Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia Bagi Wartawan Media Massa di Sumatera Barat Elly Delfia; Ronidin Ronidin; Muhammad Yunis
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 23 No 2 (2016): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Penggunaan Bahasa Indonesia bagi Wartawan Media Massa di Sumatera Barat dilatarbelakangi oleh banyak kesalahan-kesalahan pada bahasa Indonesia di media massa Sumatera Barat. Sementara itu, masyarakat menganggap bahasa Indonesia yang digunakan media massa adalah standar bahasa Indonesia yang benar dan patut dicontoh. Sementara itu, wartawan sebagai penulis berita tidak memiliki cukup pengetahuan mengenai pengggunaan bahasa Indonesia yang benar. Untuk memperkaya pengetahuan para wartawan, diadakan pelatihan penggunaan bahasa Indonesia bagi wartawan media massa di Sumatera Barat. Pelatihan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas bekerja sama dengan Komunitas Jurnalis Muda (KJM) Sumatera Barat. Tujuan pelatihan ini adalah mengasah keterampilan berbahasa Indonesia wartawan dalam menulis karya-karya jurnalistik, seperti berita, feature, dan opini.
Pelatihan Penerapan Penggunaan EYD Untuk Guru-guru SD Di Kecamatan Pauh Kota Padang Zuriati Zuriati; Leni Syafyahya; Armini Arbain Arbain; Alek Darmawan; Ronidin Ronidin
Warta Pengabdian Andalas Vol 23 No 1 (2016): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada kalanya seorang penulis mengalami keraguan dalam menulis; apakah ia akan menggunakan huruf kapital (huruf besar) atau kecil, huruf miring atau bukan. Misalnya dalam penulisan nama tempat/geografi, ada penulis yang mengalami keraguan apakah kata danau pada danau singkarak atau kata selat pada selat sunda huruf pertamanya ditulis besar atau kecil. Lalu ada pula pertanyaan apa beda kata kunci inggris yang ditulis semuanya dengan huruf kecil dengan kata asinan Bogor yang ditulis dengan membubuhi huruf kapital pada nama tempatnya. Pada sisi yang lain banyak pula pengguna bahasa yang bimbang dalam menulis akronim; apakah semuanya ditulis kapital atau hanya huruf awalnya saja yang capital atau bahkan semuanya ditulis dengan huruf kecil. Oleh karena itu, pentinglah dilakukan pelatihan penerpan penggunaan EYD pada masyarakat khususnya guru-guru SD di Kecamatan Pauh Padang. Pelaksanaan pelatihan penerpan penggunaan EYD ini termasuk salah satu perhatian masyarakat akademik seperti Universitas Andalas dalam menerapkan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk kegiatan pengabdian ini ialah dengan menggadakan pelatihan penerapan penggunaan EYD. Setelah pelatihan dan penerapan EYD untuk guru-guru SD , ada beberapa simpulan yang dapat dikumpulkan. Simpulan itu adalah sebagai berikut:1. Guru-guru SD Kecamatan Pauh Kota Padang menyadari pentingnya kemampuana dalam pemahaman ejaan. 2. Guru-guru SD Kecamatan Pauh Kota Padang menyadari kekurangperhatian dalam penulisan yang benar terutama dlam penulisan ilmiah.3. Guru-guru SD Kecamatan Pauh Kota Padang berharap kami kembali lagi melakukan pengabdian kepada mereka.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif untuk Guru SD Negeri 10 Lambung Bukit Melalui Penulisan Cerita Anak Ria Febrina; Aslinda Aslinda; Efri Yades; M Yusuf; Ronidin Ronidin; Elly Delfia; Armini Arbain
Warta Pengabdian Andalas Vol 26 No 4.b (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers as educators likely require great encouragement such crative thinking ability. The monotonous teachers routines such as cumulative credits fulfillment or teaching hours force the ability decrease on teachers to think creatively. Therefore, this community service activity is succesfully carried out toward SD N Lambung Bukit teachers with theme “Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif untuk Guru SD Negeri 10 Lambung Bukit melalui Penulisan Cerita Anak”. This given training presents the theories and practices about creative writing then later the teachers are able to produce the creative stories for children. The are three methods are conducted in this activity, those are lecture method, the discussion method, and the practical method of writing children's stories. To find out the creative thinking and writing abilities of SD Negeri 10 Lambung Bukit, at the end of the training, an evaluation is also applied to criticize the language and ideas that the teachers put on their works. Based on this training, those children's stories still contain Indonesian spelling mistakes, such as writing letters, writing punctuation marks, and writing loanwords elements. However, the SD Negeri 10 Lambung Bukit teachers have experienced in improving the creative thinking, especially in the choice of children's story ideas, the choice of diction, and the composition of effective sentences that written in accordance with Indonesian language rules.
Me(Pe)rantau “si Malin Kundang” in the novels of Minangkabau authors after PRRI Ronidin, Ronidin; Sudibyo, Sudibyo; Indrastuti, Novi Siti Kussuji
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v8i2.9506

