Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Gambaran Karakteristik dan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Pengukuran Antropometri Di Wilayah Puskesmas Gedung Meneng, Kabupaten Tulang Bawang 2024 Rusyantia, Anggun; Putri, Sefanadia; Arsyad Temenggung, Mara Sari
Journal of Dietetics Science Vol. 1 No. 1 (2025): Journal of Dietetics Science
Publisher : Nutrition Department, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jds.v1i1.4919

Abstract

Integrated Health Service Posts (Posyandu) are community-based health efforts managed by cadres to provide easy access to basic health services, including anthropometric measurements of toddlers. The characteristics and roles of cadres influence the monitoring of toddler growth and development. This study aims to assess the characteristics, knowledge, and skills of Posyandu cadres in performing anthropometric measurements of toddlers at the Gedung Meneng Community Health Center, Tulang Bawang Regency. This research uses a quantitative descriptive approach with a sample of 46 cadres from the Gedung Meneng Community Health Center area. The results showed that the average age of the cadres is 41 years, with most having completed elementary school (45.7%), junior high school (28.3%), and high school (26.1%). All cadres have more than one year of work experience. The knowledge of cadres regarding anthropometric measurements is predominantly good (80.4%), while 19.6% have moderate knowledge. In terms of skills, 52.1% of cadres are skilled in measuring infant weight, 60.9% in digital weighing, and 63% in height measurement. However, 65.2% were not skilled in measuring body length, 71.8% in measuring arm circumference, and 58.7% in measuring head circumference. Despite good knowledge, skills were not fully optimized. Therefore, it is recommended that the Gedung Meneng Community Health Center involve nutritionists to provide re-training and continuous support to improve the skills of cadres.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengadaan Sarana Pembuangan Air Limbah Di Desa Candi Retno Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu Tahun 2024 Mulyono, Rifai Agung; Oktaviani, Ika; Rusyantia, Anggun; Jaya, R . Prana; Prasteyowati, Prasteyowati; Aghniya, Rofana; RR. Nurfauziah, RR.
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1644

Abstract

Sebagian besar penduduk desa Candiretno menggunakan air kerawang tanpa proses masak sebagai sumber air minumnya. Untuk kebutuhan memasak dan kebutuhan MCK masyarakat menggunakan air dari sumur gali dengan kualitas cukup memenuhi syarat secara fisik namun belum pernah dilakukan uji laboratorium untuk menguji kualitas air secara keseluruhan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan keterampilan pembuatan Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL) dan mengoptimalkan program kesehatan pemerintah (Program STBM). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang berfokus pada identifikasi dan pemanfaatan aset-aset yang dimiliki oleh desa, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam membuat Sarana Pembuangan Air Limbah (SPAL). Hasil pengabdian menunjukkan bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya Sarana Pembuangan Air Limbah, hal ini terbukti dengan terbangunnya 2 buah sarana SPAL dan 1 Jamban keluarga di Desa Candi Retno Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu. Perlu dilakukan upaya peningkatan kesadaran masyarakat untuk sadar akan sanitasi dasar. Perlu pembinaan berkelanjutan kepada masyarakat agar lebih semangat lagi untuk membuat sarana sanitasi dasar.
Analisis Implementasi Kebijakan Swasembada Gizi dalam Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Stunting di Kabupaten Lampung Selatan Anita, Anita; Aprina, Aprina; Sudarmi, Sudarmi; Rusyantia, Anggun; Pranajaya, Pranajaya; Astuti, Titi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13979

