Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

EVALUASI EROSI TANAH BERVEGETASI DENGAN ALAT RAINFALL SIMULATOR (TES EKSPERIMENTAL DI LABORATORIUM) Azzahra, Iftasya Shafa; Romdania, Yuda; Herison, Ahmad; Tugiono, Subuh; Murda, Gung Bagus J
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 29 No. 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i2.3724

Abstract

Hujan adalah bagian dari siklus hidrologi yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan erosi. Penelitian di Kebun Kolektif TP PKK Kota Bandar Lampung mengindikasikan kekurangan unsur hara akibat erosi yang disebabkan oleh limpasan air hujan, ditambah dengan kondisi lahan yang cukup curam. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi kemiringan dan intensitas curah hujan terhadap laju erosi serta upaya pengendaliannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rainfall simulator. Hasil dari penelitian adalah laju erosi terkecil terjadi pada intensitas curah hujan 0,75 liter/menit dan kemiringan lereng 8% terjadi sebesar 0,04 Ton/Ha sedangkan laju erosi paling besar terjadi yaitu pada intensitas curah hujan 1,75 liter/menit dan kemiringan lereng 45% terjadi sebesar 0,59 Ton/Ha, terlihat bahwa intensitas curah hujan dan kemiringan lereng mempunyai pengaruh signifikan terhadap laju erosi tanah, laju erosi semakin meningkat seiring dengan kedua faktor tersebut. Kesimpulannya adalah curah hujan dengan intensitas tinggi dan kemiringan lereng yang curam meningkatkan laju erosi yang dapat merusak struktur tanah, sehingga perlu dilakukan teknik konservasi untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kesuburan tanah, seperti pemeliharaan vegetasi penutup tanah dan penyuluhan teknik konservasi tanah bagi petani dan masyarakat. Kata kunci: Siklus Hidrologi, Vegetasi, Limpasan, Curah Hujan, Kemiringan Lereng
EKOWISATA MANGROVE CUKU NYI-NYI SESUAI INDEKS KESESUAIAN WISATA DAN DAYA DUKUNG KAWASAN Kesuma, Mas Achmad Arief Rachmatulah; Herison, Ahmad; Sari, Devi Kurnia; Romdania, Yuda; M, Sefrinta S
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 30 No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i1.4082

Abstract

Ekowisata mangrove Cuku Nyi-Nyi adalah ekowisata yang berkelanjutan, namun belum memiliki penilaian terkait kesesuaian wisata dan masterplan. Tujuan penelitian adalah menganalisis secara spasial, Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), Daya Dukung Kawasan (DDK), dan masterplan infrastruktur pendukung di ekowisata mangrove Cuku-Nyi-Nyi. Metode yang digunakan meliputi analisis kesesuaian ekowisata mangrove menggunakan metode transek jalur, analisis spasial dengan perangkat lunak analisis spasial, serta analisis kesesuaian masterplan infrastruktur pendukung menggunakan metode supply and demand. Hasil penelitian menunjukkan data transek vegetasi rhizophora apiculata dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 249,744 dan rhizophora stylosa dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 50,255. Kawasan ini memiliki nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) sebesar 2,1 dan nilai Daya Dukung Kawasan (DDK) sebesar 91 orang per hari. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan masterplan infrastruktur pendukung yang direkomendasikan, yaitu sumber daya listrik, selter edukasi, dermaga, jalan beton, musholla, dan kios makanan. Kesimpulannya adalah wilayah ekowisata Cuku Nyi-Nyi memiliki nilai IKW yang masuk dalam kategori sesuai (S2) dan DDK yang masuk dalam kategori aman per hari, serta menghasilkan masterplan dan DED Infrastruktur pendukung.
EKOWISATA MANGROVE CUKU NYI-NYI SESUAI INDEKS KESESUAIAN WISATA DAN DAYA DUKUNG KAWASAN Kesuma, Mas Achmad Arief Rachmatulah; Herison, Ahmad; Sari, Devi Kurnia; Romdania, Yuda; M, Sefrinta S
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 30 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v30i1.4082

