Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PERCEPTION OF NET BENEFITS OF ELECTRONIC MEDICAL RECORDS AND ITS IMPACT ON THE EFFECTIVENESS OF POLY-CARE SERVICES IN HOSPITAL Mochammad Malik Ibrahim; Risna Zubaidah; Dhian Ika Prihananto
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 3 (2026): JULY 2026 (INPRESS)
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i3.465

Abstract

The digitization of medical records in hospitals was developed to support the quality and effectiveness of services through more systematic, rapid, and integrated patient data management. However, in its implementation, the utilization of this system has not fully achieved optimal results due to various technical and operational obstacles that still affect the smoothness of services and the level of benefits perceived by users. This study aims to analyze the relationship between the perceived net benefits of electronic medical records and the effectiveness of polyclinic services at Prof. Dr. Soekandar Regional General Hospital, Mojokerto Regency. The research was conducted using a quantitative approach using a cross-sectional analytical design. All 70 polyclinic staff were involved as respondents. Data were collected through questionnaires and tested for validity and reliability. The data were then analyzed descriptively and inferentially using the Spearman correlation test. The findings indicate that the perception of the benefits of EMR and the level of effectiveness of polyclinic services are mostly in the moderate category. Statistical testing confirmed a significant and positive correlation between the perceived benefits of the system and the effectiveness of services. This means that increasing the benefits of EMR tends to be followed by an increase in the effectiveness of polyclinic services. Therefore, optimizing system quality, strengthening information technology infrastructure, and improving user competency are strategic steps to maximize the utilization of EMR and improve health service performance.
Cegah Perilaku Kleptomania sejak Dini di SMK PGRI 2 Kota Kediri Norma Risnasari; Elysabet Herawati; Dhian Ika Prihananto; Muhammad Mudzakkir; Ropita Oktaviani; Yulla Yulfida Andarisma
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.32

Abstract

Kleptomania termasuk kelompok gangguan kepribadian borderline artinya terletak pada batas antara normal dan psikotik, yaitu kondisi yang termasuk dalam kelompok gangguan kendali impulsif, dimana penderita tidak dapat menahan diri untuk mengutil atau mencuri. Orang dengan kelainan ini terdorong untuk mencuri barang, umumnya barang yang tidak berharga, seperti pensil, permen, sisir, atau barang lainnya dan biasanya merasakan kelegaan atau kenikmatan setelah melakukan tindakan mencuri. Kegiatan penyuluhan kesehatan dilaksanakan pada tanggal 24 Januari 2019 diawali pre test dan diakhir dilakukan post test. Berdasarkan hasil pre test pada 60 siswa, maka sebanyak 19 siswa (31,6%) menyatakan belum tahu tentang pengertian kleptomania, 50 siswa (83,3%) menyatakan belum tahu penyebab kleptomania, 56 siswa (93,3%) belum tahu ciri-ciri orang yang mengalami kleptomania, 54 siswa (90%) belum tahu upaya pencegahan kleptomania, 60 siswa (100%) tidak pernah melakukan kleptomania. Setelah dilakukan penyuluhan, maka kami memberikan soal yang sama dengan soal pre test. Dari hasil post test 60 siswa (100%) menyatakan paham tentang pengertian, ciri-ciri dan upaya pencegahan kleptomania, 57 siswa (95%) menyatakan paham penyebab kleptomania dan 13 siswa (21,6%) pernah melakukan kleptomania. Penanganan yang merupakan pilihan utama untuk penderita kleptomania salah satunya dibawa ke psikolog, agar dilakukan terapi perilaku, yaitu serangkaian perilaku yang psikolog ciptakan untuk direkayasa, terapi tersebut tidak sekedar mengobati dari sisi pikirannya saja, namun juga sisi perasaannya, karena dorongan ini muncul dari perasaan, bukan pikiran. Keluarga dalam membantu proses penyembuhan sebaiknya ikut menciptakan suatu lingkungan atau suasana yang tidak memungkinkan bagi penderita klepto untuk kambuh lagi hasratnya
Skrining Kesehatan dan Pelatihan Senam Ergonomis untuk menurunkan Kadar Asam Urat pada Lansia di Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Dhian Ika Prihananto; Endah Tri wijayanti; Norma Risnasari; Muhammad Mudzakkir; Susi Erna Wati; Septi Dewi Aisyah; Qothrunnada Naqiyyah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i2.307

