Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Media Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Dalam Mengatasi Kesulitan Baca Tulis Al-Qur’an Siswa di MTs. Al Washliyah Labuhanbatu Vika Yuliana Putri; Afrahul Fadhila Daulai; Siti Ardianti
Pedagogik Vol. 2 No. 2 (2024)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v2i2.596

Abstract

Media Pembelajaran Al-Qur’an Hadis Dalam Mengatasi Kesulitan Baca Tulis Al-Qur’an Siswa di MTs. Al Washliyah Labuhanbatu     Vika Yuliana Putri¹, Afrahul Fadhila Daulai², Siti Ardianti³   1,2,3Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20371   Email: vika0301202013@uinsu.ac.id1, afrahulfadhila@uinsu.ac.id2, sitiardianti@uinsu.ac.id3     Corresponding Author: Vika Yuliana Putri     ABSTRAK Penelitian ini akan membahas terkait penggunaan media pembelajaran Al-Qur’an Hadis di MTs Al Washliyah Labuhanbatu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan serta pengalaman guru dan siswa terkait media pembelajaran Al-Qur’an Hadis dalam mengatasi kesulitan baca tulis Al-Qur’an siswa. Adapun metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, teknik pengumpulan data  yaitu observasi, wawancara  serta dokumentasi, dalam analisis data ada tiga langkah yang dilakukan, yaitu reduksi data (mengumpulkan data), display data (penyajian data), serta menarik kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa (1) guru Al-Qur`an Hadis telah menggunakan media yang bertujuan agar pesan (materi) dapat tersampaikan dengan baik. (2) keadaan baca tulis Al-Qur`an siswa bervariasi, namun rata-rata dalam baca tulis Al-Qur`an para siswa hanya mampu sekedar membaca dan terkadang keliru dalam membedakan pelafalan makhorijul huruf dan tajwidnya (3) penggunaan media pembelajaran Al-Qur`an Hadis tidak begitu optimal, dikarenakan keterbatasan media yang ada (4) faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam baca tulis Al-Qur`an, yaitu dikarenakan tidak adanya motivasi dalam diri peserta didik itu sendiri, dan kurangnya dukungan dari orangtua, serta keterbatasan guru ngaji (5) Upaya penanggulangan yang dilakukan yaitu dengan membuat kursus Tahsin yang diadakan disetiap hari jum’at, yang dilakukan agar para siswa bisa lebih memahami cara membaca Al-Qur`an dengan baik dan benar.
PELAKSANAAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA KELUARGA REMAJA PUTUS SEKOLAH (Studi terhadap Keluarga Etnis Banten di Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung Kota Medan) Ernita Ernita; Afrahul Fadhila Daulai
Tazkiya: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2022): Tazkiya
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.415 KB) | DOI: 10.30829/taz.v11i1.1409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga remaja putus sekolah etnis Banten di Kelurahan Indra Kasih Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tiga bentuk pelaksa­naan Pendidikan Agama Islam dalam keluarga remaja putus sekolah, yaitu Pendidikan Agama Islam dalam lingkup keluarga, Pendidikan Agama Islam di masyarakat, dan pendidikan pengendalian sosial oleh pe­mim­pin. Pendidikan Agama Islam dalam lingkup keluarga, yaitu pen­didikan akhlak, pendidikan taharah, pendidikan salat dan puasa, magrib mengaji, dan pendidikan karakter. Pendidikan Agama Islam di masya­rakat, yaitu ceramah agama, wirid Yasin dari rumah ke rumah remaja, dan pendidikan konseling remaja. Pendidikan pengendalian sosial oleh pemimpin, yaitu penyuluhan dampak penggunaan narkoba dan dampak pergaulan bebas terhadap remaja. Kesimpulan penelitian terkait ketiga bentuk Pendidikan Agama Islam dalam keluarga remaja putus sekolah telah terlaksana dengan baik, diprakarsai oleh keluarga, masyarakat, dan pemimpin.
Metode Didikan Subuh Sebagai Upaya Penguatan Identitas Keislaman Anak Minoritas Muslim Afrahul Fadhila Daulai; Sahrul Sahrul; M. Rasyid Rido Nasution
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37064/jpm.v14i1.29427

Abstract

Abstract: The religious knowledge of Muslim minority children in Lae Hole Village, Parbuluan District, Dairi Regency, North Sumatra, remains relatively low within the predominantly Christian community. This study aims to describe the Didikan Subuh (Sunday dawn education) methods applied to Muslim minority children. This research employed a descriptive qualitative approach, with five Didikan Subuh teachers serving as informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation study. The data analysis techniques used were data reduction, data display, and conclusion verification. The findings reveal seven Didikan Subuh methods applied in the program: religious lectures, question and answer sessions, discussions, demonstrations, good teaching, true-or-false games, and reward-and-punishment systems. These methods have been effective in increasing children’s religious knowledge, motivation to study Islam, love for Islam, and strengthening their Islamic identity. The initiative is in line with the aspirations of parents, Muslim community leaders, and the administrators of Nurul Amal Mosque in Lae Hole Village, all of whom provide full support for the Didikan Subuh activities.Keywords: Dawn Education, Islamic Identity, Muslim Minority Children, Islamic Religious Education, Lae Hole Village  Abstrak: Kondisi pengetahuan agama anak minoritas muslim di desa Lae Hole Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi Sumatra Utara masih tergolong rendah di tengah-tengah masyarakat mayoritas beragama Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan metode Didikan Subuh yang diterapkan terhadap anak anak minoritas muslim. Jenis penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, informan penelitian terdiri dari lima orang guru Didikan Subuh, alat pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, display data dan verifikasi kesimpulan. Didasarkan pada hasil penelitian ditemukan tujuh metode Didikan Subuh yang diterapkan yaitu ceramah agama, tanya jawab, diskusi, demonstrasi, pengajaran yang baik, benar apa salah dan memberi hadiah dan hukuman. Dari keseluruhan metode tersebut dapat meningkatkan pengetahuan agama, semangat belajar agama, cinta Islam dan dapat memperkokoh identitas keislaman anak anak minoritas muslim. Sesuai dengan keinginan para orang tua, tokoh-tokoh masyarakat muslim dan pengurus masjid Nurul Amal Desa Lae Hole. Karena itu, mereka mendukung penuh kegiatan Didikan Subuh.Kata kunci: Didikan Subuh, Identitas Keislaman, Anak Minoritas Muslim, Pendidikan Agama Islam, Desa Lae Hole