Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Penerapan Lean Warehousing serta 5S pada Pergudangan PT. Sier Untuk Meminimasi Pemborosan Febridan Dzulkifli; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.243

Abstract

Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) adalah sebuah perusahaan milik negara yang didi-rikan di Surabaya pada tanggal 28 Februari 1974 untuk mendukung dan mengembangkan kawa-san industri di Indonesia khususnya Jawa Timur. Dalam pengelolaan pergudangan (warehouse management system) PT. SIER sering mengalami pemborosan yang berlebih pada gudang bahan kimia karena pada gudang bahan kimia tersebut melakukan proses loading dan unloading menggunakan tenaga kerja manual sehingga memiliki waktu aktivitas yang lebih lama diantara gudang lainnya. Permasalahan yang sering terjadi yaitu adanya keterlambatan pengiriman dari gudang ke konsumen. kemudian juga terjadi keterlambatan dalam penerimaan barang masuk sehingga menyebabkan antrean oleh karena itu pergudangan PT.SIER diharapkan melakukan perbaikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meminimasi pemborosan yang terjadi pada ak-tivitas pergudangan PT. SIER. PT. SIER dapat melakukan perbaikan dengan beberapa metode yaitu menggunakan pendekatan Lean Warehousing, Value Stream Mapping (VSM), pembuatan Process acticity mapping (PAM), serta didukung data terkait yang diperoleh langsung dari pengelola gudang sehingga dapat diidentifikasi pemborosan (waste) yang terjadi pada proses pergudangan. Lalu dilakukan usulan perbaikan dan penerapan 5S yaitu seiri (ringkas), seiton (rapi), seiso (resik), seiketsu (rawat), dan shitsuke (rajin). Dari hasil penelitian didapatkan usulan perbaikan, penerapan 5S, serta penyederhanaan aktivitas didapatkan total aktivitas yang baru yaitu sebanyak 34, dibandingkan dengan aktivitas yang lama sebanyak 45 aktivitas sehingga ter-jadi pengurangan sebanyak 11 aktivitas. Kemudian waktu yang didapatkan 294 menit yang sebe-lumnya 312 menit sehingga menghemat waktu sebanyak 18 menit.
Perencanaan Rute Distribusi yang Optimal dengan Metode Algoritma Differential Evolution (DE) PT. XYZ Aprilia Kurnia; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i4.244

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan milik negara yang berperan dalam mengelola dan mengem-bangkan kawasan industri khususnya di Jawa Timur. Selain pengembangan lokasi, PT XYZ juga melakukan pengelolaan di bidang pergudangan dan logistik yang mana kedua hal ini sangat erat kaitannya dengan aktivitas distribusi. Sistem distribusi cukup penting untuk diperhatikan guna ke-lancaran perusahaan dalam bidang logistik. Siklus distribusi pada PT XYZ memiliki rute yang cukup panjang dan mengalami permasalahan berupa keterlambatan pengiriman produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan rute distribusi yang optimal di PT XYZ berdasarkan jarak tempuh dan waktu tempuh yang minimal, yang nantinya akan berdampak terhadap perubahan rute dan waktu distribusi. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan kembali perencanaan rute dengan metode Algoritama Differential Evolution (DE) guna mendapatkan rute yang optimal dan memperbaiki sistem yang ada. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa metode Algoritma Differential Evolution mampu menghasilkan usulan perbaikan rute distribusi yang opti-mal dengan penghematan jarak tempuh sebesar 68,4 km dan waktu tempuh sebanyak 102,6 menit dengan persentase penghematan jarak tempuh 4,36% dan waktu tempuh 4%.
Analisis Pengukuran Kinerja Supply Chain Management dengan Menggunakan Metode Supply Chain Operation Referance (SCOR) Berbasis ANP Dan OMAX (Studi Kasus pada PT. Karya Giri Palma) Mahardika Brave Revaldiwansyah; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.266

