Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Nilai Hematokrit dengan Kadar Ureum pada Suspek Gagal Ginjal di Laboratorium Klinik Blitar Nita Ermawati; Iqlima Nur Mutia Salma
Jurnal Anestesi Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Anestesi: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/anestesi.v4i1.2178

Abstract

Kidney failure is a clinical condition characterized by decreased kidney functionirreversible at any time requiring permanent renal replacement therapy in the form of dialysis or a kidney transplant. Impaired kidney function is characterized by increased levels of urea & creatinine, abnormalities in urine sediment, electrolytes, histology, and kidney structure. Hematocrit is a test that measures the percentage of blood consisting of red blood cells. Hematocrit can be used to guide or monitor blood transfusions and erythropoietin therapy. Urea is the end product of protein and amino acids, an increase in urea levels is an indicator of kidney damage. The purpose of this study was to determine the relationship between hematocrit and urea levels in Suspected Kidney Failure at the Blitar Clinical Laboratory. The research method used is an analytical survey approachcross sectional by sampling techniqueTotal Sampling. Respondents in a study of 30 suspected kidney failure at the Blitar Clinical Laboratory. Based on the average result of the hematocrit examination of 30 respondents, it was 35.60vol% and the average result of urea examination for 30 respondents was 46.80 mg/dl, while statistically there was no correlation between the value of hematocrit and urea levels in suspected kidney failure at the Blitar Clinical Laboratory.Based on the correlation test results Spearman Rank showed that statistically there was no relationship between the hematocrit value and urea levels value 0,186> 0.05. From this study, there was no relationship between hematocrit values and urea levels in suspected renal failure.
KENALI FAKTOR RESIKO INFEKSI BAKTERI TERHADAP WANITA DENGAN OBESITAS Imasari, Triffit; Erawati; Ermawati, Nita; Nela, Frieti Vega
Journal of Community Engagement and Empowerment Vol. 8 No. 1 (2026): .
Publisher : Institut Ilmu Kesehatah Bhakti Wiyata Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas telah menjadi masalah kesehatan global yang semakin meningkat, didefinisikan sebagai akumulasi lemak tubuh berlebihan yang dapat mengganggu kesehatan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan risiko penyakit kronis seperti diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan beberapa jenis kanker, tetapi juga memiliki implikasi serius terhadap sistem kekebalan tubuh dan kerentanan terhadap infeksi. Disfungsi imun ini menjadikan individu dengan obesitas lebih rentan terhadap infeksi bakteri, baik yang didapat dari komunitas maupun nosokomial. Obesitas meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Selain itu, individu dengan obesitas juga lebih berisiko mengalami infeksi kulit dan jaringan lunak (seperti selulitis dan abses), pneumonia, serta infeksi luka pascaoperasi. Peningkatan risiko ini tidak hanya disebabkan oleh gangguan imunologis, tetapi juga faktor mekanis seperti lipatan kulit yang lembap dan kurangnya ventilasi di area intertriginosa, yang menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan bakteri. Tantangan dalam menjaga kebersihan pribadi secara optimal pada individu dengan obesitas juga dapat berkontribusi pada kerentanan ini. Tujuan sosialisasi adalah memberikan pengetahuan wanita obesitas dengan informasi yang relevan dan memberdayakan Masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga Kesehatan. Metode sosialisasi dihadiri 18 warga, dari hasil kuisioner yang dilakukan 15 warga masih kurang mengetahui dan 3 warga yang sudah baik pengetahuan tentang penyebab Faktor Resiko Infeksi Bakteri Terhadap Wanita Dengan Obesitas. Setelah dilakukan sosialisasi pengetahuan masyarakat Dusun Bajang Desa Semen Kabupaten Kediri mengalami peningkatan, yaitu 100%, dengan jumlah total warga 18 warga dan masyarakat dapat secara mandiri mengimplementasikan langkah-langkah pencegahan yang efektif, seperti menjaga kebersihan diri, mengelola berat badan secara sehat.