Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT EKONOMI DENGAN KEJADIAN SKIZOFRENIA DIBAWAH USIA 25 TAHUN prihananto, dhian ika
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 2 No 2 (2018): volume 2 nomor 2 tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.147 KB) | DOI: 10.29407/judika.v2i1.12177

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu sindrom klinis berbagai keadaan psikologis yang sangat mengganggu, melibatkan proses pikir, emosi, presepsi, dan tingkah laku dengan insidensi pada pria lebih besar dari pada wanita. Status ekonomi adalah kedudukan seseorang atau keluarga di masyarakat berdasarkan berdasarkan pendapatan per bulan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat ekonomi dengan kejadian skizofrenia dibawah usia 25 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian mix method, desain studi case- control. Populasi studi yaitu penderita dan keluarga dengan skizofrenia dibawah usia 25 tahun di kecamatan Kepil kabupaten Wonosobo. Sampel terdiri dari 55 kasus dan 55 kontrol yang diambil secara consecutive sampling. Instrument penelitian adalah kuesioner wawancara. Analisis data secara univariat, bivariat (chi-square). Hasil penelitian yaitu responden yang tingkat ekonomi rendah pada kelompok kasus sebanyak 27 responden (49,1%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 11 responden (20%). Hasil uji bivariat (chi-square) diperoleh nilai p=0,003 OR=3,857 95%CI=1,655-8,990. Simpulannya terdapat hubungan tingkat ekonomi dengan kejadian skizofrenia dibawah usia 25 tahun. Responden yang tingkat ekonomi rendah mempunyai resiko 3,9 kali lebih besar dibandingkan dengan responden yang tingkat ekonomi tinggi.
HUBUNGAN FAKTOR KELUARGA DENGAN KEJADIAN DEPRESI PADA LANSIA (Studi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Blitar di Tulungagung) Prihananto, Dhian Ika; Sari, Norma Risna; Yoga, Bayu Septa; Sintia, Mega; Solekha, Siti
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 4 No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v4i1.14675

Abstract

Depresi adalah suatu bentuk gangguan jiwa yang ditunjukkan dengan gejala-gejala diantara merasa sedih, pikiran kacau, putus asa, konsentrasi berkurang, kehilangan minat melakukan sesuatu, harga diri dan kepercayaan diri berkurang, nafsu makan berkurang, susah tidur, berpikir untuk bunuh diri dan pada akhirnya melakukan percobaan bunuh diri. Depresi merupakan gangguan mental yang paling sering terjadi pada lansia. Orang tua yang sudah lanjut usia banyak memikirkan keluarganya, hal tersebut juga bisa menjadi depresi. Banyak orang tua yang merasa depresi sebab memikirkan anggota keluarganya, bayi, anak, maupun cucu. Orang tua lebih banyak berpikir mengenai kehidupan anaknya dan berbagai perasaan lainnya. Kondisi tersebut akan mendorong orang tua yang memasuki lanjut usia rentan terhadap kondisi depresi dan susah untuk mendapatkan kehidupan yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor keluarga dengan kejadian depresi pada lansia di UPT Pelayanan Lanjut Usia Blitar di Tulungagung. Penelitian ini merupakan penelitian mix method, desain studi case- control. Populasi studi yaitu lansia yang mengalami depresi di di UPT Pelayanan Lanjut Usia Blitar di Tulungagung. Sampel terdiri dari 26 kasus dan 26 kontrol yang diambil secara consecutive sampling. Instrument penelitian adalah Skala pengukuran depresi pada lansia (Beck), kuesioner wawancara. Analisis data secara univariat, bivariat (chi-square). Hasil penelitian yaitu responden yang memikirkan keluarga pada kelompok kasus sebanyak 13 responden (50%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 3 responden (11,5%). Hasil uji bivariat (chi-square) diperoleh nilai p=0,007 OR=7,667 95%CI=1,839 – 31,965. Simpulannya terdapat hubungan faktor keluarga dengan kejadian depresi pada lansia. Lansia yang memikirkan keluarga memiliki risiko 7,667 kali lebih besar untuk menderita depresi dibandingkan lansia yang tidak memikirkan keluarga.
Hubungan Faktor Harapan Dengan Kejadian Depresi Pada Lansia : Studi di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Blitar di Tulungagung Prihananto, Dhian Ika; Sari, Norma Risna
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 1 (2021): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i1.16279

