Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Rute Distribusi Produk Tangki Bahan Bakar dengan Analisis Bullwhip Effect Metode Nearest Insert dan Nearest Neighbor di PT XYZ Rafi Fadlurrahman Firjatullah; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.212

Abstract

Sepeda motor memiliki berbagai komponen yang disematkan agar dapat berkerja dengan baik. PT. XYZ merupakan salah satu distributor komponen sepeda motor yang diperoleh dari berbagai produsen dan pengrajin yang mulai berdiri sejak tahun 2012 di Kota Surabaya dan telah memiliki tiga cabang di wilayah Jawa Timur. Salah satu komponen sepeda motor yang disediakan adalah tangki bahan bakar khususnya untuk sepeda motor CB. Dalam perkembangannya permintaan produk tangki bahan bakar CB terus meningkat yang menimbulkan permasalahan rute pendistribusian produk ke cabang yang dimiliki oleh PT. XYZ. Oleh karena pemsalahan tersebut penelitian ini dilakukan dengan metode Nearest Insert dan Nearest Neighbor serta menggunakan metode analisis Bullwhip Effect. Metode Nearest Insert dan Nearest Neighbor digunakan untuk menambahkan konsumen terdekat untuk melengkapi rute dari titik terdekat hingga titik akhir distribusi. Analisis Bullwhip Effect digunakan untuk mengetahui cabang yang harus dilakukan pengawasan lebih. Dengan dilakukannya penelitian tentang pendistribusian produk tangki CB diharapkan permasalahan tentang jarak dan biaya pengiriman dapat diminimalkan sehingga proses pendistribusian produk tangki CB menjadi lebih efisien dan optimal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu, rute paling optimal yang didapatkan pada penelitian ini adalah rute 1 C0-C11-C12-10-C9-C0, rute 2 C0-C2-C7-C8-C0 dan rute 3 C0-C5-C4-C3-C1-C6-C0 dengan total jarak 822.5 km dengan total biaya sebesar Rp. 193.865.965,-. Dengan hasil tersebut didapatkan penghematan jarak 359,7 km atau 30,42% per tahun dari rute awal yaitu 1182.2 km dan didapatkan penghematan biaya sebesar Rp. 44.768.868,- atau 18.76% per tahun dari rute awal yaitu Rp.238.654.833,- per tahun.
Pemilihan Supplier Bata Ringan Sebagai Bahan Baku Bangunan dengan Metode AHP dan Topsis di PT. CPS Radifan Dimasyqi; Dira Ernawati; Rusindiyanto
JUMINTEN Vol. 2 No. 1 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i1.223

Abstract

Kegiatan strategi salah satunya adalah memilih supplier, terlebih apabila supplier tersebut akan menjadi supplier jangka waktu yang lama. PT. Cahaya Padu adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang Jasa Konstruksi yang di dalamnya melakukan aktivitas proses pengadaan, termasuk di dalamnya proses penentuan supplier. Dalam melakukan proses produksi bangunan, PT. Cahaya Padu membutuhkan bahan baku utama yaitu bata ringan (Autoclaved Aerated Concrete). PT. Cahaya Padu belum memiliki supplier utama bata ringan AAC, dan Pemilihan supplier dilakukan secara subjektif dan berdasarkan harga termurah tanpa melakukan perhitungan tertentu. Hal tersebut mengakibatkan beberapa masalah seperti keterlambatan pengiriman yang mengakibatkan perusahaan harus order pada supplier lain. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung bobot kriteria supplier bata ringan dan memilih supplier bata ringan yang terbaik berdasarkan bobot kriteria yang ditentukan oleh PT. Cahaya Padu. Langkah penentuan kriteria evaluasi supplier ini dilakukan dengan menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan melakukan perangkingan supplier dengan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Dari hasil penelitian diperoleh pembobotan 5 kriteria yaitu kriteria Harga, Kualitas, Pengiriman, Reputasi dan Posisi dalam Industri, dan Sistem Komunikasi dengan hasil tertinggi yaitu kriteria harga yang berbobot dengan nilai 0,56165. Hasil perangkingan supplier didapatkan supplier bata ringan terbaik yaitu PT. Sinar Indogreen Kencana dengan Nilai Preferensi sebesar 0,76858.
Redesign Penyemprot Desinfektan dengan Metode Design For Assembly Nanang Teguh Wijaya; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 2 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i2.236

