Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STUDI TENTANG KEJADIAN BENDUNGAN ASI PADA IBU NIFAS DI PUSKESMAS JUMPANDANG BARU MAKASSAR Maria Sonda; Andi Syintha Ida; Hastuti Husain
Media Keperawatan:Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2020): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v11i1.1536

Abstract

Pada permulaan nifas apabila bayi tidak menyusu dengan baik, atau kemudian apabila kelenjar-kelenjar tidak dikosongkan dengan sempurna, terjadi pembendungan air susu.Tujuan umum dalam penelitian ini adalah Untuk mengetahui Penyebab Kejadian Bendungan ASI pada ibu nifas di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar.Penelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian deskripsi analitik dan rancangan penelitian Cross Sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun 2019 di Puskesmas Jumpandang Baru Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas normal yang dirawat di Puskesmas Jumpandang baru dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Non Probability sampling yaitu Purposive Random Sampling yang memenuhi Kriteria inklusi dan eksklusi. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi. Data yang didapat dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi aquare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa paritas, posisi menyusui, keadaan puting susu dan frekwensi menyusui dapat menyebabkan bendungan ASI dengan hasil uji Chi square < 0.005, yakni  p value paritas 0,000, posisi menyusui 0,000, keadaan puting susu 0,37 dan frekwensi menyusui 0,000.Diharapkan dukungan penuh dari bidan dan keluarga agar dapat membantu ibu nifas selama proses menyusui sehingga pemberian ASI dapat maksimal.Kata Kunci : Bendungan ASI, Ibu Nifas
PENGARUH SOSIALISASI STABILISASI BAYI PASCA RESUSITASI [PROGRAM S.T.A.B.L.E] TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DI PUSKESMAS KOTA MAKASSAR TAHUN 2016 Fitriati Sabur; Hastuti Husain; ANDI ZULFAIDAWATY ARIFUDDIN
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2016): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.449 KB) | DOI: 10.32382/medkes.v11i2.232

Abstract

Program S.T.A.B.L.E bertujuan me mastikan kondisi bayi dalam keadaan baik selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbul nya jejas (sequele) akibat asfiksia bayi ba ru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sosialisasi program S.T. A.B.L.E pada bayi  terhadap peningkatan pengetahu an dan sikap bidan yang bertugas di kamar bersalin beberapa puskesmas di Kota Makassar tahun 2016. Penelitian ini meng gunakan rancangan Quasi eksperimental dengan One Group pretest – post test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei s.d Oktober 2016 terhadap bidan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas da lam lingkup wilayah kerja Dinas Keseha tan Kota Makasar yakni: Puskesmas  Ma majang, Puskesmas Pattingalloang, Puskes mas Minasa Upa, Puskesmas Batua dan Puskesmas Antang Perumnas dengan jum lah populasi sebanyak 250 orang dan sam pel sebanyak 40 orang. Teknik pengambi lan sampel menggunakan Purposive Sam pling dengan kriteria inklusi : bidan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas PO NED  Kota Makassar, bidan yang bertugas di kamar bersalin sebagai tenaga PNS dan tenaga magang sedangkan kriteria ekslusi : Bidan yang bertugas di Poliklinik Puskes mas PONED Kota Makassar, bidan yang bertugas di Puskesmas PONED yang tidak termasuk dalam pilihan sasaran penelitian. Proses pengumpulan data menggu nakan kuesioner tertutup untuk mengukur kemampuan kognitif dan sikap bidan ten tang program S.T.A.B.L.E yang dimodifi kasi dari S.T.A.B.L.E program pre-assess ment dan 6 th edition pre-assessment.. Pro ses analisis data  menggunakan Uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjuk kan ada pengaruh sosialisasi terhadap pe ningkatan pengetahuan responden P value 0.0000 namun tidak ada pengaruh sosia lisasi terhadap perubahan sikap responden dengan P value 1.0000.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Perubahan Fisik Menjelang Masa Pubertas Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Siswi SD Kelas 4 dan 5 di SD Inpres Sambung Jawa 3 Makassar Hastuti Husain; Fitriati Sabur
Media Kebidanan Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mk.v1i1.494

