Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Sistem Kelistrikan Pada Mesin Penetas Telur Semi Otomatis Kapasitas 100 Butir Telur Firmansyah, Faris Prasetya; Fauzi, Ah Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i1.5008

Abstract

Dalam industri peternakan, kemajuan teknologi memiliki peran kunci dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas terutama dalam proses penetasan telur. Pada umumnya, peternak rumahan masih menggunakan mesin penetas telur yang tidak otomatis. Untuk meningkatkan efisiensi dan hasil penetasan, muncul ide untuk mengembangkan sistem kelistrikan semi otomatis pada mesin penetas telur kapasitas 100 butir telur. Tujuan dari perancangan ini yaitu mengetahui sistem kelistrikan pada mesin penetas telur, mengetahui kebutuhan daya serta mengetahui perpindahan panas. Hasil rangkaian kelistrikan semua komponen bekerja sesuai dengan yang diharapkan. suhu efektif penetasan telur ayam kampung yaitu berada pada suhu 37 °C sampai 38 °C, kelembapan di angka 40 sampai 60 %. Kelistrikan mesin penetas telur ini membutuhkan daya listrik 56,2 watt, Energi listrik 1,3488 KWh. Perpindahan panas pada mesin penetas telur pada suhu 37 °C yaitu 642,7 watt per meter persegi kelvin dan pada suhu 38 °C yaitu 651,1 W/m² K.
Perancangan Alat Pemeras Jahe Kapasitas 1kg/Menit Zakaria, Dimas Ardhiyansyah; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 2 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/inotek.v8i2.5016

Abstract

Jahe merupakan tanaman rempah berupa tumbuhan rumpun berbatang semu yang memiliki aroma khas. Sejak pandemic covid-19 upaya peningkatan daya tahan tubuh agar dapat bertahan terhadap serangan virus salah satunya mengkonsumsi minuman wedang jahe. Masarakat berinovasi dalam minuman jahe dibuat menjadi bubuk. Dalam prosesnya masih menggunakan pemerasan Secara manual dengan diperas menggunakan tangan. Sehingga guna memperxepat hasil produki menggunakan mesin pemeras berjenis ulir berkapasitas 1kg/menit dengan tenaga motor listrik sebagai penggerak. Dalam perancangan tersebut dihasilkan alat pemeras jahe dengan waktu pemerasan 3menit untuk 1kg jahe.
Redesain Mesin Pemarut Jahe Kapasitas 1 Kg/Menit Faisal, Muhammad Nur; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/g0p0yj97

Abstract

Jahe merupakan salah satu tanaman obat berupa tumbuhan semu. tanaman jahe dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan tradisional, minuman, bumbu masakan. Dalam pelaku usaha beberapa kali mengembangkan olahan dari jahe. Pengkristalan jahe emprit merupakan salah satu unit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di wilayah Mojoroto-Kota Kediri. Proses pembuatan kristalisasi jahe terutama pada proses pemarut sekarang umumnya UMKM menggunakan mesin, tapi belum efisien. Pada alat yang ada di UMKM menggunakan mesin pemarut jahe yang mempunyai kekurangan pada desain pemarutnya. Maka dari itu dilakukan redesain alat pemarut jahe pada bentuk dan dimensi bodi pemarut yang sedikit lebih praktis jika digunakan, dan menghemat biaya produksi alat. Alat pemarut jahe ini berkapasitas 1 kg dan bisa lebih dengan rangka yang kokoh dan bahan stainless steel untuk mendapatkan food grade dan digerakkan menggunakan motor listrik 1 phase, dalam proses pemarutan memerlukan waktu sekitar 1-3 menit tergantung jumlahnya jahe.
Rancang Bangun Rangka Mesin Pembuat Selai Kacang Hijau Kapasitas 15Kg/45Menit Afvredo Cahya Pratama; Fauzi, Ah. Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/zqbzyd89

Abstract

Sebagian besar penduduk indonesia banyak yang berprofesi sebagai petani yaitu petani kacang hijau, diwilayah indonesia kacang hijau dijadikan tauge selain itu juga bisa dijadika bubur karena kacang hijau merupakan produksi makanan yang mengandung protein nabati tinggi dan menumbuh kembangkan industri kecil menengah yaitu sebagai isian bakpia. Dari awal merintis usahanya masih menggunakan cara manual terutama untuk memasak selai/ isian untuk bakpia, dan membutuhkan waktu yang cukup lama dan menguras tenaga bahkan kurang maksimal dalam memasak kacang hijau sebagai isian bakpia. Alat ini dibutuhkan oleh pengusaha bakpia tersebut. Produk ini berupa Mesin Pembuat Selai Kacang Hijau Kapasitas 15Kg/45Menit.
Redesain Mata Pisau Untuk Optimasi Mesin Penggiling Bumbu Rofiq, Muhammad As’adur; Fauzi, Ah Sulhan
Prosiding SEMNAS INOTEK (Seminar Nasional Inovasi Teknologi) Vol. 8 No. 3 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL INOVASI TEKNOLOGI TAHUN 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/zsnveq31

