Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERAN MAKANAN TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI Sri Ramayanti; Idral Purnakarya
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v7i2.114

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa hampir separuh penduduk Indonesia mengalami karies gigi. Makanan kariogenik merupakan faktor penyebab utama terjadinya karies gigi bersamasama dengan faktor mikroorganisme, gigi (host) dan waktu. Karbohidrat adalah bahan yang sangat kariogenik. Gula yang terolah seperti glukosa dan terutama sekali sukrosa sangat efektif menimbulkan karies karena akan menyebabkan turunnya pH saliva dibawah 5.5 secara drastis dan akan memudahkan terjadinya demineralisasi. Gula sukrosa mempunyai kemampuan yang lebih efisien terhadap pertumbuhan mikroorganisme asidogenik dibanding jenis karbohidrat lain. Selain itu, defisiensi beberapa vitamin dan mineraljuga mendorong terjadinya karies pada gigi seperti defisiensi vitamin A, B, C, dan D,kalsium, fosfor fluor dan zinc. Oleh karena itu, tindakan pencegahan diperlukan melalui tahapan primer, sekunder dan tersier.
Individual dietary diversity score dan kejadian stunted pada anak prasekolah di Kota Padang Purnakarya, Idral; Ramayanti, Sri; Sari, Desy Purnama
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 21, No 1 (2024): Juli
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.91361

Abstract

Individual dietary diversity score and stunted in preschool children in Padang Background: Stunting is a disorder of growth and development in children due to chronic malnutrition and recurrent infections, characterized by substandard length and height.Objective: The study assesses the relationship between individual dietary diversity scores and stunting in preschool children in Padang.Methods: The study used a cross-sectional design. The sample of this study was 267 preschool children aged 3-5 years in Padang who were taken by multi-stage random sampling. Data was collected through child height measurements and individual dietary diversity score (IDDS) for food grouping measured by a 24-hour dietary recall. The data was analyzed using the Chi-Square test.Results: The results showed that 9.7% of preschool children were stunted, and 41.6% of preschool children had lower dietary diversity. The results of the study found was not significantly relationship between individual dietary diversity score and the incidence of stunting in pre-school children in Padang (p-value>0.05).Conclusions: Preschool children with IDDS secure to have a lower risk of stunting. Through a comprehensive approach that prioritizes improving dietary diversity, it is expected to be a key strategy in efforts to reduce stunting in Padang City. 
Effect of adding durian seed flour (Durio zibethinus Murr.) on the setting time of alginate impression material: an experimental laboratory study Fransiska, Aria; Isnain, Zahrotus Shobah; Ramayanti, Sri; Yohana, Nelvi; Cahyanto, Arief
Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 37, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkg.v37i3.62817

