Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Air di Kabupaten Tulang Bawang Barat adama, riri arinda; Zakaria, Ahmad; Taufik P, Ofik; W, Endro; Romdania, Yuda
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v14i2.1141

Abstract

Abstrak Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki luas 127.619 Ha dengan memiliki 9 Kecamatan di mana kebutuhan air di setiap tahunnya semakin meningkat. Penelitian ini menganalisis ketersediaan dan kebutuhan air domestic dan non domestic Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk 20 tahun mendatang dimulai dari tahun 2024 hingga tahun proyeksi 2044. Metode penelitian menggunakan Analisa ketersediaan air, kebutuhan air, dan daya dukung air. Hasil Analisa yang dilakukan mendapatkan ketersediaan air bersih di Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 4.217.642.254.194 L/tahun dengan total kebutuhan air domestik dan non domestik sebesar 18.134.612.550 L/tahun dengan daya dukung air sebesar 4.199.507.641.647 L/tahun dengan status surplus, proyeksi daya dukung air untuk 20 tahun mendatang didapatkan kebutuhan air setiap tahun meningkat disebabkan oleh pertumbuhan penduduk yang mengalami pertumbuhan tiap tahunnya dan pembangunan di berbagai bidang dengan total sampai tahun 2044 sebesar 498.563.452.800 L/tahun dengan status surplus, oleh karena itu Kabupaten Tulang Bawang Barat perlu melakukan reboisasi dan penghijauan pada area pemukiman, membangun waduk di area yang berpotensial mengalami kekeringan dan memelihara rehabilitasi konservasi tanah dan air. Kata kunci:  Ketersediaan air, kebutuhan air, daya dukung air, neraca air, Kabupaten Tulang Bawang Barat Abstract West Tulang Bawang Regency is one of the regencies in Lampung Province which has an area of 127,619 Ha with 9 sub-districts where the need for water increases every year. This study analyzes the availability and demand for domestic and non-domestic water in West Tulang Bawang Regency for the next 20 years starting from 2024 to the projection year 2044. The research method uses analysis of water availability, water demand, and water carrying capacity. The results of the analysis obtained the availability of clean water in West Tulang Bawang Regency amounting to 4,217,642,254,194 L/year with a total domestic and non-domestic water demand of 18,134,612,550 L/year with a water carrying capacity of 4,199,507,641. 647 L/year with surplus status, the projection of water carrying capacity for the next 20 years obtained water demand increases every year due to population growth which experiences growth every year and development in various fields with a total until 2044 of 498,563,452,800 L/year with surplus status. Therefore, West Tulang Bawang Regency needs to reforest and reforest in residential areas, build reservoirs in areas that have the potential to experience drought and maintain soil and water conservation rehabilitation. Key words:  Water availability, water demand, water carrying capacity, water balance, West Tulang Bawang District
EVALUASI EROSI TANAH BERVEGETASI DENGAN ALAT RAINFALL SIMULATOR (TES EKSPERIMENTAL DI LABORATORIUM) Azzahra, Iftasya Shafa; Romdania, Yuda; Herison, Ahmad; Tugiono, Subuh; Murda, Gung Bagus J
Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur Vol 29 No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL DAN ARSITEKTUR
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jtsa.v29i2.3724

