Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceeding of Community Service and Engagement

PELATIHAN KOMUNIKASI LINGKUNGAN UNTUK KOMUNITAS PODCAST BUMI DAN MANUSIA Pradipta Dirgantara; Sherly Artadita
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 1 (2025): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i1.9311

Abstract

Gerakan komunitas berperan penting dalam mengadvokasikan dan mendorong aksi lingkungan. Namun begitu, pemahaman mengenai isu, terminologi, dan juga teknik komunikasi lingkungan menjadi salah satu hambatan. Dengan adanya media sosial dan konten digital sebagai sarana dan prasaran untuk memperluas jangkauan isu lingkungan, potensi untuk menyebarluaskan pentingnya kesadaran terhadap aksi lingkungan semakin besar. Meski demikian, masih sedikit komunitas yang secara aktif memanfaatkan media sosial dan digital untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan bagi khalayak banyak. Universitas Telkom telah memberikan perhatian khusus pada isu lingkungan, keberlanjutan, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagai salah satu Green Campus. Berdasarkan komitmen ini, Universitas Telkom menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan komunikasi lingkungan dan menumbuhkan kesadaran lingkungan kepada komunitas Podcast Bumi dan Manusia. Pelatihan ini diberikan kepada 30 orang anggota Podcast Bumi dan Manusia selama dua jam bertempat di Open Library Telkom University. Pelatihan ini terdiri dari pemaparan konsep, teori, dan isu Komunikasi Lingkungan, diskusi, dan praktik komunikasi digital menggunakan Canva untuk Komunikasi Lingkungan. Pelatihan ini diharapkan ini dapat memberikan manfaat dalam memperkuat kemampuan komunikasi lingkungan komunitas melalui media sosial dan digital.
Pelatihan Story Telling untuk Promosi Produk di Media Sosial Sherly Artadita; Didin Kristinawati; Tarandhika Tantra; Zalfa Qathrunnada
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10345

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi di era modern telah mengubah cara masyarakat dalam menerima dan mencari informasi, termasuk dalam konteks pariwisata. Media sosial kini berperan tidak hanya sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai platform penting untuk pemasaran dan promosi destinasi wisata. Salah satu platform berbasis visual yang populer adalah Instagram, yang menawarkan fitur foto, video, stories, reels, dan hashtags, sehingga memungkinkan pengelola desa wisata untuk mempromosikan produk atau jasa secara lebih interaktif. Desa Wisata Lebakmuncang, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, dikenal sebagai desa wisata edukasi berbasis agro dan budaya yang menawarkan pengalaman tinggal di homestay, belajar bertani, mengenal kesenian lokal, serta membuat kuliner tradisional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengelola desa wisata dan pelaku UMKM dalam memanfaatkan media sosial melalui pelatihan storytelling marketing. Metode yang digunakan meliputi survei kebutuhan, perancangan materi, pelaksanaan pelatihan praktik pembuatan konten storytelling, hingga pengisian kuesioner umpan balik peserta. Antusiasme yang tinggi pada peserta terlihat khususnya ketika sesi praktik terkait artikulasi, intonasi, dan penekanan suara untuk konten storytelling. Umpan balik juga menunjukkan bahwa 65% peserta menilai materi sangat sesuai dengan kebutuhan, dan 60% menilai materi mudah dipahami, sementara sebagian besar menginginkan pelatihan lanjutan terkait hospitality, public speaking, dan manajemen keuangan. Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat strategi pemasaran digital Desa Wisata Lebakmuncang, meningkatkan keterikatan emosional dengan audiens, serta memperkuat daya saing produk dan layanan desa wisata melalui media sosial.