Abstract

Depresi merupakan kondisi emosional seseorang yang biasanya ditandai dengan kesedihan yang amat sangat, perasaan tidak berarti dan bersalah, menarik diri dari orang lain, tidak dapat tidur, kehilangan selera makan, hasrat seksual, dan minat serta kesenangan dalam aktivitas yang biasa dilakukan. Lansia merupakan kelompok yang paling rentan mengalami depresi. Pada dasarnya orang yang lanjut usia akan kehilangan semangat hidup, terlebih apabila mereka sudah memikirkan berbagai keinginan yang selama ini belum terpenuhi, perasaan bersalah terhadap keluarga atau pasangan akan semakin mendorong rasa depresi menjadi lebih berat. Penelitian ini merupakan penelitian mix method, desain studi case- control. Populasi studi yaitu lansia yang mengalami depresi di di UPT Pelayanan Lanjut Usia Blitar di Tulungagung. Sampel terdiri dari 26 kasus dan 26 kontrol yang diambil secara consecutive sampling. Instrument penelitian adalah Skala pengukuran depresi pada lansia (Beck), kuesioner wawancara. Analisis data secara univariat, bivariat (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang harapan belum terpenuhi pada kelompok kasus sebanyak 9 responden (34,6%) dan pada kelompok kontrol sebanyak 2 responden (7,7%). Hasil uji bivariat (chi-square) diperoleh nilai p=0,042 OR=6,353 95%CI=1,216-33,191. Simpulannya terdapat hubungan antara faktor harapan dengan kejadian depresi pada lansia. Lansia yang harapannya belum terpenuhi memiliki risiko 6,353 kali lebih besar untuk menderita depresi dibandingkan lansia yang harapannya terpenuhi.
PENERAPAN SENAM ERGONOMIS UNTUK MENURUNKAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DENGAN INTOLERANSI AKTIVITAS DI PONDOK LANSIA YPA AN-NUR KOTA KEDIRI Ika Prihananto, Dhian; Risnasari, Norma; Aizah, Siti; Hardianto, Dimas
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 5 No 2 (2021): Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v5i2.17422

Abstract

Gout is a disease caused by a buildup of uric acid or crystals in tissues, especially in the joints. One of the non-pharmacological treatments to reduce uric acid levels in patients with gout is doing ergonomic exercise, which is a combination of muscle movement and breathing techniques. This type of research is descriptive using a case study approach. The subjects of this study were two elderly people who suffered from gout with activity intolerance nursing problems by applying ergonomic exercise to reduce uric acid levels. Ergonomic gymnastics research instruments use Standard Operating Procedures (SOP) sheets and instruments to measure uric acid levels using Point Of Care Testing (POCT). The results showed that on the first day Mr. E had high uric acid levels with an amount of 8.2 mg/dl and after receiving ergonomic exercise therapy, Mr. E experienced a decrease in uric acid levels by an amount of 7.7 mg/dl. Mrs.S got the result of 9.6 mg/dl and decreased with the result of 7.2 mg/dl. On the second day, the uric acid level was checked with the result that Tn.E was 7.4 mg/dl and after receiving ergonomic exercise therapy, Mr.E's uric acid level did not change. Mrs. W uric acid level is 7.2 mg/dl and after receiving ergonomic exercise therapy, uric acid level is still 7.2 mg/dl. On the third day, before ergonomic exercise therapy, Mr. E got 6.9 mg/dl but after receiving ergonomic exercise, uric acid levels increased by 7.0 mg/dl. Mrs.S' uric acid level was 5.9 mg/dl and after doing ergonomic exercise therapy, Mrs.S experienced an increase in uric acid with a result of 6.2 mg/dl. The conclusion is that ergonomic exercise has an effect on reducing uric acid levels.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKPATUHAN MENGGUNAKAN MASKER SELAMA PANDEMI COVID-19 DI DESA CARAT KECAMATAN GEMPOL, KABUPATEN PASURUAN Malik Ibrahim, Mochammad; Ika Prihananto, Dhian; Candra Puspitasari, Sagita
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 6 No 2 (2022): Vol 6 No 2 Oktober 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v6i2.19521