Abstract

Hujan adalah bagian dari siklus hidrologi yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan erosi. Penelitian di Kebun Kolektif TP PKK Kota Bandar Lampung mengindikasikan kekurangan unsur hara akibat erosi yang disebabkan oleh limpasan air hujan, ditambah dengan kondisi lahan yang cukup curam. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh variasi kemiringan dan intensitas curah hujan terhadap laju erosi serta upaya pengendaliannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rainfall simulator. Hasil dari penelitian adalah laju erosi terkecil terjadi pada intensitas curah hujan 0,75 liter/menit dan kemiringan lereng 8% terjadi sebesar 0,04 Ton/Ha sedangkan laju erosi paling besar terjadi yaitu pada intensitas curah hujan 1,75 liter/menit dan kemiringan lereng 45% terjadi sebesar 0,59 Ton/Ha, terlihat bahwa intensitas curah hujan dan kemiringan lereng mempunyai pengaruh signifikan terhadap laju erosi tanah, laju erosi semakin meningkat seiring dengan kedua faktor tersebut. Kesimpulannya adalah curah hujan dengan intensitas tinggi dan kemiringan lereng yang curam meningkatkan laju erosi yang dapat merusak struktur tanah, sehingga perlu dilakukan teknik konservasi untuk mengurangi laju erosi dan menjaga kesuburan tanah, seperti pemeliharaan vegetasi penutup tanah dan penyuluhan teknik konservasi tanah bagi petani dan masyarakat. Kata kunci: Siklus Hidrologi, Vegetasi, Limpasan, Curah Hujan, Kemiringan Lereng
Bantuan Penyuluhan dan Kegiatan Transplantasi Terumbu Karang di Pantai Ketapang Kabupaten Pesawaran Herison, Ahmad; Romdania, Yuda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Sakai Sambayan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract — Coral reefs are coastal marine biota biodiversity. Ketapang beach is one of the tourism destinations in the province of Lampung, therefore there are many activities that can be identified damage to the coral reef at the beach area, so that the necessary steps anticipatory one of them is to transplant corals. The purpose of this service activities 1) Knowing the causes of coral reef degradation in Ketapang Beach, 2) Implement saving coral reefs on the coast of Ketapang, Ketapang District of Pesawaran District. The method is performed in the context of community service are 1) Extension to the public on the importance of coral reef ecosystems, 2) Doing tranplastasi coral fragmentation method using acropora seed. Event followed by several stakeholders from the public and the government. This activity can be concluded: 1) The activities of Ketapang beach tourism indicate damage to coral reefs in the region, it is necessary for coral reef conservation efforts with transplant method. 2) The activity of saving coral reefs done by: transplants used is the fragmentation method. And to preserve the coral reef ecosystem, program outreach to the community is also an effort to prevent the destruction of coral reefs. Keywords — Coral Reef, Tranplantation, Ketapang Beach.
P PENYULUHAN PEMANFAATAN AIR HUJAN KELURAHAN JAGABAYA III KECAMATAN WAY HALIM KOTA BANDAR LAMPUNG: PENYULUHAN PEMANFAATAN AIR HUJAN Romdania, Yuda
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v4i2.143

Abstract

Kelurahan Jagabaya III merupakan salah satu kelurahan yang padat penduduknya. Dengan kondisi penampang saluran yang belum sesuai maka diperlukan usaha preventif untuk menghindari luapan air dari drainase yang dapat menimbulkan genangan/banjir. Tujuan dari kefgiatan ini adalah pemanfaatan air hujan demi menghindari kerusakan lingkungan baik dari meluapnya drainase,banjir, dan sebagainya, serta memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan air hujan dan bagaimana cara menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari dalam bentuk kegiatan penyuluhan. Lokasi Penyuluhan Pemanfaatan Air Hujan berlokasi di Balai Kelurahan Jagabaya III, Kecamatan Way Halim. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pengambilan data primer, pengolahan data dengan menggunkaan data curah hujan, dan penyuluhan. Kegiatan penyuluhan tersebut diikuti oleh Pemerintah Setempat dalam hal ini Pegawai serta Lurah Jagabaya III, dan masyarakat sekitar. Pengolahan data dengan memperhitungkan curah hujan harian rerata, koefisien tampungan hujan melalui atap dan menganalisa keksesuaian tampungan dengan curah hujan yang ada. Solusi pemanfaatan air hujan yang sesuai untuk Kelurahan Jagabaya III adalah sistem jaringan air hujan yang ditampung dalam tangki air melalui proses filtrasi kemudian diteruskan ke sumur resapan dan kelebihan air yang tidak terserap akan disalurkan ke dalam saluran pembuangan.