Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

PEMETAAN SARANA DAN PRASARANA SMA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014 Jefri Adytia; Sudarmi Sudarmi; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.053 KB)

Abstract

Geographic Information System (GIS) is expected data visualization through information maps facilities of Senior high school in Pringsewu so that will be a maximum and informative. This study uses the development of a prototype model. The object of this research is geospatial data which is divided into spatial data and Attribute Data. Data was collected through observation and documentation. Analysis of the data is the digital analysis, data presentation, and data verification and data description as the final report of this study.The results in this study: Digital map of the facilities in senior high school Pringsewu can help to provide information about what facilities is owned by Senior high school in Pringsewu description of each of these schools. Sistem Informasi Geografi (SIG) diharapkan visualisasi data melalui peta informasi sarana dan prasarana yang dimiliki SMA di Kabupaten Pringsewu akan lebih maksimal dan informatif. Penelitian ini menggunakan metode Pengembangan dengan model prototype. Objek dalam penelitian ini yaitu data geospasial yang terbagi menjadi data spasial dan data attribute. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan dokumentasi. Analisis data yaitu dengan analisa digital, penyajian data, dan verifikasi data dan deskripsi data sebagai laporan akhir dari penelitian ini.Hasil dalam penelitian ini:Peta digital mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki SMA di Kabupaten Pringsewu dapat membantu memberikan informasi mengenai apa saja sarana dan prasarana yang dimiliki SMA di Kabupaten Pringsewu deskripsi mengenai masing-masing sekolah tersebut.Kata kunci: pemetaan, sarana dan prasarana, sistem informasi geografi
PERSEPSI WISATAWAN TERHADAP OBYEK WISATA AIR TERJUN WAY LALAAN Heni Seprina; Rosana Rosana; Irma Lusi Nugraheni
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.974 KB)

Abstract

This study aimed to obtain information on the tourist’s perceptions on tourism object waterfall way  lalaan in tanggamus 2013. The point of studies is on the accessibility, facilities, availability of infrastructure, security and promotional and information. This  study used survey method. The amount population was 50 tourists. The technique to collect data used observation, questionnaires, and documentation. Data was analize using the percentage tables. The results showed that: (1) Accessibility in Waterfall Way Lalaan was support. (2) Facility in Waterfall Way Lalaan less supportive. (3) Availability of infrastructure was less support. (4) Objects Waterfall Way Lalaan was safe to visit. (5) Promotion and information about Waterfall Way Lalaan less well.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai Persepsi Wisatawan terhadap Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan di Kabupaten Tanggamus Tahun 2013. Titik tekan kajiannya pada aksesibilitas, fasilitas, ketersediaan infrastruktur, keamanan serta promosi dan informasi. Metode yang digunakan adalah metode survey. Populasi penelitian adalah 50 orang wisatawan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Analisa data menggunakan tabel persentase. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Aksesibilitas Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan mendukung. (2) Fasilitas Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan kurang mendukung. (3) Ketersediaan infrastruktur kurang mendukung. (4) Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan aman untuk dikunjungi. (5) Promosi dan informasi Obyek Wisata Air Terjun Way Lalaan kurang baik.Kata kunci: air terjun, persepsi, way lalaan.
STUDI KASUS PADA SMA LUAR BIASA B (TUNARUNGU) DHARMA BHAKTI DHARMA PERTIWI Anggi Tyas Prabawati; Sumadi Sumadi; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.412 KB)

Abstract

This study aims to determine the curriculum, tools, and methods used in integrated social studies learning in SLBB (deaf) Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Academic year 2013/2014. The method used in this research is the case study method. Research the type of case study aims to find out about something in depth. Analysis of the data used is the collection, data reduction, data presentation and conclusion. The results showed that the curriculum used in the learning process is the Integrated Social Science curriculum is designed specifically for students who have physical limitations in this case deaf. This curriculum has a percentage of 60% skill and 40% common material. In the Integrated Social learning methods used in class XB (deaf) are two special methods that include group method, demonstration method, drill method, and study tours. While the individual methods include a question and answer method, face to face and oral.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kurikulum, sarana, dan metode yang digunakan dalam pembelajaran IPS terpadu di SMALB B (tunarungu) Dharma Bhakti Dharma Pertiwi Bandar Lampung Tahun Ajaran 2013/2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Analisis data yang digunakan adalah pengumpulan, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang digunakan dalam proses pembelajaran IPS Terpadu adalah kurikulum khusus yang dirancang untuk peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik dalam hal ini tunarungu. Kurikulum ini memiliki persentase 60% keterampilan dan 40% materi umum. Dalam pembelajaran IPS Terpadu metode yang digunakan dikelas X B (tunarungu) adalah dua metode khusus yaitu metode kelompok meliputi, metode demonstrasi, metode drill, dan karya wisata. Sedangkan metode individu meliputi metode tanya jawab, face to face dan oral.Kata kunci: bandar lampung, IPS terpadu, SMA luar biasa
KINERJA PENGAWAS MADRASAH KEMENTERIAN AGAMA KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2015 Isti Diana Sari; Zulkarnain Zulkarnain; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 4, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.57 KB)

