Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS TOKSISITAS AKUT EFLUEN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH INDUSTRI DI KOTA CIMAHI Intan Iriani Womsiwor; Dwina Roosmini
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 1 (2009)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtl.2009.15.1.4

Abstract

Abstrak: Pengukuran toksisitas efluen Insatalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan hal yang penting dilakukan sebagai usaha untuk menjaga kualitas badan air permukaan. Pada pengukuran toksisitas dapat diketahui respon gabungan dari unsur atau senyawa yang ada dalam efluen. Daphnia sp dan Moina sp adalah organisme yang biasa dipakai dalam uji toksisitas. Tujuan dari studi ini adalah penentuan toksisitas (LC50) efluen IPAL industri Cat, Farmasi, Pelapisan Logam, Penyamakan Kulit, dan Tekstil, serta Kegiatan Rumah Sakit di Kota Cimahi serta membandingkan Daphnia sp dan Moina sp sebagai organisme uji dalam uji toksisitas efluen. Uji toksisitas akut pada efluen IPAL, mendapatkan hasil yang bervariasi, namun tetap dapat diketahui bahwa industri farmasi menghasilkan efluen paling toksik (1,171 % efluen) dan kegiatan rumah sakit menghasilkan efluen yang tidak toksik. Secara keseluruhan pada efluen IPAL, Daphnia sp menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan Moina sp.Abstact: Toxicity test is an important parameter in wastewater plant effluent as it provides the whole response of the test organisms to all compounds in water body. Daphnia sp and Moina sp is the commonly used in toxicity test. The objective of this study was to examined the toxicity level (LC50) of the effluent were taken from painting, pharmaceutical, electroplating, leather tanning, and textile industries, also from hospital activity in Cimahi. The second objective was to compared the sensitivity level of Daphnia sp and Moina sp as the test organisms. The acute toxicity test showed that pharmaceutical industry effluent was most toxic (1.171 % effluent) of all the effluents tested, and the lowest was hospital activity effluent. Overall, Daphnia sp was more sensitive than Moina sp.  Keywords : Toxicity Test, Daphnia sp, Moina sp, Wastewater Treatment Plant, Effluent, Cimahi
EVALUASI KUALITAS AIR TANAH DARI SUMUR GALI AKIBAT KEGIATAN DOMESTIK DI KAMPUNG DARAULIN-DESA NANJUNG Betanti Ridhosari; Dwina Roosmini
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 17 No. 1 (2011)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtl.2011.17.1.5

