Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

STATUS PENGELOLAAN BUDI DAYA KOMODITAS IKAN KARANG DAN PROSPEK PENGEMBANGANNYA DI KEPULAUAN TOGEAN, SULAWESI TENGAH Utojo Utojo; Hasnawi Hasnawi
Media Akuakultur Vol 3, No 1 (2008): (Juni 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1756.278 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.1.2008.64-69

Abstract

Kepulauan Togean merupakan kawasan pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Sulawesi Tengah yang potensi budidaya lautnya cukup besar, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi perikanan seperti budidaya laut yang sudah mulai diusahakan adalah pengembangan budidaya ikan dalam Keramba Jaring Apung (Kejapung) atau Keramba Jaring Tancap (Kejatan). Permasalahan utama yang dihadapi adalah belum adanya tata ruang wilayah pengembangan secara detail dan operasional, sarana dan prasarana produksi seperti hatcheri untuk suplai benih serta sumber daya manusia dan kelembagaan pembudidaya/nelayan yang belum memadai. Informasi status pengelolaan dan prospek pengembangan budidaya ikan di Kepulauan Togean dibahas dalam makalah ini. Diharapkan bahwa dengan informasi ini pengelolaan budidaya ikan di Kepulauan Togean akan lebih rasional dan dapat bermanfaat bagi pembudidaya/nelayan, para pengusaha dan investor secara berkelanjutan.
STATUS, MASALAH, DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH PADA PENGEMBANGAN BUDIDAYA UDANG VANAMEI (Litopenaeus vannamei) DI SULAWESI SELATAN Utojo Utojo; Abdul Malik Tangko
Media Akuakultur Vol 3, No 2 (2008): (Desember 2008)
Publisher : Pusat Riset Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.964 KB) | DOI: 10.15578/ma.3.2.2008.118-125

Abstract

Udang vaname merupakan udang introduksi seiring menurunnya produksi udang windu di tambak karena penyakit WSSV. Prospek pengembangan budidaya udang vaname di Sulawesi Selatan sangat baik karena luas wilayah pertambakannya mencapai 90.540 ha yang pernah digunakan untuk kegiatan budidaya udang windu dengan mengaplikasikan mulai dari teknik budidaya tradisional hingga intensif. Budidaya udang vaname belum meluas di masyarakat, diharapkan dalam pengembangannya dapat meningkatkan kembali produksi udang di Sulawesi Selatan. Udang vaname memiliki kelebihan dibandingkan komoditas alternatif lainnya dan masih memiliki peluang pasar ekspor serta total biaya produksi juga lebih kecil. Salah satu faktor yang menyebabkan pembudidaya tambak di Sulawesi Selatan susah menerima udang vaname adalah mereka pada umumnya bermodal kecil dan berpandangan bahwa budidaya udang vaname hanya sesuai dan akan menguntungkan bila dibudidayakan secara semi intensif dan intensif, yang dalam operasionalnya memerlukan investasi cukup besar terutama biaya pakan dan harga bibit yang cukup mahal. Di samping itu, udang vaname juga sudah terkena penyakit virus white spot seperti yang terjadi pada udang windu. Pemecahannya seperti penyuluhan ke pembudidaya, kalau udang vaname dapat juga dilakukan secara tradisional dan tradisional plus dengan keuntungan cukup memuaskan berkisar Rp7.603.000,00--Rp22.264.000,00/ha/siklus; pengadaan breeding center udang vaname; diagnosa penyakit TSV, WSSV, dan IHHNV secara dini mulai dari calon induk di panti benih, benur hingga masa pembesaran di tambak; diseminasi teknologi budidaya udang vaname bebas penyakit di tambak percontohan dempond; pembentukan koperasi usaha yang saling menguntungkan antar seluruh komponen; dan memberi pengertian dan pembinaan ke pembudidaya untuk tetap mempertahankan budidaya bandeng dengan mengembangkan usaha budidaya udang vaname.
IDENTIFIKASI KELAYAKAN LOKASI LAHAN BUDI DAYA LAUT DI PERAIRAN TELUK KUPANG NUSA TENGGARATIMUR Utojo Utojo; Abdul Mansyur; Tarunamulia Tarunamulia; Brata Pantjara; Hasnawi Hasnawi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5828.319 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.5.2005.9-29

Abstract

Nusa Tenggara Timur memiliki sumber daya lahan perikanan pesisir yang cukup potensial untuk pengembangan budi daya laut, namun demikian belum diperoleh data rinci kelayakannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan lokasi bagi pengembangan budi daya laut di perairan Teluk Kupang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dan penelitiannya dilaksanakan dengan menggunakan metode survai.
POTENSI LAHAN BUDI DAYA TAMBAK DAN LAUT DIKABUPATEN MINAHASA, SULAWESI UTARA A. Marsambuana Pizan; Utojo Utojo; Muharijadi Atmomarsono; Muh. Tjaronge; Abdul Malik Tangko; Hasnawi Hasnawi
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 11, No 5 (2005): (Vol. 11 No. 5 2005)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3823.805 KB) | DOI: 10.15578/jppi.11.5.2005.43-50

Abstract

Penelitian dilakukan di kawasan pesisir Likupang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara bertujuan menelaah karakteristik lahan tambak dan laut untuk budi daya. pengambilan contoh tanah, air, plankton, dan makrobentos di tambak dengan acak berlapis sederhana yang mewakili lokasi tambak dekat sawah/kebun, tambak di antara sawah/kebun dan bakau/pantai serta tambakdekai bakau/pantai.
IDENTIFIKASI KELAYAKAN LOKASI LAHAN BUDI DAYA LAUT DI PERAIRAN TELUK SALEH, KABUPATEN DOMPU, NUSA TENGGARA BARAT Utojo Utojo; Abdul Mansyur; Andi Marsambuana Pirzan; Tarunamulia Tarunamulia; Brata Pantjara
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 5 (2004): (Vol. 10 No. 5 2004)
Publisher : Pusat Riset Perikanan, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8915.723 KB) | DOI: 10.15578/jppi.10.5.2004.1-18

Abstract

Nusa Tenggara Barat memiliki sumber daya lahan perikanan pesisir yang cukup potensial untuk pengembangan budi daya laut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelayakan lokasi bagi pengembangan budi daya di perairan Teluk Saleh, Kecamatan Empang, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survai.