Abstract

This article is about the phenomenon of me(pe)rantau tragic among Minangkabau people in four novels by Minangkabau authors after Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namely Panggilan Tanah Kelahiran by Dt. B. Nurdin Jacub, Saraswati Si Gadis dalam Sunyi by A.A. Navis, Warisan by Chairul Harun, and Bako by Darman Moenir. These famous novels after PRRI are sociological and philosophical based novels that express the author's worldview at the maximum level of coherence. In the analysis of these four novels, Lotman's narrative text theory is applied to elaborate the structure of literary works as a conceptual construction centered on the idea of binary opposition. Lotman's elaboration reinforces Eco's view that certain cultural units become meaningful when placed within another cultural unit that is opposed to them. Based on the analysis, the novels that are the subject of this study place the overseas world (dunia rantau) as a source of problems for the Minangkabau people. The characters who encounter the overseas world (dunia rantau) are positioned as "the disobedient" when they face the village world (dunia kampung) as an oppositional relationship.
Representasi Minangkabau Tabedo dalam Novel-Novel Pengarang Minangkabau Sesudah PRRI Ronidin, Ronidin; Sudibyo, Sudibyo; Indrastuti, Novi Siti Kussuji
Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 12, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Languages and Arts, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jbs.v12i3.131058

Abstract

This article is about the representation of Minangkabau tabedo in the novels of Minangkabau authors after PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia). Minangkabau tabedo is a manifestation of the difficult and dilemmatic socio-ideological conditions faced by the Minangkabau people after PRRI. The data of this research are taken from the novels of Minangkabau authors after PRRI, namely Dari Puncak Bukit Talang by Soewardi Idris, Panggilan Tanah Kelahiran by Dt. B. Nurdin Jacub, Saraswati Si Gadis dalam Sunyi by A.A. Navis, Warisan by Chairul Harun, and Bako by Darman Moenir. The analysis of the novels is based on Lucien Goldmann's theory of genetic structuralism and its dialectical method, and is supported by Lotman's theory of narrative text regarding the elaboration of the structure of literary works as a conceptual construction centred on the idea of binary opposition. The findings of this article show that Minangkabau tabedo is a complex of ideas and worldviews of the author that are homologously expressed in the structure of the novel and the social structure of post-PRRI Minangkabau society. The representation of Minangkabau tebedo is seen through the changes taking place in Minangkabau society, such as the shift in Minangkabau family identity from matrilineal to patrilineal; changes in the behaviour of overseas Minangkabau who are uprooted from the roots of tradition, morality and religion; the diminishing role of traditional elites such as the mamak and alim ulama; the increasingly dominant role of fathers, eliminating the role of the mamak; the fading of communal culture and the development of individual lifestyles.
Me(Pe)rantau “si Malin Kundang” in the novels of Minangkabau authors after PRRI Ronidin, Ronidin; Sudibyo, Sudibyo; Indrastuti, Novi Siti Kussuji
MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/mkd.v8i2.9506

Abstract

This article is about the phenomenon of me(pe)rantau tragic among Minangkabau people in four novels by Minangkabau authors after Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namely Panggilan Tanah Kelahiran by Dt. B. Nurdin Jacub, Saraswati Si Gadis dalam Sunyi by A.A. Navis, Warisan by Chairul Harun, and Bako by Darman Moenir. These famous novels after PRRI are sociological and philosophical based novels that express the author's worldview at the maximum level of coherence. In the analysis of these four novels, Lotman's narrative text theory is applied to elaborate the structure of literary works as a conceptual construction centered on the idea of binary opposition. Lotman's elaboration reinforces Eco's view that certain cultural units become meaningful when placed within another cultural unit that is opposed to them. Based on the analysis, the novels that are the subject of this study place the overseas world (dunia rantau) as a source of problems for the Minangkabau people. The characters who encounter the overseas world (dunia rantau) are positioned as "the disobedient" when they face the village world (dunia kampung) as an oppositional relationship.
PEMBACAAN DEKONSTRUKSI CERPEN "ZINA" KARYA PUTU WIJAYA Ronidin, Ronidin
Puitika Vol. 11 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.11.1.36--51.2015

Abstract

 This article is aimed at revealing the paradox meaning of some events in short story “Zina” written by Putu Wijaya. The short story “Zina” is chosen to be analyzed because it describes some unique events in the short story and they are beyond of common logic. The analysis of this short story is conducted by using deconstruction approach. It is a qualitative research and it is described descriptively. Based on the result of the analysis, it is found that the unique events that are found in short story “Zina” which seems paradox with common sense, in fact there is a truth inside. A wife who ask permission to her husband to have an affair with somebody else, a forbidden affair that is done in front of palace and bus way line, and an open affair in front of public are unique events that hide many paradox meanings. Some of paradox meanings are; the importance of husband’s admittance for a wife, the importance of new atmospheres in a family, and the importance of governing social awareness.    Keywords:  short story, paradox, approval, wife, husband, adulteryABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk mengungkapkan makna paradok beberapa peristiwa dalam cerpen “Zina” karya Putu Wijaya. Cerpen “Zina” dipilih untuk dianalisis karena menggambarkan beberapa peristiwa aneh dan di luar logika biasa. Analisis terhadap cerpen ini akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan dekonstruksi. Analisis bersifat kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh gambaran bahwa keanehan-keanehan yang terdapat dalam cerpen “Zina”, yang seolah-olah bertentangan dengan pendapat umum, pada kenyataannya mengandung kebenaran. Istri yang minta izin suami untuk berzina, perzinaan pasangan suami istri di depan istana dan lajur bus way, dan perzinaan terbuka suami istri itu di depan umum dan ditonton banyak orang merupakan peristiwa aneh yang menyembunyikan makna paradok. Di antara makna paradok itu adalah pentingnya izin suami bagi istri, pentingnya suasana-suasana baru dalam keluarga, dan pentingnya membangun kepedulian sosial.   Kata Kunci:  cerpen, paradoks, izin, istri, suami, zina