Abstract

Abstrak: Sungai Citarum memiliki tingkat pencemaran tinggi akibat banyaknya sampah, limbah domestik maupun limbah pabrik yang disalurkan ke badan air tersebut. Hal ini menyebabkan banjir di wilayah sepanjang Sungai Citarum salah satunya yaitu Kampung Daraulin di Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Untuk mencegah banjir pemerintah melakukan proyek normalisasi Sungai Citarum dengan mengeruk dan melebarkan sungai serta meluruskan bagian yang berkelok. Bagian tersebut ditutup. Masyarakat di sekitarnya khususnya penduduk di Kampung Daraulin memanfaatkan bagian tersebut sebagai tempat penampungan limbah domestik. Hal ini mengakibatkan turunnya kualitas air sungai tersebut yang dapat mempengaruhi kualitas air tanah di sekitarnya. Penduduk Kampung Daraulin memanfaatkan sumur gali sebagai sumber air untuk kegiatan sehari-hari. Padatnya penduduk di Kampung Daraulin menyebabkan lokasi sumur gali dengan tangki septik sangat dekat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah air tanah di Kampung Daraulin tercemar oleh limbah domestik. Penelitian ini diawali dengan inspeksi sanitasi melalui kuisioner dan dilanjutkan dengan pemeriksaan sampel air tanah di laboratorium. Pemeriksaan sampel air tanah ini dilakukan di beberapa titik sampling dengan menggunakan metode statistika Simple Random Sampling (SRS), meliputi analisa ammonium dengan metode nessler-spectrofotometri, nitrit dengan metode Reaksi Diazotasi-Spektrofotometri, nitrat dengan metode Brucin-Spectrofotometri, Fosfat dengan metode Stannous Chlorida-Spectrofotometri, dan analisa jumlah bakteri Escherichia Coli dilakukan dengan metode Jumlah Perkiraan Terdekat (JPT). Dari hasil pemeriksaan sampel air sumur gali di Kampung Daraulin diketahui bahwa beberapa sumur gali di Kampung Daraulin tercemar akibat limbah domestik.Kata kunci: Air Tanah, Limbah Domestik, Sumur Gali, Sungai dan Tangki Septik Abstract : Citarum River has a fairly high level of pollution because of domestic and industrial waste. The wastes are channeled to the river and that cause flooding in areas along the river. One of the areas frequently affected by floods is Daraulin Village in Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. To prevent flooding, the Government do a project for normalization of Citarum River. This project doing dredge, expand and extend the winding river. Part of  the winding river is closed, but the surrounding community, especially the residents of Daraulin Village, make a river as reservoir for the domestic waste water.  This cause reducting of the water river quality, which can also affect the quality of  groundwater. The residents in Daraulin Village use dug wells as a source of water for their daily activities. The densely populated village cause location between dug wells and septic tank is very close. The study was conducted to determine the groundwater in Daraulin Village polluted by the domestic waste water. The study began with the sanitary inspection with questionnaire and continued with the analysis in the laboratory. The sampling points is using statistical methods Simple Random Sampling (SRS). The laboratory analysis includes the analysis of ammonium with Nessler-spectrophotometry method, analyses nitrit by Diazotasi reaction-spectrophotometry, analyses nitrate by Brucin-Spectrofotometri, phosphate by stannous chloride-Spectrofotometri, and analysis Escherichia Coli by Most Probable Number (MPN). The results of water samples from dug wells in Daraulin village show that some of the dug wells are polluted by domestic waste..  Key words: Domestic Waste, Dug Well, Groundwater,  River and Septic Tank
UJI TOKSISITAS AKUT PADA IPAL TERPADU KAWASAN INDUSTRI TEKSTIL TERHADAP Daphnia magna DI DAYEUHKOLOT Arnis Tiara; dwina Roosmini
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 20 No. 2 (2014)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jtl.2014.20.2.2

