Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGETAHUAN ORANG TUA MERAWAT ANAK PENDERITA THALASEMIA Vianti Nandeswari; Antarini Idriansari; Khoirul Latifin
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit thalasemia pada anak dan pengobatan yang dilakukan rutin dalam jangka waktu yang lama menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti, pembesaran hati dan limfa, gangguan pertumbuhan, pubertas terhambat, hingga gagal jantung. Keberlangsungan dari proses pengobatan dan pencegahan komplikasi pada anak penderita thalasemia dipengaruhi oleh dukungan orang tua. Orang tua perlu dibekali pengetahuan yang baik, sehingga dapat memberikan perawatan yang baik bagi anak penderita thalasemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari tingkat pengetahuan orang tua yang merawat anak penderita thalasemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen design dengan rancangan deskriptif survey. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 17 orang tua yang memiliki anak penderita thalasemia usia sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengetahuan orang tua tentang perawatan anak penderita thalasemia diukur menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat pengetahuan orang tua yang merawat anak penderita thalasemia berkategori kurang yaitu sebanyak 8 orang dengan presentase sebesar 47,1%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua yang merawat anak penderita thalasemia belum memiliki pengetahuan yang baik tentang thalasemia. Perawat perlu memberikan informasi kesehatan khususnya tentang penyakit thalasemia dan pengobatannya kepada orang tua yang merawat anak penderita thalasemia.Kata Kunci: pengetahuan, orang tua, anak penderita thalasemia
EFEKTIVITAS TERAPI THOUGHT STOPPING UNTUK MENURUNKAN STRES PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK CEREBRAL PALSY DI YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT Dian Pramonasari; Khoirul Latifin; Eka Yulia Fitri
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stres ibu yang memiliki anak cerebral palsy diakibatkan oleh adanya pikiran negatif terhadap suatu peristiwa sehingga mempengaruhi kesehatan fisik, emosi, dan perilaku sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi thought stopping untuk menurunkan stres ibu yang memiliki anak cerebral palsy. Jenis penelitian ini ialah penelitian kuantitatif denganmenggunakan rancangan penelitian pre experimental design dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. Sampel penelitian berjumlah 18 orang responden dengan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu skala stres Parenting Stress Index–short form (PSI-SF). Terapi thought stopping dilakukan 3 kali pertemuan selama 1 minggu. Setiap pertemuan 30-45 menit disesuaikan dengan ketersediaan waktu subjek. Hasil penelitian menyatakan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor stres pada ibu sebelum dan setelah diberikan intervensi dengan nilai signifikan 0,000 atau p-value< dari 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkanterapi thought stopping dapat digunakan untuk menurunkan stres pada ibu yang memiliki anak cerebral palsy. Kata kunci: Cerebral palsy, stres, terapi thought stopping
DISTRIBUSI KARAKTERISTIK FAKTOR PENYEBAB OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR Firnaliza Rizona; Herliawati; Khoirul Latifin; Dwi Septiawati; Ledy Astridina; Utami Melyana Sari; Nisrina Farah Fadhilah
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 7 No. 1 (2020): Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/JKS.v7i1.12247

Abstract

Tujuan: Penderita obesitas pada usia anak-anak khususnya anak sekolah mengalami peningkatan setiap tahunnya. Akibat yang akan dihadapi anak penderita obesitas dimasa mendatang adalah terserang berbagai penyakit degenerative hingga bisa menyebabkan kematian. Faktor yang menyebabkan terjadinya obesitas bersifat multifactor. Mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya obesitas pada anak usia sekolah menjadi tujuan pada penulisan ini. Metode: Menggunakan pendekatan explanatory study. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Sekolah dasar di wilayah kerja puskesmas Pembina Palembang dengan jumlah responden 40 siswa dengan status gizi obesitas. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang faktor penyebab obesitas yang diolah dengan analisis univariat. Hasil: Hasil analisis yang diperoleh mayoritas anak obesitas sering mengkonsumsi junkfood (72.5%), tidak sarapan pagi (65%), Aktivitas fisik melalui hobi mayoritas bermain game pada smart phone (82.5%), cara berangkat kesekolah dengan menggunakan kendaraan (70%), dan durasi tidur kurang dari 7 jam (72.5%). Simpulan: Faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada anak usia sekolah antara lain kebiasaan jajan makanan junk food, kurang aktivitas fisik dan kegiatan monoton seperti bermain smartphone (sedentary life style), tidak sarapan pagi, dan durasi tidur yang sedikit.
Paker Digital Application in Making Palliative Nursing Care Rindy Antika; Karolin Adhisty; Khoirul Latifin
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 16 No. 1 (2023): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v16i1.795

