Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Effect of Educational Media Booklet on Family Knowledge About Early Stroke Detection Intan Putri; Siti Romadoni; Imardiani
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Spesial Edisi Khusus (Proceeding)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v1i2.58

Abstract

Introduction: Stroke is a health problem that needs attention because stroke is the number one cause of death in the world (200 per 100,000 population in one year) and the highest cause of death in Indonesia (500,000 people with 125,000 deaths and the rest are disabled) caused by delays in stroke treatment in the prehospital phase ( 83.9%) due to lack of knowledge of the community, especially families about early detection of stroke. Steps that can be taken to increase knowledge are to conduct education using educational media, one of which is booklet media , namely media that can be used to convey information in the form of a book containing writing and pictures. Research Objectives: To determine the effect of booklet media education on family knowledge about early stroke detection. Method: This type of quantitative research uses Pre Experimental with the One Group Pre Test-Post Test approach . Sampling used a purposive sampling technique of 59 respondents, namely families with a high risk of stroke in the working area of the Nagaswidak Health Center. The study used an instrument of knowledge about early stroke detection as many as 20 questions that had been tested for validity and reliability tests at the Pembina Palembang Health Center. The data obtained were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The results of the analysis on the knowledge variable obtained that the value of knowledge before education was a median of 11 with a minimum value of 0 and a maximum value of 18 and the value of knowledge afte r education was a median of 15 with a minimum value of 8 and a maximum value of 20. The results of data analysis with the Wilcoxon test obtained a p - value value of 0.000(<0.05). Discussion: There is an educational effect of booklet media on family knowledge about early stroke detection. Suggestions for future researchers to be able to carry out further research that focuses on the ability of families to carry out early detection of stroke with the demonstration method.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP STRES PERAWAT INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT Imardiani
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Inspirasi Kesehatan (JIKA)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v1i2.66

Abstract

Latar belakang: Perawat yang bertugas di ruangan instalasai gawat darurat (IGD) dituntut untuk memiliki kemampuan lebih dibanding dengan perawat yang melayani pasien di ruang yang lain. Hasil survey PPNI tahun 2016 didapatkan data bahwa sekitar 50,9% perawat di Indonesia mengalami stress kerja. Stress kerja perawat di instalasi gawat darurat lebih tinggi dibandingkan dengan stresor kerja perawat di unit lainnya sehingga jika tidak segera ditangani akan berdampak pada individu perawat, pasien serta lingkungan kerja. Untuk mengatasi kondisi stress kerja perawat di instalasi gawat darurat dapat dilakukan dengan cara melakukan terapi relaksasi otot progresif yang terbukti berpengaruh terhadap penurunan tingkat sress pada perawat. Tujuan penelitian : diketahuinya pengaruh terapi relaksasi otot progressive terhadap stress perawat instalasi gawat darurat RSUD Gelumbang Kabupaten Muara Enim. Metode penelitian : penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimen dengan desain one group pre and post test yang menggunakan metode sampel purposive sampling dengan jumlah 17 orang perawat di Instalasai Gawat Darurat RSUD Gelumbang. Hasil : hasil penelitian didapatkan nilai stress perawat sebelum dilakukan intervensi yaitu 173,53 dan nilai sesudah dilakukan intervensi yaitu 154,29 serta nilai p value 0,0001 (<0,05). Simpulan : Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian terapi otot progresif terhadap stress perawat di Instalasi Gawat darurat RS
Counseling on balanced nutrition 'isi piringku' to prevent stunting in toddlers aged 1-5 years Imardiani Imardiani; Dodik Firnando; Triya Cindy Franciska; Riska Wulandari; Tiara Medira; Intan Pramono; Wanda Hamidah; Suci Romadhona; Indah Tri Lestari; Intan Nurmala
Community Empowerment Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11013

Abstract

Toddlers are a vulnerable group affected by child nutrition issues, one of which is stunting. Stunting is a condition where a child experiences growth impairment, resulting in their height not matching their age due to chronic nutritional problems, specifically prolonged nutrient deficiency. Stunting is caused by two factors: the history of exclusive breastfeeding and maternal knowledge about nutrition. This community service activity aims to increase public knowledge about balanced nutrition guidelines through the "isi piringku" campaign. The activity is carried out using educational methods, utilizing posters and leaflets as aids for 55 participants. The results of the activity show an increase in knowledge after the "isi piringku" campaign, where before the campaign, the level of good knowledge was only 9.09% and increased to 81.82%.
PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA SISWA SMA NEGERI I KECAMATAN SUNGSANG Dekawaty, Ayu; Imardiani, Imardiani
Khidmah Vol 2 No 2 (2020): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v2i2.323

