Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Skrining Kecemasan Pada Mahasiswa Baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Sebagai Upaya Deteksi Dini Masalah Kesehatan Mental Lis Triasari; Maslahatul Inayah; Sudirman Sudirman; Sumarni Sumarni; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v4i2.13062

Abstract

Latar Belakang : Mahasiswa baru melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, akan memasuki masa transisi perubahan status dan proses pembelajaran dari siswa menuju mahasiswa. Mahasiswa akan merasa lebih dewasa, lebih bereksplorasi terhadap gaya hidup dan dengan adanya tugas-tugas akademik, mereka merasa lebih tertantang secara intelektual namun mahasiswa juga dapat mengalami kesulitan, karena adanya culture shock terhadap masalah sosial dam psikologis dalam status baru tersebut. Penilaian dini bertujuan untuk mendeteksi secara cepat dan akurat kondisi kesehatan mental mahasiswa, sehingga intervensi yang tepat dapat diberikan sebelum masalah berkembang lebih lanjut. Penilaian dini merupakan langkah awal yang esensial dalam memahami kondisi mental mahasiswa.Metode : Metode kegiatan ini dilakukan dengan Skrining menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scales (DASS 42) untuk menilai tingkat kecemasan pada mahasiswa baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Kemenkes Poltekkes Semarang, mengelompokkan dan menganalisa hasil dari skrining tersebut serta menyimpulkan hasil analisa terhadap tingkat kecemasan pada mahasiswa baru Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Kemenkes Poltekkes Semarang. Hasil :Berdasarkan hasil skrining terdapat 15 mahasiswa dengan tingkat kecemasan normal (12%), 25 mahasiswa dengan tingkat kecemasan ringan (21%), 61 mahasiswa dengan tingkat kecemasan sedang (50%), 12 mahasiswa dengan tingkat kecemasan parah (10%), dan 8 mahasiswa dengan tingkat kecemasan sangat parah (7%).Simpulan : Dengan adanya kegiatan screening yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan mahasiswa dapat menghadapi tantangan akademis dan kehidupan sehari-hari dengan lebih baik, sehingga mampu berkontribusi secara optimal di kampus dan di masa depan. Program ini juga berperan penting dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat mental, di mana setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk berkembang secara holistik, baik secara akademis, sosial, maupun emosional.Keyword : Screening, Kecemasan, Mahasiswa Baru
Pelatihan Intervensi Adaptasi Fisiologis untuk Meningkatkan Kemandirian Pasien paska Stroke Ahmad Baequny; Fatchurozak Himawan Hamzah; Sudirman Sudirman; Sri Hidayati; Suryo Pratikwo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 4 No. 02 (2020): JURNAL ABDIMAS MAHAKAM
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v4i02.933

Abstract

Abstrak Prevalensi penyakit degeneratif terus mengalami peningkatan, salah satunya adalah stroke. Serangan stroke menyebabkan berbagai gejala sisa dalam waktu lama. Beberapa masalah yang sering dialami pasien paska stroke adalah keterbatasan fisik, depresi, kurang pengetahuan dan kurangnya dukungan keluarga yang mempengaruhi mekanisme koping pasien. Koping pasien yang mal-adaptif menyebabkan respon adaptasi yang tidak efektif. Hal ini tergambar dari kebutuhan dasar pasien yang dibantu total oleh keluarga meskipun sebetulnya masih memiliki sebagian anggota tubuh yang sehat. Minimnya akses informasi dan kurangnya pengetahuan keluarga tentang penanganan pasien stroke menyebabkan masalah tersebut sulit teratasi. Hasil penelitian pada pasien paska stroke di Pekalongan menunjukkan bahwa paket intervensi adaptasi pasien paska stroke terbukti efektif untuk meningkatkan koping adaptasi dan kualitas hidup pasien paska stroke. Respon adaptasi fisiologis merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan aktifitas pasien sehingga dapat meningkatkan kemandirian pasien paska stroke. Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang intervensi adaptasi fisiologis pasien paska stroke, sehingga partisipasi keluarga terhadap pasien meningkat dan kemandirian pasien juga ikut meningkat. Sasaran kegiatan yaitu kader kesehatan dan keluarga yang mempunyai anggota keluarga paska stroke sejumlah 20 orang. Metode yang digunakan dengan metode ceramah, diskusi, praktek dan pendampingan di rumah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan peserta meningkat (dari rata-rata 54 menjadi 76) dan kemandirian pasien paska stroke juga meningkat yang dilihat berdasarkan nilai bartel indeks (dari rata-rata 64,5 menjadi 76). Disarankan kepada keluarga agar selalu mendukung dan menerapkan latihan adaptasi fisiologis pada pasien paska stroke untuk meningkatkan kemandirian pasien. Kata Kunci : adaptasi fisiologis, kemandirian, stroke
Tinjauan Sistematis Evidence-Based Practice: Mengkritisi Misinformasi Penolakan Ventilasi Mekanis Melalui Peningkatan Literasi Media dan Komunikasi Keperawatan Kritis Asriadi Prihandika Widianto; Devi Titik Aprilia; Sudirman Sudirman
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56585

Abstract

The infodemic phenomenon in the digital era has triggered the massive spread of misinformation regarding critical medical interventions, particularly the mistaken perception that mechanical ventilation is the cause of death in patients with respiratory failure. This has resulted in family refusal of the procedure, increased mortality, and moral distress among nurses. This study aims to analyze the impact of this misinformation and formulate mitigation strategies through media literacy and nursing communication. This research method is a systematic review based on Evidence-Based Practice (EBP). The literature search was conducted in the Scimago, PubMed, and ScienceDirect databases spanning 2021 to 2026. Inclusion criteria included studies on ventilator misinformation, lung-protective ventilation strategies, and the role of nurses in addressing communication barriers in intensive care units. Results: The analysis showed that ventilator misinformation is rooted in a failure to understand the pathophysiology of Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) by laypersons. The implementation of lung-protective ventilation has been clinically proven to reduce mortality, but its efficacy is often hampered by conflicts with patient autonomy based on manipulative information. This study identified that the Family-Centered Care (FCC) approach combined with prebunking (psychological inoculation) and empathetic debunking techniques was effective in reducing family resistance. Conclusion: Managing the infodemic in critical care settings requires transforming the role of nurses into digital literacy agents. The use of the SIFT (Stop, Investigate, Find, Trace) method and strengthening therapeutic communication are key to restoring public trust in the healthcare system. Integration of media literacy into the nursing curriculum is highly recommended to equip healthcare workers to face future information challenges