Abstract

Supervisors in performing their duties had not been implemented to the maximum. The purpose of this study was to describe and analyze the performance of supervisory in madrasah which includes four components, namely: the preparation of the surveillance program, program implementation, evaluation, professional guide and train teachers. Qualitative research methods was used that are based on the theory of phenomenology. The informants were 8 people consisting of 1 section chief educators,2 supervisors Madrasah, 3 evaluation, and 4 madrasah teachers. The results showed performance of the Madrasah supervisors in doing their duties is even in monitoring program implementation, evaluation, and implementation of guidance and professional training of teachers has not done well. Supervisors should receive training in accordance with their duties and functions.Pengawas dalam melaksanakan tugasnya belum terlaksana dengan maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan dan menganalisis kinerja pengawas madrasah yang meliputi 4 komponen, yaitu: penyusunan program pengawasan, pelaksanaan program, evaluasi, membimbing dan melatih profesional guru. Metode penelitian yaitu kualitatif yang didasari teori fenomenologi. Informan penelitian berjumlah 8 orang yang terdiri dari kepala seksi tenaga pendidik dan kependidikan 1 orang, pengawas Madrasah 3 orang, dan 4 guru madrasah. Hasil penelitian menunjukkan Kinerja Pengawas Madrasah dalam melaksanakan tugasnya baik pelaksanaan program pengawasan, evaluasi, serta pelaksanaan pembimbingan dan pelatihan profesional guru belum terlaksana dengan baik. Pengawas perlu mendapat pelatihan sesuai tugas pokok dan fungsinya.Kata kunci: kinerja, pengawas, madrasah.
ANALISIS DAERAH RAWAN LONGSOR DI KECAMATAN WAY KRUI TAHUN 2015 Catur Pangestu W; I Gede Sugiyanta; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.919 KB)

Abstract

This research aimed to know the characteristics of areas prone to landslide based on a prone landslide map in Way Krui sub district year 2014. The map was classified according to the prone area so it produced A area as the less prone to erosion, B area as the prone to erosion, C area as the less prone, D area as the prone landslide and E very vulnerable to landslide. This research was using overlay methods. Objects of this research were the landslide map. The subject in research was areas less to landslide in Way Krui sub district Pesisir Barat. The results of research were A area was less prone, B was prone area, C area was less prone, D area and the E area were very prone and in recommended to local conservation.The analysis which was gotten showed that parameter wich was dominant in way krui sub-district is settlement.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik daerah rawan longsor berdasarkan Peta Rawan Longsor di Kecamatan Way Krui tahun 2014. Peta tersebut digolongkan menurut area rawan sehingga menghasilkan area A sebagai daerah yang kurang rawan longsor, area B rawan longsor, area C kurang rawan, area D rawan longsor dan area E sangat rawan terhadap longsor. Penelitian ini menggunakan metode overlay. Objek dalam penelitian yaitu peta parameter longsor. Subjek dalam penelitian yaitu daerah rawan longsor di Kecamatan Way Krui Kabupaten Pesisir Barat. Hasil penelitian area A kurang rawan, area B rawan, area C kurang rawan, Area D rawan dan area E sangat rawan dan di sarankan untuk daerah konservasi. Analisis yang didapatkan bahwa parameter yang dominan di Kecamatan Way Krui adalah permukima.Kata kunci: daerah rawan longsor, overlay, parameter longsor.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN SEBARAN GURU IPS SMP DI KECAMATAN BELITANG TAHUN 2014 Andri Wijaya; Buchori Asyik; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.927 KB)

