Dida Kusnida
Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan, Jl. DR. Junjunan No. 236, Telp. 022 603 2020, 603 2201, Faksimile 022 601 7887, Bandung

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENAFSIRAN STRUKTUR GEOLOGI SEMENANJUNG MURIA DARI DATA CITRA SATELIT Prijantono Astjario; Dida Kusnida
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 2 (2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1103.039 KB) | DOI: 10.32693/jgk.5.2.2007.135

Abstract

Penafsiran data citra satelit yang ditunjang dengan data geologi sekunder, menunjukan bahwa Semenanjung Muria telah mengalami minimal dua rejim tektonik yaitu peregangan (rifting/extension) dan tektonik tekanan (inverse/compression). Keberadaan gunungapi Muria saat ini menunjukan pernah terjadi interaksi yang komplek antara rejim tekanan dan keberadaan struktur regangan di daerah ini. Proses tektonik tekanan ini mengakibatkan batuan dasar berumur lebih tua mengalami pemampatan yang memungkinkan keluarnya magma melalui bidang sesar yang teraktifkan kembali dan membentuk Komplek Gunungapi Muria. Kata kunci : struktur patahan,citra satelit, Semenanjung Muria Satellite imageries data interpretation complemented by secondary geological data, indicate that the Muria Peninsula has been undergone by at least two tectonic regimes, those are rifting/extension and inversion/compression tectonics. At present, the occurrence of Muria volcano indicates there was a complex interaction between compression regime and the occurrence of extensional structures in the area. These tectonic processes implies that the older basement in the study area is accomplished by lithosphere shortening which allows active upwelling of magma through the reactivated fault planes forming a Muria Volcano Complex. Keyword : fault structures,satellite imageries, Muria Peninsula
BATIMETRI, POLA ARUS DAN PERUBAHAN GARIS PANTAI DI SAGARA ANAKAN, CILACAP Dida Kusnida; Wayan Lugra; Lili Sarmili
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 1, No 3 (2003)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.427 KB) | DOI: 10.32693/jgk.1.3.2003.99

Abstract

Sedimentasi yang dicirikan oleh pertumbuhan pulau-pulau baru dan daratan di Sagara Anakan, setidaknya sejak tahun 1944 hingga sekarang, berawal dari proses pasang surut yang terjadi di Sagara Anakan. Kecepatan dan arah arus Citanduy merupakan faktor dominan dalam proses sedimentasi di Sagara Anakan. Penggabungan kecepatan dan arah arus Citanduy dengan kecepatan dan arah pasang surut laut menghasilkan resultante di Sagara Anakan berarah timur-tenggara. Tidal processes in Sagara Anakan at least since 1944 until present, triggered sedimentation characterized by the development of new islands and lands. Velocities and direction of Citanduy current are the dominant factors in sedimentation processes in Sagara Anakan. The interference of velocities and current directions of Citanduy and Indian Ocean tide in Sagara Anakan resulted east-southeast resultants directions.
MINERALOGI INTI SEDIMEN PERMUKAAN DASAR LAUT GRT-05-03 DARI CEKUNGAN TOMINI - SULAWESI TENGAH Dida Kusnida; Nur Adi Kristanto
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 10, No 2 (2012)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.956 KB) | DOI: 10.32693/jgk.10.2.2012.218

Abstract

Makalah ini merupakan hasil dari kegiatan penelitian geologi laut dalam yang dilaksanakan oleh Puslitbang Geologi Kelautan di Cekungan Tomini, Sulawesi Tengah. Mineralogi sedimen permukaan dasar laut secara umum dari contoh penginti tunggal GRT-05-03 setebal 145 cm terdiri atas unsur utama (SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, K2O, Na2O, TiO2 and LiO), unsur logam (Au, Ag, Cu, Pb, Zn, Cr, Mn, Ni, Fe and Co) dan unsur tanah jarang (Th, Zr, Ba, Nb, Ce and Sr). Hasil analisis mineral dari contoh penginti tunggal GRT-05-03 menunjukkan bahwa mineral logam didominasi oleh konsentrasi mangan (2865-3211 ppm), sedangkan unsur tanah jarang didominasi oleh Barium (245-289 ppm). Tingginya konsentrasi secara vertikal dari kedua unsur tersebut di atas, menunjukkan bahwa proses sedimentasi di Teluk Tomini berada pada lingkungan reduksi. Kata kunci : penginti tunggal, mineral, elemen major, minor dan unsur tanah jarang; Cekungan Tomini This paper is a result of deep sea geological study conducted by Marine Geological Institute in Tomini Basin, Central Sulawesi. General mineralogy of surficial sediments of single core GRT-05-03 with the thickness of 145 cm consist of major elements (SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, K2O, Na2O, TiO2 and LiO), minor elements (Au, Ag, Cu, Pb, Zn, Cr, Mn, Ni, Fe and Co), and trace elements (Th, Zr, Ba, Nb, Ce and Sr). Results of mineral analysis indicate that a major element is dominated by Manganese (2865-3211 ppm), while a rare trace element is dominated by Barium (245-289 ppm). The vertically high concentrations of these two elements indicate that sedimentation processes in Tomini Basin is in the anoxic environment. Key words: single core; minerals; major; minor and trace elements; Tomini Basin.
TINJAUAN ASPEK-ASPEK PEMBANGUNAN YANG MEMPENGARUHI DAMPAK LINGKUNGAN KAWASAN PESISIR DAN LAUT Prijantono Astjario; Dida Kusnida
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 9, No 1 (2011)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.023 KB) | DOI: 10.32693/jgk.9.1.2011.200