Abstract

Masa pubertas biasanya dimulai pada usia 12 – 15 tahun pada perempuan. Pada akhir proses, anak perempuan akan mencapai kematangan organ reproduksi. Masalah – masalah yang timbul saat menghadapi masa pubertas antara lain masalah seksualitas, depresi, stress, cemas, gangguan makan, dan penyalahgunaan zat – zat terlarang.Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap siswi SD kelas 4 dan 5 dalam menghadapi perubahan fisik menjelang masa pubertas di SD Inpres Sambung Jawa 3 MakassarPenelitian ini menggunakan metode penelitian Kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen dalam bentuk pre experiment design yakni one group pretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus s.d September 2017 di SD. Inpres Sambung Jawa 3 Makassar dengan jumlah populasi sebanyak 52 orang dan Sampel sebanyak 45 orang siswi kelas 4 dan 5. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Probability sampling yaitu Simple Random sampling yang memenuhi criteria inklusi dan eksklusi.Proses pengumpulan data dalam penelitian ini adalah mengadakan pretest dengan menggunakan kuesioner kemudian memberi perlakuan yakni pendidikan kesehatan selanjutnya mengadakan posttest menggunakan kuesioner yang sama. Proses analisa data menggunakan Uji Paired T test. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan siswi dengan p value 0,000, dan perubahan sikap siswi dengan p value 0,000.Diharapkan pihak sekolah dan pelayanan kesehatan di daerah tersebut dapat bekerja sama untuk memberikan penyuluhan rutin tentang pubertas agar siswi lebih siap menghadapi masa pubertas.
BERAT BADAN LAHIR DENGAN ROBEKAN PERINEUM PERSALINAN NORMAL PADA PRIMIGRAVIDA Subriah, Subriah; Husain, Hastuti; Nurjaya, Nurjaya
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17, No 1 (2022): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v17i1.1951

Abstract

ABSTRACT In health care facilities, rupture perineal still occurs even though the baby is not born too big, either spontaneous rupture or rupture on purpose (episiotomy). According to APN clinical training, 2008 spontaneous rupture of the vagina or perineal can occur at the time the head and shoulders are born.  This study used a correlation analytic method with a cross sectional design. The population in this study were all women who gave birth at the Kassi-Kassi Public Health Center in Makassar City. Using the formula, a Lemeshow total sample of 30 people was obtained with a sampling technique, namely consecutive sampling.  The results of the research Fisher's Exact Test with value p= 0,019, the probability result is smaller than the significant level of 5% (0.019<0.05), meaning that there is a relationship between birth weight and tears perineal normal labor in primigravidas at Kassi-Kassi Public Health Center Makassar City in 2020 the strength of the relationship between variables is rather low, the coefficient of Phi (μ) = 0,488 or 48,8%. Therefore, it is recommended for pregnant women, especially mothers, to primigravida do pregnancy exercises in the third trimester so that they have perineal an elastic to reduce the risk of rupture perineal spontaneous, consume foods that contain lots of fiber, low carbohydrates and high protein, avoid stress and fatigue before childbirth. To prevent the occurrence of prolonged labor or labor jams. For health workers, it can increase education to pregnant women about the factors that affect perineal rupture so that at the time of delivery the incidence of perineal rupture can be reduced and the rate of perineal rupture can be minimized. In addition, it is hoped that it can increase awareness in providing delivery assistance so that perineal rupture does not occur and is expected to be able to provide IEC to pregnant women regarding the weight of newborns.  Keywords: Birth Weight, Normal Labor, Primigravida, Perineal Tearing.  ABSTRAK  Pada sarana pelayanan kesehatan, ruptur perineum masih terjadi meskipun bayi yang di lahirkan tidak terlalu besar, baik itu ruptur spontan maupun ruptur yang disengaja (episiotomi). Menurut pelatihan klinik APN, 2008 ruptur spontan pada vagina atau perineum dapat terjadi pada saat kepala dan bahu dilahirkan.Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan rancangan potong silang atau cross sectional. Populasi dalam  penelitian ini adalah semua  ibu bersalin yang ada di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar, menggunakan rumus Lemeshow didapatkan jumlah sampel 30 orang dengan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling.Hasil penelitian Uji Fisher’s Exact Test dengan nilai p=0,019, hasil probabilitas lebih kecil dari taraf signifikan 5% (0,019<0,05) artinya ada hubungan berat badan lahir dengan robekan perineum persalinan normal pada primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar tahun 2020. Kekuatan hubungan antarvariabel agak rendah diperoleh nilai koefisien Phi (μ)= 0,488 atau sebesar 48,8%.Oleh karena itu, disarankan bagi ibu hamil terutama ibu primigravida hendaknya melakukan senam hamil pada trimester III agar mempunyai perineum yang elastis untuk  mengurangi  risiko terjadinya ruptur perineum spontan, mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat, rendah karbohidrat dan tinggi protein, menghindari stres dan kelelahan menjelang persalinan untuk mencegah terjadinya partus lama atau partus macet. Bagi tenaga kesehatan dapat meningkatkan  penyuluhan  terhadap ibu  hamil  tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ruptur perineum sehingga pada saat persalinan kejadian ruptur perineum dapat dikurangi  dan  tingkat  ruptur  perineum  dapat diminimalkan. Selain itu, diharapkan  dapat  lebih  meningkatkan kewaspadaan  dalam  melakukan pertolongan  persalinan  sehingga  tidak terjadi  ruptur perineum  serta diharapkan  mampu  memberikan  KIE kepada ibu hamil mengenai berat badan bayi baru lahir. Kata Kunci: Berat Badan Lahir, Persalinan Normal, Primigravida, Robekan                    Perineum. 
PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMAS KASSI-KASSI MAKASSAR THE ROLE OF GENDER IN DECISION MAKING FOR PRIMIGRAVIDA DELIVERY SERVICES AT KASSI-KASSI HEALTH CENTER MAKASSAR CITY Subriah, Subriah; Husain, Hastuti; Nurfatimah, Nurfatimah; Ningsi, Agustina; Muhasidah, Muhasidah; Umar, Syaniah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18, No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.2761

