Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

EVALUASI KELAYAKAN EKONOMI PERBAIKAN JALAN JEMBATAN MERAH – RANJAU BATU Ahmad Royhan
Jurnal Teknik Sipil USU Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Teknik Sipil 2012
Publisher : Jurnal Teknik Sipil USU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.477 KB)

Abstract

Ruas jalan Jembatan Merah – Ranjau Batu yang berada di Kabupaten Mandailing Natal, sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi regional. Untuk menjamin kondisi perkerasan jalan, dibutuhkan perbaikan dan pemeliharaan yang tepat. Menentukan kelayakan ekonomi suatu program pemeliharaan jalan, maka perlu menganalisis kriteria kelayakan ekonomi. Dalam penelitian ini yang akan dibahas adalah kelayakan suatu proyek pemeliharaan jalan dengan bantuan program HDM – III, kemudian menganalisis output dari program tersebut berupa analisis Benefit Cost Ratio, Net Present Value, dan Internal Rate of Return. Hasil penggunaan model HDM – III menunjukkan bahwa berdasarkan analilsis road deteritoration, penanganan dengan skenario 3 menghasilkan kondisi fungsional jalan yang lebih baik dibandingkan dengan skenario lainnya. Economic analysis juga menunjukkan bahwa skenario 3 yang lebih layak secara ekonomi dibandingkan dengan skenario lainnya, dengan biaya pemeliharaan yang minimum dan manfaat berupa benefit biaya operasi kendaraan yang maksimum, hal ini ditunjukkan dengan nilai NPV, BCR, dan IRR.
Implementasi Undang-undang Demokrasi dan Nilai-nilai urgensitas dalam Kancah Politik Islam di bumi Indonesia Fatkhiyatus Su’adah; Ahmad Royhan
Syariah: Journal of Fiqh Studies Vol 2 No 2 (2024): Syariah: Journal of Fiqh Studies
Publisher : Bidang Penelitian Dan Penulisan Karya Ilmiah (bp2ki) Ma'had Aly Lirboyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61570/syariah.v2i2.87

Abstract

This study examines the implementation and urgency of the Democracy Law in Indonesia. Although democracy is reflected in the 1945 Constitution, Muslim intellectuals often view this concept as foreign. Democratic principles such as majority rule, freedom, and justice face challenges in their application because not all democratic concepts can be reconciled with Islamic law. This research analyzes the interaction between Islamic values, such as benefit and justice, with the democratic principles of the 1945 Constitution and the potential alignment between the two to enhance political stability. The novelty of this study lies in its in-depth comparative analysis between the democratic principles of the 1945 Constitution and the concept of Islamic governance in classical and contemporary fiqh. The method used is a descriptive qualitative approach, analyzing Indonesian legal texts and relevant classical and contemporary fiqh works. The findings indicate the potential for synergy between democratic principles and Islamic values despite challenges in implementation. The application of the Democracy Law in Indonesia requires an approach that is sensitive to religious values, particularly in terms of justice, freedom, and governance based on benefit. Its implications could shift the paradigm of democratic implementation in Indonesia, emphasizing the importance of synergy between state law and religious teachings in creating a just and prosperous government for people.
Pengembangan Kemampuan Membaca Kitab dengan Metode Sorogan di Madrasah Assunniyyah Kencong Jember Nafsah, Nor Holis bin; Royhan, Ahmad
An-Nuqthah Vol 3 No 1 (2023): An-Nuqthah
Publisher : INAIFAS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/an-nuqthah.v3i1.1009