Abstract

PT. Karya Giri Palma merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang menerapkan konsep Supply Chain Management (SCM) untuk mengatur proses aliran material. Sejauh ini selama proses penge- lolaan rantai pasoknya, perusahaan tidak pernah melakukan pengukuran kinerja rantai pasok yang melibatkan semua pihak terkait. Metode untuk mengukur kinerja rantai pasok ini adalah Supply Chain Operation Reference (SCOR). SCOR adalah model referensi proses operasi rantai pasokan, yang terbagi menjadi lima proses dasar manajemen rantai pasokan, yaitu plan, source, make, deliver dan return. Pengukuran kinerja dalam penelitian ini juga didukung oleh metode An-alytic Network Process (ANP) dan Objective Matrix (OMAX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pencapaian keseluruhan dari kinerja rantai pasok perusahaan adalah 7,94. Dengan menggunakan pembobotan ANP dan menggunakan OMAX untuk menghitung sistem scoring, dapat diketahui bahwa terdapat 7 indikator kinerja rantai pasok yang memerlukan tindakan perbaikan segera, yaitu tingkat ketepatan material yang dibutuhkan, lama waktu supplier dalam merespon permintaan, produk cacat pada proses produksi, energi untuk memproduksi produk, waktu pengi-riman produk ke konsumen, waktu dalam pengiriman order tambahan serta bahan bakar untuk de-livery.
Analisis Pengaruh Manajemen Rantai Pasok Terhadap Kinerja Perusahaan PT. Semesta Mitra Sejahtera Cabang Sidoarjo Menggunakan Structural Equation Model (SEM)-Partial Least Square (PLS) Santi Wulandari; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.267

Abstract

Dengan meningkatnya pertumbuhan dunia industri berimplikasi pula dengan meningkatnya permintaan pasar akan suatu produk yang diinginkan. Perusahaan selaku salah satu pelaku kegiatan di sektor industri dituntut untuk bisa mempertahankan produk di pasaran serta terus berinovasi dalam strategi dan integrasi yang baik dari tiap sektor. PT. Semesta Mitra Sejahtera Cabang Sidoarjo adalah perusahaan yang berfokus di bidang peternakan (farm) ayam pullet yang peternakannya tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Diketahui bahwa di perusahaan ini seringkali terjadi perubahan kebijakan mendadak terkait proses pemeliharaan ayam pullet di peternakan. Dikarenakan lokasi farm yang tidak dalam satu daerah, perusahaan mengalami kesulitan dalam penyampaian informasi untuk secara efektif terkait penerapan kebijakan baru terhadap farm. Dari latar belakang diatas, peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh manajemen rantai pasok terhadap kinerja perusahaan dengan menggunakan SEM-PLS dengan tahap pertama yaitu Evaluation of Measurement Model yang dilakukan dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Uji Validitas dilakukan dengan dua tahap yaitu Convergent Validity dan Discriminant Validity. Uji Reliabilitas dilakukan dengan dua tahap yaitu Composite Reliability dan Cronbach’s Alpha. Tahap kedua yaitu Evaluation of Structural Model yang dilakukan dengan suatu pengujian yang dinamakan Inner Model Test yang dilakukan dengan lima langkah, yaitu R-Square hingga Model Fit.
Pengukuran Produktivitas Menggunakan Metode American Productivity Center (APC) dan Root Cause Analyze (RCA) di PT. XYZ Riska Tia Wulandari; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.269

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi rosin ester dan terpentin dengan bahan baku utama getah pinus. Permasalahan yang ada di PT. XYZ adalah selama ini perusahaan belum pernah melakukan pengukuran produktivitas secara khusus, namun hanya melihat besarnya keuntungan yang diperoleh dari setiap proses produksi. Selain itu dalam melakukan produksi, perusahaan belum mencapai target perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan metode American Productivity Center (APC) untuk mengetahui sumber peningkatan profitabilitas perusahaan, apakah berasal dari peningkatan produktivitas atau dari perbaikan harga produk di pasar atau dipengaruhi oleh keduanya. Sedangkan penggunaan metode Root Cause Analysis (RCA) ditujukan untuk menentukan akar permasalahan dengan melakukan identifikasi terhadap penyebab turunnya produktivitas yang dicapai perusahaan. Dari hasil pengolahan data dan analisis produktivitas dapat disimpulkan bahwa indeks produktivitas di PT. XYZ pada tahun 2019 sebagai tahun dasar pada input tenaga kerja, bahan baku, utilitas energi, modal dan input total memiliki nilai indeks produktivitas yang sama yaitu 100. Kemudian pada tahun 2020 untuk input tenaga kerja mengalami kenaikan indeks produktivitas menjadi 107,14. Lalu untuk input bahan baku mengalami penurunan indeks produktivitas menjadi 90,35. Untuk input utilitas energi juga mengalami penurunan indeks produktivitas menjadi 90,59. Dan input modal juga mengalami penurunan indeks produktivitas menjadi 83,17. Sehingga nilai indeks produktivitas input total turun menjadi 89,96.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Management (SCM) dengan Menggunakan SCOR Model Dan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) di PT. Loka Refractory Wira Jatim Salsa Billa Kharisma; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i5.321