Abstract

COVID-19 adalah penyakit menular dengan transmisi percikan (droplet) saluran pernapasan dan kontak. Jumlah kasus Positif COVID-19 di Indonesia : 02 Maret 2020-15 Februari 2021 yaitu 1.223.930. Menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya yang mungkin dapat menularkan COVID-19. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketidak Patuhan Penggunaan Masker Selama Pandemi COVID-19 di Desa Carat. Jenis penelitian survei analitik dengan desain cross sectional dan analisis data menggunakan program SPSS tertentu dengan uji Chi-Square menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan faktor-faktor yang terbukti sebagai faktor ketidakpatuhan menggunakan masker diantaranya :kurangnya pegetahuan (p=0,008, POR=2,16 dan CI=1,25-3,71), pendidikan rendah (p=0,004, POR=2,45 dan CI=1,30-4,60), umur ≤ 25 tahun (p=0,000, POR=2,88 dan CI=1,70-4,87). Simpulannya faktor yang terbukti mempengaruhi ketidakpatuhan menggunakan masker adalah kurang pengetahuan, pendidikan rendah, umur ≤ 25 tahun. Saran untuk peneliti perlu dilakukan penelitian lanjutan terkait vaiabel lain terkait faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan penggunaan masker di wilayah lain selain Desa Carat, Kecamatan Gempol.
PENGARUH KINERJA DOKTER, PERAWAT DAN PEGAWAI ADMINISTRASI TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI RAWAT JALAN Candra Puspitasari, Sagita; Ika Prihananto, Dhian; Malik Ibrahim, Mochammad
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 7 No 2 (2023): Volume 7 No 2 Oktober 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v7i2.21405

Abstract

Permasalahan kinerja dan kepuasan pasien sering terjadi di puskesmas dan terdapat keluhan bahwa pasien merasa masih kurang puas dengan pelayanan dimana menyatakan bahwa pelayanan petugas yang masih kurang ramah dan mengeluh pelayanan lamban sehingga harus menunggu lama untuk mendapat pelayanan. Kajian pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan pasien belum pernah dilakukan di Puskesmas Pandaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Pandaan. Jenis penelitian adalah kuantitatif menggunakan desain Cross Sectional. Jumlah sampel sebanyak 94 pasien di instalasi rawat jalan. Instrumen menggunakan skala likert. Metode pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner dan Analisis Uji normalitas data Kolmogorov Smirnov, Uji Linieritas, Uji Korelasi Spearmen dan Uji Regresi logistic dengan metode Enter. Hasil penelitian menunjukkan variabel kinerja pegawai terbukti berpengaruh terhadap kepuasan pasien dengan nilai signifikan (p=0,001, POR=33). Simpulan, kinerja (dokter, perawat, dan pegawai administrasi) merupakan factor yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Pandaan.
FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PENGEMBALIAN BERKAS REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT Malik Ibrahim, Mochammad; Yusmanisari, Eka; Ika Prihananto, Dhian
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 No 1 April 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v8i1.22543

Abstract

Permasalahan keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap pada bulan Desember rata-rata nilai tertinggi keterlambatan terjadi pada ruang Asoka jika dibandingkan dengan beberapa ruang rawat inap lainnya. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi secara mendalam faktor penyebab terjadinya keterlambatan pengembalian berkas rekam medis di ruang Asoka RSUD Bangil. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan study kasus. Data diperoleh dengan menggunakan hasil wawancara dan observasi. Informan yang diwawancarai sebanyak 4 informan dan terdapat 4 Model analisis, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan keterlambatan pengembalian berkas rekam medis disebabkan faktor Man yaitu ketidakdisiplinan dokter dalam mengisi resume, tidak ada system reward dan punishment bagi dokter dan petugas, Faktor material yaitu ketidaklengkapan pengisian formulir rekam medis, Faktor Methode yaitu kurang mematuhi SOP pengembalian 2 x 24 jam, Faktor Machine yaitu belum sepenuhnya terlaksana kebijakan rekam medis elektronik. Simpulan, terdapat 4 faktor yang menyebabkan keterlambatan pengembalian berkas rekam medis. Saran bagi rumah sakit adalah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan SOP pengembalian berkas rekam medis, melakukan sosialisasi ulang SOP untuk memberikan informasi kembali petugas kesehatan mengenai waktu pengembalian berkas rekam medis, memberikan reward berupa sertifikat penghargaan kepada petugas kesehatan yang bertanggung jawab serta saran bagi peneliti selanjutnya yaitu mengkaji secara kuantitatif variabel-variabel independent yang mempengaruhi keterlambatan pengembalian berkas rekam medis rawat inap.
KINERJA DITINJAU DARI SUDUT PANDANG MOTIVASI TENAGA KESEHATAN NON PNS DI RSUD KOTA PASURUAN Candra Puspitasari, Sagita; Malik Ibrahim, Mochammad; Ika Prihananto, Dhian
Judika (Jurnal Nusantara Medika) Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/judika.v9i1.25197