Abstract

ABSTRACT South Lampung Regent's Instruction Number 2 of 2020 through the Gerakan Swasembada Gizi as an effort to reduce stunting in 2018-2021 which must be implemented in all areas of South Lampung Regency. The aim of this research is to analyze the implementation of the Gerakan Swasembada Gizi Policy in efforts to prevent and overcome stunting in the South Lampung district. This was a qualitative descriptive study with a research instrument using a semi-structured interview guide. Data analysis was conducted using a deductive coding approach based on Grindle's theory, namely, policy content and context. In-depth interviews were conducted with eight regional apparatus organization (OPD) participants as key informants. Method triangulation was carried out by conducting Focus Group Discussions (FGD) in three policy-implementing groups at the community health center and sub-district levels with a total of 15 participants, and also an in-depth interview with seven village midwives, posyandu cadres, and parents with children at risk of stunting. The results show that all OPDs have the same understanding of the implementation of the Gerakan Swasembada Gizi policy. Technical instructions for implementing policies at the district level have been prepared well through a good practice book on efforts to accelerate stunting reduction. Obstacles that still arise are the absence of integrated program SOPs to increase a uniform understanding of the main duties and functions, no integration of integrated data from 64 stunting indicators spread across various OPDs, and rejection and perception of stigma among parents with children at risk of stunting, which causes decreased access to health services. Policy recommendations are provided regarding the need for integrated stunting data management, the need to create SOPs related to the integrated Gerakan Swasembada Gizi program, optimizing regional apparatus and cadres in implementing the Gerakan Swasembada Gizi, and optimizing behavior change campaigns. Keywords: Policy, Gerakan Swasembada Gizi, Prevention, Stunting  ABSTRAK Instruksi Bupati Lampung Selatan Nomor 2 Tahun 2020 melalui Gerakan Swasembada Gizi sebagai upaya penurunan stunting tahun 2018-2021 yang wajib dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi kebijakan Swasembada Gizi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian menggunakan panduan wawancara semi-struktur. Analisis data dengan pendekatan koding secara deduktif berdasarkan teori Grindle yaitu isi dan konteks kebijakan. Wawancara mendalam dilakukan pada 8 partisipan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai informan kunci. Triangulasi metode dilakukan dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) pada tiga kelompok pelaksana kebijakan di tingkat puskesmas dan kecamatan dengan total 15 partisipan, serta wawancara mendalam pada 7 orang perwakilan bidan desa, kader posyandu dan penerima manfaat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh OPD sudah memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan kebijakan swasembada gizi. Petunjuk teknis pelaksanaan kebijakan di tingkat Kabupaten telah disusun dengan sangat baik melalui buku praktik baik upaya percepatan penurunan stunting. Kendala yang masih muncul adalah belum adanya SOP program terintegrasi untuk dapat meningkatkan pemahaman yang seragam terkait tupoksi; belum adanya integrasi data terpadu dari 64 indikator stunting yang tersebar di berbagai OPD; serta masih ada penolakan dan persepsi stigma pada orangtua dengan anak beresiko stunting yang menyebabkan menurunnya akses ke pelayanan kesehatan. Rekomendasi kebijakan diberikan terkait perlu adanya manajemen data stunting yang terintegrasi, perlu dibuatnya SOP terkait program terpadu Swasembada Gizi, mengoptimalkan perangkat daerah beserta kader dalam pelaksanaan gerakan Swasembada Gizi serta mengoptimalkan kampanye perubahan perilaku. Kata Kunci: Kebijakan, Swasembada Gizi, Pecegahan, Penanggulangan, Stunting
PELATIHAN PEMBUATAN MP-ASI WHO BERBASIS PANGAN LOKAL BAGI KADER POSYANDU DAN IBU BADUTA DI DESA SIDOSARI rusyantia, anggun
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v2i2.67

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan dan gizi anak adalah dengan memberikan makanan yang terbaik bagi Baduta. Jika bayi dan anak usia 6-24 bulan tidak memperoleh cukup gizi dari MP-ASI, maka akan mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan kurang gizi. Desa Sidosari adalah salah satu desa binaan Poltekkes Tanjung Karang. Berdasarkan hasil pengkajian gizi Balita yang dilakukan sebelumnya ternyata masih dijumpai beberapa masalah gizi khususnya pada kelompok umur Baduta. Penyebab utamanya adalah masih terbatasnya pengetahuan ibu tentang gizi Baduta dan keterampilan ibu dalam menyiapkan makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi dengan pangan lokal yang tersedia. Kader Posyandu yang selama ini sudah berperan aktif dirasakan masih lemah dalam memberikan edukasi ASI dan MP-ASI. Padahal kader Posyandu sangat potensial perannya sebagai agen perubahan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatihan Pembuatan MP-ASI WHO Berbasis Pangan Lokal Bagi Kader Posyandu dan Ibu Baduta telah dilaksanakan pada tanggal 27 dan 28 Nopember 2017. Pelatihan hari pertama dilaksanakan di Posyandu Melati dan hari kedua di Balai Dusun Simbaringin dengan jumlah peserta pelatihan sepuluh orang. Hasil evaluasi akhir terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta sebesar 68,9%. Untuk membentuk perilaku gizi yang baik pada keluarga diperlukan kegiatan pendampingan keberlanjutan.