Abstract

Penyakit asam urat adalah penyakit yang disebabkan oleh tumpukan asam urat atau kristal pada jaringan, terutama pada jaringan sendi. Upaya untuk mencegah penyakit asam urat bisa dilakukan dengan cara besifat perawatan, pengobatan, pola hidup sehat seperti diet purin dan juga upaya lain. Penatalaksanaan non farmakologis untuk menurunkan kadar asam urat pada penderita penyakit asam urat salah satunya adalah melakukan senam ergonomis yang merupakan kombinasi gerakan otot dan teknik pernafasan. Tujuan pegabdian masyarakat ini adalah melakukan skrining kesehatan pada lansia dan melakukan pelatihan senam ergonomis untuk menurunkan kadar asam urat pada lansia. Langkah-langkah kegiatan yaitu skrining kesehatan dan pratik senam ergonomis. Hasil skrining kesehatan menunjukkan bahwa lansia yang tekanan darah Sistol rendah tidak ada, Lansia yang tekanan darah Sistol normal sebanyak 19 lansia dan lansia yang tekanan darah Sistol tinggi sebanyak 6 lansia. Lansia yang tekanan darah Diastol rendah tidak ada, Lansia yang tekanan darah Diastol normal sebanyak 11 lansia dan lansia yang tekanan darah Diastol tinggi sebanyak 14 lansia. Lansia yang kadar gula darah normal sebanyak 16 lansia, Lansia yang Pre Diabetes sebanyak 2 lansia dan lansia yang Diabetes sebanyak 7 lansia. lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kadar asam urat tinggi sebanyak 7 lansia, Lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kadar asam urat normal sebanyak 4 lansia. Lansia berjenis kelamin Perempuan yang memiliki kadar asam urat tinggi sebanyak 10 lansia, Lansia berjenis kelamin Perempuan yang memiliki kadar asam urat normal sebanyak 4 lansia. lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kadar asam urat tinggi setelah melakukan senam ergonomis selama 1 minggu sebanyak 2 lansia,Lansia berjenis kelamin laki-laki yang memiliki kadar asam urat normal setelah melakukan senam ergonomis selama 1 minggu sebanyak 9 lansia. Lansia berjenis kelamin perempuan yang memiliki kadar asam urat tinggi setelah melakukan senam ergonomis selama 1 minggu sebanyak 5 lansia, lansia berjenis kelamin perempuan yang memiliki kadar asam urat normal setelah melakukan senam ergonomis selama 1 minggu sebanyak 9 lansia. Simpulannya bahwa Senam ergonomis efektif dalam menurunkan kadar asam urat pada lansia baik lansia laki-laki dan lansia perempuan.
Pelatihan Senam Diabetes untuk menurunkan Kadar Glukosa Dalam Darah pada Lansia di Posyandu Lansia Bagas Waras Desa Sukorejo Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri Norma Risnasari; Elysabet Herawati; Dhian Ika Prihananto; Siti Aizah; Susi Erna Wati; Najib Zahir Al Faruq; Suriya Permadani
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i2.309

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) atau Kencing Manis merupakan sekumpulan gejala yang di tunjukkan dengan kondisi hiperglikemia, yaitu keadaan dimana kadar gula darah seseorang berada dalam batas normal. Salah satu upaya untuk menangani penderita DM yaitu dengan melakukan senam diabetes. Senam diabetes ini bermanfaat bagi kerja insulin, karena glukosa di dalam darah dialirkan melewati sel-sel otot lalu diganti menjadi energi sehingga kadar glukosa darah dalam fisik dapat berkurang. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada minggu ke empat bulan November sampai minggu ketiga bulan Desember Tahun 2021 sebanyak 17 lansia, dalam pelaksanaanya 1 minggu 2 kali latihan. Sebelum diberikan terapi senam diabetes mayoritas kadar glukosa darah lansia meningkat dan setelah diberikan senam diabetes kadar glukosa darah lansia menurun. Hasil yang diperoleh selama pelaksanaan senam diabetes ini adalah lansia yang menderita diabetes mellitus mampu melaksanakan tindakan senam sesuai yang dilatihkan sehingga lansia terlihat bugar, lebih bersemangat kadar glukosa darah menjadi lebih terkontrol.