Articles
ANALISA UJI KEKERASAN BAJA VCN 150 PADA POROS BALING-BALING PISAU MESIN CRUSHER
Firda Herlina,;
Muhammad Firman,;
Muhammad Najib
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (445.306 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v1i1.464
Mesin crusher ini sangat bergantung pada poros mata pisau baling-baling dan disinilah letak masalahnya, poros yang sering mengalami korosi dan bengkok menyebabkan mesin bekerja tidak maksimal sebagaimana mestinya dikarenakan poros harus menahan beban yang sangat besar dan dari berbagai benda subjek yang dimasukkan.Baja VCN 150adalah bahan yang digunakan dalam poros ini. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode statistik anova dan korelasi, dimana metode ini untuk mencari hubungan pada media pendingin yang digunakan dan untuk mencari hubungan antar sampel-sampel yang diuji. Setelah melakukan penelitian dan hasil data awal yang didapat 97HB,84HB,91HB,81HB dan 93HB. Bahwa terdapat pengaruh media pendingin terhadap kekerasan material baja VCN 150 pada temperatur 7000C tetapi tidak disignifikan.Sampel-sampel yang diteliti ternyata satu sama lain mempunyai pengaruh hubungan. Sampel X2 dengan X3 adalah menunjukkan hasil yang paling besar pengaruh hubungannya (yang paling signifikan diantara sampel-sampel lainnya).
ANALISA KEKERASAN BAJA ST 42 DENGAN PERLAKUAN PANAS MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI
Firman, Muhammad;
Firda Herlina,;
Muhammad Hatif Martadinata
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (408.509 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v1i1.460
Seiring dengan banyaknya kegagalan mekanis yang ditemui, Salah satu contohnya misalnya faktor kelelahan logam seperti patahnya poros kereta api, poros roda mobil, dan peristiwa patahnya poros baling-baling kapal. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beban-beban tersebut terhadap kekuatan lelah material poros, maka diperlukan pengujian material hal ini menarik peneliti untuk melakukan riset perbaikan kualitas produksi. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode taguchi yang pertujuan untuk memperbaiki kualitas produk dan proses serta dapat menekan biaya dan resources seminimal mungkin. Dengan jumlah sampel tiga media pendingin air,udara,oli, dengan temperature bervariasi 600o,700o,800o, kemudian bahan yang digunakan adalah baja ST 42. Factor yang paling mendominasi mempengaruhi tingkat kekerasan material adalah di faktor A yaitu temperature pemanasan. berdasarkan perhitungan dengan efek mean dan efek replikasi temperature pemanasan berada peringkat ke-1 di Replikasi ke 4 sebesar 24.33 HB, sedangkan untuk media pendingin berada peringkat ke-2 di Replikasi ke 2 sebesar 21.00 HB. Kombinasi factor dengan level yang memberikan peningkatan kekerasan yaitu dengan temperature 800oC dengan media pendingin oli sebesar 111.8 HB. Sedangkan yang melunakan yaitu kombinasi antara factor dengan level temperature 700oC dengan media pendingin air sebesar 88.8 HB.
PERANCANGAN PERAHU PEMBERSIH SAMPAH DI ALIRAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN
Muhammad Firman;
Muhammad Irfansyah
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 4, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (682.013 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v4i1.1963
Upaya dari pemerintah daerah di kalimantan selatan untuk mengembalikan fungsi sungai melalui kegiatan aksi bersih-bersih aliran sungai khususnya kota banjarmasin sudah mulai menjadi perhatian masyarakat dan pemko, untuk menjadikan kota banjarmasin sebagai destinasi wisata air seperti halnya amsterdam. Namun masih belum secara menyeluruh, karena ternyata masih banyak sampah-sampah di aliran sungai kecil yang sulit di bersihkan. Untuk itu sangat perlu adanya koordinasi yang lebih baik dalam menjaga kebersihan lingkungan. Di banjarmasin dalam mengatasi permasalahan sampah sungai sudah menggunakan kapal pembersih sampah untuk sungai besar, sedangkan untuk anak sungai yang kecil-kecil lebih kurang lebarnya antara 2 m sampai 4 meter ada yang menggunakan sampan seadanya yang mana petugas kebersihannya kalau membersihkan sungai tersebut terjun kesungai untuk memunguti sampah sedangkan perahunya untuk penampungan sampah sementara sebelum dibuang kepembuangan sampah akhir. Atas dasar itulah maka sangat diperlukan sebuah desain perahu pembersih sampah yang sesuai dengan kondisi sungai di kota banjarmasin. Sehingga kegiatan bersih-bersih tersebut benar-benar efektif dan efesien. Dari hasil analisa dan perhitungan yang dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Desain perahu pengangkut sampah sudah sesuai dengan yang diharapkan supaya mampu beroperasi di sungai kecil, sempit dan mampu bekerja pada kondisi air dangkal. Kemampuan apung yang didapatkan adalah sebesar = 4716,648 N, Jika perahu saat kosong bagian perahu yang tidak tenggelam adalah sebesar 3436,7069 N, Sedangkan jika berat perahu terisi maksimal bagian perahu yang tidak tenggelam adalah sebesar 984,2069 N. Titik berat penampang perahu terletak pada Z( Xo , Yo ) = Z( 1650 mm , 750 mm ).
