesimpulan adalah pada stasiun 3 memiliki kategori kesesuaian S2 (sesuai) dengan daya tampung wistatawan untuk ekowisata snorkeling sebanyak 109 orang/hari dan diving sebanyak 452 orang/hari, saran infrastruktur pendukung yang dapat dibangun sebagai penunjang ekowisata pulau antara lain, gazebo, coffee shop dan fish market.
Struktur Komunitas Kepiting (Brachyura) di Ekosistem Mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang Kusuma, Anma Hari
Akuatiklestari Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i2.7074

Abstract

Mangrove merupakan vegetasi pesisir yang penting bagi biota laut. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komposisi dan kelimpahan kepiting (Brachyura) di ekosistem mangrove di Desa Sungai Nibung. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2023 bertempat di Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang dengan transek ukuran 1x1 m2. Hasil penelitian menujukkan komposisi kepiting yang ditemukan di lokasi penelitian diantaranya yaitu Episesarma chentongense, Parasesarma lanchesteri, Tubuca Bellator dan Tubuca dussumieri. Kelimpahan kepiting (Brachyura) tertinggi adalah jenis E. chentongense (63 ind/m2) sedangkan terendah adalah T. dussumieri (18 ind/m2). Kerapatan mangrove berkisar 100-7.600 ind/Ha, jenis sedimen berupa pasir kasar dan liat halus. Parameter fisika-kimia perairan masih mendukung untuk kehidupan kepiting (Brachyura).
Struktur Komunitas Gastropoda di Vegetasi Mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang Kusuma, Anma Hari
Akuatiklestari Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Akuatiklestari
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/akuatiklestari.v8i1.7206

Abstract

Mangrove salah vegetasi yang hidup di sepanjang muara sungai dimana kondisi kesehatan ekosistem ini sangat mempengaruhi kelimpahan dan keragaman biota asosiasi, seperti makrozoobentos. Salah satu dari biota makrozoobentos tersebut adalah gastropoda. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman dan kelimpahan gastropoda di vegetasi mangrove Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang. Penelitian ini dilakukan dari bulan Juli-Agustus 2023 di Desa Sungai Nibung, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung. Pengambilan data kerapatan mangrove dilakukan sebanyak tiga kali ulangan pada tiap stasiun ukuran 10 x 10 m2 sedangkan kelimpahan gastropoda 1 x 1 m2. Hasil penelitian menunjukkan gastropoda ditemukan sebanyak 560 individu yang terdiri dari 11 spesies, dan 7 famili dengan pola distribusi seragam, acak dan berkelompok dengan vegetasi mangrove cukup rapat. Ukuran butir sedimen yang berupa pasir kasar serta kondisi fisika-kimia perairan masih dalam kisaran baku mutu untuk biota laut sangat mendukung untuk kehidupan gastropoda.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Rentan Bencana (KRB) Melalui Program Sekolah Siaga Bencana (SSB) Sebagai Upaya Mitigasi Bencana di Desa Trimulyo Kabupaten Pesawaran Muhaemin, Moh; Mayaguezz, Henky; Kusuma, Anma Hari; Susanti, Oktora; Hudaidah, Siti; Efendi, eko
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.5847

Abstract

Bencana di kawasan pesisir dapat terjadi kapan saja dengan skala bencana dan cenderung berdampak besar bagi masyarakat terutama kelompok rentan. Amanat UU No. 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa kelompok rentan merupakan kelompok masyarakat berisiko tinggi, karena berada dalam situasi dan kondisi yang kurang memiliki kemampuan mempersiapkan diri dalam menghadapi risiko bencana atau ancaman bencana,  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dalam upaya meningkatkan kemampuan mengidentifikasi peluang bencana di sekitarnya dan meningkatkan keterampilan penanganan diri untuk mengurangi resiko kebencaan yang diderita. Peningkatan kapasitas kelompok mayarakat rentan dilakukan dengan mengadakan kegiatan penyuluhan tatap muka, dan kegiatan simulasi bencana kepada sejumlah siswa sekolah dasar (SD) dan masyarakat desa setempat. Pemilihan kelompok rentan tersebut didasarkan pada kondisi demografi masyarakat setempat. Kegiatan pengabdian mendapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan kelompok masyarakat rentan dalam mengidentifikasi dan menangani jenis dan resiko kebencanaan di daerahnya.
APLIKASI PEMANFAATAN LIMBAH TULANG IKAN SEBAGAI BAHAN TAMBAHAN PERMBUATAN KERUPUK DI DESA MARGASARI, KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI, KABUPATEN LAMPUNG TIMUR, PROVINSI LAMPUNG Kusuma, Anma Hari; Kartini, Nidya; Delis, Putu Cinthia
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 1 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v1i2.6245

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki sumber daya ikan yang berlimpah sehingga membuat industri pengolahan ikan semakin berkembang pesat sehingga memungkinan menhasilkan. limbah perikanan yang cukup besar. Tulang ikan merupakan salah satu limbah hasil pengolahan perikanan. Tulang ikan dapat dijadikan sumber kalsium sebagai salah satu upaya fortifikasi zat gizi dalam makanan. Kalsium merupakan mineral dalam tubuh yang memegang peranan penting dalam tubuh yang berperan dalam proses pembekuan darah, proses kontraksi otot dan penghantar impuls syaraf serta menjaga keseimbangan hormon. Tubuh manusia tidak dapat memproduksi kalsium sehingga harus dipenuhi melalui asupan makanan bergizi. Salah satu dampak defesiensi kalsium adalah osteporosis. Osteoporosis merupakan kondisi tulang menjadi rapuh dan mudah retak atau patah disaat usia sudah tua. Diversifikasi pangan dapat dilakukan dengan membuat jenis makanan yang mengandung kalsium tinggi dari pemanfaatan tulang ikan. Salah satu produk olahan pangan tersebut adalah kerupuk. Kerupuk merupakan makanan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat pada semua usia. Desa Margasari merupakan salah satu desa di Kabupaten Lampung Timur yang memiliki potensi perikanan yang cukup besar. Desa ini juga merupakan desa binaan Universitas Lampung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengatasi limbah perikanan sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah perikanan melalui diversifikasi produk olahan makana yang memiliki nilai gizi. Manfaat kegiatan ini dapat menjadi sumber mata pencaharian alternatif dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Margasari
REHABILITASI EKOSISTEM TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN TERUMBU BUATAN DI PERAIRAN DESA KUNJIR, KECAMATAN RAJABASA, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN, PROVINSI LAMPUNG Kusuma, Anma Hari; Muhaemin, Mohammad; Mayaguezz, Henky; Effendi, Eko
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.7216

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan suatu ekosistem khas wilayah tropis. Letak wilayah Indonesia yang berada di kawasan segitiga terumbu karang dunia menjadikan Indonesia sebagai pusat keanekaragaman terumbu karang dunia. Selain memiliki produktivitas dan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terumbu karang merupakan tempat mencari makan (feeding ground), memijah (spawning ground) dan pembesaran serta pengasuhan (nursery ground). Berbagai jenis sumber daya ikan yang hidup di wilayah terumbu karang yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Desa Kunjir merupakan daerah pesisir di Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki potensi sumber daya terumbu karang yang besar yang dapat dimanfaatkan untuk perikanan dan pariwisata bahari. Selaih merupakan suatu ekosistem unik di perairan tropis dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi namun sangat rentan terhadap degradasi. Tsunami yang terjadi di Selat Sunda menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan mengakibatkan kerusakan ekosistem terumbu karang di Desa Kunjir. Karang di perairan ini menjadi terangkat ke permukaan air, terdampar di pantai dan mati. Kondisi ini juga menyebabkan berkurangnya hasil tangkapan ikan di wilayah pesisir. Tetap terjaganya kondisi ekosistem terumbu karang secara tidak langsung akan menciptakan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat Desa Kunjir. Terumbu karang yang sudah dalam kondisi rusak parah membutuhkan waktu yang lama untuk dapat kembali pulih karena laju pemulihan kondisi terumbu karang sangatlah lambat sehingga diperlukan adanya intervensi rehabilitasi untuk mengembalikan fungsi ekosistem terumbu karang. Transplantasi karang merupakan teknik penanaman karang baru dengan menggunakan metode fragmentasi dengan benih karang yang diambil dari indukan koloni karang tertentu. Transplantasi terumbu karang diharapkan dapat mempercepat regenerasi terumbu karang yang telah rusak serta dapat membangun daerah terumbu karang baru. Salah satu upaya rehabilitasi terumbu karang yang telah dilakukan di Indonesia antara lain dengan menggunakan terumbu butan. Metode ini dipilih sebagai salah satu yang cocok untuk pertumbuhan rekrutmen karang dan pemulihan ekosistem terumbu karang, karena permukaannya yang kasar dan keras. Keunggulan metode ini selain tingkat keberhasilan rekrutmrnt karang yang tinggi juga cocok pada daerah yang terumbu karangnya sudah rusak dan di lokasi-lokasi pariwisata bawah air sehingga dapat dijadikan sebagai objek yang menarik untuk dilihat saat menyelam dan snorkling. Kunci keberhasilan dalam pelaksanaan kegiatan pemulihan ekosistem terumbu karang melalui transplantasi karang adalah pemilihan lokasi, jenis karang yang ditransplantasi, kesiapan masyarakat pengelola, dan kualitas perairan. Melalui program ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi masyarakat setempat akan pentingnnya rehabilitasi karang melalui transplantasi karang dalam upaya menjaga eksosistem terumbu karang yang berkelanjutan. 
Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Pengembangan Kawasan Tembakau 2015-2022 di Kabupaten Pesawaran Muhaemin, Moh; Susanti, OKtora; Mayaguezz, Henky; Amin, Muhammad Khaliqul; Hudaidah, Siti; Effendi, Eko; Kusuma, Anma Hari; Ramadhan, Muhammad Gilang; Lahay, Almira; Rochana, Erna
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i2.7333

Abstract

Tembakau Kabupaten Pesawaran menempati posisi ke-3 terbesar (tahun 2022) di Provinsi Lampung dengan rata-rata produksi 81,0  ton dan luas areal 85 ha, namun memiliki produktivitas tertinggi sebesar 0,75 ton/ha. Tanaman tembakau di Kabupaten Pesawaran dikelola sebagai perkebunan rakyat dengan karakteristik luas lahan yang sempit, letak terpencar, bersifat padat karya, serta teknik budidaya hingga pengolahan yang bersifat tradisional dan sederhana. Namun dengan tingkat permintaan yang tinggi dan cenderung meningkat mendorong perlu dilakukannya suatu upaya analisis pengembangan usaha tembakau bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Analisis meliputi kondisi terkini dan rencana aksi pengembangan usaha melalui pendekatan SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 4 faktor Penguat (Strength), 4 faktor Pelemah (Weekness), 4 faktor Peluang (Opportunity), dan 2 faktor Ancaman (Threath)