Srifariyati Srifariyati
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Pemalang

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Metode Pendidikan dalam Pandangan As-Sunnah Srifariyati Srifariyati
Madaniyah Vol 10 No 2 (2020): 10 (2) Edisi Agustus 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.869 KB)

Abstract

Metode Mengajar atau Metode Pendidikan adalah suatu teknik penyampaian materi pembelajaran kepada siswa. Hal ini bertujuan agar siswa dapat berkomunikasi dengan mudah, efektif dan dapat dicerna oleh anak dengan baik. Dengan metode ini diharapkan dapat berkembang berbagai aktivitas belajar siswa. metode memiliki fungsinya sebagai alat untuk mencapai tujuan. Hadits sebagai sumber kedua ajaran Islam memuat sunnah (tradisi) Nabi berupa perkataan, perbuatan, atau persetujuan dari Nabi Muhammad saw. Al Qur'an dan hadits sebagai pedoman untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan sumber utama kitab hadits. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan metode pembelajaran yang digunakan oleh Nabi Muhammad SAW. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Rasulullah sebagai muballigh dan mu'allim yang agung selalu memperhatikan orang yang diajak berbicara dan mengajar. Ia menggunakan metode-metode dalam mengajar yaitu: Nasehat atau ceramah, tanya jawab, mengambil i'tibar dari cerita, tasybih, perlawanan, musyawarah atau diskusi, memberi contoh, studi banding, menulis, menghafal, memfasilitasi, dan memberi.
Peran Majlis Taklim Fathul Huda dalam Meningkatkan Pemahaman Agama Islam Fatkhurrokhman Fatkhurrokhman; Srifariyati Srifariyati
Madaniyah Vol 12 No 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.816 KB) | DOI: 10.58410/madaniyah.v12i1.417

Abstract

The purpose of this study was to determine the role of Majlis taklim in increasing the understanding of Islam in the Datar Warungpring village community. This study uses a qualitative approach (field research). The primary data sources of this study consisted of caregivers, Teachers and students of Majlis Taklim Fathul Huda, while the secondary data sources were documents, The data collection technique is through observation, interviews and documentation. The results of this study are (1) the role of the administrator and teachers of Majlis Taklim Fathul Huda in Datar village, namely motivating, training and monitoring students to be active in learning, practicing and broadcasting Islam in the community. (2) The activities of the Fathul Huda in Datar village can be grouped into three types, namely the Qur'an recitation which is held after the Asr prayer and after the Maghrib prayer, the Bandungan recitation of the Salaf books using the classical system. Skills education among its activities is Qiro'ah (The art of reading the Qur'an), Simtudduror and speech skills. (3) The understanding of Islam by the students of Majlis Taklim Fathul Huda is good.
RELEVANSI NILAI PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN DI ERA MILENIAL Srifariyati Srifariyati; Mamlakhah Mamlakhah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v9i2.11824

Abstract

Penelitian ini diilhami dengan masih banyaknya anak yang terjerumus kepada pergaulan bebas, merokok, terjerat narkoba, tawuran antar sesama, berani kepada orang tua, dan berkata kotor. Era digital membuat orang mudah memenuhi kebutuhannya, dengan berbagai layanan dapat lakukan dengan mudah lewat internet. Semua keuntungan dan kemudahan tersebut tentunya harus berbanding lurus dengan pendidikan agama. Al-Qur’an banyak menyebutkan tentang nilai pendidikan terutama nilai pendidikan anak.Banyak ayat yang menyebutkan nilai pendidikan anak seperti dalam QS. Luqman ayat 13-15, QS. Al-Ahqaf ayat 15, QS. Al-Isra’ ayat 23-24. Ayat ayat tersebut mengandung perintah tidak boleh menyekutukan Allah, berbuat baik kepada orang tua hingga berbuat baik ketika orang tua  meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) nilai pendidikan anak dalam Al-Qur’an; (2) relevansi nilai pendidikan anak dalam Al-Qur’an di era milenial. Metodologi Penelitian ini bersifat  library research. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik usia sekolah dasar kira-kira umur 7-12 tahun. Dengan menggunakan pendekatan tafsir maudhu’i, yaitu menghimpun seluruh ayat yang memiliki tujuan dan tema yang sama, kemudian kalau mungkin disusun berdasarkan kronologi turunnya dengan memperhatikan sebab-sebab turunnya.  Hasil Penelitian ini adalah (1) terdapat banyak ayat dalam Al-Qur’an tentang nilai pendidikan anak seperti tidak boleh menyekutukan Allah dan harus berbakti kepada kedua orang tua. (2) nilai pendidikan anak yang terkandung dalam Al-Qur’an di era milenial masih sangat relevan antara lain dengan cara menerapkan metode pendidikan keteladanan, pembiasaan, nasehat, perhatian dan pengawasan, dan pendidikan dengan hukuman.
RELEVANSI NILAI PENDIDIKAN ANAK DALAM AL-QUR’AN DI ERA MILENIAL Srifariyati Srifariyati; Mamlakhah Mamlakhah
Wahana Akademika: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9, No 2 (2022): Vol. 9, No. 2, Oktober 2022
Publisher : Kopertais Wilayah X Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/wa.v9i2.11824

Abstract

Penelitian ini diilhami dengan masih banyaknya anak yang terjerumus kepada pergaulan bebas, merokok, terjerat narkoba, tawuran antar sesama, berani kepada orang tua, dan berkata kotor. Era digital membuat orang mudah memenuhi kebutuhannya, dengan berbagai layanan dapat lakukan dengan mudah lewat internet. Semua keuntungan dan kemudahan tersebut tentunya harus berbanding lurus dengan pendidikan agama. Al-Qur’an banyak menyebutkan tentang nilai pendidikan terutama nilai pendidikan anak.Banyak ayat yang menyebutkan nilai pendidikan anak seperti dalam QS. Luqman ayat 13-15, QS. Al-Ahqaf ayat 15, QS. Al-Isra’ ayat 23-24. Ayat ayat tersebut mengandung perintah tidak boleh menyekutukan Allah, berbuat baik kepada orang tua hingga berbuat baik ketika orang tua  meninggal. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) nilai pendidikan anak dalam Al-Qur’an; (2) relevansi nilai pendidikan anak dalam Al-Qur’an di era milenial. Metodologi Penelitian ini bersifat  library research. Subjek dalam penelitian ini adalah anak didik usia sekolah dasar kira-kira umur 7-12 tahun. Dengan menggunakan pendekatan tafsir maudhu’i, yaitu menghimpun seluruh ayat yang memiliki tujuan dan tema yang sama, kemudian kalau mungkin disusun berdasarkan kronologi turunnya dengan memperhatikan sebab-sebab turunnya.  Hasil Penelitian ini adalah (1) terdapat banyak ayat dalam Al-Qur’an tentang nilai pendidikan anak seperti tidak boleh menyekutukan Allah dan harus berbakti kepada kedua orang tua. (2) nilai pendidikan anak yang terkandung dalam Al-Qur’an di era milenial masih sangat relevan antara lain dengan cara menerapkan metode pendidikan keteladanan, pembiasaan, nasehat, perhatian dan pengawasan, dan pendidikan dengan hukuman.