ANALISA RADIASI PANEL SURYA TERHADAP DAYA YANG DIHASILKAN UNTUK PENERANGAN BAGIAN LUAR MESJID MIFTAHUL JANNAH DIDESA BENUA TENGAH KECAMATAN TAKISUNG
Muhammad Firman;
Firda Herlina;
Abdurrahman Sidiq
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 2, Nomor 1, Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (497.953 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v2i1.858
The rationale for this thesis is about the application of solar power plants (SPP) in the countryside aimed specifically supplying electricity to the outside of Miftahul Jannah Mosque that housed the village hamlet of 6 sub-continental middle Takisung Pelaihari southern Kalimantan. By analyzing the authors of this study determine supply large solar cell generated power, a large catchment radiation produced by solar cell and economical aspects of connection relationship if applicable. From the results obtained from the 20 days then her whole explanation is described about average radiation and power for 20 days from 15 July to 3 August 2016 with a broad cross section of a solar panel A = 0.68 M ^ 2 is = average speed the highest radiation that is in the numbers 1017.25 W / m2 contained in the Wednesday, August 3, 2016, while the lowest was in 353.96875 W / m2 on Wednesday 20 July, 2016. while the average peak power in watts on a number 80.76285 Saturday 16 July 2016 while the lowest was in power Monday, July 25, 2016 diangka 20.3850875 watts. And radiation to the power relationship is positive and strong, while the coefficient of the determiner in can be 43.7%, which means that the rise and fall of power by the solar cell solar radiation yangdisebabkan only 43.7% and the remaining 56.3% is caused by other factors Calculation perancanagnnya total economic cost of Rp. 5.13 million. it will break even if we use solar power for 15 years is the range of Rp. 5,198,181, -.
ANALISA UJI KEKERASAN PADA POROS BAJA ST 60 DENGAN MEDIA PENDINGIN YANG BERBEDA
Gusti Rusydi Furqon;
Muhammad Firman,;
Moch. Andi Sugeng .P
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING Volume 1, Nomor 1, Mei 2016
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.987 KB)
|
DOI: 10.31602/al-jazari.v1i1.463
Seiring dengan banyaknya kegagalan mekanis yang ditemui, Salah satu contohnya misalnya faktor kelelahan logam seperti patahnya poros kereta api, poros roda mobil, dan peristiwa patahnya poros baling-baling kapal. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh beban-beban tersebut terhadap kekuatan lelah material poros, maka diperlukan pengujian material menggunakan benda uji (spesimen) dan disertai dengan analisa maupun perhitungan secara teliti. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode anova yang bertujuan untuk mencari perbedaan pengaruh media pendingin terhadap kekerasan material. Dengan jumlah sampel tiga media pendingin, kemudian bahan yang digunakan adalah baja ST 60 dengan temperatur 6000C. Setelah melakukan penelitian dengan metode anova didapatkan hasil dengan nilai Fhitung -6,0560294 < Ftabel 3,88. Nilai kekerasan sebelum perlakuan panas yaitu 112,4 HB dan yang sesudah perlakuan panas yaitu air (110,2 HB), udara (94,8 HB) dan oli mesran SAE 40 (119,4 HB). Diantara ketiga media pendingin setelah perlakuan panas yang paling baik dalam meningkatkan kekerasan material adalah oli mesran SAE 40 dengan nilai rata-rata 119,4 HB.