Abstract

Digital documentation as legal ethics in reporting nursing care is a way to save and evaluate the actions taken by nurses. Digital documentation has several advantages rather than manual documentation, including increased communication between nurses, and medical workers as well as the effectiveness of time in making nursing care documentation better. This study aims to create Android-based digital documentation which can be used as a guide in providing palliative nursing care for cancer patients with a focus on physical and social problems. The research design that used in this research was research and development (R&D) with a quantitative approach and ADDIE development model. The trial of this application was conducted on 15 nursing students with a purposive sampling technique. The Blackbox and application eligibility test got an 83 score which showed that this application is categorized as excellent, acceptable, and suitable for use. Documentation is an important part of making nursing care which must be learned and mastered by nurses through lectures. Studying documentation from assessment to evaluation can improve the professional ability of prospective nurses in providing real implementation to patients. This application can be a useful tool for nurses as a medium for learning nursing care documentation.
Effectiveness of complementary nursing "wet cupping" on low-density lipoprotein (LDL) in palliative patients with hypertension Latifin, Khoirul; Purwanto, Sigit; Idriansari, Antarini
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2024.12(2).126-134

Abstract

Background: Nowadays, there are many people with hypertension who are not aware of it. Hypertension can be caused by various factors, based on secondary hypertension or primary hypertension. High cholesterol levels are one of the causes of increased blood pressure. Low-Density Lipoprotein (LDL) is a type of cholesterol that is not good for the body if it exceeds normal limits. Objectives: This study aimed to determine the effectiveness of complementary Wet Cupping nursing on changes in Low-Density Lipoprotein cholesterol levels in people with hypertension.  Methods: The research method used was experimental research with a pre-experimental design, namely one group pretest and posttest design. Respondents were selected using purposive sampling techniques, based on the specified inclusion criteria, totaling 16 respondents. Respondents received intervention in the form of complementary wet cupping nursing three times and this was done once a week. The instruments of this research are standard operational procedures and observation sheets for Low-Density Lipoprotein (LDL) measurement results.Results: The results of this study state that there is a less significant effect on Low-Density Lipoprotein in people with hypertension after being given complementary wet cupping treatment with a significant value of 0.717 or p-value> 0.05. Although the results of statistical tests did not show significant results, there were 56.25% of respondents who experienced a decrease in Low-Density Lipoprotein. Conclusions:. Wet cupping is a treatment method that has various benefits for the body's health and does not cause bad side effects after cupping. So wet cupping can be a recommended alternative therapy option for hypertension sufferers to control Low-Density Lipoprotein levels by doing cupping regularly.
A Perbandingan Efektifitas Terapi Yasmin Dengan Rileksasi Guide Imaginary dalam Meningkatkan Kualitas Tidur pada Lansia di Panti Harapan Kita Ogan Ilir Jaji Jaji; Jum Natosba; Sukmah Fitriani; Khoirul Latifin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52624

Abstract

Sleep is one of the basic biological needs of humans that is very important for maintaining physiological and psychological functions. Good quality sleep supports overall health, including immunity, brain function, and emotional stability. Sleep disorders in the elderly are influenced by various factors such as physiological changes, chronic medical conditions, and psychosocial factors. Non-pharmacological approaches are a safer and recommended alternative. Two complementary therapies that are increasingly being used are Yasmin flower aromatherapy and guided imagery relaxation therapy. The purpose of this study is to determine which therapy is more effective between Yasmin flower aromatherapy and guided imagery in reducing Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) scores in the elderly. This study is a quantitative study with a quasi-experimental design using a two-group pretest-posttest model without a control group. The aim is to compare the effectiveness of jasmine aromatherapy and guided imagery relaxation on improving sleep quality in the elderly. The sample was selected using purposive sampling. The research instrument, the Indonesian version of the PSQI, was used to measure the respondents' sleep quality and had 7 components with a score range of 0–21. A score > 5 indicated sleep disturbance. The results showed that both interventions, Yasmin aromatherapy and guided imagery therapy, obtained a p-value of 0.001 (p < 0.05) using a paired t-test, indicating a significant effect on improving the sleep quality of the elderly. However, the results of the independent t-test between the two groups showed that the Yasmin aromatherapy group had a greater effect than the guided imagery group. Thus, Yasmin aromatherapy proved to be more effective than guided imagery in improving the sleep quality of the elderly. The effectiveness of Yasmin aromatherapy was influenced by the characteristics of the elderly. Conceptually and practically, Yasmin aromatherapy is a non-pharmacological intervention that is more effective, efficient, and easily accepted by the elderly.
Effectiveness of Game-Based Health Education on Female Adolescents Knowledge and Attitudes Toward HPV Vaccination: A Quasi-Experimental Study Jum Natosba; Almuslimiati Ramadhani; Khoirul Latifin; Ulfa Nur Rohmah
An Idea Health Journal Vol 6 No 02 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i02.661