Abstract

Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value < 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan.Kata kunci: pengambilan keputusan, peran gender
PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA Subriah Subriah; Hastuti Husain; Nurfatimah Nurfatimah; Agustina Ningsi; Muhasidah Muhasidah; Syaniah Umar
Media Kesehatan Politeknik Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.450

Abstract

Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value < 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan. Kata kunci: pengambilan keputusan, peran gender
UPAYA PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI TUTOR SEBAYA KELOMPOK REMAJA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALATE KOTA MAKASSAR Wirawati Amin; Hastuti Husain; Suriani B; Afriani, Afriani
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 9: Februari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i9.7512

Abstract

Perubahan yang dialami oleh remaja pada tahap pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan. Tutor sebaya merupakan salah satu metode alternatif yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam pemberian edukasi/informasi. Metode pengajaran tutor sebaya yaitu pengajaran yang dilakukan oleh teman-temannya yang mempunyai usia hampir sebaya. solusi permasalahan yang ditawarkan yaitu: pembentukan tutor sebaya kelompok remaja, memberikan edukasi kepada remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tamalate, memberikan leaflet sebagai bahan bacaan, menyiapkan video edukasi sebagai bahan belajar untuk kelompok tutor sebaya. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tamalate adalah. Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman remaja tentang Upaya Pencegahan Pernikahan dini dan pencegahan stunting danPenyebaran informasi mengenai upaya pencegahan pernikahan dini dan pencegahan stunting berjalan dengan efektif melalui tutor sebaya kelompok remaja
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Meningkatkan Praktik Pemberian ASI Eksklusif Untuk Pencegahan Stunting Husain, Hastuti; Umar, Syaniah
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 6 No 2 (2025): Media Implementasi Riset Kesehatan (Desember)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v6i1.1641

