Flyover Aloha di Kabupaten Sidoarjo memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kota Surabaya dan Bandara Juanda. Sebelum adanya flyover, kawasan ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama pada jam sibuk. Kehadiran flyover dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan jalur lalu lintas yang lebih lancar sekaligus mengurangi konflik pada persimpangan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas flyover terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.Survei lapangan dilakukan di tiga titik pengamatan, yaitu Jalan Raya Bandara Juanda (Titik A), Jalan Raya Waru arah Sidoarjo (Titik B), serta Jalan Raya Waru arah Surabaya (Titik C). Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari yakni kamis, jumat, dan sabtu, pada jam sibuk pagi 06.00–08.00 dan sore 16.00–18.00 dengan pencatatan setiap 15 menit. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,63, dengan rata-rata pada jam sibuk sore berkisar antara 0,40 hingga 0,50. Angka ini masih di bawah ambang batas DS = 0,85 sehingga kondisi jalan tergolong dalam tingkat pelayanan C yang menandakan arus kendaraan tetap stabil. Perhitungan waktu tempuh juga mendukung temuan tersebut. Pada Titik A, waktu tempuh tercatat 0,00819 jam untuk jarak 0,5 km dengan kecepatan 61 km/jam. Hasil serupa diperoleh di Titik B, sedangkan di Titik C waktu tempuh mencapai 0,00724 jam dengan kecepatan 69 km/jam. Secara keseluruhan, keberadaan Flyover Aloha terbukti meningkatkan kinerja lalu lintas di Jalan Raya Waru, ditunjukkan oleh kapasitas jalan yang lebih baik, berkurangnya kemacetan, serta waktu perjalanan yang lebih singkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi instansi terkait dalam mengevaluasi efektivitas infrastruktur jalan dan menyusun rencana pengembangan sistem transportasi di wilayah strategis Sidoarjo pada masa mendatang.