Abstract

Abstrak: Terdapat sekitar 800  industri tekstil yang  berada di  Kabupaten Bandung dan membuang limbahnya langsung ke Sungai Citarum. Hal ini membuat kondisi Sungai Citarum berada pada status tercemar berat. Di Dayeuhkolot sendiri terdapat IPAL kawasan yang mengelola limbah dari 26 Industri tekstil di sekitarnya dan membuang efluennya ke Sungai Citarum. Pengawasan secara fisika dan kimia belum sepenuhnya dapat mewakili dampak limbah tersebut bagi lingkungan khususnya bagi makhluk hidup. Oleh karena itu diperlukan monitoring secara biologis yang berkaitan dengan makhluk hidup. Salah satu monitoring yang dapat dipakai adalah uji toksisitas akut (Whole Effluent Toxicity) untuk mengevaluasi kinerja IPAL agar efluennya dapat memenuhi baku mutu. Uji ini terdiri dari dua tahap yaitu yaitu uji pendahuluan (range finding test) dan uji definitif. Melalui uji ini didapatkan nilai LC50. Hewan uji yang digunakan adalah Daphnia magna. Sebelum uji toksisitas akut dilakukan uji karakterisasi terlebih dahulu. Dari uji karakterisasi didapatkan beberapa parameter berada di atas baku mutu dan dapat bersifat toksik. Nilai LC50 sementara yang didapat hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu adalah 16,8%,31,9%, 37,5%, 32%, 34,4%, dan 29,3%. Nilai LC50 sementara tidak terlalu berbeda atau tidak berfluktuatif dan masih dalam rentang konsentrasi yang sama. Lalu dilakukan uji definitif sehingga di dapat nilai LC50 aktual. . Nilai LC50 aktual dari hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu adalah13.73%, 52,24%, 28,55%, 56%, 47,06%, dan 21,99%. Dan nilai TUa dari keenam sampel >1 sehingga tergolong toksik dan belum aman dibuang ke lingkungan. Kata kunci: Daphnia magna, evaluasi IPAL, industri tekstil, LC50, uji toksisitas akut Abstract : There are about 800 textile industries that located in Bandung and discharge their wastewaste directly into the Citarum River. This made the condition of the Citarum River was in heavily polluted status. In Dayeuhkolot there is WWTP area that treated wastewater from 26 textile industry around it and discharge its effluent into the Citarum River. Physical and chemical monitoring can't fully represent the impact of waste on the environment, especially for living things. Therefore it's necessary to performed biological monitoring that related to living things. One of method of biological monitaring that we can use is acute toxicity test (Whole Effluent Toxicity) to evaluate the performance of the WWTP so its effluent meet quality standards. This test consists of two stages: the preliminary test (range finding test) and the definitive test. Through this test we could obtaine LC50 values. Test animals that be used is Daphnia magna. Before the acute toxicity tests, characterization test is conducted. From characterization test is obtained some parameters are above the standards and toxic. LC50 values that is obtained in Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday and Saturday were 16.8%, 31.9%, 37.5%, 32%, 34.4%, and 29.3%. LC50 values were not being too different or not fluctuated and still in the same concentration range. Then from definitive test we can obtained actual LC50 values. Actual LC50 values from Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday and Saturday were 13.73%, 52.24%, 28.55%, 56%, 47.06%, and 21.99%. And the TUa values from these six samples were >1 so  relatively toxic and is not yet safe discharged into the environment. Key words: acute toxicity test, Daphnia magna, LC50, textile industry, WWTP evaluation
ANALISIS PENGARUH LEADERSHIP STYLE DAN SAFETY CLIMATE TERHADAP DATA KECELAKAAN KERJA DI INDUSTRI MANUFAKTUR Pancasila Putri; Dwina Roosmini
Jurnal Teknik Lingkungan Vol. 23 No. 1 (2017)
Publisher : ITB Journal Publisher, LPPM ITB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.tl.2017.23.1.4

Abstract

Abstrak: Masalah K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) di Indonesia secara umum masih terabaikan, terlihat dari meningkatnya data kecelakaan kerja yang dikeluarkan oleh BPJS dari tahun 2013 hingga 2015. Berdasarkan penelitian sebelumnya oleh Tucker et al (2016) dan Brown et al (2017), salah satu cara untuk memecahkan masalah ini adalah dengan mengevaluasi leadership style dan safety climate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana leadership style dan safety climate yang ada pada perusahaan dapat mempengaruhi data kecelakaan kerja. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan observasi, wawancara dan kuesioner. Kuesioner NOSACQ-50 dan MLQ yang digunakan terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil pengukuran menggunakan kuesioner tersebut dianalisa menggunakan regresi logistik. Berdasarkan hasil dan pembahasan didapatkan kesimpulan bahwa iklim keselamatan kerja berdasarkan kuesioner NOSACQ-50 berkorelasi negatif terhadap data kecelakaan kerja dengan nilai Nagelkerke R Square atau kemampuan safety climate dalam menjelaskan data kecelakaan kerja adalah sebesar 21%. Leadership style yakni transformasional dan transaksional berkorelasi negatif, sedangkan tipe laissez-fair berkorelasi positif terhadap data kecelakaan kerja. Kelloway et al (2006) menyatakan bahwa transformasional dan laissez-fair berkorelasi terhadap kecelakaan kerja masing- masing positif dan negatif dengan R square sebesar 44%. Pada penelitian ini nilai Nagelkerke R Square atau kontribusi leadership style dalam menjelaskan data kecelakaan kerja adalah 47,7%. Kata kunci: leadership style, safety climate, data kecelakaan kerja, MLQ, NOSACQ-50 Abstract: Occupational Health and Safety problems in Indonesia are generally still neglected, as evidenced by the increasing work accident data released by BPJS from 2013 to 2015. Manufacturing industry activities such as PT Z, occupy the third position of fatal workplace accident statistics. PT Z itself has a working procedure, but in its application is still often the case of work accidents. Based on previous research by Tucker et al (2016) and Brown et al (2017), one way to solve this problem is to evaluate leadership style and safety climate. This study aims to analyze how the leadership style and safety climate that exist in the company can affect work accident data. This research was conducted by observation, interview and questionnaire. The NOSACQ-50 and MLQ questionnaires used were first tested for their validity and reliability. The results of the measurement using the questionnaire were analyzed using logistic regression. Based on the result and discussion, it can be concluded that safety climate is negatively correlated with the work accident data with the value of Nagelkerke R Square or the safety clarity ability in explaining the accident data is 21%. Leadership style ie transformational and transactional types are negatively correlated, whereas laissez-fair type is positively correlated with work accident data. Kelloway et al (2006) stated that transformational and laissez-fair correlates to occupational accidents of each positive and negative with R square of 44%. In this study the value of Nagelkerke R Square or leadership style ability in explaining work accident data is 47.7%. Keywords: leadership style, safety climate, accident, MLQ, NOSACQ-50 
PENCEMARAN KADMIUM DI SEDIMEN WADUK SAGULING PROVINSI JAWA BARAT (Cadmium Pollution in Saguling DAM Sediment West Java Province) Eka Wardhani; Dwina Roosmini; Suprihanto Notodarmojo
Jurnal Manusia dan Lingkungan Vol 23, No 3 (2016): September
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jml.18802