Abstract

Indonesia di kenal dengan negara beraneka ragam rempah-rempah yang dimana masakan khas indonesia tidak terlepas dari rempah-rempah yang telah di olah. Saat ini banyak ditemukan berbagai macam jenis rempah-rempah yang sangat bervariasi, baik dari segi bentuk, rasa maupun kegunaannya. Rempah-rempah awal mula hanya di yakini sebagai obat penyembuh di bandingkan untuk pencitarasa makanan. Seiring dengan berjalannya waktu, kegunaan dari rempah-rempah sendiri mengalami perkembangan dan digunakan sebagai bumbu untuk melengkapi dan menambah cita-rasa makanan, serta untuk menjaga kondisi makanan agar tetap segar. Salah satu kunci kelezatan masakan nusantara adalah dengan penggunaan rempah- rempah sebagai bumbu dapur. Penelitian ini diinisiasi untuk mendukung dan mengembangkan UMKM pada penggunaan mesin penggiling bumbu serta modifikasi mata pisau. Penerapan mesin penggiling bumbu ini menggunakan komponen motor penggerak 6,5 hp, hopper menggunakan bahan stainless steel, sarangan dengan lubang diameter 1 mm dengan ketebalan 6 mm, dan mata pisau modifikasi berbentuk segitiga sama kaki dengan tebal 5 mm dan panjang 24 mm. Dengan adanya mesin penggiling bumbu ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produktivitas dan menghasilkan tekstur bumbu yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, agar menjadi solusi yang dapat diimplementasikan bagi para UMKM maupun industri rumah makan
Optimasi Waktu Fermentasi Produksi Bioetanol dari Sabut Kelapa Muda Melalui Distilator Refluks Nadliroh, Kuni; Fauzi, Ah Sulhan
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 9 No. 2 (2021)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v9i2.39002