Abstract

Background: Insufficient knowledge of reproductive health among female adolescents contributes to inadequate prevention and early detection of cervical cancer. Cervical cancer frequently develops in early adulthood, despite being preventable through the timely administration of the Human Papillomavirus (HPV) vaccine. This study evaluates the effectiveness of health education media in improving female adolescents' knowledge and attitudes toward the HPV vaccine. Methods: A quasi-experimental quantitative design with a pretest- posttest control group was employed. The sample consisted of 66 participants selected via probability sampling with stratified sampling. Result: Statistical analysis indicated that both the engklek and crossword puzzle intervention groups demonstrated significant improvements in knowledge and attitudes following the intervention (p < 0.05), while the control group showed no significant changes (p < 0.05). One-way ANOVA revealed significant differences in knowledge and attitudes among the engklek, crossword, and control groups (p = 0.000). Post hoc and N-gain analyses indicated that crossword puzzles were the most effective in enhancing adolescents’ knowledge. Conclusion: Crossword puzzle media can serve as an effective tool for disseminating information about the HPV vaccine. Enhanced dissemination is anticipated to increase HPV vaccine coverage and reduce cervical cancer risk.
PENDAMPINGAN TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK UNTUK MANAJEMEN STRES LANSIA DI MASJID HIDAYATULLAH PALEMBANG Jaji Jaji; Khoirul Latifin; Imam Ghozali; Chairul Huda
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 6 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i6.2337

Abstract

Every year, older adults in Indonesia face various health challenges, particularly in maintaining psychological well-being. More than one-third of older adults experience mild to moderate psychological disorders, such as stress, anxiety, and sleep disorders. Based on initial observations made during regular recitation activities at the Hidayatullah 26 Ilir Mosque in Palembang, it was found that most elderly people complained of poor sleep, tension, and difficulty calming down after a day of activities. Autogenic relaxation therapy is one approach that is suitable for overcoming stress in the elderly. Autogenic relaxation is a method of self-control through concentration exercises on bodily sensations (feelings of heaviness, warmth, and relaxation). This activity aims to increase older adults' knowledge of autogenic relaxation therapy and serve as a model for the application of evidence-based nursing practice in the community. The method used was quantitative descriptive, using a pre-test and post-test design. The respondents were 21 elderly people who were members of the Hidayatullah Mosque men's study group. Based on the results of the paired t-test, a t-value of 10.55 with a p-value 0.001 was obtained. These results indicate that there was a significant increase in knowledge after the training and autogenic relaxation therapy assistance. It is hoped that the elderly will actively use this autogenic relaxation therapy in their daily lives.ABSTRAKLanjut usia di Indonesia setiap tahun mengalami berbagai tantangan dalam bidang kesehatan, khususnya dalam pemeliharaan kesejahteraan psikologis. Lebih dari sepertiga lansia mengalami gangguan psikologis ringan hingga sedang, seperti stres, kecemasan, dan gangguan tidur. Berdasarkan observasi awal, yang dilakukan dalam kegiatan pengajian rutin di Masjid Hidayatullah 26 Ilir Palembang, diketahui bahwa sebagian besar lansia mengeluh tidur kurang nyenyak, mudah tegang, serta sulit menenangkan diri setelah beraktivitas seharian. Terapi relaksasi autogenik menjadi salah satu pendekatan yang sesuai mengatasi strees pada lansia. Relaksasi autogenik merupakan metode pengendalian diri melalui latihan konsentrasi terhadap sensasi tubuh (rasa berat, hangat, dan rileks). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia tentang terapi rileksasi autogenik, dan sebagai model penerapan evidence-based nursing practice di komunitas. Metode yang di pakai adalah deskriptif kuantitatif, menggunakan pre-test dan post-test desain. Responden pengabdian adalah lansia yang tergabung dalam pengajian bapak-bapak Masjid Hidayatullah sebanyak 21 orang. Berdasarkan hasil uji t-berpasangan diperoleh nilai t = 10,55 dengan p-value 0,001. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah diberikan pelatihan dan pendampingan terapi relaksasi autogenik. Di harapkan lansia aktif menggunakan terapi rileksasi autogenik ini dalam kesehariannya.
Pemberdayaan Siswa dalam Mengenal Hipertensi Remaja melalui Video Adukasi Animasi Khoirul Latifin; Sigit Purwanto; Jaji Jaji; Zikran Zikran; Safa Tiara Kiani; Romy Suwahyu; Lisa Rizky Amalia; Desti Kurnia Utami
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24169