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh asupan gizi yang tidak adekuat dan praktik pemberian makan yang kurang optimal pada 1.000 hari pertama kehidupan. Salah satu upaya strategis untuk mencegah stunting adalah melalui peningkatan praktik pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mengedukasi, memotivasi, dan mendampingi ibu menyusui agar melaksanakan pemberian ASI eksklusif secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan peran kader Posyandu dalam promosi dan praktik pemberian ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar pada bulan Juni hingga November 2024, melibatkan 30 orang kader Posyandu. Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab, serta evaluasi pengetahuan menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana seluruh peserta memperoleh nilai posttest dengan rata-rata di atas 80%, lebih tinggi dibandingkan hasil pretest. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman kader tentang pentingnya ASI eksklusif dalam pencegahan stunting. Diharapkan setelah kegiatan ini, kader Posyandu dapat lebih aktif mempromosikan dan mendampingi ibu menyusui di masyarakat untuk mendukung keberhasilan program penurunan stunting di wilayahnya
Edukasi Gizi Periode Emas Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Preventif Stunting Di Wilayah Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Marhaeni Marhaeni; Afriani Afriani; Hastuti Husain
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 7 No 1 (2026): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v7i1.2161

Abstract

Kesehatan maternal masih menghadapi tantangan berat dalam berbagai permasalahan, pemenuhan gizi adalah rentetan dari masa remaja, pra hamil hingga masa hamil, persalinan dan nifas hingga masa menyusui yang berujung pada bayi diusia rentan dalam grand period age, selanjutnya menjadi penentu menuju kualitas sumberdaya manusia di berbagai bidang. Stunting secara global menjadi prioritas, dengan proporsi 22% atau 149,2 juta balita, bervariasi diantara Negara-negara. Indonesia (21,5%), Sulawesi Selatan (27,4%), kota Makassar (5,2%), dan di wilayah Puskesmas Kassi-Kassi terdapat 45% dari 144 subyek. Edukasi gizi pada ibu hamil bertujuan memaksimalkan pengetahuan mereka tentang pemenuhan gizi sebagai upaya preventif, dengan metode edukatif melalui pelatihan secara interaktif. menggunakan leaflet yang telah dirancang sebelumnya. Jumlah sasaran sebanyak 10 peserta yakni ibu hamil. Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapatkan respon serta antusias dari peserta. Hasilnya terjadi peningkatan pengetahuan peserta dengan perbandingan rerata 55.34, hasil pre-test meningkat menjadi rerata 96,67 pada post-test  dan secara statistik hasil uji beda berpasangan diperoleh p.value = 0,000<0,05, artinya metode edukatif menggunakan leaflet sangat efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Luaran kegiatan ini berupa kekayaan intelektual, peningkatan penerapan IPTEKS, dan perluasan jejaring sosial membangun kerjasama lintas program dan lintas sektoral demi terbentuknya perilaku baru dalam kesehatan maternal untuk pencegahan stunting.
PERAN GENDER DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PELAYANAN MASA PERSALINAN PRIMIGRAVIDA Subriah Subriah; Hastuti Husain; Nurfatimah Nurfatimah; Agustina Ningsi; Muhasidah Muhasidah; Syaniah Umar
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 18 No 1 (2023): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v18i1.450

Abstract

Kasus angka kematian ibu di Makassar selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2021 menjadi 12 kasus. Rata- rata pemicu kematian ibu sebab keluarga terlambat mengidentifikasi tanda bahaya serta mengambil keputusan, petugas kesehatan penolong persalinan terlambat merujuk bunda bersalin sehingga menimbulkan keterlambatan dalam penindakan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peran gender dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan menggunakan metode cross-sectional dilaksanakan pada bulan Maret s.d. September 2021, Populasi dalam penelitian ini adalah ibu inpartu primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Makassar periode September 2019-Maret 2020, Sampel dalam penelitian ini berjumlah 36 orang. Analisis statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 responden dengan peran gender kategori baik, terdapat 20 orang (74.1%) dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menghadapi persalinannya. Hasil uji Fisher’s Exact test menunjukkan peran gender mempengaruhi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan primigravida di Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar (p-value < 0,05). Disarankan bagi petugas pemberi pelayanan kesehatan agar senantiasa memberikan informasi atau sosialisasi kepada ibu hamil, suami dan keluarga mengenai penerapan peran gender dalam pemilihan pelayanan masa persalinan, agar ibu hamil dapat berkontribusi dalam pengambilan keputusan pelayanan masa persalinan. Kata kunci: pengambilan keputusan, peran gender