Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : HARMONI

PENGENALAN BUDAYA GOTONG ROYONG MASYARAKAT JEPANG KEPADA WARGA RT 07/ RW XIII KELURAHAN JATISARI KECAMATAN MIJEN SEMARANG Lina Rosliana; Budi Mulyadi; Mariah Anggreni
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.1.60-64

Abstract

Gotong royong merupakan istilah Indonesia untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Istilah ini berasal dari kata bahasa Jawa gotong yang berarti "mengangkat" dan royong yang berarti "bersama". Budaya gotong-royong adalah ciri bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan. Hal ini merupakan bentuk nyata solidaritas sosial dalam kehidupan masyarakat. Setiap warga masyarakat memiliki hak untuk dibantu dan juga berkewajiban untuk membantu. Namun saat ini, budaya gotong royong kental akan nuansa pedesaan, di mana hanya orang-orang yang tinggal di desa saja lah yang masih melaksanakannya. Padahal, di manapun kita tinggal bersama sebuah masyarakat, kita perlu menjaga nilai-nilai yang ada dalam budaya gotong royong. Tidak hanya masyarakat Indonesia, masyarakat Jepang pun mengenal budaya gotong royong. Masyarakat telah menanamkan semangat gotong royong sejak dini. Sekolah-sekolah dasar di Jepang tidak memiliki jasa pembersih ruangan. Murid-murid sekolah bersama-sama membersihkan kelas, kamar mandi, halaman, bahkan kolam renang sekolah. Melalui kegiatan tersebut, mereka diharapkan dapat mempelajari nilai-nilai tanggung jawab, disiplin, dan tolong-menolong.
MENGENAL GAYA HIDUP SEHAT ALA ORANG JEPANG DI MASA PANDEMI COVID-19 (Pengabdian Mandiri di RT 07/ RW XIII Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Semarang) Lina Rosliana; Budi Mulyadi; Mariah Anggreni
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2021): HARMONI
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.5.2.12-17

Abstract

ABSTRAKDi masa pandemi ini, hidup sehat menjadi prioritas utama masyarakat. Kesehatan adalah hal yang berharga, dan menjaga kesehatan merupakan sebuah hal yang penting. Namun, dapatkah kita menjaga kesehatan kita dengan cara biasa yang kita lakukan sebelum masa pandemi ini? Para ahli kesehatan terus-meneruskan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatannya dengan protokol-protokol kesehatan yang sebagian besar belum menjad kebiasaan masyarakat Indonesia pada umumnya, seperti memakai masker, membawa desinfektan atau hand sanitizer saat bepergian, dan sebagainya. Tetapi, bagi orang Jepang hal-hal tersebut merupakan kebiasaan yang telah ada sejak lama. Mengenal bagaimana orang Jepang menjaga kesehatan dan menerapkan gaya hidup sehat dapat menjadi manfaat besar untuk kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari di masa pandemi. Karena itulah, tim pengabdian masyarakat melakukan sosialisasi kepada warga RT 07/ RW XIII Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Semarang mengenai cara-cara orang Jepang menerapkan gaya hidup sehat yang dapat diaplikasikan di kehidupan masyarakat Indonesia. Kata Kunci: Covid-19, Gaya hidup sehat, Jepang ABSTRACTDuring this pandemic, healthy living is a top priority for the community. Health is a precious thing, and maintaining health is an important thing. However, can we take care of our health in the usual way that we did before this pandemic? Health experts continue to give appeals to the public to pay more attention to their health with health protocols which most of the Indonesian people have not yet become accustomed to, such as wearing masks, carrying disinfectant or hand sanitizer when traveling, and so on. However, for the Japanese these things are habits that have been around for a long time.Knowing how Japanese people maintain their health and adopt a healthy lifestyle can be of great benefit to us in living our daily lives during the pandemic. For this reason, the community service team carried out socialization to residents of RT 07/RW XIII, Jatisari Village, Mijen Subdistrict, Semarang, regarding ways Japanese people implement a healthy lifestyle that can be applied in Indonesian people's lives.Keywords: Covid-19, Healthy lifestyle, Japan
PENGENALAN BUDAYA MERANGKAI BUNGA ALA JEPANG (IKEBANA) Rosliana, Lina; Nindia Rini, Elizabeth Ika Hesti Aprilia; S.I., Trahutami; Noviana, Fajria
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Sebagai salah satu tridharma perguruan tinggi, dosen-dosen Program Studi S1 Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro melaksanakan pengabdian kepada masyrakat dengan tema pengenalan budaya merangkai budaya ala Jepang (ikebana). Dilihat dari asal katanya, ikebana (生け花) berasal dari kata ikeru, adalah seni merangkai bunga yang memanfaatkan berbagai jenis bunga, rumput-rumputan dan tanaman dengan tujuan untuk dinikmati keindahannya. Ikebana berasal dari Jepang tetapi telah meluas ke seluruh dunia. Kata ikebana merupakan gabungan dari kata ‘ike’ yang berari ‘hidup’ atau ‘tumbuh’ dan kata ‘hana/ bana’ yang berarti ‘bunga’. Jadi, secara etimologi ikebana berarti ‘bunga hidup’. Secara populer, ikebana diterjemahkan sebagai ‘seni merangkai bunga’.Rangkaian bunga ikebana tidak hanya disusun oleh bunga saja. Daun, buah, rumput dan ranting juga menjadi unsur penting dalam ikebana. Bahkan plastik, kaca dan logam juga dipergunakan dalam ikebana kontemporer. Semua unsur-unsur tersebut dirangkai sedemikian rupa dengan memperhatikan cara merangkai, ukuran, tekstur, volume, warna, jambangan, tempat dan waktu merangkai bunga tersebut sehingga dapat dihasilkan rangkaian bunga yang indah dan bernilai seni tinggi.Kata kunci : budaya Jepang; ikebana; seni merangkai bunga
PELATIHAN MEMBUAT SUSHI SEBAGAI SALAH SATU UPAYA MENCETAK WIRAUSAHAWAN Noviana, Fajria; S.I., Trahutami; ANR, Elizabeth Ika Hesti; Rosliana, Lina
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

ABSTRACT Enterpreneurship workshop that matched with what have been learned in college is an effort to grow creative and enterpreneurhip spirit in students. Therefore, sushi making workshop for the students of Japanese Department in Diponegoro University Faculty of Humanities, is an example of that effort. This workshop can be some way to open new job vacancies, as well lessens the number of educated unemployment.Keywords : entrepreneurship, food, Japan, sushi