Abstract

Urbanisasi yang terjadi di hampir seluruh kota besar di Indonesia menambah beban daerah perkotaan menjadi lebih berat. Peningkatan jumlah penduduk selalu diikuti dengan peningkatan infrastruktur perkotaan seperti perumahan, sarana transportasi, air bersih, prasarana pendidikan, dan lain-lain. Hal tersebut di atas akan menyebabkan dorongan luar biasa terhadap pengalihfungsian lahan-lahan pertanian di kawasan pesisir, di tempat mana akan terjadi suatu situasi kritis terhadap masalah limbah. Kebutuhan akan lahan untuk permukiman maupun kegiatan perekonomian akan semakin meningkat sehingga terjadi perubahan tataguna lahan yang mengakibatkan peningkatan aliran permukaan dan limbah. Pengendalian pencemaran dan pembuangan limbah, merupakan masalah krusial dalam kawasan ini dan tindakan langsung maupun tidak langsung diperlukan untuk menciptakan pengendalian terhadap kegiatan-kegiatan yang dapat merusak lingkungan. Kata kunci : urbanisasi, infrastruktur, aliran permukaan, pencemaran dan limbah. Urbanizations that occured in nearly all of the big cities in Indonesia had burdened city areas lately. The increasing of population always comes up with the improvement of infrastructures like residential area, transportation, clean water, educational facility etc. These things may cause a stimulus and change the function of coastal farming lands and will reach a critical situation concerning the waste problem. The need of lands for settlement area and economical activity will increase and cause the change on land use and will increase the drainage and wastes. The pollution and waste dumping control are crucial problems in this area and the direct and indirect action is needed to create controls on activities that could damage the environment. Key word : urbanization, infrastructure, drainage, pollution and waste.
SEISMIK STRATIGRAFI PERAIRAN LOMBOK LEMBAR PETA 1807, NUSA TENGGARA BARAT Nyoman Astawa; Delyuzar Ilahude; Dida Kusnida
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 3, No 3 (2005)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5029.308 KB) | DOI: 10.32693/jgk.3.3.2005.127

Abstract

Hasil studi seismik stratigrafi di perairan Lombok Lembar Peta 1807 menghasilkan empat runtunan stratigrafi A, B, C, D dan intrusi batuan volkanik. Kontak antara runtunan A dengan runtunan B adalah kontak onlap yang terletak di bagian barat laut dan utara daerah telitian. Kontak antara kedua runtunan tersebut di atas dengan runtunan C dibatasi oleh suatu reflektor yang kuat dan menerus, serta sudah mengalami perlipatan seperti terlihat di bagian baratlaut daerah telitian, tepatnya di bagian atas Pulau Bali bagian timur. Pola gambaran pantulan runtunan ini adalah paralel, diduga runtunan ini tidak terpengaruh tektonik yang terjadi di daerah telitian. Result of seismic stratigraphy study in Lombok Waters Map Sheet 1807 yielded four A, B, C, D and Volcanic rock intrusion. Contact between sequence A and sequence B is onlap, which is located in the northwestern and northerm part of the study area. Contact between both sequences mentioned above with sequence C is limited by strong continous reflector that have also underwent of fold like found in the northwestern part of the study area, precisely in eastern part of Bali. Internal reflector pattern of this sequence is parallel, which is guessed because this sequence this sequence does not influenced by tectonic activity in the study area.