Abstract

Desain produk merupakan fase awal dari proses produksi. Besarnya biaya produksi suatu produk sangat bergantung pada desain dari produk tersebut. Banyaknya komponen suatu produk serta perakitan komponen tersebut mempengaruhi besarnya komponen biaya dan durasi proses pe-rakitan. Suatu produk terdiri dari beberapa komponen penyusun.Pada masa pandemic Covid 19 saat ini, alat penyemprot desinfektan banyak kita temui di hampir semua perusahaan. Pada penelitian ini, akan dilakukan pengembangan alat penyemprot desinfektan yang dilengkapi dengan sensor gerak menggunakan metode Design for assembly. Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah biaya pembuatan alat ini yang lebih terjangkau dari pada produk sebelumnya dengan selisih harga Rp. 627.000,00. Selain hal tersebut, produk yang dihasilkan dari penelitian ini juga memiliki keunggulan lain diantaranya, produk ini dilengkapi dengan adanya sensor gerak untuk dapat mendeteksi pergerakan orang yang keluar masuk serta dilengkapi juga dengan sensor suhu yang disambungkan dengan handphone.
Analisa Penerapan Lean Warehousing serta 5S pada Pergudangan PT. Sier Untuk Meminimasi Pemborosan Febridan Dzulkifli; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.243

Abstract

Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) adalah sebuah perusahaan milik negara yang didi-rikan di Surabaya pada tanggal 28 Februari 1974 untuk mendukung dan mengembangkan kawa-san industri di Indonesia khususnya Jawa Timur. Dalam pengelolaan pergudangan (warehouse management system) PT. SIER sering mengalami pemborosan yang berlebih pada gudang bahan kimia karena pada gudang bahan kimia tersebut melakukan proses loading dan unloading menggunakan tenaga kerja manual sehingga memiliki waktu aktivitas yang lebih lama diantara gudang lainnya. Permasalahan yang sering terjadi yaitu adanya keterlambatan pengiriman dari gudang ke konsumen. kemudian juga terjadi keterlambatan dalam penerimaan barang masuk sehingga menyebabkan antrean oleh karena itu pergudangan PT.SIER diharapkan melakukan perbaikan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meminimasi pemborosan yang terjadi pada ak-tivitas pergudangan PT. SIER. PT. SIER dapat melakukan perbaikan dengan beberapa metode yaitu menggunakan pendekatan Lean Warehousing, Value Stream Mapping (VSM), pembuatan Process acticity mapping (PAM), serta didukung data terkait yang diperoleh langsung dari pengelola gudang sehingga dapat diidentifikasi pemborosan (waste) yang terjadi pada proses pergudangan. Lalu dilakukan usulan perbaikan dan penerapan 5S yaitu seiri (ringkas), seiton (rapi), seiso (resik), seiketsu (rawat), dan shitsuke (rajin). Dari hasil penelitian didapatkan usulan perbaikan, penerapan 5S, serta penyederhanaan aktivitas didapatkan total aktivitas yang baru yaitu sebanyak 34, dibandingkan dengan aktivitas yang lama sebanyak 45 aktivitas sehingga ter-jadi pengurangan sebanyak 11 aktivitas. Kemudian waktu yang didapatkan 294 menit yang sebe-lumnya 312 menit sehingga menghemat waktu sebanyak 18 menit.
Perencanaan Rute Distribusi yang Optimal dengan Metode Algoritma Differential Evolution (DE) PT. XYZ Aprilia Kurnia; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 4 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i4.244

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan milik negara yang berperan dalam mengelola dan mengem-bangkan kawasan industri khususnya di Jawa Timur. Selain pengembangan lokasi, PT XYZ juga melakukan pengelolaan di bidang pergudangan dan logistik yang mana kedua hal ini sangat erat kaitannya dengan aktivitas distribusi. Sistem distribusi cukup penting untuk diperhatikan guna ke-lancaran perusahaan dalam bidang logistik. Siklus distribusi pada PT XYZ memiliki rute yang cukup panjang dan mengalami permasalahan berupa keterlambatan pengiriman produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan rute distribusi yang optimal di PT XYZ berdasarkan jarak tempuh dan waktu tempuh yang minimal, yang nantinya akan berdampak terhadap perubahan rute dan waktu distribusi. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan kembali perencanaan rute dengan metode Algoritama Differential Evolution (DE) guna mendapatkan rute yang optimal dan memperbaiki sistem yang ada. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa metode Algoritma Differential Evolution mampu menghasilkan usulan perbaikan rute distribusi yang opti-mal dengan penghematan jarak tempuh sebesar 68,4 km dan waktu tempuh sebanyak 102,6 menit dengan persentase penghematan jarak tempuh 4,36% dan waktu tempuh 4%.
Analisis Pengukuran Kinerja Supply Chain Management dengan Menggunakan Metode Supply Chain Operation Referance (SCOR) Berbasis ANP Dan OMAX (Studi Kasus pada PT. Karya Giri Palma) Mahardika Brave Revaldiwansyah; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.266