Abstract

Ekowisata mangrove Cuku Nyi-Nyi adalah ekowisata yang berkelanjutan, namun belum memiliki penilaian terkait kesesuaian wisata dan masterplan. Tujuan penelitian adalah menganalisis secara spasial, Indeks Kesesuaian Wisata (IKW), Daya Dukung Kawasan (DDK), dan masterplan infrastruktur pendukung di ekowisata mangrove Cuku-Nyi-Nyi. Metode yang digunakan meliputi analisis kesesuaian ekowisata mangrove menggunakan metode transek jalur, analisis spasial dengan perangkat lunak analisis spasial, serta analisis kesesuaian masterplan infrastruktur pendukung menggunakan metode supply and demand. Hasil penelitian menunjukkan data transek vegetasi rhizophora apiculata dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 249,744 dan rhizophora stylosa dengan Indeks Nilai Penting (INP) sebesar 50,255. Kawasan ini memiliki nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) sebesar 2,1 dan nilai Daya Dukung Kawasan (DDK) sebesar 91 orang per hari. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan masterplan infrastruktur pendukung yang direkomendasikan, yaitu sumber daya listrik, selter edukasi, dermaga, jalan beton, musholla, dan kios makanan. Kesimpulannya adalah wilayah ekowisata Cuku Nyi-Nyi memiliki nilai IKW yang masuk dalam kategori sesuai (S2) dan DDK yang masuk dalam kategori aman per hari, serta menghasilkan masterplan dan DED Infrastruktur pendukung.
PENINJAUAN KAWASAN TERUMBU KARANG DAN INFRASTRUKTUR DI PULAU KELAGIAN BESAR SEBAGAI PENUNJANG EKOWISATA BAHARI Azzahra, Ardhita Rahma; Herison, Ahmad; Kusuma, Anma Hari; Romdania, Yuda
Jurnal Industri Parawisata Vol 7, No 2 (2025): JANUARY
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i2.2279

Abstract

Potensi wisata yang ada di setiap daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan, salah satunya Pulau Kelagian Besar yang letaknya berdekatan dengan Pulau Pahawang mempunyai terumbu karang yang potensial untuk kegiatan ekowisata. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji lebih lanjut kesesuaian serta daya dukung kawasan wisata tersebut yang disertai pula dengan peninjauan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan analisis Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung Kawasan peninjauan infrastruktur menggunakan parameter 3A sebagai acuan untuk merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung. Dari hasil analisis diperoleh kesesuaian wisata snorkeling dan diving pada stasiun 3 adalah 2,265 dan 2,475 . Luas area pemanfaatan pada stasiun ini seluas 2,71 ha untuk kegiatan snorkeling dan 11,3 ha untuk diving. peninjuan menemukan bahwa keadaan infrastruktur pendukung yang ada di pulau sudah cukup baik, meski demikian pengembangan lanjutan masih perlu dilakukan. Kesimpulan adalah pada stasiun 3 memiliki kategori kesesuaian S2 (sesuai) dengan daya tampung wistatawan untuk ekowisata snorkeling sebanyak 109 orang/hari dan diving sebanyak 452 orang/hari, saran infrastruktur pendukung yang dapat dibangun sebagai penunjang ekowisata pulau antara lain, gazebo, coffee shop dan fish market.
PENINJAUAN KAWASAN TERUMBU KARANG DAN INFRASTRUKTUR DI PULAU KELAGIAN BESAR SEBAGAI PENUNJANG EKOWISATA BAHARI Azzahra, Ardhita Rahma; Herison, Ahmad; Kusuma, Anma Hari; Romdania, Yuda
Jurnal Industri Parawisata Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Industri Pariwisata JANUARY 2025
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/pariwisata.v7i2.2279

Abstract

Potensi wisata yang ada di setiap daerah memiliki peluang besar untuk dikembangkan, salah satunya Pulau Kelagian Besar yang letaknya berdekatan dengan Pulau Pahawang mempunyai terumbu karang yang potensial untuk kegiatan ekowisata. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji lebih lanjut kesesuaian serta daya dukung kawasan wisata tersebut yang disertai pula dengan peninjauan infrastruktur. Penelitian ini menggunakan analisis Indeks Kesesuaian Wisata, Daya Dukung Kawasan & peninjauan infrastruktur menggunakan parameter 3A sebagai acuan untuk merencanakan pembangunan infrastruktur pendukung. Dari hasil analisis diperoleh kesesuaian wisata snorkeling dan diving pada stasiun 3 adalah 2,265 dan 2,475 . Luas area pemanfaatan pada stasiun ini seluas 2,71 ha untuk kegiatan snorkeling dan 11,3 ha untuk diving. peninjuan menemukan bahwa keadaan infrastruktur pendukung yang ada di pulau sudah cukup baik, meski demikian pengembangan lanjutan masih perlu dilakukan. Kesimpulan adalah pada stasiun 3 memiliki kategori kesesuaian S2 (sesuai) dengan daya tampung wistatawan untuk ekowisata snorkeling sebanyak 109 orang/hari dan diving sebanyak 452 orang/hari, saran infrastruktur pendukung yang dapat dibangun sebagai penunjang ekowisata pulau antara lain, gazebo, coffee shop dan fish market.
Merancang Pemodelan Gerusan Lokal pada Pilar Jembatan Menggunakan Metode HEC-18 Berbasis Python Herison, Ahmad; Ahsan, Fathan Naufal; Romdania, Yuda; Zakaria, Ahmad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1276

