Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Zat Aktif Flavonoid Terhadap Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Diabetes Mellitus Dan Tinjauannya Dalam Pandangan Islam Salma Azizah, Jihan; Widayanti, Etty; Royhan, Aan; Arsyad, Muhammad
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v3i3.552

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan kondisi hiperglikemia kronik yang disebabkan oleh kelainan sekresi insulin di pancreas. Peran antioksidan dalam melindungi sel-sel beta pancreas karena fungsinya dalam menetralisir keberadaan ROS sebagai radikal bebas. Flavonoid dari efek antioksidanya menurunkan malondialdehid, dimana zat ini menurunkan aktivitas enzim antioksidan seperti katalase, glutation peroksidase dan superoksida dismutase. Sehingga flavonoid berkemungkinan dapat melindungi sel-sel pancreas dari kerusakan oleh ROS pada kondisi diabetes. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat aktif flavonoid terhadap gambaran histopatologi pancreas tikus diabetes melitus dan tinjauannya menurut pandangan Islam. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan jenis narrative literature review. Teknik pengumpulan data menggunakan database atau search engine berupa Google Scholar. Sumber penelitian ini didapatkan 8 literatur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat potensi flavonoid dalam perbaikan sel pankreas baik penurunan skor kerusakan maupun peningkatan jumlah dan luas sel dan terdapat perbaikan kadar glukosa darah hewan coba setelah mengkonsumsi flavonoid. Kesimpulan: Ekstrak tanaman yang mengandung senyawa metabolit flavonoid dengan lama pemberian intervensi dan dosis yang berbeda dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki kerusakan pankreas tikus diabetes melitus berupa regenerasi dan peningkatan jumlah sel ?. Dalam ajaran Islam, Allah SWT telah menyiptakan segala sesuatu yang memiliki manfaat, termasuk tumbuhan dan hewan.
Efek Proteksi Mendengarkan, Membaca, dan Menghafal Al-Qur'an terhadap Demensia Royhan, Aan; Muhammad Astiwara, Endy; Mukhtar, Diniwati; Samsul Mustofa, Muhammad; Marsiati, Himmi
Jurnal Ruhul Islam Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Ruhul Islam
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/jri.v2i1.179

Abstract

Demensia merupakan penyakit dengan penurunan fungsi kognitif yang dapat memengaruhi memori dan tingkah laku. Sampai saat ini, pengobatan demensia belum menunjukkan hasil yang memuaskan, sehingga terapi pencegahan primer menjadi alternatif terbaik. Pencegahan primer difokuskan pada pemeliharaan kesehatan mental dan fungsi kognitif, salah satunya dengan kegiatan menghafal, membaca dan mendengarkan Al-Qur’an. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji efek proteksi Al-Qur’an terhadap demensia dalam perspektif ilmu kesehatan, ilmu biomedik, dan hukum Islam. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel ilmiah. Hasil dari studi literatur menunjukkan bahwa kebiasaan rutin menghafal Al-Qur’an berpengaruh terhadap fungsi memori jangka pendek, kecerdasan intelektual dan emosional. Rutinitas membaca Al-Qur’an menurunkan tekanan darah, menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kebahagiaan, menjaga kestabilan emosi, menurunkan tingkat depresi, dan meningkatkan kecerdasan emosional. Memperdengarkan atau memberikan paparan murottal Al-Qur’an pada orang sehat maupun orang sakit telah menjadi terapi tambahan di beberapa negara muslim karena secara signifikan dapat menurunkan stres, derajat hipertensi, skala nyeri, meningkatkan sistem imun dan hormon β-endorphin. Suara Al-Qur’an yang dipaparkan pada hewan coba dan kultur sel dilaporkan secara signifikan dapat menurunkan tingkat stres oksidatif, meningkatkan proliferasi neuron dan volume otak, sehingga dapat dijadikan alternatif pencegahan primer terhadap demensia.