Abstract

Proses globalisasi menimbulkan transformasi komunikasi dan informasi di berbagai kawasan dunia yang memberikan dampak terhadap perubahan nilai-nilai sosial dan budaya. Keadaan ini membutuhkan kemampuan penyesuaian dan mengatasi masalah yang tinggi, disamping dukungan lingkungan yang kondusif untuk berkembangnya nilai-nilai sosial dan budaya yang tanggap terhadap berbagai perubahan. Kondisi demikian sangat rentan terhadap stres, anisietas, konflik, ketergantungan terhadap NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya), perilaku seksual yang menyimpang, yang dapat digolongkan sebagai masalah psikososial (Wirawan, 2007). Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim panitia pengabdian masyarakat Milad STIKes Muhammadiyah Palembang, didapatkan data bahwa angka kejadian penyalahgunaan NAPZA masih tinggi, terutama pada remaja. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis memberikan pendidikan kesehatan tentang Penyalahgunaan NAPZA pada siswa SMA Negeri I Sungsang dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan tujuam agar siswa SMA Negeri I Sungsang mengetahui bahaya dari Penyalahgunaan NAPZA. Hasil dari pemberian edukasi adalah meningkatnya pengetahuan siswa tentang penyalahgunaan NAPZA setelah diberikan intervensi, dari 24% yang berpengetahuan baik menjadi 96% berpengetahuan baik. The process of globalization has led to the transformation of communication and information in various regions of the world that have an impact on changes insocial and cultural values. This situation requires high ability to adapt and overcome problems, in addition to supporting the environment conducive to thedevelopment of social and cultural values that are responsive to various changes. Such conditions are very vulnerable to stress, anxiety, conflict, dependence ondrugs (Narcotics, Psychotropics and other addictive substances), deviant sexual behavior that can be classified as psychosocial problems (Wirawan, 2007). Basedon observations made by the community service committee team of the Muhammadiyah Palembang STIKes Milad, it was found that the incidence of drugabuse was very high. Based on the description above, the authors provide health education about Drug Abuse to Students at Sungsang Senior High School,discussion and question and answer methods with the aim that the Sungsang Senior High School students know the dangers of Drug Abuse. The result of providing education is to increase students' knowledge of drug abuse after an intervention has been given, from 24% to 96% have good knowledge.
EDUKASI PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K) DI LINGKUNGAN KAMPUS PADA MAHASISWA KORPS SUKARELA (KSR) STIKes MUHAMMADIYAH PALEMBANG Imardiani, Imardiani; Septiany, Vickha; Perdana, Tias Ridho
Khidmah Vol 2 No 2 (2020): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v2i2.326

Abstract

Kejadian kegawatdaruratan merupakan suatu kondisi yang terjadi secara tiba-tiba di manapun, kapanpun dan pada siapapun. Mahasiswa sebagai masyarakat usia remaja atau dewasa awal sebagai usia rentan beresiko mengalami kecelakaan kerja terutama di lingkungan kampus. Oleh karena itu, perlu adanya pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama khususnya mahasiswa yang akan berperan sebagai first aider. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa KSR tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) di lingkungan kampus.Metode yang digunakan yaitu edukasi menggunakan media power point dan buku saku tentang P3K di lingkungan kampus, dengan melibatkan 20 mahasiswa KSR di STIKes Muhammadiyah Palembang sebagai peserta. Hasil kegiatan PKM adanya peningkatan pengetahuan mahasiswa KSR sebelum pemberian edukasi pengetahuan mahasiswa lebih banyak berada pada kategori cukup 0,55% dan setelah pemberian edukasi meningkat berada pada kategori baik 0,65%. Kesimpulan dari kegiatan PKM ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada mahasiswa KSR tentang P3K kasus-kasus yang sering terjadi di lingkungan kampus. Emergency event is a condition that occurs suddenly anywhere, anytime and anyone. Students as a teenager or early adult are at risk of experiencing workplace accidents, especially in the campus environment. Therefore, it is necessary to have knowledge and skills in conducting first aid, especially students who will play the role of first aider. The purpose of this community service activity is to increase knowledge of KSR students about First Aid in campus environment. The method used is education using power point media and pocket books about first aid in campus environment, involving 20 KSR students at STIKes Muhammadiyah Palembang as participants. The results of community service activities were an increase KSR students before gived education more students were in the sufficient category of 0.55% and after giving education increased in the good category of 0.65%. The conclusion of this community service activity is an increased in knowledge among KSR students about P3K cases that often occur on campus.
Edukasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Lalu Lintas Imardiani, Imardiani
Khidmah Vol 5 No 1 (2023): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v5i1.442