PENGOLAHAN AIR DI DESA KARANG BUAH KECAMATAN BELAWANG KABUPATEN BARITO KUALA
Muhammad Firman;
Muhammad Irfansyah;
Heri Irawan;
Muhammad Suprapto;
Saifullah Arief
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 3, No 2 (2018): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (230.241 KB)
|
DOI: 10.31602/jpai.v3i2.1262
Interest Service to the public about solar power plants (PLTS) so that the public understands and knows solar power plant (SPP), increase public understanding of the importance of solar power plants (PLTS) that, while the benefits to be achieved in this activity is to society its target skills and knowledge in assembly and maintenance of a series of solar power plants (PLTS) so that when applied mistakes. Establishment of cooperation between the community, the village government and Studies Program Faculty of Engineering Uniska. As for Tim will add to the experience in training activities assembly and maintenance of solar power plants.The method will be used to achieve the goals that have been implemented are: using the training methods of assembly and maintenance of solar power plants directly with solar panels example demonstrated by the team. So with this training method is expected the participants enthusiastically followed and training materials will absorb well.From the results of the training can be concluded among other things during the training process to be followed can be absorbed 100% or all the participants, 20% of participants who attended or 3 people who want to use solar power for the consumption of their homes by asking what the price of a set of solar power until ready to use and implementation of devotion that will come can be developed into other areas in the vicinity of this devotion, of course, with a bigger budget so that citizens who join the training could be more.
PEMBEKALAN KETERAMPILAN LAS DI PONDOK PESANTREN AL IKHSAN II, BENTOK, BATI-BATI
Muhammad Firman;
Muhammad Saukani;
Saifullah Arief;
Mujiburrahman Mujiburrahman;
Heri Irawan
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 7, No 1 (2021): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (418.699 KB)
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v7i1.5404
Pondok Pesantren Al-Ikhsan II adalah Pondok Pesantren yang memiliki program pembelajaran Tahfidzh Al-Quran dan Program Alim serta program umum kurikulum kementerian agama. Tidak seperti pondok pesantren pada umumnya, di pondok pesantren ini, santri tidak diwajibkan untuk mengikuti Pendidikan dengan kurikulum kementerian agama, semua keputusan diserahkan kepada santri dan orang tuanya. Sebagai upaya penikatan life skill santri, pihak pondok telah memiliki peralatan las listrik dan alat potong yang cukup lengkap, namun belum ada tenaga terampil untuk menggunakan dan melatih para santri, maka program ini belum terlaksana. Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat inilah, permasalahan peningkatan life skill dalam bidang pengelasan akan diberikan. Bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan berupa penyampaian materi K3, Teknik pengelasan dan pemotongan. Selanjutnya pendampingan praktik pengelasan dan pemotongan dilakukan hingga santri mampu menghasilkan produk. Hasil program ini akan dipublikasikan pada jurnal MEDITEG Politeknik Negeri Tanah Laut atau Jurnal Pengabdian Masyarakat AL IKHLAS Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al Banjari.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PENGELASAN BAGI MASYRAKAT DI DESA MUARA HALAYUNG KECAMATAN BERUNTUNG BARU KABUPATEN BANJAR
Muhammad Firman;
Mujiburrahman Mujiburrahman;
Heri Irawan;
Muhammad Irfansyah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 6, No 2 (2020): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.947 KB)
|
DOI: 10.31602/jpaiuniska.v6i2.3892
Masyarakat Muara Halayung 50% mata pencahariannya adalah sebagai petani denganproduksi pertanian Desa Muara Halayung adalah padi sawah dengan luas 754 Ha,yang menghasilkan padi per hektarnya 3,5 Ton. Untuk pertanian masa panen sekitarempat bulan antara bulan agustus sampai november, sedangkan masa tanam antarabulan januari sampai maret, jadi masyarakat muara halayung yang khususnya petanisekitar lima bulan bekerja diluar kampung mereka, oleh karena itu pemerintahan desadengan melalui Bamdes berkeinginan meningkatkan keterampilan pengelasan bagimasyarakat, sehingga diharapkan dengan keterampilan yang diberikan dapatmeningkatkan pendapatan masyarakat dan pendapatan desa serta mengurangimasyarakat untuk mencari pekerjaan ditempat lain, pada saat tidak musim panen danmusim tanam. Mengelas adalah salah satu cara menyambung dua buah bagian logamsecara permanen dengan menggunakan tenaga panas untuk mencairkan bahan dasaryang akan disambung dengan elektroda atau kawat las sebagai pengisinya. Setelahdingin dan membeku maka akan terbentuklah ikatan yang kuat dan permanen. Darianalisis situasi di atas maka dirumuskan permasalahannya sebagai berikut: Belum adamasyarakat yang benar-benar mengerti tentang proses pengelasan yang baik dan benar.Minimnya pengetahuan masyarakat tentang proses pengelasan. Masih kurangnyaketerampilan masyarakat tentang perbengkelan pengelasan. Sedangkan solusi terhadappermasalahan tersebut dengan sentuhan Ipteks, yaitu : Mitra dapat meningkatkanketerampilan dengan cara pelatihan pengelasan secara intensif sampai mereka benarbenarmemahami baik secara teori maupun praktek dengan hasil pengelasan yang baik.Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah dicanangkan yaitu:dengan melakukan tutorial yaitu dengan memberikan teori sekalian mempraktekkannyalangsung dilapangan sehingga diharapkan transfer ilmu yang Tim pengabdian berikandapat diserap dengan cepat oleh mitra. Mitra nantinya diberikan job buat diselesaikansehingga pada saat selesainya kegiatan pengabdian ini mitra sudah dapat melaksanakanpengelasan yang baik dan menghasilkan produk yang dapat meningkatkanpendapatannya. Pelatihan pengelasan dilaksanakan secara bertahap dimana setiaptahapnya 4 jam, namun apabila masih diperlukan maka akan dilakukan penambahanwaktu pelaksanaannya. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancer danmendapat respon yang sangat baik dari para pemuda dan perangkat desa yangditunjukkan dengan antusiasnya mereka bertanya serta juga mencoba mempraktekkansecara langsung bagaimana cara mengelas yang benar dan menghasilkan hasilpengelasan yang baik. Antusias dari peserta pelatihan juga ditunjukkan dengan tidakberkurangnya peserta pada hari-hari berikutnya walau pun harinya agak hujan, merekasudah siap dari jam 08.00 pagi. Kegiatan pengelasan yang dilakukan adalah membuattempat duduk, memperbaiki media bermain anak-anak dan membuat rak buat tempatmenyusun peralatan dan bahan pengelasan.
DESAIN ULANG INSTALASI PERPIPAAN PADA MESJID NOOR BANJARMASIN
Muhammad Firman;
Muhammad Irfansyah;
Budi Hartadi;
Heri Irawan;
Mujiburrahman Mujiburrahman
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 3, No 1 (2017): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.142 KB)
|
DOI: 10.31602/jpai.v3i1.925
Service aims to assist the pilgrims so that not too long queue when the purification ritual, so that problems that had been faced by the mosque Noor about the uneven distribution of water during ablution can be resolved by means of installing a piping system so that the water supply everyone on water tank or reservoir can be filled and evenly all these divisions reservoir, so that when the full-full of pilgrims could be served all and not so many pilgrims who cannot attend the prayer in congregation. The main target of this activity is the management of the mosque and the mosque, because they always get complaints and direct censure of pilgrims due to uneven supply of water during ablution, so they need to know how to properly install piping system.The method used to achieve the objectives that have been implemented are: to perform the installation of the channel that goes into reservoirs and channels out of the reservoir so that the distribution of water for ablution can be evenly and flowed perfectly.From the results of this activity all the reservoir can get a direct supply from the pump or other sources, the supply of water for ablution can run smoothly is that during these 14 taps of 43 taps for ablution place of men who do not get water supply now is 100% get water or completely get water supply, in the place of ablution women there are six taps that do not get water from 17 taps installed there now entirely get water supply, as well as the bathroom which amounted to 14 taps, as well as urinal male 8 taps obtain equitable water supply. Djuhur prayers and implementation are now only approximately 1 shap or 40 worshipers who pray it too late due to the late arrival of pilgrims.
PENYULUHAN PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI DESA JEJANGKIT MUARA KABUPATEN BATOLA
Muhammad Firman;
Budi Hartadi;
Idzani Muttaqin;
Muhammad Saukani;
Nadiya Hijriana
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 2, No 1 (2016): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (178.358 KB)
|
DOI: 10.31602/jpai.v2i1.962
Interest Service to the public about solar power plants (PLTS) so that the public understands and knows solar power plant (SPP), increase public understanding of the importance of solar power plants (PLTS) that, while the benefits to be achieved in this activity is to society its target skills and knowledge in assembly and maintenance of a series of solar power plants (PLTS) so that when applied mistakes. Establishment of cooperation between the community, the village government and Studies Program Faculty of Engineering Uniska. As for Tim will add to the experience in training activities assembly and maintenance of solar power plants. The method will be used to achieve the goals that have been implemented are: using the training methods of assembly and maintenance of solar power plants directly with solar panels example demonstrated by the team. So with this training method is expected the participants enthusiastically followed and training materials will absorb well. From the results of the training can be concluded among other things during the training process to be followed can be absorbed 100% or all the participants, 20% of participants who attended or 3 people who want to use solar power for the consumption of their homes by asking what the price of a set of solar power until ready to use and implementation of devotion that will come can be developed into other areas in the vicinity of this devotion, of course, with a bigger budget so that citizens who join the training could be more.