Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH JENIS LEMAK ALKOHOL SEBAGAI PENGENTAL TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN KONDISIONER RAMBUT BILAS (RINSE-OFF HAIR CONDITIONER) YANG MENGANDUNG EKSTRAK BUAH KIWI (Actinidia chinensis P.) Noviani, Yuslia; Noor, Siti Umrah; Raihanah, Raihanah
Jurnal Farmasi Indonesia Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.373 KB) | DOI: 10.35617/jfi.v10i2.607

Abstract

Buah kiwi telah digunakan untuk perawatan rambut karena kandungan vitamin C, vitamin E dan arginin yang bermanfaat menjaga kesehatan rambut, membantu meningkatkan sirkulasi di kulit kepala dan melembutkan serta menutrisi rambut. Telah dilakukan penelitian formulasi sediaan untuk perawatan rambut yakni kondisioner rambut bilas (rinse-off hair conditioner) yang mengandung ektrak buah kiwi sebanyak 8 formula dengan variasi jenis lemak alkohol (setil alkohol, stearil alkohol, setostearil alkohol dan behenil alkohol) dengan konsentrasi masing-masing 4% untuk mendapatkan formula sediaan kondisioner rambut bilas dengan satu jenis lemak alkohol yang menghasilkan viskositas yang sesuai dan stabil secara fisik. Sediaan ini dibuat dengan cara pemanasan pada suhu 70-80oC dan pencampuran antara fase minyak dan fase air, yaitu fase minyak dicampurkan ke dalam fase air. Sediaan yang dihasilkan dievaluasi secara fisik dan kimia meliputi uji organoleptik, homogenitas, tipe emulsi, viskositas dan sifat alir, sentrifugasi dan ukuran partikel serta pH.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Polivinil Alkohol (PVA) pada Formulasi Masker Gel Peel-Off Ekstrak Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) sebagai Anti Jerawat YUSLIA NOVIANI; SITI UMRAH NOOR; ERNI NENGSIH
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 14 No 2 (2016): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3272.656 KB)

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dapat digunakan sebagai anti jerawat karena kandungan flavonoid. Pengujian diameter daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dari ekstrak buah belimbing wuluh pada konsentrasi 8% memiliki daya hambat sebesar 8-9 mm. Ekstrak buah belimbing wuluh kemudian diformulasi menjadi masker gel peel-off dengan dosis ekstrak sebesar 8% sebagai anti jerawat, dibuat sebanyak tiga formula dengan variasi PVA 10, 12 dan 14%. Sediaan masker gel peel-off dibuat dengan metode pelarutan dan pencampuran, kemudian dievaluasi meliputi pengujian homogenitas, pengamatan visual, kekuatan tarikan, kecepatan waktu pengeringan, viskositas, sifat alir, uji aktivitas daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes secara mikrobiologi.
EFFECT OF DRYING TECHNIQUE ON PHYSICAL QUALITY AND ANTI-INFLAMMATORY ACTIVITY OF WILD BETEL LEAVES (Piper sarmentosum Roxb. ex Hunter) EXTRACT Fahleni Fahleni; Yuslia Noviani; Syarifah Ramadhani
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 16 No 1 (2018): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.544 KB) | DOI: 10.35814/jifi.v16i1.436

Abstract

Kaduk betel leaves (Piper sarmentosum Roxb. ex. Hunter) contain flavonoids and alkaloids that have anti-inflammatory activity. Processing thick extract into a dry extract is required to determine the appropriate dose and increase the homogeneity. The purpose of tahhis study was to determine the effect of drying method to physical properties of dried powder and its antiinflammatory activity. Thick extract was dried using maltodextrin and lactose as adsorbents with concentrations of extract-adsorbent ratio 1: 1, 1: 2 and 1: 3. Method of drying were freeze drying and adsorbent. The evaluation results based on organoleptic dried powder, water content and flow properties. The water content of dried powder which is dried by freeze drying is smaller than that of the adsorbent. Organoleptic and flow properties of freeze dried powder results were also better. The best dried powder in each method tested its anti-inflammatory activity using BSA. The test results showed that the anti-inflammatory activity of dried extract of freeze drying (extract-maltodextrin 1:3) have higher activity with IC50 551.79 ppm compared to dried extract with adsorbent (extract-maltodextrin 1:3) 598.30 ppm.
Formulasi dan Uji Antibakteri Sediaan Gel Ekstrak Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Propionibacterium acnes Safira Nafisa; Yuslia Noviani; Moch Futuchul Arifin; Calista Nathania
SAINSTECH FARMA Vol 14 No 1 (2021): Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37277/sfj.v14i1.933

Abstract

Kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) diketahui memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Propionibacterium acnes. Aktivitas tersebut diduga karena adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin yang terkandung dalam bunga rosela. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formula optimum dari sediaan gel ekstrak kelopak bunga rosela yang baik secara fisik, kimia, dan efektivitasnya sebagai antibakteri. Metode yang digunakan adalah rancangan faktorial 23 dengan 3 faktor, yaitu Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak kelopak bunga rosela (6 dan 12%), carbomer 940 (1,5 dan 2,0%), dan propilenglikol (10 dan 15%). Sediaan gel dievaluasi mutu fisik, kimia, dan efektivitas secara in vitro, kemudian dianalisis menggunakan program Minitab 17 untuk mengetahui pengaruh faktor dan interaksinya terhadap respon yang dihasilkan. Hasil uji fisik sediaan gel yaitu berbentuk semisolid; berwarna coklat; berbau khas rosela; dengan viskositas 19375 – 68750 cPs; pH 4,42 – 5,53; daya sebar 18,39 – 31, 08 cm2; diameter daerah hambat Pseudomonas aeruginosa 10,88 – 14,88 mm; dan diameter daerah hambat Propionibacterium acnes 10,63 – 13,88 mm. Pada penelitian ini diperoleh formula optimum yaitu konsentrasi ekstrak 10.18%, carbomer 940 2%, propilenglikol 15%, trietanolamin 2%, natrium benzoat 0,1%, dan air suling ad 100%. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa sediaan gel yang mengandung ekstrak kering kelopak bunga rosela baik secara fisik dan kimia, serta mampu menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Propionibacterium acnes.
FORMULASI NANOSUSPENSI EKSTRAK KERING RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) DENGAN METODE GELASI IONIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Moch Futuchul Arifin; Yuslia Noviani; Anarisa Budiati; Isnaini Hidayanti
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v7i2.163

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) mengandung kurkumin berkhasiat sebagai antioksidan. Rendahnya kelarutan, ketersediaan hayati dan stabilitas menjadi kendala untuk dikembangkan sebagai sediaan oral. Tujuan penelitian adalah memformulasi ekstrak kering menjadi nanosuspensi antioksidan dengan metode gelasi ionik. Dilakukan optimasi nanosuspensi terhadap empat formula yang mengandung konsentrasi ekstrak kering sebesar : 100-700 x IC50. Penetapan formula optimum dari ke-empat formula berdasarkan: stabilitas, ukuran partikel dan indeks polidispersitas. Formula optimum dikarakterisasi meliputi: morfologi, potensial zeta, efisiensi penjerapan dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Formula dengan 100 x IC50 paling stabil, ukuran partikel 300,4 nm dan indeks polidispersitas 0,292 ditetapkan sebagai formula optimum. Hasil karakterisasi nanosuspensi formula optimum: potensial zeta +47,7; efisiensi penjerapan 63,49% dan aktivitas antioksidan IC50, 30,22 bpj. Ekstrak kering dapat diformulasikan sebagai nanosuspensi antioksidan dan berpotensi dikembangkan sebagai sediaan oral.
Pembuatan, Karakterisasi, dan Optimasi Nanopartikel Gelasi Ionik Ekstrak Kering Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza R.) menggunakan Rancangan Faktorial 22 Moch Futuchul Arifin; Yuslia Noviani; Safira Nafisa; Agisha Sheilabel
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 20 No 2 (2022): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v20i2.1307