Abstract

Kejadian gawat darurat biasanya terjadi sangat cepat dan tiba-tiba sehingga sulit diprediksi kapan dan dimana terjadi. Kejadian gawat darurat misalnya adalah kecelakaan yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Menurut data dari Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan kota Palembang menempati posisi pertama sebagai kota terbanyak terjadinya kecelakaan lalu lintas, dengan korban jumlah kecelakaan mencapai 653, korban meninggal 77, korban luka berat 115, korban luka ringan 758. Sebagai upaya pencegahan lebih lanjut kondisi kegawatdaruratan diperlukan Pertolongan pertama pada kecelakaan (First Aid) pada kecelakaan lalu lintas yang tidak dapat dilakukan dengan sembarangan, sehingga perlu melihat seberapa parah keadaan korban dan pertolongan apa yang harus segera diberikan terlebih dahulu terutama bagi masyarakat awam sebagai penolong pertama. Tujuan kegiatan yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Metode yang dilakukan dengan memberikan edukasi menggunakan media booklet tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 28 peserta yang merupakan masyarakat di RT 67 Perumahan Lematang Kel.16 Ulu Palembang. Hasil kegiatan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan mayarakat dengan nilai rata-rata pretest 40 poin dan nilai rata-rata posttest 70 poin. Adanya edukasi ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan tapi juga dapat meningkatkan kepercayaan diri masyarakat untuk memberikan pertolongan secara tepat sesuai kondisi korban dan sesuai prosedur pertolongan korban.
HUBUNGAN POLA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PRILAKU SEKSUAL BEBAS PADA REMAJA Yuniza Yuniza; Imardian Imardiani; Popy Pratama
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i2.1485

Abstract

Latarbelakang: Seks bebas adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh laki-laki dan wanita tanpa adanya ikatan pernikahan. Menurut World Health Organization (WHO), remaja yang mengalami kehamilan setiap tahun berjumlah sekitar 21 juta, dan 49% di antaranya adalah kehamilan yang tidak diinginkan. Keterlibatan keluarga dalam perkembangan anak sangat penting khususnya orang tua. Komunikasi orangtua dapat mencegah perilaku seksual remaja yang beresiko tinggi. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku seksual  bebas pada remaja. Metode penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross secitonal. Analisis data menggunakan uji chi square, instrumen menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 84 responden yang diambil dengan metode purposive sampling. Hasil: penelitian didapatkan ada hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku seksual bebas pada remaja dengan nilai p value = 0,007 α (0,05) dan nilai OR = 4,840. Kesimpulan: ada hubungan pola komunikasi keluarga dengan perilaku seksual bebas pada remaja
PENGARUH SELF INSTRUCTIONAL MODULE (SIM) TERHADAP SELF CONFIDENCE DAN LABORATORIUM SKILL DALAM AIRWAY MANAGEMENT Imardiani; Eric Maulana1; Muhammad Aditya
HEALTH CARE: JURNAL KESEHATAN Vol 14 No 2 (2025): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : IKES Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/cgvf7178

Abstract

Introduction. Poisoning education is a process that nursing students must go through to become skilled and professional health workers. Abortion education can be conducted in the classroom or in the laboratory before undergoing clinical practice. Increasing self-confidence and skills (laboratory skills) can be done by providing education with appropriate methods, one of which is by using the self-instructional module (SIM) learning method. Emergency problems that are often encountered in the practice are airway problems. This condition requires nursing students to know and be able to provide actions in emergency conditions, namely maintaining the patient's breathing. Good self-confidence and skills will affect student performance later in facing a real emergency environment. Objective: Knowing SIM can increase self-confidence and laboratory skills related to the implementation of airway management in students with bleeding. Method: A pre-experimental study with a pretest posttest design approach, involving 28 respondents selected by consecutive sampling. The research instrument used an e-module airway management, a self-confidence questionnaire and observation sheets for the implementation of head tilt chin lift, jaw thrust, OPA installation, NPA, and suction. Results: Both self-confidence and laboratory skills showed an effect after the SIM intervention, with a p-value of 0.032 for self-confidence and 0.001 for laboratory skills (head tilt chin lift, jaw thrust, OPA insertion, NPA insertion, and suction). Conclusion: Based on the results, SIM can be a learning method for nursing students in learning airway management.
Upaya Penurunan Tekanan Darah Melalui Program Senam Hipertensi di Kota Palembang Anjarwati, Dewi; Imardiani, Imardiani; Adisti, Adisti; Hawarsa. R, Afebteri; Adinda, Agnes; Agustina, Diah; Pratama, M. Gilang Yudha
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS) Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIKEMAS)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Politeknik Kesehatatan Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/abdikemas.v7i2.3031

Abstract

Hypertension is a health problem with an increasing prevalence worldwide, including in Indonesia. This condition is characterized by a systolic blood pressure of ≥140 mmHg and/or diastolic pressure of ≥90 mmHg. The high incidence of hypertension and its impact on patients require healthcare professionals to take part in prevention and health promotion efforts. Hypertension management can be carried out pharmacologically through medication and non-pharmacologically, one of which is hypertension exercise. This community service activity involved 27 residents of Banten 2, with blood pressure measurements taken before and after the hypertension exercise. The results showed that the average blood pressure before the exercise (pretest) was 140.56 mmHg (systolic) and 89.78 mmHg (diastolic), while after the exercise (posttest), the average decreased to 133.04 mmHg (systolic) and 86.15 mmHg (diastolic). These findings indicate a significant reduction in blood pressure after the implementation of hypertension exercise. Keywords: Hypertension, Community Service, Hypertension Exercise