Abstract

Es kelapa muda merupakan salah satu minuman legendaris yang berasal dari Indonesia, pada produksi es kelapa muda tentunya akan banyak sabut kelapa yang dihasilkan, biasanya penujual es kelapa muda menumpuknya ditepi jalan tempat mereka berjualan, setelah terkumpul banyak biasanya mereka menggunakannya untuk bahan bakar memasak atau dibiarkan begitu saja dan pada akhirnya dibakar. Salah satu cara untuk menanggulangi sampah yang berasal dari produksi es degan ini adalah mengolahnya menjadi suatu hal yang berdaya guna dan dapat meningkatkan daya jual sabut kelapa yang berasal dari limbah penjualan es kelapa muda. Salah satu solusinya adalah dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembuatan bioethanol. Pembuatan bioethanol pada penelitian ini adalah dengan memanfaatkan sabut kelapa yang dihaluskan dan difermentasi melalui beberapa fariabel untuk waktu menggunakan fariabel 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari sedangkan untuk fariabel campuran bahan fermentasinya terdapat 3 fariabel yaitu fariabel A,B, dan C, untuk selanjutnya dilakukan produksi bioethanol melalui distilasi refluks, dalam hal ini dilakukan dua kali pengulangan distilasi pada setiap sampelnya, setelah bioethanol dihasilkan maka akan dicari pengaruh lama fermentasi terhadap kandungan alkohol.Kata kunci: Alkohol; Bioetanol; Distilasi; FermentasiYoung coconut ice is one of the legendary drinks originating from Indonesia, in the production from this ofcourse there will be a lot of coconut coir produced, usually the sellers of young coconut ice pile it on the side of the road where they sell, after collecting a lot, they usually ise it for cooking fuel or leave it alone and eventually burn it. One way to deal with waste originating from ice production is to process it into something that is efficient and can increase the selling power of coconut coir from the sale of young coconut ice. One solution is to use it as raw material for the manufacture of bioethanol. The manufacture of bioethanol in this study is by utilizing mashed and fermented coconut coir through several variables for the time of using the variables 7 day, 14 days, 21 days  and 28 days while for the variable mixture of fermented materials there are 3 variables, namely variable A, B, and C. Bioethanol production is carried out through reflux distillation, in this case, two repetitions of distillation are carried out on each sample, after bioethanol is produced it will look for the effect of fermentation time on alcohol content.  Keywords : Alcohol; Bioethanol; distillation; Fermentation.DAFTAR RUJUKANAnisah, D. (2014). Pemanfaatan Sampah Sayuran Sebagai Bahan Baku Pembuatan Bioetanol.. Koncersi. 3;113-18Akanksha K, Sukumaran, R., K, Pandey A, Rao S.S., Binod, P.(2016). Material balance studies for the conversion of sorghum stover to bioethanol. Biomass dan Bioenergy. 85: 48-52Arif, A.B., Budiyanto, A., Diyono, W., Hayuningtyas, M., Marwati, T., & Richana, N. (2016). Pengaruh konsentrasi NaOH dan enzim selulase:xilanase terhadap produksi bioetanol dari tongkol jagung. J. Penelit. Pascapanen Pertan. 13(3): 107-114.Arif, A. B., Diyono, W., Budiyanto, A., & Richana, N. (2016). Analisis rancangan faktorial tiga faktor untuk optimalisasi produksi bioetanol dari molases tebu. J. Informatika Pertan. ; 25(1):145-154Arif, B. A. (2017). Optimasi Waktu Fermentasi Produksi Bioetanol Dari Dedak Sorghum Manis (Sorghum Bicolor L) Melalui Proses Enzimatis. Jurnal PenelitianPasca Panen Pertanian. 14;2;67-78Arnata, I.W., Setyaningsih, D., & Richana, N., (2015). Produksi bioetanol dari hidrolisat asam tepung ubi kayu dengan kultur campuran Trichoderma viride dan Saccharomyces cereviceae. Agritech. 35(4): 396-405Derriyansyah, I. (2018). Analisa Kualitas Bioetanol Sampah Buah Dan Sayur Menggunakan Distilator Model Refluk Sebagai Bahan Bakar. Skripsi. UNP Kediri.Endah, R.D., Sperisa, D., Adrian, N., & Paryanto. (2007). Pengaruh Kondisi Fermentasi Terhadap Yield Etanol Pada Pembuatan Bioetanol Dari Pati Garut.gema teknik, No. 2Fattimura, M. (2014). Tinjauan Teoritis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Operasi Pada Kolom Destilasi. Jurnal Media Teknik. 11;1;23-31Ferdaus, F. (2008). Pengaruh pH, Konsentrasi Substrat, Penambahan Kalsium Karbonat Dan Waktu Fermentasi Terhadap Perolehan Asam Laktat Dari Kulit Pisang. Widya Teknik. 7; 1; 1-14Kusumo, F., & Milano, J. (2017). Optimization of bioethanol production from sorghum grains using artificial neural networks integrated with ant colony. Industrial Crops and Products. 97 : 146-155Nkomba, E.Y., Resburg, E.V., Chimpango A. F. A., Gorgens, J. F. (2016). The influence of sorghum grain decortications on bioethanol production and quality of the distillers dried grain with soluble using cold and conventional warm starch processing. Bioresource Technology.203: 181-189.Phukoetphim, N., Salakkam, A., Laopaiboon, P., Laopaiboon, L.(2017) Improvement of ethanol production from sweet sorghum juice under batch and fed batch fermentations: effects of sugar levels, nitrogen supplementation and feeding regimes. Elektron. J. of Biotechnol.26: 84-92.Schlafle, S., Senn T, Gschwind, P,, Kohlus, R. (2017). Feasibility and energetic evaluation of air stripping for bioethanol production. Bioresource Technology.109-115.Sebayang, A. H., Masjuki, H. H., Ong, H. C., Dharma, S., Silitonga, A. S., Mahlia, T. M. I., Aditiya, H. B. (2016). A perspective on bioethanol production from biomass asalternative fuel for spark ignition engine. RSC Advances.6: 14964–14992.Siregar, M. (1988). Dasar-Dasar Kimia Organik. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan Jakarta.Wood, I. P., Cook,  N. M., Wilson, D. R., Ryden, P., Robertson, J. A., & Waldron, K. W. (2016). Ethanol from a biorefinery waste stream: saccharification of amylase, protease and xylanase treated wheat bran. Food Chemistry.198: 125-131Zabed, H., Sahu, J. N., Suely, H., Boyce, A. N., & Faruq, G. (2017). Bioethanol production from renewable sources: current perspefctives and technological progress. Renewable and Sustainable Energy Reviews. 71: 475-501Zhang, K., Zheng, G., Saul, K., Jiao, Y., & Xin, Z. (2017). Evaluation of the multi seeded (msd) mutant of sorghum for ethanol production. Industrial Crops and Product. 97 : 345- 353  
Analisa Pengaruh Kecepatan Putar Motor DC Terhadap Jarak Lontaran Pelet Pada Mesin Pelontar Pakan Ikan Arief Adimas Prayoga; Ah. Sulhan Fauzi
Infotekmesin Vol 13 No 2 (2022): Infotekmesin: Juli, 2022
Publisher : P3M Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/infotekmesin.v13i2.1540

Abstract

Freshwater fish is a type of fish that is very popular with the wider community. The problem that often occurs in cultivators is the timing of feeding fish. This study introduces automatic pellet sowing with a DC motor as a pellet ejector. The method used is by identifying research variables. This research was conducted with 3 variations of DC motor rpm rotation with 2 different pellet sizes. The data obtained showed that the farthest ejection distance is 3 mm pellets with a rotational speed of 6000 rpm, while the closest ejection distance is 3 mm pellets with a rotational speed of 1000 rpm, and it is also concluded that the data findings are the estimated time to run out of 3 kg of pellets for each pellet sample with three variations of DC motor rotational speed. Pellets with the fastest time of 1.90 s are pellets with a size of 3 mm with a rotational speed of 6000 rpm, while the longest time is 5.2 s, namely pellets with a size of 1 mm with a rotational speed of 1000 rpm.
Medan magnet di sekitar rel kereta api fauzi, sulhan
Jurnal Mesin Nusantara Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v2i1.13134

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah benar ada medan magnet di sekitar rel saat kereta api sedang melintas. Beberapa kecelakaan yang melibatkan kereta api dan mobil di atas perlintasan kereta api diperkirakan disebabkan karena medan megnet ini. Belum ada penelitian atau data resmi dari kepolisian yang menjelaskan penyebab tiba-tiba mesin kendaraan bermotor tersebut mati saat melintas di atas rel yang ada kereta apinya sedang berjalan. Pendapat lain juga muncul dari kejadian ini, yaitu karena sopir atau pengendara kendaraan tersebut gugup saat melihat kereta yang melintas waktu lewat di atas rel, sehingga menjadi kehilangan fokus saat mengemudi sehingga menyebabkan mesin kendaraannya mati. Data hasil pengukuran medan magnet menunjukkan bahwa nilai medan magnet di sekitar rel kereta api saat kereta api melintas rata-rata 47,73 µT, dengan nilai medan magnet terendah 22,46 µT dan nilai tertingginya 82,06 µT. Nilai tersebut tidak berbeda jauh dengan nilai medan magnet bumi yaitu antara 25-65 µT.
Rancang Bangun Wadah Penampung Pelet Ikan Pada Alat Pelontar Kapasitas 12 Kg Basroni, Iksan; Fauzi, Ah. Sulhan
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i1.17519

Abstract

Fish is a food ingredient that is widely consumed by Indonesian people. The preferred type of fish is catfish. The problem often experienced by fish cultivators is during the manual feeding process. Fish feed container that serves as a storage place for pellets on the ejector for the automatic feeding process, this container has many types but the one used in this tool is aluminum. Besides being cheap, aluminum also has the properties of being light, soft, easy to shape and anti-rust even when exposed to water. The corrosion resistance of aluminum results from the passivation phenomenon, namely the formation of an aluminum oxide layer when aluminum is directly exposed to the outside air. In this design and research, the material used is pure aluminum which contains 99% aluminum and a few other alloys. This aluminum has a thickness of 1 mm, the tensile strength of pure aluminum is 90 MPa, for aluminum alloys 600 MPa. There are two shapes used in the design of this container, namely tubes and cones, for the dimensions used are 40 cm in diameter, 26 cm in height for the tube while the cone has a height of 25 cm. So the overall height of the fish pellet container is 51 cm. From this size, a capacity of 12 kg of fish pellets was obtained.
Pengolahan Sampah Kertas Menjadi Bahan Baku Industri Kertas Bisa Mengurangi Sampah di Indonesia Saputra, Achmad Zaky; Fauzi, Ah. Sulhan
Jurnal Mesin Nusantara Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Mesin Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jmn.v5i1.17522

Abstract

Garbage is an actual problem faced by Indonesia along with the increasing population. Paper is one of the most generated wastes. Indonesia produces 67.8 million tons of waste annually. And produces 8.1 million tons of paper waste annually. The volume of paper waste every 2 years increases by 1%. Paper waste can be recycled by the paper industry. With this research, the management of paper waste is used as a raw material for the paper industry by utilizing the fiber contained in paper waste. In this effort it can be see that recycling waste management can reduce waste in Indonesia by up to 10.2% per year. By recycling paper waste, we maintain the balance of nature and prevent global warming.