Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Ketuban Pecah Dini di RSU Srikandi IBI Jember Alfina Farah Damayanti; Veronika Vestine; Novita Nuraini; Indah Muflihatin
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 2 (2025): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i2.740

Abstract

Kejadian ketuban pecah dini di RSU Srikandi IBI Jember pada tiga tahun terakhir mengalami penurunan, namun selalu menjadi 10 besar penyakit rawat inap di RSU Srikandi IBI Jember. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko ketuban pecah dini berdasarkan paritas, umur, riwayat KPD, riwayat infeksi genitalia, usia kehamilan, pekerjaan, dan distensi uterus berdasarkan rekam medis rawat inap di RSU Srikandi IBI Jember Tahun 2023. Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan simple random sampling dengan sampel penelitian terdiri dari 168 sampel kelompok terpapar dan 168 sampel kelompok tidak terpapar. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan variabel paritas (p value = 1,000), umur (p value = 0,342), riwayat KPD (p value = 0,000), riwayat infeksi genitalia (p value = 1,000), usia kehamilan (p value = 0,677), pekerjaan (p value = 0,749), distensi uterus (p value = 0,005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara faktor riwayat KPD dan distensi uterus dengan kejadian ketuban pecah dini. Penelitian ini dapat digunakan sebagai deteksi dan antisipasi dini untuk meminimalisir terjadinya ketuban pecah dini.
Analisis Faktor Penyebab tidak Efisiensi Penggunaan Tempat Tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember Bella Imania Putri; Efri Tri Ardianto; Indah Muflihatin; Erna Selviyanti
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 3 (2025): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i3.746

Abstract

Penggunaan tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember belum mencapai efisien dilihat dari nilai BOR pada tahun 2019-2021 yang semakin menurun. Kondisi ini berdampak pada kualitas pelayanan rumah sakit seperti tenaga kesehatan yang tidak memenuhi standar dan fasilitas rumah sakit yang masih kurang mengakibatkan ketidakpuasan pasien, serta kegiatan promosi yang tidak maksimal berdampak pada ketidakefisienan pelayanan kesehatan dikarenakan banyak masyarakat yang kurang tahu terkait rumah sakit dan fasilitas apa saja yang diberikan oleh rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal penyebab tidak efisiennya pemakaian tempat tidur di RS Baladhika Husada Jember tahun 2019-2021. Jenis penilitan ini adalah kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Subjek penelitian adalah perawat dan pasien. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa terdapat faktor internal dan eksternal penyebab ketidakefisienan penggunaan tempat tidur (BOR) di RS Baladhika Husada Jember. Faktor internal adalah jumlah tenaga medis khususnya perawat yang tidak sesuai dengan standart yang telah ditetapkan, kurangnya alat pemeriksaan penunjang seperti CT Scan dan Lab PA, serta promosi yang dilakukan belum dapat meningkatkan jumlah kunjungan di rumah sakit. Sedangkan faktor eksternal adanya wabah (pandemi covid-19) yang sangat berpengaruh terhadap jumlah kunjungan pasien. Saran dari peneliti yaitu perlu melakukan penambahan tenaga kesehatan khususnya perawat, melakukan pengadaan terkait alat pemeriksaan penunjang yang kurang, dan memaksimalkan promosi rumah sakit.
Analisis Penyebab Ketidalengkapan Pengisian Informed Consent Tindakan Bedah Obstetri Ginekologi di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo Nur Suci Ramdhani; Indah Muflihatin; Rossalina Adi Wijayanti; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v2i4.755

Abstract

Ketidaklengkapan pengisian informed consent masih terjadi di Rumah Sakit Mitra Sehat dengan hasil penelitian diperoleh ketidaklengkapan identitas keluarga pasien atau penanggungjawab pada item umur sebesar 27,1%, ketidaklengkapan tertinggi di laporan penting pada item nama dokter, prognosis, dan estimasi biaya sebesar 21,4%, ketidaklengkapan tertinggi di autentifikasi pada item tanda tangan saksi 2 (Perawat/bidan) sebesar 47,1%. Tujuan penelitian ini adalah menimenganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian informed consent di Rumah Sakit Mitra Sehat Situbondo berdasarkan faktor predisposisi, faktor pemungkin, dan faktor pendorong atau penguat Jenis penelitian yaitu kualitatif dengan pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, dan brainstorming. Subjek penelitian terdiri 3 dokter obgyn, 3 perawat bedah, 1 penanggungjawab rekam medis, 1 petugas assembling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas (dokter, assembling) kurang mengetahui standar kelengkapan informed consent serta petugas (dokter, perawat) tampak belum memahami tata cara pengisian informed consent, sikap petugas (dokter, perawat) kurang tanggungjawab dan disiplin dalam pengisian informed consent, tidak adanya reward kelengkapan pengisian rekam medis, punishment yang diterapkan kurang maksimal. Saran yang dapat diusulkan yaitu diterapkannya sosialisai pentingnya sikap disiplin kepada petugas, menerapkan system reward dan punishment, mendistribusikan SOP, mencantumkan standar kelengkapan di SOP, melakukan telaah isi SOP dan mensosialisasikan isi SOP.
Evaluasi Pelaksanaan Penyimpanan Rekam Medis di Ruang Filing Klinik Unej Medical Center (UMC) Jember Gandu Eko Julianto Suyoso; Sandi Nur Azizah; Novita Nuraini; Indah Muflihatin
Health & Medical Sciences Vol. 2 No. 4 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyimpanan rekam medis digunakan untuk pendokumentasian dan pemeliharaan rekam medis kepada pasien yang akan datang kembali ke fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil pengamatan di Klinik UNEJ Medical Center Jember menunjukkan bahwa rekam medis yang disimpan tidak semuanya dijajarkan tetapi sebagian disimpan dengan ditumpuk sehingga mengganggu sistem penjajaran rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan penyimpanan rekam medis di ruang filing Klinik UNEJ Medical Center (UMC) Jember menggunakan metode evaluasi pendekatan sistem dan RE-AIM (Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, Maintenance). Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas 2 orang petugas rekam medis, koordinator administrasi umum dan kepegawaian, serta koordinator layanan penunjang medis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas rekam medis berlatar pendidikan rekam medis dan memiliki pengetahuan mengenai rekam medis. Terdapat rekam medis yang memiliki kerusakan fisik dan tidak setiap rekam medis yang disimpan dilindungi dengan map. Selain itu, masih terdapat petugas lain yang keluar masuk ruang rekam medis. Pelaksanaan penyimpanan rekam medis dapat dikatakan masih belum optimal dan belum sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang berlaku dikarenakan keterbatasan sarana dan prasarana. Saran dari penelitian ini yaitu melakukan perbaikan maupun
Usability Evaluation of a Web-Based e-KMS for Toddler Nutritional Status Monitoring Using the System Usability Scale (SUS) Niyalatul Muna; Indah Muflihatin; Ida Nurmawati; Demiawan Rachmatta Putro Mudiono; Andri Permana Wicaksono
International Journal of Healthcare and Information Technology Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/ijhitech.v3i2.6846

