Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL BIOMEDIK

HUBUNGAN JARAK DAN LAMA PAPARAN SINAR BIRU PESAWAT TELEVISI TERHADAP FUNGSI REFRAKSI PADA ANAK DI SEKOLAH DASAR GEREJA MASEHI INJILI DI MINAHASA 20 MANADO Toar, Eunike D.; Rumampuk, Jimmy; Lintong, Fransisca
Jurnal Biomedik : JBM Vol 5, No 1 (2013): JURNAL BIOMEDIK : JBM Suplemen
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.5.1.2013.2606

Abstract

Abstract: Nowadays, watching television has become an integral part of children's daily activities. Albeit, TV can have a negative impact on their eyes due to the produced blue light. In the spectrum of light, this blue light is acceptable to the eye but it can cause eye damages by the free radicals produced. The risk of the damage depends on the light length and the exposure intensity. This study aimed to determine whether there is a correlation between the distance of watching TV and the duration of exposure to the blue light from TV with the refraction by measuring visual acuity. This was a cross-sectional study. The population was students of grade 1 to grade 5 of the GMIM 20 elementary school, Manado. Samples were 30 students who underwent visual acuity measurement. The results showed a P-value > 0.05 by using a linear regression. The correlation of the distance of watching TV and the duration of exposure to the blue light with the visual acuity of the right eyes showed a P-value of 0.184 and of the left eyes a P-value of 0.967. Conclusion: Among the GMIM 20 elementary school students in Manado there was no correlation between the distance of watching TV and the duration of exposure to the blue light of the television with eye refraction. Keywords: television, blue light, exposure.     Abstrak: Dewasa ini, televisi telah merupakan alat informasi dan hiburan yang terintegrasi dalam aktivitas keseharian anak-anak. Televisi bisa berdampak buruk bagi kesehatan mata akibat sinar biru yang dihasilkan. Sinar biru terdapat pada spektrum yang masih dapat diterima oleh mata, namun dapat menyebabkan kerusakan mata akibat oleh radikal bebas yang dihasilkannya. Risiko kerusakan mata tergantung pada panjang cahaya dan intensitas paparan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara jarak dan lama paparan sinar biru pesawat televisi terhadap fungsi refraksi dengan melakukan pengukuran tajam penglihatan. Penelitian ini menggunakan cross-sectional design, dan mengikutsertakan siswa kelas 1 sampai kelas 5 SD GMIM 20 Manado sebagai populasi. Pada sampel sebanyak 30 siswa dilakukan pengukuran tajam penglihatan. Hasil penelitian dengan regresi linier memperlihatkan nilai P > 0,05. Korelasi jarak dan lama paparan sinar biru televisi terhadap tajam penglihatan mata kanan memperlihatkan nilai P = 0,184, dan terhadap tajam penglihatan mata kiri P = 0,967. Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara jarak dan lama paparan sinar biru pesawat televisi terhadap fungsi refraksi siswa di SD GMIM 20 Manado. Kata kunci: televisi, sinar biru, paparan.
PENGARUH SENAM AEROBIK INTENSITAS SEDANG DAN TINGGI TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER WANITA DEWASA NON GLAUKOMA Rumampuk, Jimmy F; Supit, Wenny; Wongkar, Djon
Jurnal Biomedik : JBM Vol 4, No 2 (2012): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.4.2.2012.760

