Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS MANAJEMEN PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI PUSKESMAS KECAMATAN CIPAYUNG JAKARTA TIMUR Saputra, Nazarwin; Saputri, Winda Cinkarila
PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 8, No 1 (2018): PROMOTIF - JUNI
Publisher : PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (947.247 KB) | DOI: 10.31934/promotif.v8i1.226

Abstract

Kebakaran merupakan suatu peristiwa atau kejadian yang sangat merugikan semua pihak.  Dalam menjamin dan menjaga keselamatan hidup pasien, pegawai dan pengunjung. Upaya pencegahan dan penanggulangan tersebut bertujuan untuk mengantisipasi secara dini terhadap bahaya kebakaran sehingga tercipta lingkungan kerja yang selamat, bersih, nyaman, dan bebas dari sumber sumber bahaya kebakaran. Data diperoleh secara langsung dengan cara observasi langsung dan wawancara dengan pihak terkait serta  studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah upaya-upaya yang telah dilakukan untuk pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran di Puskesmas Kecamatan Cipayung diketahui bahwa Puskesmas Kecamatan Cipayung telah menyediakan sarana untuk pemadam kebakaran seperti APAR, tim pemadam dan usaha- usaha lain seperti pemasangan fire alarm system, tanda peringatan dan tersedianya assembly point. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Puskesmas Kecamatan Cipayung telah melaksanakan upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran antara lain dengan penyediaan sarana pemadam kebakaran seperti APAR, tim pemadam dan usaha-usaha lain seperti pemasangan fire alarm system, tanda peringatan dan tersedianya assembly point.  Saran yang dapat diberikan adalah untuk penambahan pemasangan dan penempatan poster atau papan peringatan, penambahan sarana pemadam kebakaran seperti water sprinkle dan hydrant, peningkatan wawasan dan ketegasan terhadap peraturan-peraturan yang ada dan peningkatan pelatihan mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran kepada karyawan. 
BAKTI SOSIAL KHITANAN MASSAL MKKK, Dihartawan; Herdiansyah, Dadang; Saputra, Nazarwin; Al Maududi, Abul A'la; Suherman, Suherman; Romdhona, Nur
-
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tradisi khitan di Indonesia sudah dikenal sejak jaman dahulu, terutama semenjak masuknya Islam ke nusantara. Namun perlu diketahui pula bahwa tradisi khitan ini sesungguhnya sudah ada sejak pertama kali manusia diturunkan ke muka bumi. Nabi adam adalah manusia pertama yang dikhitan. Selain dari sisi perintah agama dari sisi kesehatan khitan pun sangat berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit-penyakit yang diakibatkan tidak bersihnya alat kelamin pria ini. WHO pada 2007 menyatakan sirkumsisi memberi manfaat mencegah penularan penyakit HIV/AIDS dan kanker. Ikatan Dokter Anak indonesia pada tahun 2008 juga menyatakan khitan dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma serta mencegah fimosis, yang kedua kondisi ini dapat menyebabkan infeksi pada alat kelamin bayi dan anak. Namun terkadang pelaksanaan khitan ini belum dapat dilakukan karena terkendala faktor biaya yang cukup besar, sehingga pelaksanaannya pun tertunda. Salah satu upaya agar setiap anak dapat melakukan khitan adalah dengan diadakannya bakti sosial khitanan massal. Dan dari kegiatan khitanan massal ini diharapkan akan banyak anak di Indonesia yang dapat dikhitan, sehingga tercapai peningkatan derajat kesehatan dan pertumbuhan anak Indonesia yang baik.---The circumcision tradition in Indonesia has been known since ancient times, especially since the entry of Islam into the archipelago. However, it should also be noted that the circumcision tradition has actually existed since the first time humans were descended to the earth. Prophet Adam was the first man to be circumcised. Apart from the religious orders in terms of circumcision health is also very influential in improving health and preventing the emergence of diseases caused by unclean male genitals. WHO in 2007 said circumcision provided benefits to prevent transmission of HIV / AIDS and cancer. Indonesian Pediatrician Association in 2008 also stated circumcision can prevent the accumulation of dirt or smegma and prevent phimosis, both of these conditions can cause infection of the genitals of infants and children. But sometimes the implementation of circumcision can not be done because of significant cost factors, so the implementation was delayed. One effort that every child can circumcise is to hold a mass circumcision social service. And from this mass circumcision activity, it is expected that many children in Indonesia can be circumcised, so that an improved degree of health and growth of Indonesian children can be achieved.
Risk Factors in Host and Environment for Cervicitis Among Commercial Sex Workers Nazarwin Saputra; Bagoes Widjanarko; Henry Setyawan
Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas
Publisher : Faculty of Public Health, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24893/jkma.v11i1.206

Abstract

sexually transmitted infection (STI) remains a major health problem in some parts of the world. This study aimed to determine the host and environmental factors the effect on the incidence of cervicitis on sex workers. The study was observational case-control design with consecutive sampling technique. Risk factor for cervicitis is a history of sexually transmitted infections (p=0,0001), have couple (boy friend) different gender (p=0,014, OR=4,4; CI95%=1,3-14,3), history of oral sex/cunnilingus (p=0,003, OR=6,8;CI95%=1,9-24,8), smokers (p=0,0001, CI95%=5,6; CI95%=2,4-13,1). Condom use last sex behavior is a protective factor affecting the incidence of cervicitis (p=0,0001, OR= 0,198; CI95 %=0,07- 0,5). The conclusion of this study is to prevent servisitis at-risk groups of commercial sex workers it should avoid from exposure of agents that cause sexually transmitted infections, does not have a spouse who is not authorized (girlfriend) that leads to sex behavior, avoid behaviors oral sex / cunnilingus, no smoke. At-risk behavior should use condoms for prevention servisitis
ANALISIS HAZARD IDENTIFICATION, RISK ASSESMENT AND RISK CONTROL (HIRARC) PADA PEKERJA INFORMAL PABRIK DIMSUM PERTOK PONDOK RANJI TAHUN 2020 Najla Nur Salsabila; Dihartawan Dihartawan; Nazarwin Saputra
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i2.621

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan serta produktivitas pekerja. Apabila keselamatan kerja rendah, maka hal tersebut akan memberikan pengaruh buruk terhadap kesehatan sehingga berakibat pada produktivitas yang akan menurun. Peneliti telah melakukan studi pendahuluan untuk melihat gambaran awal terkait dengan kondisi yang ada dilapangan, terutama dalam Identifikasi bahaya (Hazard Identification), Penilaian Risiko (Risk Assesment), Pengendalian Risiko (Risk Control) pada Pabrik produksi Dimsum Pertok di daerah Pondok Ranji. Hasil yang perlu diamati yaitu instruksi kerja atau proses tahapan kerja. Dari bagian instruksi kerja, kemudian melakukan wawancara terkait kecelakaan kerja yang sering terjadi pada proses kerja tersebut. Jenis penelitian ini adalah penelitian mix methods, yaitu metode yang menggabungkan antara kuantitatif dan kualitatif. Penggabungan metode ini dilakukan secara bersamaan. Penelitian ini akan melakukan identifikasi bahaya dan pengendalian risiko sebagai penelitian kualitatif dan penilaian risiko sebagai penelitian kuantitatif. Berdasarkan wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti, terdapat beberapa potensi bahaya, hasil penilaian risiko yang dilakukan peneliti di Pabrik Dimsum Pertok Pondok Ranji, tingkat risiko low atau rendah yaitu pada proses pencucian dan pensortiran, pembuatan dimsum manual, pengukusan dimsum, dan pengangkatan dimsum dari alat pengukus dan packing. Tingkat risiko moderate atau sedang terdapat pada proses penggilingan bahan baku dan proses pengukusan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapatnya bahaya dari setiap proses kerja dengan penilaian risiko dan pengendalian risiko yang berbeda.
PENYULUHAN KESEHATAN PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS DAN PENGOBATAN GRATIS DI PESANTREN SABILUNNAJAT Nazarwin Saputra; Abul A’la Al Maududi; Nur Armilah Sadiah
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.1.1.37-40

Abstract

Kasus tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan yang serius baik global maupun lokal. Penanggulangan tuberkulosis telah diatur dalam peraturan menteri kesehatan nomor 67 tahun 2016 diantaranya pengendalian risiko salah satunya promosi kesehatan untuk pencegahan. Pesantren sabilunnajat ciamis belum pernah dilakukan program penyuluhan kesehatan dan sebagai dukungan program kementerian kesehatan maka dilakukan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan untuk pencegahan tuberkulosis. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah dilanjutkan sesi tanya jawab dengan sasaran para santri di Pondok Pesantren Sabilunnajat Ciamis. Pengabdian masyarakat ini diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 23 Februari 2020. Sebelum dan sesudah penyuluhan santri diberikan pre test dan post test. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan pencegahan penyakit tuberkulosis di Pondok Pesantren Sabilunnajat. Kegiatan lainnya yang dilakukan yaitu pengobatan gratis untuk santri. Disarankan kepada pihak sabilunnajat agar selalu menjaga kesehatan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat kepada para santri.---Tuberculosis is still a serious health problem both globally and locally. Tuberculosis prevention has been regulated in the Minister of Health Regulation number 67 of 2016 including risk control, one of which is health promotion for prevention. The pesantren sabilunnajat ciamis has never done a health education program and as a support of the ministry of health program, community service is carried out in the  form of health education for  tuberculosis  prevention. The method of community  service  is carried out by the lecture method followed by a question and answer session targeting the students at the  Sabilunnajat  Ciamis  Islamic  Boarding  School.  This  community  service  was  held  from  21  to  23 February  2020.  Before  and  after  counseling  students  were  given  pre-test  and  post-test.  The  results show that there are differences in the level of knowledge between before and after health education on tuberculosis prevention at Sabilunnajat Islamic Boarding School. Other activities undertaken are free medical treatment for students. It is recommended to the sabilunnajat to always maintain health and apply clean and healthy living behaviors to the students.
Bakti Sosial Khitanan Massal Dihartawan Dihartawan; Dadang Herdiansyah; Nazarwin Saputra; Suherman Suherman; Nur Romdhona; Abul A'la Al Maududi
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2020): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.1.2.55-60

Abstract

Tradisi khitan di Indonesia sudah dikenal sejak jaman dahulu, terutama semenjak masuknya Islam ke nusantara. Namun perlu diketahui pula bahwa tradisi khitan ini sesungguhnya sudah ada sejak pertama kali manusia diturunkan ke muka bumi. Nabi adam adalah manusia pertama yang dikhitan. Selain dari sisi perintah agama dari sisi kesehatan khitan pun sangat berpengaruh dalam meningkatkan kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit-penyakit yang diakibatkan tidak bersihnya alat kelamin pria ini. WHO pada 2007 menyatakan sirkumsisi memberi manfaat mencegah penularan penyakit HIV/AIDS dan kanker. Ikatan Dokter Anak indonesia pada tahun 2008 juga menyatakan khitan dapat mencegah penumpukan kotoran atau smegma serta mencegah fimosis, yang kedua kondisi ini dapat menyebabkan infeksi pada alat kelamin bayi dan anak. Namun terkadang pelaksanaan khitan ini belum dapat dilakukan karena terkendala faktor biaya yang cukup besar, sehingga pelaksanaannya pun tertunda. Salah satu upaya agar setiap anak dapat melakukan khitan adalah dengan diadakannya bakti sosial khitanan massal. Dan dari kegiatan khitanan massal ini diharapkan akan banyak anak di Indonesia yang dapat dikhitan, sehingga tercapai peningkatan derajat kesehatan dan pertumbuhan anak Indonesia yang baik.---The circumcision tradition in Indonesia has been known since ancient times, especially since the entry of Islam into the archipelago. However, it should also be noted that the circumcision tradition has actually existed since the first time humans were descended to the earth. Prophet Adam was the first man to be circumcised. Apart from the religious orders in terms of circumcision health is also very influential in improving health and preventing the emergence of diseases caused by unclean male genitals. WHO in 2007 said circumcision provided benefits to prevent transmission of HIV / AIDS and cancer. Indonesian Pediatrician Association in 2008 also stated circumcision can prevent the accumulation of dirt or smegma and prevent phimosis, both of these conditions can cause infection of the genitals of infants and children. But sometimes the implementation of circumcision can not be done because of significant cost factors, so the implementation was delayed. One effort that every child can circumcise is to hold a mass circumcision social service. And from this mass circumcision activity, it is expected that many children in Indonesia can be circumcised, so that an improved degree of health and growth of Indonesian children can be achieved.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP ODHA DI YAYASAN PELITA ILMU TAHUN 2020 Khairunniza Khairunniza; Nazarwin Saputra
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): Annur:Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nur, 1, 1, 15-18

Abstract

Masalah yang hadir karena kasus HIV/AIDS cukup kompleks, seperti pada fisik, psikososial, sosial, juga spritual. Masalah ini dapat mempengaruhi kualitas hidup ODHA sehingga ODHA membutuhkan dukungan peran dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kualitas hidup ODHA di Yayasan Pelita Ilmu tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Penelitian dilakukan di Yayasan Pelita Ilmu pada maret – juni 2020. Besar sampel 70 ODHA yang diambil dengan cara total sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup ODHA di Yayasan Pelita Ilmu tahun 2020 dengan nilai p value  0,009 dan prevalensi rasio 4,26 (95% CI : 1,537-11,476). Kesimpulan, dukungan keluarga yang postif kepada ODHA membantu ODHA untuk menghadapi masalah kesehatan dan psikologi yang dimiliki. Oleh sebab itu, keluarga memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas hidup ODHA.---The problem that arises because the case of HIV / AIDS is quite complex, such as the physical, psychosocial, social, and spiritual. This problem can affect the quality of life of PLWHA so PLHIV need support from the family. This study aims to determine the relationship of family support to the quality of life of PLHIV in Pelita Ilmu Foundation in 2020. This research is a descriptive analytic study with a cross-sectional study approach. The study was conducted at the Pelita Ilmu Foundation in March - June 2020. A large sample of 70 PLHIV were taken by total sampling. The analysis used in the study is bivariate analysis. The results showed that there was a relationship between family support and the quality of life of PLHIV in Pelita Ilmu Foundation in 2020 with a p value of 0.009 and a prevalence ratio of 4.26 (95% CI : 1,537-11,476). In conclusion, positive family support for PLHIV helps PLHIV to deal with their psychological and health problems. Therefore, the family has an important role in improving the quality of life of PLWHA.
Kesadaran Pengendara Terhadap Perilaku Aman Dalam Berkendara (Safety Riding) Sepeda Motor Pada Siswa-Siswi Sekolah Menengah Kejuruan “X” di Kota Tangerang Selatan Triana Srisantyorini; Ana Melinda Alpiani; Nazarwin Saputra; Ma’mun Murod Al-Barbasy; Syaiful Bahri; Mahmudin Sudin
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): Annur:Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nur, 1, 2, 201-214

Abstract

Di Indonesia korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas selalu berkaitan dengan meningkatnya jumlah kendaraan roda dua yang beroperasi. Data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Indonesia diketahui bahwa jumlah kendaraan roda dua di Indonesia 120.101.047 unit di tahun 2018 (BPS, 2019). Sedangkan Berdasarkan statistik Korlantas Polri, jumlah korban kecelakaan mencapai 28.238 orang pada periode 31 Desember 2018 sampai 31 Maret 2019. Tujuan Penelitian ini diketahuinya faktor-faktor penyebab masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas khususnya pada remaja dan memberikan pengetahuan dalam berkendara yang aman mengunakan sepeda motor pada siswa-siswi SMK “X” Kota Tangerang Selatan agar dapat membantu menurunkan angka kecelakaan di Kota Tangerang Selatan. Metode penelitian yang digunakan ialah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner sebagai alat ukur dengan jumlah responden sebanyak 110 siswa kelas IX. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel sikap memiliki hubungan yang signifikan (p-value 0,004) dengan perilaku berkendara aman. Variabel usia, jenis kelamin, pengetahuan, keterampilan mengemudi dan APD tidak memiliki hubungan dengan perilaku aman berkendara, sedangkan variabel sikap memiliki hubungan dengan perilaku aman berkendara. Saran dalam penelitian sangat diperlukan adanya sosialisasi terkait perilaku aman berkendara kepada siswa dan siswi di Sekolah Menngah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan.---In Indonesia, the death toll from a traffic accident is always related to the increasing number of two-wheeled vehicles operating. Data obtained from the Indonesian Central Statistics Agency is known that the number of two-wheeled vehicles in Indonesia was 120,101,047 units in 2018 (BPS, 2019). Whereas Based on the National Police Traffic Police statistics, the number of accident victims reached 28,238 people in the period 31 December 2018 to 31 March 2019. The purpose of this study is to know the factors that cause the high number of traffic accidents, especially in adolescents and provide knowledge in safe driving using motorbikes to students of SMK "X" in South Tangerang City in order to help reduce the number of accidents in South Tangerang City. The research method used is quantitative with cross sectional study design. The data collection technique used a questionnaire as a measurement tool with 110 respondents in grade IX. The results showed that the attitude variable has a significant relationship (p-value 0.004) with safe driving behavior. The variables of age, gender, knowledge, driving skills and PPE do not have a relationship with safe driving behavior, whereas the attitude variable has a relationship with safe driving behavior. Suggestions in the research are very much needed socialization related to safe driving behavior to students and students at the Middle School or Vocational High School.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN KESELAMATAN BERKENDARA OJEK ONLINE DI KABUPATEN BOGOR TAHUN 2018 Aulia Fahmi; Nazarwin Saputra; Munaya Fauziah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 1 (2020): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.1.9-16

Abstract

Kecelakaan lalu lintas masih menjadi masalah serius di negara Indonesia. Data Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), menyatakan total kecelakaan lalu lintas  yang terjadi di tahun 2017 mencapai 120.041, dan menelan korban jiwa sebesar 25.491, dan Bogor merupakan salah satu kota di Provinsi Jawa Barat yang memiliki jumlah kecelakaan cukup tinggi, yaitu sebanyak 357 kejadian dengan kontribusi tertingginya adalah pengguna sepeda motor, mencapai 94,3%. Tujuan yang ingin dia capai dalam penelitian adalah diketahuinya  faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan keselamatan berkendara pada ojek online 2018. Desain studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 99 orang, dipilih dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen menggunakan berupa kuesioner yang langsung diisi oleh responden., analisa data, univariat dan bivariat.Berdasarkan hasil analisis univariat diketahui ojek online yang tingkat pengetahuan keselamatan berkendaranya kurang baik adalah 59,6%. Sedangkan berdasarkan hasil analisis bivariat variabel usia diperoleh nilai p(0,536), variabel masa kerja diperoleh nilai p(0,469), variabel tingkat pendidikan diperoleh nilai p(0,063), variabel pengalaman diperoleh nilai p(0,00), variabel informasi diperoleh nilai p(1,00). Variabel yang berhubungan dengan pengetahuan keselamatan berkendara adalah pengalaman. Sedangkan variabel usia, masa kerja, tingkat pendidikan dan keterpaparan informasi tidak berhubungan dengan pengetahuan keselamatan berkendaran.---Traffic accidents  are still a serious  problem  in Indonesia. Data from the Indonesian National Police Traffic Corps (Korlantas  Polri),  stated  that  the  total  traffic  accidents  that  occurred  in  2017  reached  120,041,  and claimed lives of 25,491, and Bogor was one of the cities in West Java Province that had quite a high number of accidents,  namely 357  events  with the  highest contribution  were  motorcycle users, reaching 94.3%. The goal  he  wants  to  achieve  in  this  research  is  to  know  the  factors  related  to  driving  safety  knowledge  in  the 2018  online  motorcycle  taxi.  The  study  design  used  in  this  study  was  cross-sectional  witha  sample  of  99 people,  selected  using  accidental  sampling  techniques.  The  instrument  used  in  the  form  of  a  questionnaire that was directly filled in by respondents., Data analysis, univariate and bivariate. While based on the results of  bivariate  analysisthe  age  variable  p  (0.536),  the  length  of  service  variable  p(0.469),  the  education  level variable  p(0.063),  the  experience  variable  p(0.00),  the  information  variable  p(1.00).  Variables  related  to driving safety knowledge are experiences. Whereas variablesof age, years of service, level of education and information exposure were not related to knowledge of driving safety.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Hidup ODHA Terpapar Program OBRASS di Yayasan Pelita Ilmu Tahun 2020 Khairunniza Khairunniza; Nazarwin Saputra
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v9i03.626

Abstract

HIV dan AIDS telah menjadi masalah darurat global. Terdapat 36,9 juta orang yang hidup dengan HIV di seluruh dunia. Indonesia sendiri menempati urutan tertinggi ketiga jumlah orang dengan HIV/AIDS di dunia. Tingginya kasus HIV/AIDS sangat berpengaruh pada kualitas hidup ODHA, seperti meningkatnya kasus depresi pada ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup ODHA terpapar program OBRASS di Yayasan Pelita Ilmu Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan sampel 70 ODHA yang terpapar Program OBRASS. Penelitian dilakukan di Yayasan Pelita Ilmu pada bulan Maret – Juni tahun 2020. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data yang digunakan adalah multiple regression logistic. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap kualitas hidup ODHA terpapar program OBRASS di Yayasan Pelita Ilmu yaitu kepatuhan minum obat (Pv= 0,003; OR 6,459), lama terapi ARV (Pv=0,032; OR 3,503) dan depresi (Pv=0,006; OR=5,471). Dari ketiga faktor tersebut, faktor paling dominan berpengaruh adalah kepatuhan minum obat dengan nilai OR paling tinggi.