Abstract

Temulawak rhizome (Curcuma xanthorrhiza R.) is efficacious as antidiabetic because it has curcuminoid compounds. The aim of the research was to make, characterize, and optimize the nanoparticle formula of dried temulawak rhizome extract. The rhizomes were macerated using 96% ethanol. The curcuminoid content of the thick extract was determined using a spectrophotometer and dried extract using a spray dryer. The dried extract was formulated into nanosuspension using ionic gelation method by mixing a concentration of 0.1–0.5% dried extract with a mixture of 0.2% chitosan and 0.1% sodium tripolyphosphate in a 2:1–5:1 ratio. Characterization was carried out including: particle morphology, particle size, polydispersity index, zeta potential, and entrapment efficiency. Response data were analyzed by factorial 22 design using Minitab18 software to determine the optimum formula. The concentration of curcuminoids in the thick extract was 15.96%. The morphology of the nanosuspension was spherical, with a particle size of 114.7–399.3 nm, a polydispersity index of 0.429–0.597, a zeta potential of 35.1–48.6 mV, and an entrapment efficiency of 61.08–73.37%. The optimum formula was obtained with a composition of 0.44% extract and chitosan: Na-TPP (2:1) with a desirability value, d= 0.8984. It can be concluded that the factorial design of 22 can be used to determine the optimum formula for dried extract of temulawak rhizome using the ionic gelation method.
ANTI-HIPERGLIKEMIK TEH CELUP HERBAL KOMBINASI Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana MELALUI MEKANISME ANTIOKSIDAN PADA MENCIT GANGGUAN METABOLIK YANG DIINDUKSI ALOXAN: ANTI-HYPERGLYCEMIC HERBAL TEA COMBINATION OF Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana THROUGH ANTIOXIDANT MECHANISM IN ALLOXAN-INDUCED METABOLIC DISORDERS MICE Ni Made Dwi Sandhiutami; Yuslia Noviani; Milla Fitri Amalia; Rafif Fadhlurrahman Ahmad
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.551

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x ananassa), teh (Camellia sinensis), dan stevia (Stevia rebaudiana) mengandung flavonoid, epigallocatechin gallate, steviosida, dan rebaudiosida yang memiliki aktivitas tinggi sebagai antioksidan dan secara empiris digunakan sebagai pengobatan alternatif Diabetes Millitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan anti-hiperglikemik dari teh herbal celup kombinasi daun stroberi, teh dan stevia melalui mekanisme antioksidan. Uji aktivitas anti-hiperglikemik dilakukan dengan metode induksi aloksan (300 mg/kgBB) pada hewan coba mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif (glibenklamid), dan 3 kelompok dosis teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh dan stevia (15,6; 31,2; 62,4 mg/20 gBB). Pengukuran kadar malondialdehid dilakukan dengan metode TBARs (Wills)  dan SOD dengan metode Adrenochrome Assay Kadar glukosa darah mencit diamati pada hari ke-0, 4, 11 dan 18 dengan metode enzimatik glucose oxidase strip glucometer. Histopatologi pankreas dilakukan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentasi penurunan kadar glukosa darah teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, stevia kelompok dosis uji 15,6 mg/20gBB; 31,2 mg/20gBB; 62,4 mg/20gBB secara berturut-turut yaitu 9,74%; 13,79%; 20,76%. Dosis 62,4 mg/20gBB memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan anti-hiperglikemik yang lebih baik daripada dosis lain dan pada gambaran histopatologi menunjukkan bahwa teh celup herbal kombinasi tiga daun tersebut dapat memperbaiki Pulau Langerhans mencit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, dan stevia dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki gambaran histopatologi Pulau Langerhans pada pankreas mencit.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP VAKSIN COVID-19 PADA MASYARAKAT DI KOTA TANGERANG SELATAN: LEVEL OF KNOWLEDGE AND ATTITTUDE TOWARDS COVID-19 VACCINE AMONG COMMUNITIES IN SOUTH TANGERANG CITY Rasta Naya Pratita; Nurita Andayani; Yuslia Noviani; Peggy Sri Astuti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.747

Abstract

Corona Virus Disease-19 (COVID-19) telah dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai kejadian pandemi pada 11 Maret 2020. Vaksinasi menjadi salah satu upaya preventif untuk mengendalikan COVID-19. Tujuan dari studi ini adalah untuk melihat tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat serta untuk melihat hubungan karakteristik responden dengan pengetahuan dan sikap terhadap vaksin COVID-19 di masyarakat Kota Tangerang Selatan. Desain penelitian ini adalah cross sectional study yang berfokus pada pengumpulan data kuantitatif yang diambil melalui kuesioner untuk melihat hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan terhadap pemberian vaksin COVID-19 pada 444 responden masyarakat kota Tangerang Selatan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil studi diperoleh bahwa secara garis besar tingkat pengetahuan masyarakat sudah baik, dengan persentasi perolehan sebesar 68,47%. Nilai sikap masyarakat Kota Tangerang Selatan terhadap pemberian vaksin COVID-19 adalah positif dengan persentase sebesar 94,60%. Terdapat hubungan antara usia dengan pengetahuan pendidikan dengan pengetahuan dan pekerjaan dengan pengetahuan masyarakat. Terdapat hubungan antara usia dengan sikap dan pekerjaan dengan sikap masyarakat. Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan dan sikap masyarakat. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, vaksin COVID-19
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Kombinasi Bunga Rosella Ungu (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Nutrasetikal Intan Permata Sari; Yuslia Noviani; Ridwan Rachmadi; Esti Mumpuni
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 21 No 1 (2023): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v21i1.1395