Abstract

ABSTRAKSungai Citarum Hulu merupakan sumber air utama Waduk Saguling. Kualitas air sungai ini telah mengalami penurunan bahkan terpantau beberapa logam berat terkandung dalam air Sungai Citarum. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pencemaran Cd di sedimen Waduk Saguling pada dua musim yang berbeda. Lokasi penelitian dilakukan di 10 titik di Waduk Saguling. Penelitian mengkaji perbedaan konsentrasi Cd pada Bulan Juli 2015 mewakili musim kemarau dan Bulan November 2015 mewakili musim hujan. Sedimen yang diperiksa merupakan sedimen permukaan pada kedalaman 0-10 cm pada dasar waduk. Konsentrasi Cd di sedimen dianalisis menggunakan ICP-MS. Tingkat pencemaran sedimen akibat Cd dinilai dengan menggunakan dua metode yaitu: faktor contaminasi/contamination factor, CF dan indeks pencemaran logam/Metal Pollution Index, MPI. Berdasarkan hasil penelitian konsentrasi Cd dalam air selama satu dekade mulai tahun 2008-2014 cenderung mengalami peningkatan, dengan konsentrasi berkisar antara 0 mg/L-0,14 mg/L. Konsentrasi rata-rata Cd di sedimen Waduk Saguling pada Bulan Juli 2015 mewakili musim kemarau sebesar 13,54 mg/kg, sedangkan pada Bulan November 2015 mewakili musim hujan sebesar 21,08 mg/kg. Konsentrasi Cd di sedimen Waduk Saguling tidak memenuhi baku mutu kualitas sedimen berdasarkan baku mutu yang berlaku di Australian dan New Zaeland mengingat Indonesia belum memiliki baku mutu kualitas sedimen yaitu sebesar 1,5 mg/kg. Hasil penilaian kualitas sedimen dengan menggunakan metode CF di semua titik penelitian di Waduk Saguling termasuk kategori terkontaminasi sangat tinggi sedangkan berdasarkan hasil penilaian dengan MPI kualitas sedimen Waduk Saguling termasuk kategori tercemar oleh logam berat Cd. Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pengelolaan Waduk Saguling mengenai kondisi pencemaran logam berat yang telah terjadi di waduk tersebut.ABSTRACTCitarum river is the main water source for Saguling Dam. The river waters quality has decreased even observed some heavy metals contained in the water. The aims of this study to assess Cd contamination in Saguling sediments in two different seasons. Location of the study conducted at 10 points in Saguling. The study evaluated the differences concentration of Cd in July 2015 represents the dry season and November 2015 represents the rainy season. Surface sediments samples taken from 0-10 cm a depth. Cd concentrations in sediments were analyzed using ICP-MS. Sediment contamination level assessed using two methods which are Contamination Factor (CF), and Metal Pollution Index (MPI). Based on the research Cd concentration in water for a decade beginning in 2008-2014 tended to increase, with concentrations ranging from 0 mg/L-0.14 mg/L. Average concentrations of Cd in sediments Saguling in July 2015 represents the dry season was 13.54 mg/kg, while in November 2015 amounted to 21.08 mg/kg. Cd concentrations in Saguling sediments not meet the quality standards based on Australian and New Zaeland standard of 1.5 mg/kg. Sediments quality assessment using the CF the category of very high contamination at all samples points in Saguling, while based on the MPI sediment quality Saguling polluted by heavy metals Cd. Results of this study can be considered for the management Saguling on the condition that heavy metal pollution occurs in the reservoir.
PERSEPSI RISIKO DAN BIAS KOGNITIF DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI JAWA BARAT, INDONESIA Nastiti, Anindrya; Kusumah, Siska Widya Dewi; Wangsaatmaja, Addina; Dwina, Roosmini; Sundana, Eka; Sutadian, Arief
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 6 No 02 (2020): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v6i2.282

Abstract

COVID-19 telah menjadi tantangan kesehatan masyarakat global dan merupakan penyakit dengan transmisibilitas yang tinggi. Untuk itu, masyarakat harus melakukan tindakan pencegahan untuk membatasi penyebaran COVID-19. Elemen kunci seseorang untuk melakukan tindakan preventif untuk melindungi dirinya dan orang lain adalah persepsi terhadap risiko. Persepsi risiko ini dapat terdistorsi oleh berbagai bias kognitif yang dapat mendera masyarakat. Dengan menggunakan metode survey daring (dalam jaringan) terhadap 391 responden di Jawa Barat, penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi risiko terhadap pencegahan penularan COVID-19 dan bias kognitif yang menyertainya. masih terdapat responden yang merasa yakin benar bahwa Indonesia relatif aman dari COVID-19 karena beriklim tropis, COVID-19 dapat disembuhkan hanya dengan meminum obat herbal atau pengobatan tradisional lainnya, dan merasa aman untuk bepergian ke tempat umum. Sebanyak 74,9% responden bersedia menjalani vaksin, dan 25,1% responden tidak bersedia menjalani vaksin. Penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi responden terhadap COVID-19 masih perlu ditingkatkan agar perilaku masyarakat pada masa Adatasi Kebiasaan Baru (AKB) tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, pengetahuan tentang vaksin pada responden perlu ditingkatkan melalui pemberian informasi yang lebih strategis dan masif.
Heavy Metal Accumulation in Rice (Oryza Sativa L.) from Irrigation Water Sources of Citarum River and Tarum Barat Canal to Public Health Risk Mustofa, Ulfah Hana; Roosmini, Dwina
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 8 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v8i2.18052

Abstract

Food safety are needed in Karawang District, which is the second largest rice producing area in West Java, the Citarum River water used as an irrigation source is polluted by industrial waste. This study aims to identify the heavy metal content of paddy water, soil and accumulation of rice using polluted irrigation water sources that pose a risk to public health. Total of 60 samples from water,soil,rice were measured using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) and analysed for bioaccumulation factors (BAF). The questionnaire results were used to calculate farmers' health risks using deterministic and probabilistic Monte Carlo. The concentrations of water and soil in the irrigated rice fields of the Citarum River (SCT) and the irrigated rice fields of the West Tarum Canal (STBT) were still below the permitted standards. The concentrations of Pb and Cr metals in rice in SCT rice fields were above the quality standards. BAF>1 indicates Cu metal in rice in SCT and STBT rice fields can accumulate heavy metals. The results show that Hazard Index or HI>1 indicates farmers in both rice fields have a noncarcinogenic risk with a contribution level of Hazard Quotient Cu of 57.71%-63.78%. Cancer risk of Cr metal showed that exceeds the acceptable value both deterministic and probabilistic approaches, thus indicating a carcinogenic risk to farmers in both study areas. Proper monitoring of soil and irrigation is needed with prevention of consumption of contaminated rice.
Analisis Beban Pencemar Logam Berat Industri terhadap Kualitas Sungai Citarum Hulu: Analysis of Industrial Heavy Metal Pollutant Load on Upstream Citarum River Febrita, Joana; Roosmini, Dwina
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 1: April 2022
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.7.1.77-88