Abstract

Introduction: Alginate is one of the most commonly used impression materials in dentistry to obtain a negative reproduction of teeth and surrounding tissues. To achieve an accurate impression, alginate must have an adequate setting time. However, its tendency to set too quickly is one of the material’s main weaknesses in clinical use. Modification of alginate with durian seed flour (Durio zibethinus Murr.), which contains amylose and amylopectin, may alter its setting time. This study aimed to analyze the effect of adding durian seed flour on the setting time of alginate impression material. Methods: This was an experimental laboratory study using a post-test only control group design. The samples consisted of pure alginate and alginate mixed with 20% and 40% durian seed flour, for a total of 30 samples. The setting time was measured using a cylinder rod tip and recorded with a stopwatch. Data were analyzed using One-way ANOVA followed by Post Hoc LSD tests. Results: The mean setting times of pure alginate, alginate 80% + durian seed flour 20%, and alginate 60% + durian seed flour 40% were 132.2 ± 3.495 s; 212.3 ± 3.742 s; and 266.8±3.369 s, respectively. The addition of durian seed flour significantly affected the setting time of alginate impression material (p<0.05). Conclusion: Alginate with 40% durian seed flour addition exhibited the longest setting time compared with other sample groups. However, alginate with 20% and 40% durian seed flour additions still met the American Dental Association (ADA) Specification No. 18 for acceptable setting time.Pengaruh penambahan tepung biji durian (Durio zibethinus Murr.) terhadap setting time bahan cetak alginat: eksperimental laboratorisPendahuluan: Bahan cetak alginat merupakan bahan cetak yang paling sering digunakan di kedokteran gigi untuk mendapatkan reproduksi negatif gigi dan jaringan disekitarnya. Alginat harus memiliki setting time yang cukup agar dapat menghasilkan cetakan yang baik. Setting time yang cenderung terlalu cepat menjadi salah satu kelemahan alginat dalam keadaan klinis. Modifikasi alginate dengan penambahan tepung biji durian yang memiliki kandungan amilosa dan amilopektin dapat mempengaruhi setting time alginat. Tujuan menganalisis pengaruh penambahan tepung biji durian (Durio zibethinus Murr.) terhadap setting time bahan cetak alginat. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian experimental laboratory dengan desain penelitian post-test only control group design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan cetak alginat murni serta alginat dengan penambahan tepung biji durian 20% dan 40%. Total sampel keseluruhan sebanyak 30 sampel. Setting time diukur dengan ujung batang silinder dan dihitung menggunakan stopwatch. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc LSD. Hasil: Rata-rata hasil pengukuran setting time alginat murni, alginat 80%+tepung biji durian 20%, alginat 60%+tepung biji durian 40% berturut-turut adalah: 132,2±3,495; 212,3±3,742; 266,8±3,369. Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan tepung biji durian berpengaruh terhadap setting time bahan cetak alginat (p<0,05). Kesimpulan: Alginat dengan penambahan tepung biji durian 40% memiliki setting time yang paling lama dibandingkan dengan kelompok sampel lainnya pada penelitian ini. Alginat dengan penambahan tepung biji durian 20% dan 40% memiliki setting time yang masih sesuai dengan standar American Dental Association (ADA) No. 18.
Peningkatan Derajat Kesehatan Gigi dan Mulut Anak Sekolah Dasar Melalui Program “Brush Up Campaign” Sari, Desy Purnama; Fazlan, Khansa Luthfita; Aditya, Velya Ary; Nurman, Arif Mulya; Hamzah, Prima Kurniati; Fitria, Ivony; Gunawan, Gunawan; Yohana, Nelvi; Ramayanti, Sri; Lendrawati, Lendrawati; Nofika, Reni
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.16826

Abstract

Masih tingginya prevalensi karies gigi pada anak usia sekolah dasar (SD) di Sumatera Barat (50,19%) dan Kota Padang (36,7%) salah satunya disebabkan oleh perilaku oral higiene anak yang tidak adekuat, sehingga penting dilaksanakan “brush up campaign” sebagai program promotif, edukatif secara holistik dan komprehensif. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak usia SD dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta mampu mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar. Perubahan tingkat pengetahuan siswa diukur menggunakan kuesioner berisi pertanyaan mengenai waktu, durasi, frekuensi, teknik menyikat gigi dan pemilihan sikat gigi yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Tahapan kegiatan dimulai dengan persiapan, pelaksanaan, pendampingan, evaluasi dan keberlanjutan program. Kegiatan pengabdian ini diikuti oleh 300 siswa dari SDN 35 Padang Sarai dan SDIT Bakti 2 Nairatul Jannah, di wilayah kerja Puskesmas Anak Air, Padang, Sumatera Barat. Siswa diminta mengisi kuesioner sebelum dan setelah edukasi secara interaktif, dilanjutkan dengan praktik sikat gigi bersama di halaman sekolah. Data dianalisis dengan sistem komputerisasi. Hasil setelah edukasi menunjukkan persentase peningkatan pengetahuan siswa mengenai waktu (100%), durasi (92,67%), frekuensi (99,67%), teknik menyikat gigi (99%) dan pemilihan sikat gigi (99,33%). Efektivitas kegiatan brush up campaign ini didukung dengan meningkatnya pengetahuan dan seluruh siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar.