Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Peran Kepala Ruangan dengan Etika Perawat Pelaksana Dalam Asuhan Keperawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi Ahmad Syahdad; Yusnilawati Yusnilawati; Kamariyah Kamariyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.45134

Abstract

Perawat sebagai barisan terdepan yang berhadapan dengan pasien dituntut untuk memiliki etika yang baik, masalah yang sering muncul di lapangan perawat terkadang masih kurang dalam menerapkan prinsip etik keperawatan seperti hasil pada penelitian diketahui bahwa etika perawat pelaksana yang baik sebanyak 41 (50,0%) dan kurang baik berjumlah 41 (50,0%). Peran kepala ruangan dibutuhkan untuk meningkatkan etika perawat pelaksana dalam melakukan asuhan keperawatan kepada pasien, peran yang optimal dari kepala ruangan dapat mempengaruhi etika perawat dalam melakukan asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran kepala ruangan dengan etika perawat pelaksana dalam melakukan asuhan keperawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskripsi korelatif dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 82 responden dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Berdasarkan hasil uji Chi-Square didapatkan nilai P value yaitu 0,000 atau > 0,05 yang artinya terdapat hubungan. Terdapat hubungan yang bermakna antara peran kepala ruangan dengan etika perawat pelaksana dalam melakukan asuhan keperawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi Tahun 2024. Perawat harus dapat menambah wawasan dan kesadaran untuk dapat bertindak sesuai dengan prinsip etik keperawatan sehingga dapat melakukan asuhan keperawatan yang baik sesuai dengan prinsip etik keperawatan.
Pengaruh Range of Motion Aktif-Asistif Terhadap Rentang Gerak Sendi Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi Desy E. Pakpahan; Yusnilawati Yusnilawati; Lisa Anita Sari; Indah Mawarti; Kamariyah Kamariyah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53346

Abstract

Stroke non-hemoragik merupakan gangguan neurologis yang dapat menyebabkan penurunan fungsi motorik dan keterbatasan rentang gerak sendi (Range of Motion/ROM), sehingga menghambat kemandirian pasien dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ROM aktif-asistif terhadap peningkatan rentang gerak sendi pada pasien stroke non-hemoragik. Penelitian menggunakan metode pra- eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 30 pasien stroke non-hemoragik di Puskesmas Putri Ayu Kota Jambi dengan teknik pengabmilan data melalui teknik purposive sampling. Intervensi berupa latihan ROM aktif-asistif dilakukan dua kali seminggu selama empat minggu pada ekstremitas atas dan bawah. Data dikumpulkan melalui observasi dan pengukuran menggunakan goniometer, kemudian dianalisis dengan uji paired t-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan rentang gerak sendi setelah intervensi (p-value = 0,000), terutama pada bahu, pergelangan kaki, siku, lengan bawah, dan panggul. ROM aktif-asistif sangat efektif dalam meningkatkan fleksibilitas sendi dan kemampuan motorik pasien stroke non-hemoragik. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa latihan ini dapat menjadi strategi rehabilitasi sederhana, murah, dan aplikatif di berbagai tatanan pelayanan kesehatan.
Hubungan Self Compassion Dengan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi Yosevin Berutu; Kamariyah Kamariyah; Riska Amaliya Nasution
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58894

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi berada pada fase emerging adulthood yang ditandai berbagai tantangan, seperti tuntutan akademik, penentuan karier, masalah finansial, dan hubungan sosial. Kondisi tersebut dapat memicu quarter life crisis berupa kecemasan, kebingungan arah hidup, dan ketidakpastian masa depan. Self compassion diyakini dapat membantu individu menghadapi kondisi tersebut melalui sikap memahami, menerima, dan tidak menghakimi diri sendiri saat mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self compassion dengan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi. Penelitian kuantitatif korelasional dengan desain cross sectional ini melibatkan 91 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan Self Compassion Scale dan skala quarter life crisis. Analisis data dilakukan menggunakan uji correlation gamma. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self compassion dan quarter life crisis (p = 0,001; r = -0,621). Semakin tinggi self compassion, semakin rendah tingkat quarter life crisis mahasiswa. Self compassion dapat menjadi strategi yang bermanfaat dalam membantu mahasiswa tingkat akhir menghadapi tekanan emosional pada masa transisi menuju dewasa awal.Kata Kunci: Mahasiswa tingkat akhir, self compassion, quarter life crisis
Hubungan Smartphone Addition terhadap Tingkat Konsentrasi Belajar pada Remaja SMP Negeri 11 Kota Jambi Pini Sepriani; Kamariyah Kamariyah; Riska Amalya Nasution; Yuliana Yuliana; Luri Mekeama
Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan Vol. 4 No. 1 (2026): Maret: Corona: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, Psikolog, Keperawatan dan Kebidanan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/corona.v4i1.2119

Abstract

Excessive smartphone use among adolescents, especially students, can develop into smartphone addiction and potentially disrupt learning concentration. At SMP Negeri 11 Jambi City, most students use smartphones for long periods for entertainment and social media until late at night, which leads to drowsiness and reduced focus during lessons. This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population consisted of all seventh-grade students at SMP Negeri 11 Jambi City, totaling 352 students, with a sample of 175 respondents selected through stratified proportionate random sampling. Data were collected using the Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV) questionnaire and a learning concentration questionnaire. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with Kendall’s tau-b test. The results showed that 84% of respondents experienced smartphone addiction, while 61.7% had a good level of learning concentration. Kendall’s tau-b test indicated a significant relationship between smartphone addiction and learning concentration (p-value = 0.000; r = 0.243), showing a weak association. Higher levels of smartphone addiction were linked to decreased learning concentration. Therefore, active involvement from schools and parents is needed to guide adolescents in managing stress and boredom positively.
The Relationship between Self-Efficacy and HIV/AIDS Prevention Behavior in Adolescents at SMAN 5 Jambi City Lusi Oktavia Siahaan; Kamariyah Kamariyah; Riska Amalya Nasution; Rts. Netisa Martawinarti; Lisa Anita Sari
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 5 (2026): IJHESS JANUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i5.487

Abstract

HIV/AIDS remains a global public health problem and has a significant impact on adolescents. During this phase, adolescents are vulnerable to risky behaviors that can increase the chance of HIV/AIDS transmission. One psychosocial factor that plays a crucial role in shaping preventive behavior is self-efficacy, which is an individual's belief in their ability to consistently take preventive measures. Low self-efficacy can hinder adolescents from optimally adopting HIV/AIDS preventive behaviors. Therefore, this study aims to analyze the relationship between self-efficacy and HIV/AIDS preventive behaviors among adolescents at SMAN 5, Jambi City.This study used a correlational design with a cross-sectional approach. A sample of 98 respondents was obtained through total sampling. Data collection was conducted using the Self-Efficacy Assessment in HIV Risk Behavior Prevention (EDP2B-HIV) questionnaire and the Sexual Behavioral Abstinence HIV/AIDS Questionnaire (SBAHAQ). Bivariate data analysis was performed using the Gamma correlation test to determine the relationship between self-efficacy and HIV/AIDS preventive behaviors. Univariate analysis showed that the majority of respondents had moderate levels of self-efficacy (71 respondents (71.4%), and moderate levels of HIV/AIDS prevention behavior (48 respondents (48.0%). Bivariate analysis showed a significant relationship between self-efficacy and HIV/AIDS prevention behavior in adolescents (p-value = 0.003; r = 0.551). This finding indicates that the higher the level of self-efficacy in adolescents, the better the HIV/AIDS prevention behavior they implement.Self-efficacy plays a crucial role in shaping and enhancing HIV/AIDS prevention behavior in adolescents. Adolescents with higher levels of self-efficacy tend to demonstrate better and more consistent prevention behavior.
Peningkatan Pengetahuan Kesiapsiagaan Bencana melalui Edukasi bagi Siswa Sekolah Dasar Negeri 98/IV Kota Jambi: Improving Disaster Preparedness Knowledge through Education for Students of State Elementary School 98/IV, Jambi City Yosi Oktarina; Nurhusna Nurhusna; Kamariyah Kamariyah; Sri Mulyani; Yusnilawati Yusnilawati; Luri Mekeama; Yulia Indah Permata Sari; Putri Irwanti Sari
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 5 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i5.12191

Abstract

Flooding is a frequent disaster in Indonesia. Children, as a vulnerable group, require adequate preparedness to protect themselves when disasters strike. This activity aimed to increase elementary school students' knowledge of flood disaster preparedness. The activity was carried out at SDN 98/IV Kota Jambi involving 40 sixth-grade students. Methods used included interactive lectures, discussions, demonstrations, and simulations delivered via presentation media. The material provided covered an introduction to floods, preparedness measures before, during, and after floods, prevention of post-flood diseases, healthy living behaviors, handwashing practices, and waste sorting. The evaluation was conducted using a disaster preparedness knowledge questionnaire with 15 questions. The results showed an increase in students' knowledge after the educational intervention, as indicated by a rise in the proportion in the "very good" knowledge category from 70% to 87.5%. This indicates that disaster preparedness education is effective in improving students' understanding and readiness to face flood risks. It is hoped that this activity can be implemented continuously and integrated into school learning to strengthen a culture of disaster awareness from an early age.