Abstract

PT. Karya Giri Palma merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang menerapkan konsep Supply Chain Management (SCM) untuk mengatur proses aliran material. Sejauh ini selama proses penge- lolaan rantai pasoknya, perusahaan tidak pernah melakukan pengukuran kinerja rantai pasok yang melibatkan semua pihak terkait. Metode untuk mengukur kinerja rantai pasok ini adalah Supply Chain Operation Reference (SCOR). SCOR adalah model referensi proses operasi rantai pasokan, yang terbagi menjadi lima proses dasar manajemen rantai pasokan, yaitu plan, source, make, deliver dan return. Pengukuran kinerja dalam penelitian ini juga didukung oleh metode An-alytic Network Process (ANP) dan Objective Matrix (OMAX). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pencapaian keseluruhan dari kinerja rantai pasok perusahaan adalah 7,94. Dengan menggunakan pembobotan ANP dan menggunakan OMAX untuk menghitung sistem scoring, dapat diketahui bahwa terdapat 7 indikator kinerja rantai pasok yang memerlukan tindakan perbaikan segera, yaitu tingkat ketepatan material yang dibutuhkan, lama waktu supplier dalam merespon permintaan, produk cacat pada proses produksi, energi untuk memproduksi produk, waktu pengi-riman produk ke konsumen, waktu dalam pengiriman order tambahan serta bahan bakar untuk de-livery.
Analisis Pengaruh Manajemen Rantai Pasok Terhadap Kinerja Perusahaan PT. Semesta Mitra Sejahtera Cabang Sidoarjo Menggunakan Structural Equation Model (SEM)-Partial Least Square (PLS) Santi Wulandari; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.267

Abstract

Dengan meningkatnya pertumbuhan dunia industri berimplikasi pula dengan meningkatnya permintaan pasar akan suatu produk yang diinginkan. Perusahaan selaku salah satu pelaku kegiatan di sektor industri dituntut untuk bisa mempertahankan produk di pasaran serta terus berinovasi dalam strategi dan integrasi yang baik dari tiap sektor. PT. Semesta Mitra Sejahtera Cabang Sidoarjo adalah perusahaan yang berfokus di bidang peternakan (farm) ayam pullet yang peternakannya tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Diketahui bahwa di perusahaan ini seringkali terjadi perubahan kebijakan mendadak terkait proses pemeliharaan ayam pullet di peternakan. Dikarenakan lokasi farm yang tidak dalam satu daerah, perusahaan mengalami kesulitan dalam penyampaian informasi untuk secara efektif terkait penerapan kebijakan baru terhadap farm. Dari latar belakang diatas, peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh manajemen rantai pasok terhadap kinerja perusahaan dengan menggunakan SEM-PLS dengan tahap pertama yaitu Evaluation of Measurement Model yang dilakukan dengan Uji Validitas dan Uji Reliabilitas. Uji Validitas dilakukan dengan dua tahap yaitu Convergent Validity dan Discriminant Validity. Uji Reliabilitas dilakukan dengan dua tahap yaitu Composite Reliability dan Cronbach’s Alpha. Tahap kedua yaitu Evaluation of Structural Model yang dilakukan dengan suatu pengujian yang dinamakan Inner Model Test yang dilakukan dengan lima langkah, yaitu R-Square hingga Model Fit.
Pengukuran Produktivitas Menggunakan Metode American Productivity Center (APC) dan Root Cause Analyze (RCA) di PT. XYZ Riska Tia Wulandari; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 3 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i3.269

Abstract

PT.XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi rosin ester dan terpentin dengan bahan baku utama getah pinus. Permasalahan yang ada di PT. XYZ adalah selama ini perusahaan belum pernah melakukan pengukuran produktivitas secara khusus, namun hanya melihat besarnya keuntungan yang diperoleh dari setiap proses produksi. Selain itu dalam melakukan produksi, perusahaan belum mencapai target perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan metode American Productivity Center (APC) untuk mengetahui sumber peningkatan profitabilitas perusahaan, apakah berasal dari peningkatan produktivitas atau dari perbaikan harga produk di pasar atau dipengaruhi oleh keduanya. Sedangkan penggunaan metode Root Cause Analysis (RCA) ditujukan untuk menentukan akar permasalahan dengan melakukan identifikasi terhadap penyebab turunnya produktivitas yang dicapai perusahaan. Dari hasil pengolahan data dan analisis produktivitas dapat disimpulkan bahwa indeks produktivitas di PT. XYZ pada tahun 2019 sebagai tahun dasar pada input tenaga kerja, bahan baku, utilitas energi, modal dan input total memiliki nilai indeks produktivitas yang sama yaitu 100. Kemudian pada tahun 2020 untuk input tenaga kerja mengalami kenaikan indeks produktivitas menjadi 107,14. Lalu untuk input bahan baku mengalami penurunan indeks produktivitas menjadi 90,35. Untuk input utilitas energi juga mengalami penurunan indeks produktivitas menjadi 90,59. Dan input modal juga mengalami penurunan indeks produktivitas menjadi 83,17. Sehingga nilai indeks produktivitas input total turun menjadi 89,96.
Pengukuran Kinerja Supply Chain Management (SCM) dengan Menggunakan SCOR Model Dan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) di PT. Loka Refractory Wira Jatim Salsa Billa Kharisma; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 5 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i5.321

Abstract

PT. Loka Refractory Wira Jatim adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi batu tahan api. Dalam menjalankan aktivitas produksinya, PT. Loka Refractory Wira Jatim belum pernah melakukan kegiatan pengukuran kinerja supply chain management sehingga tidak pernah diketahui apakah ada kegiatan yang kurang efisien dalam aktivitasnya. Supply Chain Management merupakan perencanaan dan koordinasi semua orang, proses, dan teknologi yang terlibat dalam menciptakan value perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kinerja supply chain management perusahaan sehingga didapat usulan perbaikan untuk meminimalisir permasalahan yang ada. Pengukuran dilakukan menggunakan model SCOR dan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil kinerja keseluruhan SCM perusahaan sebesar 72,05 yang masuk ke kategori good. Terdapat 5 KPI dari 15 KPI yang terindikasi bermasalah dan memiliki nilai kinerja yang rendah, yaitu pada proses plan ada indikator raw material planning, production planning, dan planning cycle time, sedangankan pada proses make ada indikator product defect from production dan jumlah perawatan alat.
Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Sulfuric Acid dengan Metode Continuous (Q) dan Periodic (P) Review di PT.Petrokimia Gresik Bagues Prayogik; Dira Ernawati
JUMINTEN Vol. 2 No. 6 (2021): Juminten: Jurnal Manajemen Industri dan Teknologi
Publisher : Teknik Industri - UPN "Veteran" Jatim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/juminten.v2i6.341

Abstract

PT. Petrokimia Gresik adalah salah satu pabrik pupuk dan produk kimia terbesar di Indonesia. Sampai saat ini PT. Petrokimia Gresik mengembangkan produk asam sulfat yang berasal dari bahan baku belerang/sulfur antara lain industri pupuk, kimia, industri makanan, industri tekstil, spiritus, utilitas pabrik dan pertambangan. Permasalahan yang sering terjadi adalah pengendalian persediaan bahan baku sulfuric acid, yaitu sulfur/belerang. Masalah tersebut terjadi karena kurangnya estimasi dalam perencanaan dan pemenuhan jumlah permintaan konsumen yang fluktuatif dimana permintaan tertinggi sebesar 33.000/ton, sedangkan permintaan terendah sebesar 16.000/ton sehingga selisih fluktuasi sangat besar yaitu mencapai 17.000/ton dan siklus pesanan yang tidak tetap karena adanya penyesuaian dari permintaan konsumen yang belum terencana dengan baik, sehingga permintaan konsumen tidak terpenuhi bahkan mengalami kekurangan dan kelebihan kapasitas persediaan. Tujuan dari penelitian adalah mengendalikan persediaan bahan baku Sulfuric Acid untuk meminimasi total biaya persediaan di PT. Petrokimia Gresik. Metode yang digunakan adalah metode Continuous (Q) dan Periodic (P) Review. Hasil perhitungan diperoleh dengan total biaya persediaan minimal adalah dengan metode Continuous Review (Q) Lost Sales sebesar Rp.308.914.071.890 dengan metode perusahaan sebesar Rp. 317.872.715.680 sehingga penghematan biaya sebesar Rp. 8.958.643.790,- atau 3%. Setelah dilakukan peramalan pada bulan Oktober 2021- September 2022 diperoleh total kebutuhan mencapai 263.481 ton, maka pengendalian persediaan bahan baku sulfuric acid diperoleh jumlah pemesanan sebesar 1.428 ton dengan total biaya persediaan sebesar Rp.307.906.572.637,-.