Abstract

Abstrak   Gerusan lokal mengancam kestabilan pilar jembatan saat banjir, sementara perhitungan manual metode HEC-18 lambat dan rentan kesalahan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan arus sungai deras. Penelitian bertujuan mengembangkan model perhitungan gerusan berbasis metode HEC-18 untuk mendukung analisis yang lebih cepat dan akurat. Metode ini diterapkan dalam pengembangan aplikasi berbasis Python yang dilengkapi dengan visualisasi 2D dan potongan, sehingga mempermudah analisis dampak gerusan terhadap jembatan secara lebih intuitif.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak hanya mempercepat proses perhitungan dibandingkan metode manual, tetapi juga secara signifikan mengurangi potensi kesalahan manusia serta memberikan solusi yang lebih efektif dan akurat dalam menjaga keberlanjutan jembatan. Kesimpulnya adalah penelitian ini berhasil mengembangkan model perhitungan gerusan berbasis metode HEC-18 dalam bentuk aplikasi untuk mendukung analisis yang lebih cepat dan akurat.   Kata kunci: simulasi numerik, pemodelan hidraulika, keamanan jembatan, analisis aliran sungai, analisis fondasi jembatan.     Abstract   Local scour threatens the stability of bridge piers during floods, while manual calculation using the HEC-18 method is slow and prone to errors, especially in areas with high rainfall and strong river currents. This research aims to develop a scour calculation model based on the HEC-18 method to support faster and more accurate analysis. This method is implemented in a Python-based application equipped with 2D and cross-sectional visualizations, making it easier to analyze the impact of scour on bridges more intuitively. The results show that this application not only accelerates the calculation process compared to the manual method but also significantly reduces the potential for human error and provides a more effective and accurate solution in maintaining bridge sustainability. The conclusion is that this research successfully develops a scour calculation model based on the HEC-18 method in the form of an application to support faster and more accurate analysis.   Keywords: numerical simulation, hydraulic modeling, bridge safety, river flow analysis, bridge foundation analysis.
Assessment of Development Potential for Central Government Irrigation Zones in Metro City Pratama, Muhammad Vareza; Purwadi, Ofik Taufik; Romdania, Yuda; Zakaria, Ahmad; Herison, Ahmad
Bentang : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 13 No 2 (2025): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil (July 2025)
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/bentang.v13i2.10446

Abstract

The decline in agriculture, forestry, and fisheries sector revenue by 5.24% in Metro City in 2024 necessitates efforts to increase productivity through the development of irrigation areas (D.I). This study aims to analyze the existing conditions of central authority irrigation areas and assess their expansion potential according to the 2013 KP-01 standards. The research employs a mixed-method approach, utilizing quantitative analysis for spatial data processing and planning criteria assessment, complemented by qualitative analysis for interpretation and deepening of results. The findings indicate that the Karangrejo and Tejo Agung Clusters meet all eight criteria of the KP-01 irrigation planning standards, with an increase in irrigated land area from 18.71 hectares to 388.62 hectares. Both clusters demonstrate moderate soil fertility with adequate water sources from the Way Bunut River and reservoir for Karangrejo, and the Batanghari River with D.I. Way Sekampung channel for Tejo Agung. The analysis also confirms the fulfillment of aspects including water availability, farmer presence, road access, land ownership status, flood resistance, and compliance with Metro City's spatial planning (RTRW). In conclusion, the development of irrigation areas in both clusters is feasible and should be implemented through a planned and integrated approach to enhance agricultural productivity and water management effectiveness in Metro City.
Analisis Implementasi Metode Petak Kecil terhadap Pendugaan laju Erosi Lahan Non Vegetasi Sudewa, Wijoyo Mensen; Romdania, Yuda; Herison, Ahmad; Purwadi, Ofik Taufik
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.303-314