Abstract

A nutritional status assessment system is an electronic health information system that records toddler growth based on age-specific weight and height measurements. Parents may not always maintain appropriate scheduling or regular visits for periodic monitoring at healthcare facilities. This study presents a usability evaluation of a web-based nutritional monitoring system that implements an Electronic Growth Monitoring Card (e-KMS). Users interact with the system through a user interface (UI) and user experience (UX) designed to support effective interaction. The main contribution of this study is the empirical validation of the usability level of a web-based e-KMS in a healthcare context using the System Usability Scale (SUS). The evaluation involved 20 respondents, consisting of parent representatives and daycare teachers or administrators as e-KMS users, and employed 10 SUS statements measured on a five-point Likert scale. The SUS analysis yielded a score of 77.78, indicating a good and acceptable level of usability. These findings demonstrate that the developed e-KMS is suitable for supporting digital-based monitoring of toddler nutritional status in healthcare services.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Jelbuk Holida Lafissyah; Maya Weka Santi; Ida Nurmawati; Indah Muflihatin
Jurnal Rekam Medik & Manajemen Informasi Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/rmik.v2i1.1900

Abstract

Pencapaian kelengkapan pengisian rekam medis rawat inap di Puskesmas Jelbuk rata- rata pada bulan Februari sebesar 18,9%, bulan Maret sebesar 15,5%, bulan April sebesar 26,1% kurang dari target kelengkapan yaitu 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di Puskesmas Jelbuk berdasarkan faktor individu, organisasi, dan psikologi. Jenis Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan 5 subjek penelitian meliputi kepala puskesmas, 1 orang dokter, 2 orang perawat, dan 1 orang perekam medis. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, USG, dan brainstorming. Hasil penelitian menunjukkan ketidaklengkapan rekam medis rawat inap disebabkan oleh faktor individu karena petugas belum mampu mengisi rekam medis rawat inap dengan lengkap, belum pernah mengikuti pelatihan, dan kualifikasi pendidikan tidak sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan, sedangkan berdasarkan faktor organisasi disebabkan oleh kurangnya tenaga kesehatan untuk kebutuhan pelayanan unit rawat inap dan belum adanya tindak lanjut dari hasil evaluasi pelayanan, kemudian faktor psikologi disebabkan oleh belum pernah dilakukan pemberian reward dan punishment. Upaya perbaikan masalah meliputi melakukan pengajuan adanya pelatihan pengisian rekam medis kepada dinas kesehatan, membuka lowongan kerja melalui pengajuan permintaan tenaga medis kepada dinas kesehatan pada posisi dokter atau perawat, dan melakukan pengajuan permintaan tenaga rekam medis kepada dinas kesehatan.
Pemberdayaan Teaching Factory Nutrition Care Center Dalam Meningkatkan Pelayanan Gizi Kepada Masyarakat Demiawan rachmatta putro mudiono; Indah Muflihatin; Andri Permana Wicaksono; Nanang Dwi Wahyono; Waridad Umais Al Ayyubi
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Banyuwangi (Jurnal Abdiwangi) Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Abdiwangi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Politeknik Negeri Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/abdiwangi.v2i1.2024.36-43

Abstract

Health is one of the sectors that has rapidly advanced through the application of information and communication technology (ICT) under the concept of e-Health. Nutrition services at the Teaching Factory Nutrition Care Center (TeFa NCC) are still conducted manually, requiring technological innovations to enhance efficiency and accessibility. This community service aims to digitalize nutrition services to facilitate public access to information and support staff operations more effectively. The method involves a participatory approach with three main steps: application development, socialization, and monitoring and evaluation to improve the quality of nutrition services and user satisfaction. The development of the Android-based E-Stagi application has proven successful in increasing service efficiency, with 34% of users finding the application very easy to operate. Monitoring results also indicate that the application simplifies data management for staff and provides easier access to nutrition information for the public compared to traditional methods. Despite technical challenges and user unfamiliarity, further training and application updates are necessary to optimize its utilization.