Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS KELANCARAN LALU LINTAS PADA JALAN RAYA WARU PASCA PEMBANGUNAN FLYOVER ALOHA SIDOARJO : ANALYSIS OF THE EFFECTIVENESS OF TRAFFIC FLOW ON THE WARU HIGHWAY AFTER THE CONSTRUCTION OF THE ALOHA SIDOARJO OVERPASS Ilham Islahudin; Rudy Santosa; M. Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10990

Abstract

Flyover Aloha di Kabupaten Sidoarjo memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kota Surabaya dan Bandara Juanda. Sebelum adanya flyover, kawasan ini dikenal sebagai titik rawan kemacetan, terutama pada jam sibuk. Kehadiran flyover dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan jalur lalu lintas yang lebih lancar sekaligus mengurangi konflik pada persimpangan. Penelitian ini dilakukan untuk menilai efektivitas flyover terhadap kelancaran arus lalu lintas di sekitarnya.Survei lapangan dilakukan di tiga titik pengamatan, yaitu Jalan Raya Bandara Juanda (Titik A), Jalan Raya Waru arah Sidoarjo (Titik B), serta Jalan Raya Waru arah Surabaya (Titik C). Pengumpulan data dilakukan selama tiga hari yakni kamis, jumat, dan sabtu, pada jam sibuk pagi 06.00–08.00 dan sore 16.00–18.00 dengan pencatatan setiap 15 menit. Hasil analisis menunjukkan nilai derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,63, dengan rata-rata pada jam sibuk sore berkisar antara 0,40 hingga 0,50. Angka ini masih di bawah ambang batas DS = 0,85 sehingga kondisi jalan tergolong dalam tingkat pelayanan C yang menandakan arus kendaraan tetap stabil. Perhitungan waktu tempuh juga mendukung temuan tersebut. Pada Titik A, waktu tempuh tercatat 0,00819 jam untuk jarak 0,5 km dengan kecepatan 61 km/jam. Hasil serupa diperoleh di Titik B, sedangkan di Titik C waktu tempuh mencapai 0,00724 jam dengan kecepatan 69 km/jam. Secara keseluruhan, keberadaan Flyover Aloha terbukti meningkatkan kinerja lalu lintas di Jalan Raya Waru, ditunjukkan oleh kapasitas jalan yang lebih baik, berkurangnya kemacetan, serta waktu perjalanan yang lebih singkat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi instansi terkait dalam mengevaluasi efektivitas infrastruktur jalan dan menyusun rencana pengembangan sistem transportasi di wilayah strategis Sidoarjo pada masa mendatang.
ANALISIS KINERJA BUS TRANS JATIM SEBAGAI MODA TRANSPORTASI KOTA SURABAYA (STUDI KASUS : KORIDOR 1 RUTE SIDOARJO – SURABAYA – GRESIK): PERFORMANCE ANALYSIS OF TRANS JATIM BUSES AS A MODE OF TRANSPORTATION IN SURABAYA CITY (CASE STUDY: CORRIDOR 1 ROUTE SIDOARJO – SURABAYA – GRESIK) Christian imanuel; Rudy Santosa; M. Lawdy Dhiyaa Vansya
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10991

Abstract

Peningkatan jumlah mobil pribadi di kota metropolitan Surabaya berpengaruh pada kemacetan lalu lintas yang kian parah. Untuk menanggulangi masalah itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan Bus Trans Jatim Koridor I yang melayani jalur Sidoarjo – Surabaya – Gresik. Tujuan studi untuk menganalisis operasional Bus Trans Jatim Koridor I mengacu pada indikator-indikator di Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 mengenai Standar Pelayanan Minimal Angkutan Umum. Masalah yang diangkat di penelitian ini ialah layanan bus yang belum optimal, seperti waktu perjalanan yang melebihi standar, headway yang stabil, dan masalah keamanan yang mengganggu kenyamanan penumpang. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif dan kualitatif, dengan cara pengumpulan data menggunakan observasi langsung di lapangan serta dokumentasi dari pengguna jasa dan pengelola layanan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai load factor adalah 65 %, headway 15 menit, dan rata – rata waktu tempuh mencapai 120 menit, dengan standar maksimum sebesar 180 menit. Sementara itu, rata-rata kecepatan bus ialah 33 km/jam, masih sesuai dengan standar yang ditentukan yaitu 30 – 50 km/jam. Dari segi kenyamanan dan keamanan, terdapat parameter yang tidak sesuai dengan standar menurut Permenhub No.29 tahun 2015. Kesimpulan dari studi ini menunjukkan kinerja Bus Trans Jatim Koridor I tergolong cukup, tetapi perlu ada perbaikan pada aspek waktu perjalanan, headway, dan keamanan untuk memenuhi standar pelayanan minimum.