Abstract

PT. Loka Refractory Wira Jatim adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi batu tahan api. Dalam menjalankan aktivitas produksinya, PT. Loka Refractory Wira Jatim belum pernah melakukan kegiatan pengukuran kinerja supply chain management sehingga tidak pernah diketahui apakah ada kegiatan yang kurang efisien dalam aktivitasnya. Supply Chain Management merupakan perencanaan dan koordinasi semua orang, proses, dan teknologi yang terlibat dalam menciptakan value perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja supply chain management perusahaan sehingga didapat usulan perbaikan untuk meminimalisir permasalahan yang ada. Pengukuran dilakukan menggunakan model SCOR dan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil kinerja keseluruhan SCM perusahaan sebesar 72,05 yang masuk ke kategori good. Terdapat 5 KPI dari 15 KPI yang terindikasi bermasalah dan memiliki nilai kinerja yang rendah, yaitu pada proses plan ada indikator raw material planning, production planning, dan planning cycle time, sedangankan pada proses make ada indikator product defect from production dan jumlah perawatan alat.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sulfuric Acid dengan Metode Continuous (Q) dan Periodic (P) Review di PT.Petrokimia Gresik Bagues Prayogik; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.341

Abstract

PT. Petrokimia Gresik adalah salah satu pabrik pupuk dan produk kimia terbesar di Indonesia. Sampai saat ini PT. Petrokimia Gresik mengembangkan produk asam sulfat yang berasal dari bahan baku belerang/sulfur antara lain industri pupuk, kimia, industri makanan, industri tekstil, spiritus, utilitas pabrik dan pertambangan. Permasalahan yang sering terjadi adalah pengendalian persediaan bahan baku sulfuric acid, yaitu sulfur/belerang. Masalah tersebut terjadi karena kurangnya estimasi dalam perencanaan dan pemenuhan jumlah permintaan konsumen yang fluktuatif dimana permintaan tertinggi sebesar 33.000/ton, sedangkan permintaan terendah sebesar 16.000/ton sehingga selisih fluktuasi sangat besar yaitu mencapai 17.000/ton dan siklus pesanan yang tidak tetap karena adanya penyesuaian dari permintaan konsumen yang belum terencana dengan baik, sehingga permintaan konsumen tidak terpenuhi bahkan mengalami kekurangan dan kelebihan kapasitas persediaan. Tujuan dari penelitian adalah mengendalikan persediaan bahan baku Sulfuric Acid untuk meminimasi total biaya persediaan di PT. Petrokimia Gresik. Metode yang digunakan adalah metode Continuous (Q) dan Periodic (P) Review. Hasil perhitungan diperoleh dengan total biaya persediaan minimal adalah dengan metode Continuous Review (Q) Lost Sales sebesar Rp.308.914.071.890 dengan metode perusahaan sebesar Rp. 317.872.715.680 sehingga penghematan biaya sebesar Rp. 8.958.643.790,- atau 3%. Setelah dilakukan peramalan pada bulan Oktober 2021- September 2022 diperoleh total kebutuhan mencapai 263.481 ton, maka pengendalian persediaan bahan baku sulfuric acid diperoleh jumlah pemesanan sebesar 1.428 ton dengan total biaya persediaan sebesar Rp.307.906.572.637,-.
Analisis Pemilihan Supplier Bahan Baku Gandum dengan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (FAHP) di PT. Balihai Brewery Indonesia Rizki Novadila; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.347

Abstract

Perusahaan di bidang Food and beverages dituntut untuk terus mempertahankan kualitas produknya untuk bertahan dipasaran. Hal yang turut berkontribusi dalam menjaga kualitas produk adalah kualitas bahan baku itu sendiri. Pihak yang sangat berperan penting dalam terjaminnya kualitas bahan baku adalah supplier, pemilihan supplier yang tepat merupakan hal yang sangat krusial, tentu saja dalam prosesnya perusahaan memiliki alternatif-alternatif supplier dalam mendukung proses kelancaran bisnisnya. Perusahaan harus dapat memilih dan menilai supplier dengan tepat dan cermat agar dapat menjamin ketersediaan, kualitas, dan kuantitas dari bahan baku sesuai dengan kriteria perusahaan. PT. Balihai Brewery Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi minuman beralkohol yang berbahan dasar utama gandum. Permasalahan yang terjadi adalah terlambatnya pengiriman bahan baku yang mengakibatkan terhambatnya proses produksi. Perusahaan mengandalkan lima supplier untuk memenuhi kebutuhan bahan baku utamanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dan mengurutkan supplier gandum terbaik sesuai dengan kriteria perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process untuk mengetahui nilai bobot dan tingkat kepentingan antar kriteria serta Fuzzy AHP untuk dapat meranking supplier dan kinerja supplier. Dari hasil penelitian didapatkan 5 kriteria utama yaitu price (H), Delivery (D), service (P), Kualitas (K), dan Komitmen (C). Dari hasil perhitungan didapatkan ranking dan pembobotan supplier secara berurut adalah supplier carrol dengan nilai 0.2555, supplier avant-garde 0.2256, supplier cooper 0.1799, supplier burrestn bouston 0.1715, terakhir supplier fugl sang 0.1675.
Penentuan Jumlah Produksi Optimal dan Pengendalian Persediaan Produk Berbahan Dasar Daging Ayam dengan Metode Lagrange Multiplier pada PT. X Mohammad Febrian Ishaq; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.350

Abstract

PT. X merupakan industri manufaktur yang memproduksi produk berbahan dasar daging ayam. Beberapa macam produk berbahan dasar daging ayam yang diproduksi oleh PT. X ini adalah chicken nugget, sosis ayam, dan bakso ayam. Permasalahan yang dialami oleh PT. X adalah ter-jadinya over capacity pada gudang penyimpanan produk dikarenakan jumlah produk yang di-produksi tidak sesuai dengan kapasitas penyimpanan gudang dan membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya persediaan yang besar. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan jumlah produksi yang optimal dengan kendala kapasitas gudang penyimpanan dan mengendalikan persediaan produk berbahan dasar daging ayam sehingga dapat meminimalkan total biaya perse-diaan produk pada PT. X. Penelitian ini menggunakan metode Lagrange Multplier yang dapat meminimalkan biaya persediaan dengan kendala kapasitas gudang penyimpanan. Dari penelitian ini didapatkan hasil jumlah produksi optimal sebanyak 83,071,51 kg. Dimana dengan jumlah produksi tersebut perusahaan membutuhkan luas gudang sebanyak 254,87 m3. Total biaya perse-diaan yang dhitung dengan menggunakan metode Lagrange Multiplier yaitu sebesar Rp 27.612.704.534 sedangkan total biaya persediaan perusahaan sebesar Rp Rp 35.607.319.890. Se-hingga diperoleh penghematan sebesar 22,45% atau sebesar Rp 7.994,615.360.
Analisis dan Mitigasi Risiko Pada Supply Chain dengan Pendekatan Metode House Of Risk (HOR) di PT. XYZ Andita Defriyanti; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.351

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang memproduksi furniture, aksesoris rumah, springbed, lemari pakaian dan lain-lain. Dalam proses rantai pasok masih banyak ditemui beberapa risiko yang dapat menghambat proses bisnis pada perusahaan tersebut. PT. XYZ diketahui belum memiliki suatu manajemen risiko untuk menganalisis dan mengidentifikasi risiko serta memberikan langkah-langkah untuk memitigasi risiko yang terjadi dalam rantai pasokan perusahaan. Penelitian ini mem-iliki tujuan untuk melakukan identifikasi dan memberikan tindakan mitigasi risiko yang timbul da-lam aktivitas rantai pasokan perusahaan. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan metode House of Risk (HOR). Metode House of Risk (HOR) adalah metode yang digunakan untuk melakukan identifikasi dan memitigasi risiko yang terjadi dalam rantai pasok, pada metode ini memiliki dua langkah yaitu House of Risk tahap 1 berfokus dalam identifikasi risiko dan House of Risk tahap 2 berfokus pada mitigasi risiko. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa ada 24 kejadian risiko yang disebabkan oleh 36 penyebab risiko pada aktivitas supply chain perusahaan. Oleh karena itu, diusulkan 20 langkah mitigasi untuk mengurangi penyebab risiko yang paling dom-inan.