Angela Mariana Lusiastuti
Balai Penelitian dan Pengembangan Budidaya Air Tawar, Bogor

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

TOKSISITAS DAN IMUNOGENISITAS PRODUK EKSTRASELULER Mycobacterium fortuitum PADA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Siti Fatimah; Agustin Indrawati; Angela Mariana Lusiastuti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 2 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3808.455 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.2.2015.231-241

Abstract

Mycobacterium fortuitum merupakan bakteri patogen dengan kejadian penyakit bersifat kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat toksisitas dan imunogenisitas produk ekstraseluler M. fortuitum pada ikan gurame. Pengujian toksisitas dilakukan pada ikan dengan bobot 15 g yang diinjeksi secara intraperitoneal (i.p) dengan konsentrasi ECP berbeda yaitu 7,15 μg/ikan; 14,3 μg/ikan; 28,6 μg/ikan; 57,2 μg/ikan; sedangkan kontrol dengan menggunakan PBS. Pengujian imunogenisitas dilakukan dengan menggunakan ikan seberat 25-30 g. Ikan dibagi dalam tiga perlakuan yaitu: ECP dengan Freund Incomplete Adjuvant (FIA), ECP, dan kontrol (sauthon broth). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ECP M. fortuitum hingga konsentrasi 57,2 μg/ikan tidak toksik pada ikan gurame. Sementara, tingkat imunogenisitas menunjukkan bahwa ikan yang diinjeksi dengan ECP ditambah FIA dan ECP saja memiliki respons imun non-spesifik dan spesifik yang lebih tinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dibandingkan dengan kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa ECP M. fortuitum bersifat imunogenik pada ikan gurame sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai vaksin guna penanggulangan mycobacteriosis.
PROBIOTIK Bacillus firmus UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT Aeromonas hydrophila PADA BUDIDAYA IKAN LELE DUMBO, Clarias gariepinus Angela Mariana Lusiastuti; Tuti Sumiati; Wartono Hadie
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 2 (2013): (Agustus 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.898 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.2.2013.253-264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian bakteri probiotik Bacillus firmus terhadap ketahanan benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) yang diinfeksi Aeromonas hydrophila. Probiotik diberikan melalui media budidaya dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan lima perlakuan dan tiga ulangan yang diaplikasikan untuk pengendalian penyakit motile aromonas septicemia (MAS). Perlakuan tersebut adalah A (tanpa penambahan bakteri probiotik B. firmus (sebagai control), B (penambahan bakteri probiotik B. firmus 105 cfu/mL), C (penambahan bakteri probiotik B. firmus 107 cfu/mL), D (penambahan bakteri probiotik B. firmus 109 cfu/mL), dan E (penambahan bakteri probiotik B. firmus 1011 cfu/mL). Pengamatan meliputi tingkat sintasan ikan uji setelah diuji tantang dengan A. hydrophila, indeks fagositik, diferensial leukosit dan kualitas air. Analisis data tingkat sintasan dilakukan dengan menggunakan uji F dengan taraf signifikansi 5%. Indeks fagositik, differensial leukosit dan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintasan tertinggi setelah diinfeksi A. hydrophila terdapat pada perlakuan D (109 cfu/mL) yaitu 53,33% dan adanya peningkatan kadar limfosit sebesar 81% serta aktivitas fagosit sebesar 60% setelah penambahan bakteri probiotik B. firmus. Sementara hasil terendah terdapat pada perlakuan A (kontrol) (tanpa penambahan bakteri probiotik) sebesar 8,33%, aktivitas fagosit sebesar 60% setelah pemeliharaan ikan uji selama 14 hari.
EFIKASI BEBERAPA SEDIAAN VAKSIN Streptococcus agalactiae-N14G UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT STREPTOCOCCOSIS PADA IKAN NILA, Oreochromis niloticus Taukhid Taukhid; Uni Purwaningsih; Angela Mariana Lusiastuti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 9, No 2 (2014): (Agustus 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.141 KB) | DOI: 10.15578/jra.9.2.2014.295-305

Abstract

Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui efikasi berbagai sediaan (biakan cair, sel utuh, supernatan dengan dan tanpa penyaringan) vaksin Streptococcus agalactiae-N14G untuk pencegahan penyakit Streptococcosis pada ikan nila telah dilakukan pada skala laboratorium. Isolat bakteri Streptococcus agalactiae-N14G digunakan sebagai sumber antigen dalam pembuatan vaksin. Ikan nila dengan rata-rata ukuran 10-15 g/ekor dan diasumsikan bebas penyakit infeksi Streptococcus agalactiae (specific pathogen free, SPF) terhadap patogen target digunakan sebagai ikan uji. Pada hari ke-14 pasca vaksinasi, dilakukan uji tantang dengan bakteri homolog aktif pada dosis lethal (LD50), dan pengamatan dilakukan selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan efikasi sediaan vaksin tertinggi diperoleh pada sediaan vaksin sel utuh (B) (76,0%), selanjutnya diikuti oleh sediaan vaksin biakan cair (A) (65,0%), sediaan vaksin supernatan tanpa penyaringan (C) (49,0%), dan sediaan vaksin dengan penyaringan (D) (36,0%); sedangkan pada kelompok kontrol positif dan negatif, masingmasing sebesar 25,0% dan 34,0%. Dua jenis sediaan vaksin masuk kategori efektif dengan nilai relative percentage survival (RPS) 8 50%, yaitu jenis vaksin sel utuh(68,00%) dan jenis sediaan vaksin biakan cair (53,37%).
PENGEMBANGAN METODE ELISA UNTUK MENDETEKSI RESPON IMUN SPESIFIK PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) YANG DIVAKSINASI TERHADAP Aeromonas hydrophila DAN Streptococcus agalactiae Tuti Sumiati; Sukenda Sukenda; Sri Nuryati; Angela Mariana Lusiastuti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 2 (2015): (Juni 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.171 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.2.2015.243-250

Abstract

Ko-infeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan Streptococcus agalactiae rentan terjadi pada budidaya nila, sehingga pencegahan menggunakan vaksin koktail yang mengandung kedua bakteri tersebut merupakan langkah yang tepat untuk pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa respon imun spesifik (antibodi) serum ikan nila yang divaksinasi dengan vaksin koktail A. hydrophila dan S. agalactiae dengan menggunakan ELISA. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah optimalisasi ELISA, yang terdiri atas persiapan antigen dan penentuan konsentrasi optimum antigen untuk deteksi antibodi dan tahap kedua adalah mendeteksi antibodi pasca vaksinasi ikan nila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi optimum antigen A. hydrophila dan S. agalactiae untuk penentuan antibodi dalam ikan nila masing-masing sebesar 10 μg/mL. Konsentrasi tersebut dapat digunakan untuk mendeteksi antibodi serum pada ikan nila setelah diberi vaksin koktail A. hydrophila dan S. agalactiae. Titer antibodi ikan nila pada minggu kedua sampai pada minggu kelima pada kelompok vaksinasi secara signifikan lebih tinggi dibanding kontrol (P<0,05).
PROBIOTIK Bacillus cereus UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT Streptococcosis PADA IKAN NILA, Oreochromis niloticus Angela Mariana Lusiastuti; Sari Dwi Maryanti; Uni Purwaningsih Purwaningsih
Jurnal Riset Akuakultur Vol 8, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.019 KB) | DOI: 10.15578/jra.8.1.2013.109-119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran probiotik Bacillus cereus terhadap ketahanan benih ikan air tawar yaitu ikan nila (O. niloticus) yang diinfeksi Streptococcus agalactiae. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan yang diaplikasikan melalui pakan. Perlakuan tersebut adalah A (tanpa penambahan probiotik B. cereus dan prebiotik), perlakuan B (penambahan probiotik B. cereus sebesar 1%), perlakuan C (penambahan prebiotik 2%), dan perlakuan D (penambahan sinbiotik; probiotik B. cereus 1% dan prebiotik 2%). Parameter yang diamati adalah tingkat sintasan ikan uji pada saat uji tantang, indeks fagositik, differensial leukosit, dan kualitas air. Analisis data tingkat sintasan dilakukan dengan menggunakan uji F dengan taraf signifikansi 5%. Indeks fagositik, differensial leukosit dan kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan penambahan 1% probiotik B. cereus dan 2% prebiotik (ekstrak tepung ubi jalar) yang dicampurkan ke dalam pakan komersial (sinbiotik) dapat meningkatkan rata-rata sintasan ikan nila sebesar 70%, kadar neutrofil 19%, dan aktivitas fagosit sebesar 51,5% setelah diuji tantang dengan Streptococcus agalactiae dan lebih baik jika dibandingkan dengan kontrol, probiotik, dan prebiotik saja dengan tingkat sintasan masing-masing 48,33%; 56,67%; dan 60%.
TOKSISITAS PROTEIN 89 kDa PRODUK EKSTRASELULER Streptococcus agalactiae PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Amrullah Amrullah; Sukenda Sukenda; Enang Harris; Alimuddin Alimuddin; Angela Mariana Lusiastuti
Jurnal Riset Akuakultur Vol 10, No 3 (2015): (September 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.612 KB) | DOI: 10.15578/jra.10.3.2015.397-403

Abstract

Identifikasi protein toksin yang bersifat antigenik dari produk ekstraselular (ECP) crude Streptococcus agalactiae penting dilakukan untuk pengembangan vaksin protein toksoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi toksisitas protein dengan berat molekul 89 kDa dari ECP Streptococcus agalactiae hasil fraksinasi dengan SDS-PAGE (ECPP89). Ikan nila dengan bobot sekitar 25 g masing-masing diinjeksi secara intraperitonial dengan protein ECPP89 dosis 1, 2, 4, 8, dan 16 μg/mL/ekor ikan (secara berturut-turut diberi kode ECPP89-1, ECPP89-2, ECPP89-4, ECPP89-8, dan ECPP89-16). Sebagai kontrol positif ikan diinjeksi dengan bakteri utuh S. agalactiae 1 x 104 cfu/mL (WCB) dan ECP crude S. agalactiae (ECPC), sementara kontrol negatif ikan diinjeksi larutan PBS. Ikan dipelihara selama 15 hari dengan kepadatan 10 ekor (70 L air). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan nila yang diinjeksi dengan ECPP89 mengalami gejala seperti perubahan morfologi, perubahan nafsu makan, dan perubahan renang ikan. Mortalitas pada perlakuan ECPP89 secara umum lebih tinggi dibandingkan dengan ECPC, namun lebih rendah (p<0,05) dibandingkan dengan WCB. Mortalitas ikan pada perlakuan ECPP89-4, ECPP89-8, dan ECPP89-16 tidak berbeda tetapi secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan ECPC dan dua dosis perlakuan ECPP89 lainnya (p<0,05). Ikan kontrol negatif tidak mengalami kematian maupun perubahan klinis. Hasil ini menunjukkan bahwa ECPP89 merupakan protein toksin dari ECP S. agalactiae.
DETEKSI POLYMORPHISME DENGAN SUBSTITUSI NUKLEOTIDA TUNGGAL PADA Streptococcus agalactiae ISOLAT LOKAL INDONESIA Angela Mariana Lusiastuti; Helga Seeger; Desy Sugiani; Tatik Mufidah; Hessy Novita
Media Akuakultur Vol 10, No 2 (2015): (Desember 2015)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.148 KB) | DOI: 10.15578/ma.10.2.2015.91-95

Abstract

Kasus penyakit pada budidaya ikan nila di wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara dan Papua Barat, disebabkan Streptococcus yang menyebabkan penyakit Streptococcosis di mana 80% disebabkan oleh grup B S. agalactiae. Tujuan penelitian ini adalah melakukan deteksi pada nukleotida isolat S. agalactiae untuk mengetahui sampai sejauh mana terjadinya nukleotida polimorfisme tunggal (SNP) pada isolat tersebut. Identifikasi menggunakan PCR dilakukan terhadap 16S rDNA dan primer spesifik spesies terhadap S. agalactiae yaitu agal I 5’-ATAAGAGTAATTAACACATGTTAG-3’ (forward) dan agal II 5’-ACTTCGGGTGTTACAAAC-3’(reverse) dengan target 1250 bp. Produk PCR diamplifikasi terlebih dahulu menggunakan tujuh pasangan primer oligonukleotida yang berbeda yang didesain dari sekuens genom NEM316 GBS. Sekuens yang diperoleh dibandingkan dengan sekuens di Gene Bank database menggunakan National Center for Biotechnology Information Blast search tool. Hasil yang diperoleh ternyata ada dua basa yang berubah yaitu pada basa 24 dan basa 167. Pada basa 24 jelas terjadi subtitusi basa baru yaitu G, yang seharusnya tidak ada basa tersebut pada gen adhP-54 dan adhP-49 standar. Sedangkan pada basa 167 terjadi perbedaan basa dari seharusnya A pada standar menjadi G pada isolat 2.
FISH WELFARE: APAKAH IKAN DAPAT MERASAKAN SAKIT DAN NYERI? Angela Mariana Lusiastuti; Remi Dugue; Desy Sugiani; Edy Farid Wadjdy; Setiadi Setiadi
Media Akuakultur Vol 9, No 1 (2014): (Juni 2014)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.981 KB) | DOI: 10.15578/ma.9.1.2014.57-63

Abstract

Abstrak lengkap dapat dilihat pada Full PDF Masalah etika pokok dalam penelitian adalah "apakah tidak ada pelanggaran kewajiban moral untuk menghormati makhluk hidup, meskipun tujuan penelitiannya justru untuk memajukan kehidupan manusia".