Abstract

This research aims to get information(1) the social study teachers need, (2) the suitability of social study teacher to the academic qualification, and (3) the distribution of social study teacher in Belitang Sub-district. The study employed descriptive research design with the population are 22 social study teachers in junior high school of Belitang Sub-district. The collecting data techniques used were observation, questionnaire, and documentation techniques.Data analysis technique is using calculation of teachers need formulation. The result of the research shows(1) the social study teachers need in junior high school of Belitang Sub-district as many as 16 teachers, where 1 junior high schools belong to the enough category, and 8 junior high school belongs to the less category, (2) from the total number of 22 social study teachers, 10 social study teachers are graduated from social study education and the 12 social study teachers are graduated from non-social study education, (3) the distribution of social study teacher in Belitang Sub-district is in group Gumawang village.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi (1)kebutuhan guru IPS, (2) kesesuaian guru IPS dengan kualifikasi akademik, dan (3) sebaran guru IPSpada SMP di Kecamatan Belitang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan populasi 22 guru IPS pada SMP di Kecamatan Belitang. Teknik pengumpulan data yang digunakan teknik observasi, teknik kuesioner,dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakanrumus perhitungan kebutuhan guru.Hasil penelitian menunjukkan (1) kebutuhan guru IPS pada SMP di Kecamatan Belitang sebanyak 16 guru, dimana 1 SMP termasuk dalam kategori cukup, dan 8 SMP berkategori tidak cukup, (2) dari 22 guru IPS, 10 guru IPS lulusan S1 Pendidikan Jurusan IPS dan 12 guru lulusan S1 non Pendidikan Jurusan IPS, (3) sebaran guru IPS di Kecamatan Belitang mengelompok pada desa Gumawang.Kata kunci:kebutuhan, kualifikasi akademik, sebaran
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI Dwita Ayu Setioningrum; Zulkarnain Zulkarnain; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.68 KB)

Abstract

This study aims to analyze the use of inquiry learning model in increasing IPS learning activity on 8th Grade students of SMP Negeri 12 Bandar Lampung. The method used action research conducted in 3 sessions. The results showed that (1) the first cycle, the student activity is 45,83% and the student learning outcomes completeness is 41,66%, (2) the second cycle, the student activity increased by 14,63% so that to become 60,46% and the student learning outcomes increased by 19,87% to become 61,53%, (3) the third cycle, the student activity increased by 22,65% so that to become 83,11% and the student learning outcomes increased by 26,93% to become 88,46%. We can conclude that the use of inquiry learning model can improve the activity and learning outcomes in IPS subject at 8th grade students of SMP Negeri 12 Bandar Lampung academic year 2013/2014.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan model pembelajaran inkuiri dalam peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Bandar Lampung. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siklus I, aktivitas siswa sebesar 45,83% dan ketuntasan hasil belajar siswa 41,66%, (2) siklus II, aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 14,63% sehingga menjadi sebesar 60,46% dan ketuntasan hasil belajar siswa meningkat sebesar 19,87% sehingga menjadi 61,53%, (3) siklus III, aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 22,65% sehingga menjadi sebesar 83,11% dan ketuntasan hasil belajar siswa meningkat sebesar 26,93% sehingga menjadi 88,46%. Simpulan penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas VIII SMP Negeri 12 Bandar Lampung tahun ajaran 2013/2014.Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, model pembelajaran inkuiri.
PEMETAAN DATA MONOGRAFI KECAMATAN PRINGSEWU TAHUN 2014 Koko Setiawan; Rosana Rosana; Dedy Miswar
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 3, No 5 (2015): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.835 KB)