Abstract

A nutraceutical is a functional food containing natural components that have the potential for health, especially from medicinal plants. The purple rosela (Hibiscus sabdariffa L.), one of many therapeutic plants that have been effectively transformed into herbal products, is one such example. High quantities of anthocyanin are found in bioactive substances found in rosela flowers. This study aims to formulate and determine the antioxidant activity of purple rosela flower in combination with red ginger and cinnamon bark. Following the liking test, which includes the organoleptic test, and the calculation of shelf life with the Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) method, the brewed tea formulation was kept to determine the total content of phenolate. Antioxidant activity was measured by the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl) method. This study obtained an average result of 0,38±0,05% for the total phenol content of the three formulas. Formula I, II, and III showed antioxidant activity with IC50 values of 21.59 g/mL, 27.13 g/mL, and 20.05 g/mL, respectively. Organoleptic observations that have been observed for 20 days at three different temperatures (4°C, 25°C, and 37°C) in the three formulas indicate no change in color, aroma, or taste, indicating the product remains stable. Based on the score results, the most preferred by panelists was Formula I, with its composition of purple, rose and red ginger.
ANTI-HIPERGLIKEMIK TEH CELUP HERBAL KOMBINASI Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana MELALUI MEKANISME ANTIOKSIDAN PADA MENCIT GANGGUAN METABOLIK YANG DIINDUKSI ALOXAN: ANTI-HYPERGLYCEMIC HERBAL TEA COMBINATION OF Fragaria x ananassa, Camellia sinensis, Stevia rebaudiana THROUGH ANTIOXIDANT MECHANISM IN ALLOXAN-INDUCED METABOLIC DISORDERS MICE Ni Made Dwi Sandhiutami; Yuslia Noviani; Milla Fitri Amalia; Rafif Fadhlurrahman Ahmad
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i1.551

Abstract

Daun stroberi (Fragaria x ananassa), teh (Camellia sinensis), dan stevia (Stevia rebaudiana) mengandung flavonoid, epigallocatechin gallate, steviosida, dan rebaudiosida yang memiliki aktivitas tinggi sebagai antioksidan dan secara empiris digunakan sebagai pengobatan alternatif Diabetes Millitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan anti-hiperglikemik dari teh herbal celup kombinasi daun stroberi, teh dan stevia melalui mekanisme antioksidan. Uji aktivitas anti-hiperglikemik dilakukan dengan metode induksi aloksan (300 mg/kgBB) pada hewan coba mencit yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kelompok normal, kelompok negatif, kelompok positif (glibenklamid), dan 3 kelompok dosis teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh dan stevia (15,6; 31,2; 62,4 mg/20 gBB). Pengukuran kadar malondialdehid dilakukan dengan metode TBARs (Wills)  dan SOD dengan metode Adrenochrome Assay Kadar glukosa darah mencit diamati pada hari ke-0, 4, 11 dan 18 dengan metode enzimatik glucose oxidase strip glucometer. Histopatologi pankreas dilakukan menggunakan pewarnaan Hematoksilin-Eosin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa persentasi penurunan kadar glukosa darah teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, stevia kelompok dosis uji 15,6 mg/20gBB; 31,2 mg/20gBB; 62,4 mg/20gBB secara berturut-turut yaitu 9,74%; 13,79%; 20,76%. Dosis 62,4 mg/20gBB memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan anti-hiperglikemik yang lebih baik daripada dosis lain dan pada gambaran histopatologi menunjukkan bahwa teh celup herbal kombinasi tiga daun tersebut dapat memperbaiki Pulau Langerhans mencit. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa teh celup herbal kombinasi daun stroberi, teh, dan stevia dapat menurunkan kadar glukosa darah dan memperbaiki gambaran histopatologi Pulau Langerhans pada pankreas mencit.