Olfie Sahelangi
Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODIFIKASI MARTABAK TUNA JANTUNG PISANG (JANPIS) TERHADAP ASUPAN GIZI MAKRO DAN PERUBAHAN BERAT BADAN PADA BALITA STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTABUNAN Legi, Nonce Nova; Sahelangi, Olfie; Robert, Daniel
Jurnal GIZIDO Vol 16 No 2 (2024): JURNAL GIZIDO EDISI NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/gizi.v16i2.2402

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh (growth faltering) pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Usia 1000 hari anak merupakan usia krusial untuk pencegahan anak stunting, dimulai dari kecukupan nutrisi ibu saat hamil dan pemberian ASI eksklusif serta setelah anak umur 6 bulan diberi makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Trend saat ini adalah pemberian MPASI homemade dari pangan lokal diantaranya Tuna dan Jantung Pisang (Janpis). Jenis penelitian pre experiment dengan desain one group pre test post test. Penelitian pada bulan November 2023. Tempat pelaksanaa untuk pembuatan martabak tuna jantung pisang dan pengujian organoleptik di Laboratorium Pangan Jurusan Gizi. Sedangkan intervensi dilaksanakan di wilayah kerja puskesmas Kotabunan. Sampel adalah balita balita stunting sebanyak 23 sampel dengan kategori umur 23 bulan s/d 59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kotabunan. Analisis data menggunakan uji beda paired t test dengan CI 95%. Hasil penelitian: Asupan zat gizi makro rata rata energi sebelum sebesar 1006,2 kal, sesudah 1121.7 kal, protein sebelum 42.1 gram, sesudah 47 gram, lemak sebelum 42.8 gram, sesudah 51.7 gram, karbohidrat sebelum 128.7 gram, sesudah 150.2 gram. Berat badan sampel sebelum diberikan intervensi martabak tuna janpis adalah 11.48 kg dan setelah meningkat menjadi 11.87 kg sehingga pemberian martabak tuna janpis dapat meningkatkan berat badan sampel selama 2 minggu intervensi sebesar 0.39 kg atau 390 gram. Ada perbedaan zat gizi makro (energi, protein, lemak dan karbohidrat) sebelum dan sesudah pemberian Martabak tuna Janpis yaitu energi p=0.015, protein p=0.013, lemak p=0.016, karbohidrat, p= 0.042
Effect of Tuna Bone Flour Crispy Biscuits Consumption on Height Growth of Children 12 - 48 Months Pascoal, Meildy E.; Sahelangi, Olfie; Kristianto, Jusuf
Jurnal Health Sains Vol. 4 No. 11 (2023): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v4i11.1109

Abstract

Short birth length in children indicates a lack of nutrients consumed by the mother during pregnancy, so that fetal growth is not optimal and results in short birth length. Research Objective: to determine the effect of consumption of crispy biscuits of tuna fish bone meal on height growth in children aged 12-48 months. Quasy experimental design with pre-test-post test design using paired t-test. The results of the proximate test of crispy biscuits of tuna fish bone meal moisture content 4.41%, ash content 11.19%, carbohydrate content 47.64%, protein content 6.40%, fat content 30.36%, calcium content 7038. 70 mg/kg, phosphorus 0.91 mg/kg, potassium 2700.93 mg/kg, iron 60.73 mg/kg. The average height of children in the intervention group d crispy biscuits of tuna fish bone flour pre test 78.43 cm and post test 80.17 cm with a difference of 1.74 cm, control group pre test 88.84 cm and post test 89.84 cm with a difference of 1.01 cm. The results showed that there was a significant difference in the pre-test-post test of giving crispy biscuits of tuna fish bone meal on children's height (p = 0.03 <0.05). The conclusion is that giving crispy biscuits with tuna fish bone meal can increase height in children