Abstract

This study attempted to make a thematic map by using data monographdistrict of Pringsewu in terms of (1) the location of the district office and village offices; (2) the location and number of public/private senior highschool; (3) the location of health infrastructure; (4) the population based on religion; (5) population density; (6) land use; (7) the number of industry and; (8) the number of acceptors KB. This research was using descriptive informative method. This research used the descriptive than informative method. The results of this research were; (1) a location map of district office and village offices; (2) a location map and the number of public/private senior high school; (3) a location map of health infrastructure; (4) a population map based on the religion; (5) a population of density map; (6) land use map; (7) a map of the number of industry and; (8) a map of the number acceptors KB.Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta tematik dengan menggunakan data monografi kecamatan Pringsewu berupa data tentang (1) lokasi kantor kecamatan dan kantor desa/kelurahan; (2) lokasi dan jumlah SMA Negeri/Swasta; (3) lokasi prasarana kesehatan; (4) jumlah penduduk berdasarkanagama; (5) kepadatan penduduk; (6) penggunaan lahan; (7) jumlah industri serta; (8) jumlah akseptor KB. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif informatif. Hasil dalam penelitian ini adalah (1) peta lokasi kantor kecamatan dan kantor desa/kelurahan; (2) peta lokasi dan jumlah SMA Negeri/Swasta; (3) peta lokasi prasarana kesehatan; (4) peta jumlah penduduk berdasarkan agama; (5) peta kepadatan penduduk; (6) peta penggunaan lahan; (7) peta jumlah industri serta; (8) peta jumlah akseptor KB.Kata kunci: pemetaan, monografi kecamatan, pringsewu.
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2014 Kiki Hidayat; Rosana Rosana; Rahma Kurnia Sri Utami
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.067 KB)

Abstract

The purpose of this research was to analyze the availability of the public green open space area on Pringsewu year 2014, with the point of study are: the region size, the public green open space area size and distribution of the public green open space area. This research used qualitative method. Reserch object was the public green open space area. The region analysis unit consisted of 9 subdistrict which was divied into 3 zone there were east zone, central zone, and west zone. Data were collectied by documentation, non structure interview, and observation. The data analysis used description about availability of the public green open space 20% from the region size of Pringsewu regency. Result of the research indicate that the public green open space on Pringsewu regency has already fulfill the necessary standart of the public green open space which is 20% from the region size.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan ruang terbuka hijau publik di Kabupaten Pringsewu tahun 2014. Dengan titik kajian luas wilayah, luas ruang terbuka hijau publik dan persebaran ruang terbuka hijau publik. Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Objek penelitian berupa ruang terbuka hijau publik. Unit analisis wilayah terdiri dari 9 Kecamatan yang dibagi menjadi 3 zona yaitu zona timur, zona tengah dan zona barat. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara tidak terstruktur, dan observasi. Analisis data yaitu berupa analisis deskriptif tentang ketersediaan ruang terbuka hijau publik sebesar 20% dari luas wilayah di Kabupaten Pringsewu. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketersediaan ruang terbuka hijau publik di Kabupaten Pringsewu sudah mencukupi standar kebutuhan ruang terbuka hijau publik sebesar 20% dari luas wilayah.Kata kunci: analisis, pemetaan, ruang terbuka hijau publik
PENGGUNAAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR DAN HASIL BELAJAR Tia Kurniawati; Pargito Pargito; Rosana Rosana
JPG (Jurnal Penelitian Geografi) Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Geografi (JPG)
Publisher : JPG (Jurnal Penelitian Geografi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.354 KB)

Abstract

This study aims to analyze the use of the discussion method improves learning and learning outcomes geography class XI IPS 3 SMA Negeri 1 Natarian. Classroom action research was conducted in three cycles. The results showed that in the first cycle, a high percentage of students interested in studying only reached 45.46%, while the percentage of student learning outcomes completeness 48.48% (16 people). In the second cycle students interested in a high percentage had increased up to 66.67% and the percentage of mastery learning outcomes also increased to 60.61% (20 people). Later in the third cycle as well as a result of this study, the percentage of students interested in higher learning has increased to 78.79% at the second meeting and the percentage of completeness student learning outcomes also increased to 75.76%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan metode diskusi dalam meningkatkan minat belajar dan hasil belajar geografi siswa kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Natar. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, persentase siswa berminat belajar tinggi hanya mencapai 45,46% sedangkan persentase ketuntasan hasil belajar siswa 48,48% (16 Orang). Pada siklus II persentase siswa berminat tinggi mengalami peningkatan hingga mencapai 66,67% dan persentase ketuntasan hasil belajar juga meningkat menjadi 60,61% (20 Orang). Selanjutnya pada siklus III yang sekaligus menjadi hasil dari penelitian ini, persentase siswa berminat belajar tinggi telah meningkat menjadi 78,79% pada pertemuan II dan persentase ketuntasan hasil belajar siswa juga ikut meningkat menjadi 75,76%.Kata kunci: hasil belajar, metode pembelajaran diskusi, minat belajar