Abstract

The right method is one of the keys to the success of foreign language learning for students, especially Arabic. This research explores the process of mentoring and implementing the sorogan method in improving the ability to read the books of students of grade 6 ibtidaiyyah madrasah diniyyah assunniyyah kencong jember. and by applying this method, it is hoped that it can train students in improving the development of Arabic grammar, making it easier to read and understand the contents of the yellow book well. The research method used in this research is a qualitative method. This research concludes that the sorogan method gives significant results in triggering enthusiasm for learning and increasing the ability to read the yellow book of students in grade 6 ibtidaiyyah madrasah diniyyah Assunniyyah Kencong Jember.
INTERTEKSTUALITAS DALAM TAFSIR MUHAMMAD IZZAT DARWAZAH: MEMBANGUN DIALOG ANTARA TEKS SUCI DAN INTERPRETASI KONTEMPORER Juliana putri, Siska; Dasrizal; Ahmad Royhan
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan intertekstualitas yang digunakan oleh Muhammad Izzat Darwazah (1887–1984) dalam menafsirkan Al-Qur'an, khususnya melalui metode tafsir nuzuli yang mengedepankan aspek kronologis pewahyuan (tartīb al-nuzūl) dan analisis konteks teks (siyāq). Dalam metode ini, Darwazah tidak hanya memaknai ayat-ayat Al-Qur'an secara literal, tetapi juga mengaitkannya dengan dinamika sosial, politik, dan budaya masyarakat Arab pada masa Nabi Muhammad. Pendekatan intertekstual yang ia terapkan melibatkan hubungan antara teks Al-Qur'an dengan hadis, sirah nabawiyah, serta sumber-sumber sejarah lainnya, guna menggali makna yang lebih kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-hermeneutis dengan analisis isi terhadap karya-karya tafsir utama Darwazah, khususnya al-Tafsīr al-Ḥadīs. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendekatan Darwazah mampu memberikan pemahaman yang mendalam terhadap realitas pewahyuan, fokus yang terlalu dominan pada aspek historis berpotensi mengurangi penekanan terhadap nilai-nilai universal dan transendental Al-Qur'an. Oleh karena itu, diperlukan upaya integratif untuk menyeimbangkan antara dimensi kontekstual dan spiritual dalam penafsiran. Hasil studi ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metodologi tafsir kontemporer yang responsif terhadap tantangan zaman, namun tetap berpegang pada substansi ajaran Al-Qur’an.        
Fikih Manhajī dan Qaulī; Analisis Metodologi terhadap Mekanisme Ijtihād dalam Penetapan Hukum Ahmad Royhan; Cucu Surahman
Syariah: Journal of Fiqh Studies Vol 3 No 2 (2025): Syariah: Journal of Fiqh Studies
Publisher : Bidang Penelitian Dan Penulisan Karya Ilmiah (bp2ki) Ma'had Aly Lirboyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini didorong oleh kebutuhan untuk memperkuat metodologi istinbāṭ hukum di tengah keterbatasan teks-teks fikih klasik dan kompleksitas isu-isu kontemporer yang semakin berkembang. Perbedaan konteks sosial antara ulama terdahulu dengan Indonesia modern menyoroti urgensi kerangka istinbāṭ yang mengintegrasikan teks-teks naskah, maqāṣid, dan analisis sosial secara operasional. Studi ini bertujuan untuk menggambarkan konstruksi metodologis fikih qaulī dan manhajī sebagai dua model ijtihad yang menghubungkan wahyu dengan realitas kekinian. Dengan menggunakan penelitian pustaka kualitatif, studi ini menerapkan metode deskriptif–analitis dan komparatif untuk mengkaji literatur ushul fikih klasik dan kontemporer yang terintegrasi dengan maqāṣid asy-syarī‘ah. Temuan menunjukkan bahwa ijtihad qaulī beroperasi dengan memilih dan menguatkan pendapat hukum untuk kasus-kasus baru, sedangkan ijtihad manhajī merumuskan ketetapan hukum melalui penalaran analogis, keumuman teks setingkat mujtahid, dan mafhūm al-kalām ketika teks tidak eksplisit. Keduanya menunjukkan fleksibilitas hukum Islam sekaligus menjaga komitmen pada konsistensi naskah, maṣlaḥah, dan stabilitas sosial. Integrasi fikih manhajī–qaulī pada akhirnya menawarkan model operasional dan adaptif yang berakar pada maqāṣid, memberikan kerangka kerja yang relevan untuk menjawab berbagai masalah keagamaan dan sosial modern sekaligus memungkinkan evaluasi berkelanjutan demi memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Freedom of Expression In Indonesia’s Democratic System: A Fiqh Siyasah Analysis From The Perspective of Maqāṣid Asy-Syarī’ah Ahmad Royhan
Siyasah Wa Qanuniyah Vol 3 No 2 (2025): Siyasah Wa Qanuniyah
Publisher : Ma'had Aly Raudhatul Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61842/swq/v3i2.52

Abstract

This study examines freedom of expression in democratic systems from the perspective of maqāṣid asy-syarī‘ah, aiming to analyze the relevance and limitations of the right to express opinions for citizens and their relation to public welfare. The research employs a qualitative library research approach, reviewing classical and contemporary literature on Islamic law, political jurisprudence, the Indonesian constitution, and democratic principles. Analysis focuses on identifying relevant concepts, values, and normative arguments linked to the protection of religion, life, intellect, lineage, and property. The findings indicate that freedom of expression is a fundamental right enabling active citizen participation in public decision-making and governmental oversight. From an Islamic perspective, this right aligns with maqāṣid asy-syarī‘ah, particularly hifẓ al-‘aql, requiring responsible development of intellectual capacity. Freedom of expression is relative and must be exercised with ethics, law, and social responsibility, supporting the achievement of collective welfare without harming individuals or society.
Jihad Defensif Sebagai Paradigma Perdamaian: Analisis Pemikiran Wahbah Az-Zuhaili Ahmad Royhan
Jurnal Al-Nadhair Vol 4 No 02 (2025): Al-Nadhair
Publisher : Ma'had Aly MUDI Mesjid Raya Samalanga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61433/alnadhair.v4i02.157

Abstract

Penelitian ini menganalisis konsep jihad defensif dalam perspektif Wahbah az-Zuhaili dengan fokus pada relevansinya sebagai paradigma perdamaian. Latar belakang penelitian muncul dari reduksi makna jihad yang kerap dipersepsikan semata sebagai peperangan ofensif, menimbulkan stigma negatif terhadap Islam sebagai agama yang identik kekerasan. Kesenjangan antara idealitas normatif jihad dan persepsi publik mengindikasikan minimnya kajian yang mengaitkan jihad defensif dengan tantangan kontemporer, termasuk globalisasi, radikalisme, propaganda digital, dan eskalasi konflik global. Penelitian ini bertujuan mengelaborasi jihad defensif sebagai mekanisme perlindungan diri umat Islam sekaligus merujuk pada nilai-nilai perdamaian universal. Metode yang digunakan bersifat kualitatif dengan studi pustaka, menelaah karya Wahbah az-Zuhaili beserta literatur klasik dan kontemporer terkait jihad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jihad defensif dipahami sebagai upaya menjaga agama, jiwa, dan martabat dari agresi, dilaksanakan secara etis, proporsional, dan berlandaskan kemaslahatan. Wahbah az-Zuhaili menegaskan jihad defensif selaras dengan prinsip keadilan dan rahmat bagi seluruh umat manusia. Dalam konteks kontemporer, jihad defensif dapat diterapkan melalui penguatan pendidikan, diplomasi, dialog antaragama, serta penggunaan kekuatan militer sebagai opsi terakhir untuk menjaga stabilitas dan perdamaian global. Temuan ini menegaskan perlunya reinterpretasi jihad sesuai konteks modern, menempatkannya sebagai instrumen perlindungan dan perdamaian, sekaligus mendekonstruksi persepsi negatif yang mengasosiasikan Islam dengan kekerasan.