Abstract

Pengelolaan lahan yang tidak tepat kemungkinan besar akan menyebabkan kerusakan yang lebih serius terhadap lahan dan lingkungan, seperti longsor, erosi, sedimentasi, banjir ,dan kekeringan. Erosi tanah ini hasil proses alami yang terjadi karena angin kencang, hujan deras, dan air mengalir. Tujuan penelitian adalah analisis variasi intensitas hujan pada lahan tanpa vegetasi yang mempengaruhi laju erosi dan volume air limpasan serta memperkirakan besarnya laju erosi di waktu mendatang. Metode yang digunakan merupakan metode petak kecil dengan model petak yang berdimensi dengan ukuran panjang 4 m dan lebar 2 m. Dalam analisis hidrologi menggunakan metode aritmatika dan metode mononobe. Dengan variasi intensitas hujan 0,75 liter/menit, 1,00 liter/menit, 1,25 liter/menit, 1,50 liter/menit, dan 1,75 liter/menit didapatkan nilai volume air limpasan terkecil 6,44 liter dan terbesar 10,43 liter. Hal ini menunjukkan lebih banyak air yang melimpas dari pada yang meresap, sehingga energi kinetik air mengalir di permukaan meningkat menyebabkan tanah permukaan tergerus. Kemudian nilai laju erosi mengalami peningkatan seiring kenaikan intensitas hujan dan menghasilkan trendline hubungan antara intensitas hujan dan laju erosi yaitu y = 0,3827x2 + 0,0531x - 0,1828 dimana x adalah variabel intensitas hujan dan y adalah hasil laju erosi. Berdasarkan hasil perhitungan laju erosi dengan nilai intensitas hujan dalam kala ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun didapatkan nilai laju erosi terbesar pada kala ulang 100 tahun sebesar 15,6186 ton/ha/tahun. Kesimpulannya adalah intensitas hujan yang tinggi meningkatkan volume air limpasan dan laju erosi dengan perbandingan kuadratik serta perkiraan laju erosi di lokasi penelitian tergolong sangat ringan hingga ringan.
Analisis Permodelan Laju Kehilangan Tanah Akibat Variasi Hujan Menggunakan Rainfall Simulator (Uji Eksperimental Laboratorium) Dewi, Tiara Servita; Romdania, Yuda; Herison, Ahmad; Ashruri, Ashruri
Jurnal Teknik Sipil Vol 21 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v21i2.9078

Abstract

Soil erosion affects the quality level of soil carrying capacity. This happened in the TP PKK Collective Garden in Bandar Lampung City, which experienced fertility degradation due to reduced soil nutrient content. The purpose of this study is to analyze the effect of slope variations with variations in rainfall intensity on the magnitude of erosion in non-vegetated soils and to identify control strategies that can be applied. The method used in this study is to use a Rainfall Simulator with variations in the slope and intensity of rain on non-vegetation soils. The results of the calculation of the highest erosion rate of 14.91 tons/ha occurred at (slope of 45% with a rain intensity of 1.75 liters/minute), while the lowest erosion rate of 1.67 tons/ha occurred at (slope of 8% with a rain intensity of 0.75 liters/minute). Statistical analysis showed that the relationship between erosion rate and rainfall intensity and slope had a determination coefficient close to 1, indicating that these variables had a significant influence on erosion rate. The conclusion is that the rate of erosion increases along with the slope and the intensity of rainfall, therefore efforts to reduce erosion by planting plants, planting plant residues, making terraces, and using chemical or natural prepats.
Analisis Perbandingan Metode Penentuan NFR Berbasis Data Empiris dan Pengukuran Aktual untuk Optimasi Jaringan Irigasi widarsono, eko; Romdania, Yuda; Purwadi, Ofik; Zakaria, Ahmad; Herison, Ahmad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1301

Abstract

Debit saluran Way Gemol III Kanan adalah 0,056 m3/det dengan luas layanan 28 Ha dan koefisien efisiensi saluran primer 0,65, sehingga apabila dilakukan analisis secara empiris, maka didapat NFR sebesar 1,33 L/detik/ha. Analisis NFR empiris sudah sering dilakukan, tetapi belum pernah dilakukan perbandingan dengan pengukuran aktual yang dapat merepresentasikan kondisi langsung lapangan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan metode empiris dengan pengukuran aktual dalam mempengaruhi efisiensi desain dan distribusi jaringan irigasi Way Gemol. Metode yang diterapkan menggunakan metode empiris FAO (Penman) dan pengukuran aktual yang dilakukan selama 6 hari pada lahan demplot dengan cara pemberian air intermittent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka NFR metode empiris FAO (Penman) didapat sebesar 11,49 mm/hari atau 1,33 L/det/Ha dan angka NFR metode pengukuran aktual sebesar 14,83 mm/hari atau 1,72 L/det/Ha. Jika dibandingkan, terlihat bahwa adanya perbedaan angka NFR dari kedua metode yang menunjukkan bahwa NFR aktual lebih besar 0,39 L/det/Ha daripada NFR empiris. Perbedaan angka NFR metode empiris dan metode aktual dipengaruhi beberapa faktor penyebab antara lain: jenis tanah, data hidroklimatologi yang tidak representatif, serta waktu dan durasi penelitian yang singkat. Kesimpulan adalah, jika hasil pengukuran aktual menunjukkan angka NFR lebih tinggi dibandingkan metode empiris, maka penggunaan nilai tertinggi dari keduanya menjadi pendekatan konservatif yang lebih aman dan rasional dalam mendesain saluran irigasi.