Abstract

Penurunan motivasi kerja dapat berdampak pada kualitas pelayanan yang diberikan, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kepuasan dan kepercayaan pasien. Seperti, kurangnya pengakuan atas kinerja yang baik atau tidak adanya kesempatan untuk pengembangan diri dapat mengakibatkan penurunan semangat kerja. Akibatnya, tenaga kesehatan mungkin menunjukkan penurunan dalam hal kualitas, kuantitas, efektivitas, dan ketepatan waktu dalam pekerjaan mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan non-PNS. Penelitian ini termasuk dalam dalam jenis deskriptif kuantitatif menggunakan cross sectional study. Selain kuisioner, penelitian ini menggunakan data primer untuk pengumpulan data, sampel penelitian terdiri dari 86 responden, yang diambil melalui teknik purposive sampling. Menurut hasil penelitian ini, variabel motivasi kerja berdasarkan indikator prestasi sebagian besar berada dalam kategori sedang 54,7%, Indikator pengakuan kategori sedang 80,2%, indikator pekerjaan kategori sedang 46,5% dan indikator tanggung jawab kategori sedang 65,1%, serta dengan indikator pengembangan diri kategori sedang 64,7%. Pada kinerja menunjukkan indikator kualitas sebagian besar berada dalam kategori sedang 61,6%, Indikator kuantitas kateori rendah 70,9%, indikator ketepatan waktu kategori rendah 43,0% serta dengan indikator efektivitas sebagian besar kategori sedang sebanyak 68,6%. Diharapkan bagi rumah sakit perlu mengembangkan beberapa indikator motivasi kerja untuk peningkatan kinerja tenaga kesehatan non PNS dan untuk pengoptimalan pelayanan rumah sakit yang lebih baik lagi.
Edukasi Manajemen Koping Pada Remaja Terhadap Problematika Kehidupan Sehari-Hari wijaya, endah; Dhian Ika Prihananto; Siti Aizah; Ratih Ayu Kinasih; Cyndi Fitriana Nursita; Sapto Widy Wijayanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 2 No 2 (2023): Vol.2 No.2 (Juni 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v2i2.20092

Abstract

Adolescence is a phase of physical, cognitive, psychosocial, and emotional transition. This phase allows adolescents to experience with problems and stress. Problems and stress can be managed by self-coping management. This activity aims to determine students' stress levels and increase their understanding of coping management. The activity was carried out on November 29, 2022 at SMK PGRI 3, Kediri with 31 participans. Activities carried out by the method of lectures, discussions, and games. Activity evaluation is comparing pre and post test scores. The results showed that there was an increase in knowledge of 13% after being given counseling. This education must be carried out continuously so that students are truly able to understand and do it in everyday life. The school is expected to create a program to monitor student stress levels as well as an educational program on self-coping management.
Pendidikan Kesehatan, Deteksi Dini Depresi Dan Implementasi Hipnotis 5 Jari Untuk Menurunkan Depresi Pada Lansia Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Blitar Di Tulungagung wijaya, endah; Prihananto, Dhian Ika; Aizah, Siti; Ariyanti, Ariyanti; Oktaviana, Emmy; Andini, Fitri Nur
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol 3 No 1 (2023): Vol.3 No.1 (Desember 2023)
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/dimastara.v3i1.21234

Abstract

Depression is mood disorder which is indicated by symptoms including feeling sad, confused, hopelessness, reduced concentration and thinking about suicide. One of the non-pharmacological treatments to reduce the level of depression in the elderly is 5 finger hypnosis therapy. The aim of this section is to provide health education about depression, early detection of depression and therapy 5 finger hypnosis to reduce depression in the elderly. The activities are health education, early detection of depression and performing 5 finger hypnosis. The results of examining the level of depression before treatmentsfor in 30 elderly people who experienced depression, none or at least 5 elderly people (17%), 7 elderly people with mild depression (23%), 18 elderly people with moderate depression (60 %) and none experienced major depression (0%). The results of examining the level of depression in the elderly after using 5 finger hypnosis showed that of the 30 elderly who experienced depression, none or at least 14 elderly (46%), 11 elderly who experienced mild depression (37%), 5 elderly who experienced moderate depression. (17%) and elderly with no major depression (0%). The conclusion is that 5 finger hypnosis is effective in reducing the level of depression in the elderly.