Abstract

ABSTRAK Hipertensi pada kelompok usia remaja kini menjadi perhatian kesehatan yang semakin signifikan akibat meningkatnya kebiasaan hidup sedentari, tingginya konsumsi makanan bergaram, serta rendahnya pemahaman remaja mengenai faktor-faktor risikonya. Lingkungan sekolah dipandang sebagai sarana yang strategis untuk pelaksanaan program pemberdayaan melalui kegiatan organisasi sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa mengenai hipertensi serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengenali dan mendeteksi masalah terkait hipertensi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode pendidikan kesehatan dengan memanfaatkan media video edukasi berbentuk animasi untuk meningkatkan pemahaman siswa, sekaligus memberikan pelatihan keterampilan dalam melakukan deteksi dini hipertensi menggunakan tensimeter digital. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dievaluasi melalui pemberian pre-test dan post-test. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon sign rank testmenunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah intervensi, dengan p-value sebesar 0,002. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa edukasi berbasis video yang dipadukan dengan pelatihan pemeriksaan mampu memperkuat pemahaman remaja mengenai hipertensi serta urgensi deteksi dini. Oleh karena itu, program pemberdayaan sekolah melalui organisasi sekolah direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkesinambungan sebagai langkah preventif dalam pengendalian hipertensi sejak usia remaja. Kata Kunci: Video Edukasi Animasi, Hipertensi Remaja, Pemberdayaan Siswa.  ABSTRACT Hypertension in adolescents is becoming an increasingly significant health concern due to increasing sedentary lifestyles, high consumption of salty foods, and low understanding of risk factors. The school environment is seen as a strategic platform for implementing empowerment programs through school organization activities. These activities aim to broaden students' knowledge about hypertension and improve their ability to recognize and detect hypertension-related problems. These activities are implemented through health education methods, utilizing animated educational videos to enhance student understanding, while also providing skills training in early hypertension detection using digital blood pressure monitors. The implementation of community service was evaluated through pre- and post-tests. Statistical analysis using the Wilcoxon signed-rank test showed a significant increase in knowledge after the intervention, with a p-value of 0.002. These findings indicate that video-based education combined with screening training can strengthen adolescents' understanding of hypertension and the urgency of early detection. Therefore, the ongoing implementation of school empowerment programs through school organizations is recommended as a preventive measure in controlling hypertension starting in adolescence. Keywords: Animated Educational Videos, Adolescent Hypertension, Student Empowerment.
Edukasi Pemanfaatan Keperawatan Komplementer Bekam Seluncur Pada Keluhan Nyeri Orang Dengan Hipertensi Khoirul Latifin; Sigit Purwanto; Karolin Adhisty; Zulian Efendi
Eastasouth Journal of Impactive Community Services Vol 2 No 03 (2024): Eastasouth Journal of Impactive Community Services (EJIMCS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejimcs.v2i03.252

Abstract

Banyak ditemukan penderita hipertensi di masyarakat, terutama pada usia dewasa sampai pada lansia. Hipertensi dapat meningkatkan risiko yang tinggi dalam menimbulkan masalah keperawatan baru dan keluhan. Salah satu keluhan yang muncul pada orang dengan hipertensi adalah nyeri kepala. Diperlukan penanganan yang alami, diterima dan bisa dilakukan oleh orang awam, yaitu dengan memperkenalkan kepada masyarakat tentang perawatan komplementer “bekam seluncur”. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan masyarakat tentang keperawatan komplementer yang dapat dilalukan secara mandiri dalam keluarga. Metode kegiatan yang digunakan yaitu dengan mengumpulkan warga di Balai Desa, kemudian memberikan pendidikan kesehatan. Sasaran kegiatan ini adalah warga desa dengan masalah kesehatan hipertensi. Bentuk kegiatannya berupa pemberian edukasi dengan metode ceramah dan demonstrasi bekam seluncur. Peserta dilakukan pengukuran dengan menggunakan kuesioner pre-post test. Hasil yang diperoleh sebelum diberikan edukasi adalah 80% peserta memiliki pengetahuan yang cukup, dan setelah diberikan edukasi mengalami peningkatan menjadi 46% yang memiliki pengetahuan baik. Hasil uji analisis juga menunjukkan pengaruh yang signifikan edukasi perawatan komplementer pada keluhan nyeri kepala orang dengan hipertensi. Dengan adanya edukasi dapat memberikan wawasan kepada masyarakat dalam memilih alternatif terapi ketika keluhan nyeri muncul.