Abstract

Abstract: The influence of aerobic fitness to certain physiologic changes of the body, in this case a decrease of intraocular pressure (IOP), has not been elucidated yet. This study aimed to examplify the influence of medium and high intensity aerobic fitness to the IOPs of non-glaucomatous adult females by involving 30 subjects (n=30) in accordance with the inclusion criteria. Prior to doing the aerobic fitness, body weight (BW), height (H), body mass index (BMI), and the arterial pulse were measured. The IOPs were measured by using a Schiotz Tonometer. Aerobic fitness was conducted under the supervision of a fitness instructor. Subjects in the treatment group carried out aerobic fitness on a regular basis. A mild intensity aerobic fitness was carried out for 30 minutes and a high intensity one for 15 minutes. There was a significant difference between the IOP values of post-aerobic fitness in the mild intensity group and the high intensity group (P < 0.05). This is shown by the average IOP value of post-aerobic fitness in the mild intensity group 15.37±1.261 mmHg, and the average IOP value of post-aerobic fitness in the high intensity group decreasing to 12.92±1.111 mmHg. Conclusion: aerobic fitness can decrease the IOP.Keywords: intra-ocular, aerobic fitness, female, non-glaucomatousAbstrak: Pengaruh senam aerobik dalam mengakibatkan perubahan fisiologik tubuh berupa penurunan tekanan intraokuler (TIO) belum jelas diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam aerobik intensitas sedang dan tinggi terhadap TIO wanita dewasa non-glaukoma dengan mengikutsertakan 30 subyek (n=30) yang sesuai dengan kriteria inklusi. Sebelum melakukan senam aerobik, dilakukan pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), Indeks Massa Tubuh (IMT), serta denyut nadi. TIO diukur dengan menggunakan Tonometer Schiotz. Kegiatan senam aerobik dibimbing oleh seorang instruktur senam. Kelompok perlakuan melaksanakan aktifitas senam aerobik secara berkesinambungan. Senam aerobik intensitas sedang dilakukan selama 30 menit dan senam aerobik intensitas tinggi dilakukan selama 15 menit. Terdapat perbedaan nilai TIO yang bermakna sesudah senam aerobik intensitas sedang dengan sesudah senam aerobik intensitas tinggi (P < 0,05). Hal ini terlihat pada hasil rerata TIO pada kelompok perlakukan sesudah senam aerobik intensitas sedang sebesar 15,37±1,261 mmHg dan sesudah senam aerobik intensitas tinggi menurun menjadi 12,92±1,111. Simpulan: senam aerobik dapat menurunkan TIO.Kata kunci: intraokuler, senam aerobik, wanita, non-glaukoma
Pengaruh Latihan Sit-up Terhadap Persentase Lemak Tubuh Walukow, Reynaldy A. S.; Rumampuk, Jimmy; Lintong, Fransiska
Jurnal Biomedik : JBM Vol 13, No 3 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.3.2021.31727

Abstract

Abstract: The human body consists of fat mass and fat-free mass. Most people assume that the higher the body mass index value, the higher the fat level is in a person's body. Sit-ups are movements that rely on the hips and buttocks with the knees raised and performed repeatedly. This study aims to determine whether sit-up exercise has effects on body fat percentage. This research was conducted in the form of a literature review, which is explaining and discussing the topic by taking the material from various literatures such as books, journals, papers and so on. The results of the research of Todingan et al and Meriawati  et al on the fat percentage with the sit-up method, a significant decrease in the body fat percentage was found. Whereas in a research conducted by Tendean et al on exercise with Zumba, there was a decrease in the fat percentage from 39.300% to 39.031%. Similar to what Santika did to subjects with jogging and walking exercises, there was a decrease in the fat percentage by 3.8% in jogging exercise and 0.6% in walking exercise. In conclusion, doing sit-ups besides building muscles in the abdomen, doing sit-ups can also reduce the diameter of fat in the abdomen.Key Words: sit-up training, body fat percentage.  Abstrak: Tubuh manusia terdiri dari massa lemak dan massa bebas lemak. Sebagian besar orang berasumsi semakin tinggi nilai indeks massa tubuh semakin banyak kadar lemak di dalam tubuh seseorang. Sit-up adalah gerakan yang bertumpu pada pinggul dan bokong dengan lutut yang diangkat ke arah atas dan dilakukan secara berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah memiliki pengaruh latihan sit-up terhadap persentase lemak tubuh. Penelitian ini dilakukan dalam bentuk tinjauan pustaka yaitu memaparkan dan membahasnya dengan mengambil bahan dari berbagai kepustakaan seperti buku, jurnal, makalah dan sebagainya. Dari hasil penelitian todingan dkk dan meriawati dkk terhadap presentase lemak dengan metode sit-up, didapatkan penurunan presentase lemak tubuh yang cukup signifikan. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan tendean dkk pada latihan dengan zumba, terdapat penurunan presentase lemak dari 39,300% ke 39,031%. Sama hal dengan yang dilakukan santika pada subjek dengan latihan jogging dan berjalan, terdapat penurunan persentase lemak sebanyak 3,8% pada latihan jogging dan 0,6% pada latihan berjalan Sebagai simpulan, melakukan latihan sit-up selain membentuk otot pada bagian perut, melakukan sit-up juga dapat mengurangi diameter lemak pada bagian perut.Kata Kunci: latihan sit-up, persentase lemak tubuh