Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Kontribusi Self-Esteem dan Self-Determination terhadap Absenteeism pada Mahasiswa Universitas X Ade Lestari; Yohanes Budiarto; Sandi Kartasasmita
Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2010): Provitae
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/provitae.v4i1.282

Abstract

This research aimed an investigating the influence of self-esteem (Rosenberg, 1965) and self-determination (Sheldon & Deci, 1993) toward students’ absemnteeism. Absenteeism is the intention to leave the lecturers. Self-esteem is one’s evaluation about his/hers’ quality they perceive themselves as having. Self-determination is the act or power of making up one’s own mind about what to think or do, without outsife influence or compulsion. The hypothesis was that self-esteem and self-determination influenced the students’ absenteeism. This study involved 280 participants at X University using accidental sampling technique. Using logistic regression, the study showed that self-esteem and self-determination predicted student’ absenteeism for about 1.7%. In other words, self-esteem and self-determination in this study impacted students’ presence in class.Keywords: Absenteeism, self-esteem, self-determinatiomn. 
Gambaran Self-Disclosure Pada Wanita Dewasa Awal Yang Pernah Diselingkuhi Agoes Dariyo; Ingrid Hartanto; Sandy Kartasasmita
Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 1 (2019): Journal An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/psi.v4i1.656

Abstract

Affair is one of the causes of divorce. Research conducted by Glass and Staeheli (2003) states that men tend to have affair more than women. This matter could arouse negative impact on all aspects of a woman's life as a wife. One of the impacts that is the wife becomes closed to others (Zalafi, 2015). The purpose of this study is to see a picture of self-disclosure in early adult women who have been cheated on. The study was conducted with qualitative methods and data collection was taken by observation and interview method for four subjects. The sampling technique used is criterion sampling. The subjects of this study were women aged 20-40 years, were married, and had been cheated by her husband. The results showed that the four subjects managed to do self-disclosure regarding the problem of affair committed by her husband. However, there is one subject that does not meet one dimension of self-disclosure
JEJAK PENGASUHAN: PERAN POLA ASUH DALAM PEMBENTUKAN GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU DEWASA MUDA Angelica Liefianti; Sandi Kartasasmita
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1096

Abstract

Pola asuh orang tua memainkan peran krusial dalam membentuk cara anak berpikir dan menilai sesuatu. Hal ini kemudian akan terus terbawa hingga anak mencapai usia dewasa dan berdampak pada gaya pengambilan keputusannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola asuh dan gaya pengambilan keputusan individu dewasa muda, khususnya di DKI Jakarta. Penelitian ini di desain dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Penelitian ini terdiri atas 356 partisipan yang dipilih melalui teknik stratified sampling dari 5 wilayah administratif di DKI Jakarta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 27 melalui uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh dan gaya pengambilan keputusan (r = 0.753, p < 0.001). Lebih jauh, hasil studi menunjukkan bahwa pola asuh yang positif, seperti pola asuh demokratis berhubungan secara positif dengan gaya pengambilan keputusan yang adaptif, seperti gaya rasional. Temuan ini menegaskan bahwa pola asuh positif yang diterima anak sedari dini berkontribusi terhadap pembentukan gaya pengambilan keputusan yang adaptif di masa dewasa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua dan praktisi psikologi dalam mengembangkan pola pengasuhan yang mendukung kemandirian dan kematangan keputusan individu.
JEJAK PENGASUHAN: PERAN POLA ASUH DALAM PEMBENTUKAN GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN INDIVIDU DEWASA MUDA Angelica Liefianti; Sandi Kartasasmita
Journal of Social and Economics Research Vol 7 No 2 (2025): JSER, December 2025
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v7i2.1096

Abstract

Pola asuh orang tua memainkan peran krusial dalam membentuk cara anak berpikir dan menilai sesuatu. Hal ini kemudian akan terus terbawa hingga anak mencapai usia dewasa dan berdampak pada gaya pengambilan keputusannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pola asuh dan gaya pengambilan keputusan individu dewasa muda, khususnya di DKI Jakarta. Penelitian ini di desain dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Penelitian ini terdiri atas 356 partisipan yang dipilih melalui teknik stratified sampling dari 5 wilayah administratif di DKI Jakarta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 27 melalui uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pola asuh dan gaya pengambilan keputusan (r = 0.753, p < 0.001). Lebih jauh, hasil studi menunjukkan bahwa pola asuh yang positif, seperti pola asuh demokratis berhubungan secara positif dengan gaya pengambilan keputusan yang adaptif, seperti gaya rasional. Temuan ini menegaskan bahwa pola asuh positif yang diterima anak sedari dini berkontribusi terhadap pembentukan gaya pengambilan keputusan yang adaptif di masa dewasa. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang tua dan praktisi psikologi dalam mengembangkan pola pengasuhan yang mendukung kemandirian dan kematangan keputusan individu.
Hubungan antara Self-regulation terhadap Gaya Pengambilan Keputusan pada Mahasiswa Tingkat Akhir Pengonsumsi Kopi Sabrina Ayesha Fateema; Sandi Kartasasmita
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 In Progress
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.9687

Abstract

Konsumsi kopi merupakan kebiasaan umum di kalangan mahasiswa tingkat akhir yang menghadapi tekanan akademik seperti skripsi, ujian, dan tenggat tugas. Dalam kondisi tersebut, kemampuan mengatur diri dan cara mengambil keputusan menjadi faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi pola konsumsi kopi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-regulation dengan lima gaya pengambilan keputusan rasional, intuitif, dependen, menghindar, dan spontan pada mahasiswa tingkat akhir yang rutin mengonsumsi kopi. Sebanyak 160 mahasiswa berusia 20–24 tahun yang mengonsumsi kopi minimal satu kali per hari berpartisipasi melalui survei daring. Self-regulation diukur menggunakan 17 item Short Self-Regulation Questionnaire, sementara gaya pengambilan keputusan dinilai melalui 25 item mencakup lima gaya keputusan tersebut. Analisis menggunakan korelasi Spearman menunjukkan bahwa self-regulation berhubungan positif dengan gaya rasional dan intuitif, serta berhubungan negatif dengan gaya dependen, menghindar, dan spontan. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin baik regulasi diri mahasiswa, semakin adaptif gaya pengambilan keputusan yang digunakan, sedangkan regulasi diri yang rendah berkaitan dengan kecenderungan keputusan yang kurang efektif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan keterampilan regulasi diri dan strategi keputusan adaptif sebagai upaya mendukung pengelolaan tuntutan akademik dan konsumsi kafein yang lebih sehat.