Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) TELKOM MAKASSAR: Compliance with the consumption of blood-enhancing tablets among female teenagers at telkom makassar junior high school Hastuti Husain; Subriah; Melisa
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1907

Abstract

Remaja putri menjadi kelompok yang paling rentan mengalami anemia akibat kebutuhan zat besi yang meningkat selama masa pertumbuhan dan menstruasi. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah ini dengan program suplementasi Tablet tambah darah yang diberikan secara rutin di sekolah-sekolah. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi Tablet tambah dara di kalangan remaja masih menjadi tantangan yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan deskriptif design. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Telkom Makassar dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang siswi yang diambil menggunakan teknik random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 44 remaja putri, sebanyak 63,6% patuh dan 36,4% tidak patuh dalam mengonsumsi tablet tambah darah. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah di SMP Telkom Makassar tergolong cukup baik, karena lebih dari separuh responden telah mengonsumsi tablet darah secara teratur sesuai dengan ketentuan (3-5 kalimat). Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dipengaruhi oleh pengetahuan, efek samping, serta pengawasan dari sekolah dan tenaga kesehatan. Semakin baik pemahaman tentang manfaat tablet tambah darah, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan
Prediction of Risk Factors for Economic Status and Anemia with Chronic Energy Deficiency in Pregnant Women in the Tamalate Community Health Center Area, Makassar City Marhaeni; Apriani; Wirawati Amin; Hastuti Husain
Afiyatun Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 3 (2026): June
Publisher : PT. Edukasi Ahmad Kirang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Chronic energy deficiency (CED) affects 35–75% of pregnant women globally, with the highest prevalence occurring in the third trimester of pregnancy. National prevalence in Indonesia stands at 16.9%, with 12.1% in Makassar City and 19.38% at Tamalate Community Health Center. Multiple factors—including poverty, prenatal nutrition deficiency, anemia, and limited knowledge—accumulate in behaviors that negatively impact child stunting outcomes. Methods: A quantitative observational analytical study using a case-control design was conducted on 140 subjects at Puskesmas Tamalate, Makassar, comprising 70 CED cases and 70 non-CED controls selected by simple random sampling. Economic status was assessed by monthly family income level, and anemia status was determined by hemoglobin (Hb) measurement. Data were processed and analyzed using the Odds Ratio (OR) statistical test with SPSS version 24. Results: Economic status was significantly associated with CED in pregnant women (p=0.000 < α=0.05), with a predicted OR of 5.54 (95% CI: 2.67–11.47). Anemia status was also significantly associated with CED (p=0.000 < α=0.05), with a predicted OR of 9.7 (95% CI: 3.5–27.2). Conclusion: Low family income and anemia are significant risk factors for CED in pregnant women. Adequate nutritional education utilizing affordable food sources and Hb screening before and during pregnancy are strongly recommended to reduce CED incidence.