Abstract

Berbagai penelitian mengatakan bahwa kualitas Sungai Citarum sudah tidak memenuhi baku mutu. Sungai Citarum Hulu telah tercemar oleh logam berat. Hasil yang didapatkan belum menggambarkan pencemaran yang sebenarnya karena sebagian besar logam berat terakumulasi pada sedimen atau biota akuatik. Penelitian dilakukan dengan menganalisis konsentrasi logam berat di air dan sedimen sungai untuk mengetahui kualitas sungai kemudian melakukan simulasi pencemaran logam berat di air sungai bila efluen industri memenuhi baku mutu. Pengukuran logam berat dilakukan menggunakan AAS setelah mengekstraksi sampel air (SNI 6989.17:2009) dan sedimen (EPA Method 200.2 1994). Simulasi pencemaran logam berat di sungai dilakukan dengan menghitung konsentrasi campuran logam berat (air sungai dan efluen industri). Hasil pengukuran menunjukkan Sungai Citarum Hulu mengandung logam berat Cr, Cu, Zn, dan Ni baik pada air maupun sedimen sungai dari Danau Cisanti hingga Nanjung. Konsentrasi keempat logam berat pada sedimen lebih besar dari konsentrasi pada air. Pada air, konsentrasi logam terlarut lebih kecil dibandingkan dengan logam total. Lokasi dengan konsentrasi logam berat tertinggi pada air adalah Sapan dan Cisirung. Hasil simulasi menunjukkan bahwa walaupun industri mengeluarkan efluen sesuai dengan baku mutu efluen industri, baku mutu sungai pada beberapa daerah tetap tidak tercapai. Baku mutu sungai dan efluen serta sistem monitoring sungai perlu dievaluasi.
Manajemen Risiko Keselamatan di Area Wellpad dan Area Power Plant Pembangkit Tenaga Panas Bumi (PLTP X) Menggunakan Metode HIRARC Yutaro, Muhammad Arif; Roosmini, Dwina
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.1.83-92.2024

Abstract

Indonesia memiliki kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) terbesar kedua di dunia mencapai 2.133 MW pada (2020) dan berkontribusi sebesar 3,01% terhadap produksi listrik nasional. PLTP merupakan industri yang memiliki risiko tinggi pada tahapan eksplorasi wellpad, Berdasarkan laporan tahunan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) angka kecelakaan kerja di indonesia sangat tinggi dan terus terjadi peningkatan dari 2016 sebanyak 101.367 kasus hingga pada 2022 mencapai 265.334 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan manajemen risiko keselamatan di area wellpad (ekxplorasi dan ekxploitasi) dan area power plant  dengan mengacu pada metode Hazard Identification, Risk Assessment & Risk Control (HIRARC). Kegiatan diawali dengan penggunaan Job Safety Analysis (JSA) untuk mempermudah identifikasi bahaya sesuai dengan tahapan pekerjaan, lalu selanjutnya adalah risk assessment. Data identifikasi bahaya dari JSA digunakan ke dalam metode HIRARC untuk membuat risk assessment serta merumuskan rekomendasi pengendalian risiko di area wellpad dan area power plant berdasarkan hasil perhitungan dan pemetaan pada risk mapping. Berdasarkan data HIRARC dan kuesioner di dapatkan bahwa area rig project (exploration) merupakan satu satunya yang memiliki hazard dengan kategori tinggi dan memiliki total jumlah hazard terbanyak diikuti area powerplant dan area wellpad (exploitation).