Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TEKNOLOGI PENJERNIHAN MINYAK GORENG DENGAN ABSORBEN ALAMI DI KELURAHAN KEPUTIH SURABAYA Rosyidah, Afifah; Bagus S, Alfian; Melinda, Desi; Shalsabila, Hafizhah; Luthfia R., Annisa’; Damayanti, Nila
Journal Community Service Consortium Vol 3 No 2 (2023): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v3i2.4264

Abstract

Sebagai salah satu bahan pokok, keberadaan minyak goreng sangat diperlukan dalam mendukung keberlangsungan produksi UMKM, terutama yang berada di wilayah Kelurahan Keputih. Seringkali minyak goreng ini digunakan secara berulang dengan temperatur yang tinggi, perlakuan tersebut dapat menurunkan nilai mutu dan gizi minyak goreng. Konsumsi minyak goreng bekas secara terus-menerus dapat merusak kesehatan. Oleh karena itu penting adanya pengolahan minyak goreng bekas dengan melakukan penjernihan dan perbaikan nilai mutu atau kualitas dari minyak goreng tersebut sehingga dapat digunakan kembali untuk kebutuhan yang lainnya. Pada pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini metode adsorpsi digunakan pada minyak jelantah dengan menggunakan adsorben dari bahan alami berupa ampas tebu dan karbon aktif tempurung kelapa. Pelaksanaan penelitian telah dimulai dengan pembuatan adsorben dari ampas tebu yang telah dibakar kemudian direndamkan ke dalam gelas beaker yang sudah berisi larutan NaCl 10% selama 1 hari. Kemudian disaring dan filtrat diubah menjadi tablet. Perlakuan yang sama diterapkan pada tempurung kelapa. Aplikasinya dilakukan dengan cara minyak goreng bekas pakai dipanaskan hingga mencapai suhu 70 °C, kemudian ditambahkan tablet adsorben ampas tebu atau tempurung kelapa ke dalam minyak goreng bekas dan dilakukan pengadukan selama 10 menit selanjutnya dibiarkan selama setengah hari. Minyak goreng kemudian disaring dan hasilnya dapat dibandingkan dengan sebelum dan sesudah dilakukan penjernihan dengan adsorben alami tersebut. Hasil pengamatan ini selanjutnya disosialisasikan oleh tim pengabdi masyarakat ITS kepada sekelompok pelaku UMKM di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Serangkaian kegiatan ini dilakukan untuk menjawab keresahan dari pelaku UMKM Keputih terkait kelangkaan dan kenaikan dari harga minyak goreng yang memaksa penggunaan minyak goreng secara berulang sebagai tuntutan ekonomi yang harus dipenuhi.
Penjernihan Limbah Air Rumah Tangga Menggunakan Limbah Kaleng Rosyidah, Afifah; Amalia, Inka; Rihadatul, Khulud
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 3 No. 2 (2024): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 3 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0302.02

Abstract

Abstract Canned waste is an environmental issue due to its resistance to biological degradation, requiring up to hundreds of years to decompose. Aluminum content in cans ranges from 1.60% to 15.80%, making it a potential material for coagulants in wastewater treatment. On the other hand, the demand for clean water continues to rise, especially in urban areas with rapid population growth, while access to safe drinking water remains a challenge. This study aims to utilize aluminum from discarded cans for treating household wastewater. Experimental results show that adding 0.5 grams of synthesized aluminum can reduce wastewater turbidity by up to 86%, while 1 gram reduces turbidity by 98%. This approach offers a sustainable solution by reducing environmental pollution from aluminum cans while improving clean water quality. These findings underscore the importance of innovative waste management strategies to support environmental sustainability and public health.   Abstrak Limbah kaleng merupakan masalah lingkungan karena sulit terdegradasi secara biologis, membutuhkan waktu hingga ratusan tahun untuk terurai. Kandungan aluminium dalam kaleng berkisar 1,60% hingga 15,80%, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan koagulan untuk menjernihkan air limbah. Di sisi lain, kebutuhan air bersih terus meningkat, terutama di daerah perkotaan dengan pertumbuhan populasi yang pesat, sementara akses terhadap air bersih yang aman masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan aluminium dari limbah kaleng untuk pengolahan air limbah rumah tangga. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa penambahan 0,5 gram aluminium hasil sintesis mampu menurunkan kekeruhan air limbah hingga 86%, sementara penambahan 1 gram menurunkan kekeruhan hingga 98%. Pendekatan ini menawarkan solusi berkelanjutan dengan mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah kaleng sekaligus meningkatkan kualitas air bersih. Temuan ini mempertegas pentingnya pengelolaan limbah yang inovatif untuk mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat.