Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS KOMPREHENSIF EFEKTIVITAS SENYAWA PINOSTROBIN DARI BOESENBERGIA ROTUNDA L. SEBAGAI INHIBITOR KOROSI ALAMI MELALUI METODE KEHILANGAN BERAT Karim Kasmudin; Fitria Fitria; Ahlul Duwi Saputra; Sugeng Santoso
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 21 No. 01 (2026): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v21i01.345

Abstract

Fenomena korosi merupakan ancaman degradasi material yang secara sistematis merusak integritas struktur logam di berbagai sektor industri global, menyebabkan kerugian ekonomi yang mencapai triliunan dolar dan masalah keselamatan setiap tahunnya. Secara mendasar, korosi adalah proses elektrokimia di mana logam kembali ke keadaan alaminya yang lebih stabil secara termodinamika, seperti oksida atau hidroksida, melalui interaksi dengan lingkungan yang agresif. Sebagai solusi teknis, penggunaan inhibitor korosi menjadi metode yang paling praktis dan ekonomis untuk mengendalikan laju pelarutan logam tersebut. Namun, transisi global menuju keberlanjutan industri menuntut penggantian inhibitor sintetis konvensional yang sering kali mengandung logam berat atau senyawa beracun dengan alternatif yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, penelitian tentang inhibitor alami yang ramah lingkungan sangat penting. Salah satu kandidat yang paling menjanjikan adalah senyawa Pinostrobin, sebuah bioflavonoid dominan yang diisolasi dari rimpang Boesenbergia rotunda L., atau yang lebih dikenal sebagai temu kunci. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak senyawa pinostrobin dari tanaman Boesenbergia rotunda L. (Temu Kunci) sebagai inhibitor korosi pada baja karbon dalam media asam klorida (HCl) 1 M. Metode yang digunakan adalah weight loss (penurunan berat) pada suhu ruang selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pinostrobin mampu mengurangi laju korosi secara signifikan. Efisiensi inhibisi meningkat seiring dengan peningkatan konsentrasi ekstrak, mencapai nilai maksimum sebesar 92,3% pada konsentrasi 500 ppm. Mekanisme inhibisi diduga melalui adsorpsi molekul pinostrobin pada permukaan baja, membentuk lapisan pelindung yang menghalangi kontak langsung antara logam dan media korosif. Temuan ini menegaskan potensi pinostrobin sebagai alternatif alami dan berkelanjutan untuk pencegahan korosi.
ANALISIS TEKNO-SAINS PENGOLAHAN AIR BERSIH MELALUI TEKNOLOGI ADSORPSI BERBASIS MEDIA CAMPURAN ZEOLIT ALAM DAN KARBON AKTIF TEMPURUNG KELAPA Karim Kasmudin; Muhammad Syahril Ramadhan; Fitria Fitria
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 21 No. 01 (2026): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v21i01.352

Abstract

Ketersediaan air bersih yang memenuhi standar kualitas kesehatan semakin terbatas akibat pencemaran lingkungan. Masalah umum pada air tanah atau air sumur adalah tingginya kandungan logam terlarut seperti Besi (Fe) dan Mangan (Mn), serta tingkat kekeruhan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adsorpsi dengan media campuran zeolit dan arang batok kelapa terhadap kualitas air PDAM agar dihasilkan air bersih dengan kualitas yang paling optimum berdasarkan PERMENKES RI No.32 tahun 2017. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Adalah eksperimen perbandingan media zeolit dan arang batok kelapa, dengan variasi (50:50, 40:60, 30:70, dan 20:80) dengan menggunakan volume sampel 100 L, debit air 4 L/menit dan waktu flushing media 5 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi media mampu memperbaiki kualitas air hingga memenuhi standar air bersih. Nilai pH meningkat menjadi 6,68– 7,12, kekeruhan menurun drastis menjadi 0,25–2,17 NTU, kadar Fe turun menjadi 0,48–0,71 mg/L, dan kesadahan berkurang menjadi 85,29–96,50 mg/L Efisiensi penurunan tertinggi diperoleh pada komposisi zeolit 50% dan arang batok kelapa 50%, dengan kekeruhan 0,25 NTU, Fe 0,48 mg/L, dan kesadahan 85,29 mg/L dan komposis zeolit 20% dan rang batok kelapa 80% untuk parameter nilai pH netral. Zeolit berperan dominan dalam proses pertukaran ion untuk mengurangi logam dan kesadahan, sedangkan arang batok kelapa efektif mengadsorpsi senyawa organik serta membantu peningkatan pH. Kombinasi kedua media menunjukkan efek sinergis dalam memperbaiki kualitas air secara fisika dan kimia. Studi ini memperkuat potensi pemanfaatan metode adsorpsi menggunakan media campuran zeolit dan arang batok kelapa sebagai alternatif teknologi pengolahan air bersih yang sederhana, ekonomis, dan ramah lingkungan.
The Effect of the Comparison of Zeolite and Limestone on the Degree of Acidity (pH) of Acid Mine Drainage (Case Study: PT. XYZ) Karim Kasmudin; Fitria Fitria
Journal of Science and Education Research Vol. 5 No. 1 (2026): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v5i1.364

Abstract

Acid Mine Drainage (AMD) is a serious environmental problem in the particularly Minerals mining industry, characterized by low pH and high concentrations of dissolved heavy metals. This study aims to analyze the effect of the mass ratio between natural zeolite and limestone as a neutralization medium and adsorbent in the AMD processing of PT. XYZ. The research method used was a batch experiment in the laboratory with five variations of the mass ratio of zeolite and limestone (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, and 0:100) with a total mass of 10 grams per 500 mL of AMD sample. The parameter measured was the change in pH during a contact time of 90 minutes. The results showed that all variations were able to increase the AMD pH from an initial value of 2.6. The ratio of 25:75 (zeolite:limestone) showed the most optimal effectiveness, able to increase the pH to 8.02 in 60 minutes and remained stable to time 90 minutes. Limestone plays a dominant role in acid neutralization, while the presence of zeolite is thought to prevent the effects of zeolite on acid neutralization armouring (coating) on limestone particles and also absorbs existing metal ions. This combination proved more effective than using each ingredient alone. It was concluded that a mass ratio of 25:75 was the optimal ratio for AMD treatment in this case study.